
"Kau memang sangat luar biasa.. Bahkan dalam kondisi lemah mu masih bisa bertahan dalam serangan kuatku" ucap Jenderal Shio Mei.
Dengan kondisi sangat lemah, Lei Tian tidak dapat berkata-kata. Saat ini ekspresinya sangat rumit, ia tidak menyangka akan mati dalam kondisi seperti ini, hal yang semestinya menjadi pengantar karirnya justru membawanya ke arah kematian yang sangat menyedihkan.
Namun tanpa Lei Tian sadari, kemampuan unik dari tanda yang ditinggalkan oleh sambaran petir di tubuhnya mulai bereaksi. Energi vitalitas penyembuhan mulai bekerja secara otomatis memperbaiki sel-sel tubuhnya yang rusak.
"Hari ini akan menjadi hari kematian mu, jangan salahkan tindakan kejam ku saat kau bereinkarnasi kelak" ujar Shio Mei dengan tatapan meremehkan.
Sebuah pukulan keras kembali dilayangkan Shio Mei, dengan kekuatannya mustahil Lei Tian akan bisa bertahan hidup. Apalagi kondisi dirinya yang sudah hampir mati maka pukulan ini bisa dibilang sebagai pengantarnya melintasi alam neraka.
"Aarrgghh" teriak Lei Tian sambil berguling-guling hingga akhirnya kehilangan kesadaran.
Dengan aura kejamnya, Jenderal Shio Mei melangkah maju ke arah Lei Tian lalu menghentakkan kakinya dengan keras ke perut Lei Tian yang sudah tidak sadarkan diri tersebut.
"Akhirnya kau mampus juga" ucap Shio Mei dengan senyum cerah.
"Bugh"
__ADS_1
Untuk menutupi perbuatannya, Jenderal Shio Mei segera menendang tubuh Lei Tian dengan keras dan menerbangkannya ke arah lembah curam yang berada di dekatnya.
Dalam sekejap tubuh Lei Tian jatuh ke lembah yang sangat dalam tersebut, bisa dipastikan jika tubuh Lei Tian akan hancur dihantam batu yang terdapat di dasar lembah tersebut.
"Akhirnya selesai juga" ucap Jenderal Shio Mei sambil melompat ke udara.
Sementara itu tanpa disadari oleh Jenderal Shio Mei, kehadiran Li Yifei yang sejak tadi mencari keberadaan Lei Tian terlewati begitu saja.
Meskipun tidak melihat rangkaian peristiwa secara utuh, namun Li Yifei dengan jelas dapat melihat gerakan terakhir Jenderal Shio Mei dalam mengakhiri nyawa Lei Tian. Ia bersembunyi dengan tenang menggunakan teknik yang sama dengan Lei Tian dalam menyembunyikan hawa keberadaannya.
Shio Mei yang sebelumnya dipenuhi hasrat membunuh telah lalai dalam mendeteksi kehadiran Li Yifei. Kendati demikian, keahlian Li Yifei sebagai murid jenius juga patut diacungi jempol.
Menyaksikan tubuh Lei Tian yang terhempas ke dasar bukit terjal, membuat Li Yifei merasakan luka tak berdarah di dalam hatinya. Meskipun keduanya belum saling kenal, namun sebagai sesama utusan yang bergabung ke dalam Akademi Kekaisaran, dirinya begitu penasaran dengan sosok pemuda yang telah mengalahkan kejeniusannya.
Tatapan Li Yifei seolah membeku, energi dingin di dalam tubuhnya segera berubah dan mengekstraksi suhu sekitar menjadi dingin. Sebagai pemilik karekteristik es, tubuh Li Yifei telah menarik kekuatan internalnya akibat kekesalan terhadap sikap Jenderal Shio Mei.
Sementara itu di tempat pertempuran sebelumnya, pasukan pemukul Kekaisaran Qin tengah bersorak gembira atas kemenangan luar biasa yang baru saja mereka dapatkan. Mungkin lebih tepatnya diberikan oleh Lei Tian yang sudah bersusah payah menggempur kekuatan musuh.
__ADS_1
Anggota pasukan elit Kekaisaran Qin kini sedang memulihkan diri, jumlah mereka berkurang tiga orang setelah pertempuran besar barusan. sementara kelompok kecil yang mana terdapat Mu Jiao di dalamnya berakhir dengan selamat, namun luka-luka yang mereka dapatkan juga perlu mendapat perhatian.
Lin Bao, Xiao Han dan Khu Ching juga berhasil selamat tanpa luka apapun. Umumnya lima belas utusan yang baru saja bergabung dengan Akademi Kekaisaran tidak mengalami kerugian berarti. Mereka hanya bertarung dengan prajurit biasa guna menambah pengalaman dan menempa mental mereka.
Secara garis besar, pihak Kekaisaran Wei mengalami kerugian yang sangat besar. Selain kehilangan jumlah prajurit, mereka juga kehilangan seluruh perwira tinggi serta ditambah satu orang Jenderal yang tewas di tangan Shio Mei.
Pertarungan tersebut juga menimbulkan luka-luka yang cukup serius di tubuh Jenderal Shen Hua dan Jenderal Zhengzhou. Sementara dari delapan ratus ribu prajurit, tidak lebih dari lima ratus orang yang tewas.
Dengan kerugian yang sangat minim ini, bisa dikatakan jika Kekaisaran Qin mendapatkan kemenangan mutlak. Sambil membereskan barang-barang rampasan perang, mereka menatap gunungan mayat dengan ngeri, darah yang mengalir sudah tidak dapat dibendung lagi.
"Dimana Lei Tian?"
Pada saat ini terdengar suara Mu Jiao yang baru saja selesai memulihkan diri, sebagai senior yang berasal dari Sekte Belati Merah ia memiliki perhatian khusus terhadap adik juniornya yang luar biasa tersebut.
Seketika tatapan setiap orang saling pandang, mereka juga penasaran dengan sosok fenomenal tersebut. Sebagian besar mereka yang bertugas sebagai Prajurit jelas tidak mengetahui keberadaan Lei Tian, pertarungan yang dilakukan olehnya terlalu sulit diikuti oleh prajurit biasa.
"Sepertinya ia ke arah selatan mengejar perwira tinggi pasukan Kekaisaran Wei yang melarikan diri" ucap salah seorang utusan Teratai Ungu.
__ADS_1
Dalam penglihatannya ia juga dengan jelas melihat rekannya yang bernama Li Yifei yang bergerak mengikuti Lei Tian. Entah ada hubungan apa diantara mereka berdua, membuat Li Yifei yang selama ini bersikap dingin kepada laki-laki kini justru membuntutinya tanpa enggan.