
Bahkan Liu Shuai yang baru saja tiba di Sekte menjadi terkejut, kini para murid tidak bisa keluar masuk Sekte seenaknya. Mereka semua diminta bersiaga mengantisipasi pertempuran yang bisa meledak kapan saja, bahkan beberapa orang sudah menyiapkan senjata terbaik serta penunjang lainnya.
"Semua gara-gara pemuda tengik itu. Gara-gara malas melihatnya aku malah terjebak dalam kondisi seperti ini" umpat Liu Shuai di dalam hatinya.
Liu Shuai menumpahkan kekesalannya kepada Lei Tian, ia tidak bisa menerima begitu saja kondisi Sekte yang sedang kacau akibat rencana serangan dari Sekte Serigala Hitam. Andai saja tidak ada Lei Tian yang hadir ke kediamannya, maka ia akan lebih memilih bertahan di rumahnya ketimbang harus kembali ke Sekte. Alih-alih menghindari Lei Tian, ia kini malah terjebak dalam situasi sulit.
Kabar tentang seorang pemuda yang membunuh Tetua Sekte Serigala Hitam juga sudah menjadi pembahasan serius. Di Paviliun Ungu, Tuan Mu Xianji sedang membahas hal yang serupa seperti kebanyakan warga Kota Chengdu.
"Tuan, menurut anda siapa pelakunya?" tanya seorang pengawal senior.
"Entahlah, aku sendiri masih bingung" ucap Mu Xianji yang menutupi pengetahuannya.
Namun Mu Xianji tentu saja mengetahui tentang pelakunya, berdasarkan dari ciri-ciri serta bekas luka yang ditinggalkan semuanya mengarah kepada Lei Tian.
"Aku akan pergi sebentar, sebaiknya kalian tetap berjaga" ujar Mu Xianji kemudian sambil memberikan kode kepada kedua pengawal pribadi lainnya.
"Baik Tuan" jawab pengawalnya dengan patuh.
Paviliun Ungu sendiri memiliki tujuh pendekar langit serta Mu Xianji sendiri dengan ranah Pendekar Dewa. Sisanya beberapa orang yang memiliki kekuatan Pendekar Bumi. Dengan kekuatan seperti ini sebenarnya sudah menakutkan, semua kultivator bebas yang disewa memiliki kekuatan yang sangat besar.
Mu Xianji berencana menuju kediaman Lei Jun untuk bertemu kembali dengan Lei Tian. Perubahan situasi yang memanas membuatnya merasa khawatir akan keselamatan Lei Tian, oleh karena itu sesuai dengan tekadnya ia akan mendukung Lei Tian yang juga merupakan Ketua termuda Sekte Belati Merah.
Hanya beberapa tarikan napas, Mu Xianji bergerak dengan leluasa membelah kegelapan malam dan tiba dengan cepat di kediaman Lei Jun. Ia juga membawa dua orang pengawal setia yang akan ia tugaskan untuk menjaga kediaman Lei Jun selama terjadi kekacauan.
Pada saat yang bersamaan, Lei Tian tengah berbincang hangat dengan Lei Jun dan juga Gong Dun. Mereka membahas persiapan tempat tinggal yang baru serta informasi tentang batalnya hubungan pertunangan antara Lei Tian dengan Liu Shuai.
"Selamat malam Tuan Muda" sapa Mu Xianji dengan hormat.
__ADS_1
"Selamat malam dan selamat datang Tuan Mu di kediaman kami" jawab Lei Tian dengan santai.
Lei Jun dan Gong Dun tercengang dengan kedatangan sosok Mu Xianji pemilik Paviliun Ungu. Terutama Gong Dun, ia jelas mengenal seniornya di Sekte Belati Merah tersebut. Bahkan melalui referensi Paviliun Ungu, ia bisa mengenal Patriark Lei Yun Xi.
"Salam Tuan" sapa Gong Dun penuh hormat.
Menanggapi sapaan dari Gong Dun, Mu Xianji mengangguk penuh senyuman, ia dan Gong Dun kini berada dalam perahu yang sama mengikuti Lei Tian.
"Tuan muda, apakah kau sudah mendengar kegemparan di Kota Chengdu baru-baru ini?" tanya Mu Xianji dengan penuh rasa hormat.
"Belum, memangnya apa yang terjadi" ucap Lei Tian yang tidak mengetahui efek dari perbuatannya.
Lei Jun yang melihat hormatnya sikap Mu Xianji membuatnya bertanya-tanya, sebagai orang yang sudah lama berada di Kota Chengdu ia juga mengenal sosok pemilik Paviliun Ungu tersebut yang tidak mudah bergaul, bahkan penguasa Kota Chengdu saja harus membuat janji jika ingin bertemu dengan dirinya.
"Hal ini terkait peristiwa tadi sore, kematian beberapa orang Sekte Serigala Hitam telah memicu kekacauan, bahkan dikabarkan Sekte Serigala Hitam akan menyerang Sekte Pedang Emas" ucap Mu Xianji.
"Apa hubungannya dengan Sekte Pedang Emas?" tanya Lei Tian.
Pertanyaan Lei Tian sendiri membuat Mu Xianji bertambah yakin jika pelakunya memang Lei Tian.
"Mereka mengira Tuan muda berasal dari Sekte tersebut, kemampuan pedang seperti yang Tuan muda lakukan hanya bisa dilakukan oleh kalangan Sekte Pedang Emas" ucap Mu Xianji dengan hati-hati.
"Jadi begitu ya" jawab Lei Tian sambil mengangguk pelan.
Lei Jun dan Gong Dun terkesiap, mereka baru mengetahui jika baru saja Lei Tian keluar sudah membuat masalah yang sangat besar. Mereka berdua tentu tidak dapat membayangkan berapa ribu orang yang akan terlibat dalam pertempuran yang selama ini seperti api di dalam sekam.
"Apapun yang Tuan muda lakukan, aku akan mengikutinya" ucap Mu Xianji memberi dukungan.
__ADS_1
Baru saja Lei Tian ingin menyampaikan rencananya, tiba-tiba ia dikejutkan dengan kedatangan Patriark Liu dan juga Liu Shuwan. Kejadian luar biasa tersebut juga telah membuat Patriark Liu panik, ia memiliki putri yang kini berada di dalam Sekte Pedang Emas.
Akibat dari kepanikannya tersebut, Liu Shuwan tidak bisa menahan diri tentang kejadian sore tadi. Ia mengatakan hanya Lei Tian yang bisa menyelamatkan Liu Shuai dari ancaman bahaya, oleh sebab itu ia mengatakan beberapa hal kepada Patriark Liu.
"Lei Tian, tolong putriku" ucap Patriark Liu dengan tergesa-gesa.
Semua orang menoleh ke arah sumber suara, melihat Patriark Liu yang terlihat ekspresi kepanikan di wajahnya.
"Salam paman" sapa Lei Tian dengan hormat.
"Aku sudah mendengar beberapa hal dari Shuwan, tolong jangan salahkan dirinya" ucap Patriark Liu dengan serius.
Karena situasi sudah seperti ini, Lei Tian tidak bisa menutupinya dirinya lagi.
"Karena kita adalah orang sendiri dan situasi sudah berkembang sejauh ini, maka aku akan bertanggungjawab" ucap Lei Tian dengan serius.
"Tuan Mu, kau ikut denganku serta bawa beberapa pengawal terbaikmu untuk membantu. Paman Gong Dun serta paman Lei Jun tetap di sini melindungi keluarga yang lain ucap Lei Tian kemudian.
"Baik Tuan muda" jawab mereka dengan serempak.
Patriark Liu terperanjat, ia tidak mengira jika Lei Tian memiliki pengaruh yang sangat luar biasa, bahkan apa yang diceritakan oleh Liu Shuwan sebelumnya tidak menyentuh hal seperti ini. Sambil menatap tajam ke arah Liu Shuwan, Patriark Liu seolah ingin penjelasan yang lebih masuk akal.
"Tuan muda, sebaiknya kita berangkat bersama dari Paviliun Ungu. Sambil memulihkan tenaga, Tuan muda juga bisa beristirahat lebih baik" ucap Mu Xianji memberikan tawaran.
"Baiklah jika begitu, mari kita berangkat. Aku khawatir mereka akan mendahului kita" ucap Lei Tian.
"Baik Tuan muda" jawab Mu Xianji dengan patuh.
__ADS_1