
Li Yifei sangat gembira mendengar kabar dari Tuan Mu Xianji, mengabaikan kondisinya yang sedang terluka ia hampir melompat kegirangan. Dengan reputasi yang dimilikinya Tuan Mu Xianji, dirinya tidak mungkin berbohong, apalagi dengan berita yang sifatnya sangat terbatas ini.
"Kau beristirahatlah terlebih dahulu, biarkan tabib dari Paviliun Ungu memeriksa kondisimu" ucap Mu Xianji, dengan kemampuan tabib yang ia miliki ia yakin bisa mengatasi kondisi Li Yifei.
"Terimakasih Tuan atas kebaikannya" ucap Li Yifei dengan tulus.
Setelah berkata seperti itu, Li Yifei segera diarahkan ke salah satu ruangan yang berbatasan dengan tempat Mu Xianji bekerja. Hal ini dikarenakan Li Yifei yang seorang wanita adalah wanita maka ia mendapatkan ruangan yang lebih privasi.
Sementara Mu Xianji langsung kembali ke ruang kerjanya untuk membuat beberapa pengaturan, hal yang paling ia pikirkan saat ini adalah masalah dukungan Sekte Belati Merah terhadap Kekaisaran dan juga keselamatan Mu Jiao dan yang lainnya.
"Jika semua ini ulah Shio Mei maka apa yang dikatakan oleh Li Yifei memang tidak salah" batin Mu Xianji sambil memetakan beberapa masalah yang pernah terjadi di masa lalu, dengan data yang ia miliki tidak sulit baginya untuk menarik kesimpulan.
Sebagai pengelola Paviliun Ungu kini ia harus berpikir keras, menghadapi seseorang yang sangat kuat seperti Shio Mei butuh mobilisasi orang-orang yang tidak sedikit.
"Andai saja tuan muda sudah kembali" gumam Mu Xianji penuh harap.
Selang beberapa jam kemudian, tiba-tiba seorang penjaga kembali melapor. Kali ini ia melaporkan ada seorang Tetua dari Sekte Perisai Api ingin bertemu secara pribadi dan membawa berita yang sangat penting.
"Lapor Tuan, di bawah ada seorang Tetua Sekte Perisai Api, ia ingin bertemu dengan Tuan secara pribadi" ucap penjaga tersebut memberikan laporan.
Mendengar laporan dari penjaganya, Mu Xianji tampak berpikir. Selama ini dirinya tidak terlalu dekat dengan orang-orang yang berasal dari Sekte tersebut, selain berbeda Provinsi ia juga memang tidak membuka jalur kerjasama dengan mereka.
"Bawa kemari Tetua tersebut, aku akan menemuinya secara langsung" ucap Mu Xianji kepada penjaganya, ia sedikit penasaran tentang keadaan yang mendadak ini.
__ADS_1
"Baik Tuan" sahut penjaga itu dengan patuh sebelum akhirnya ia kembali ke lantai bawah.
Tidak lama kemudian penjaga tersebut kembali dengan membawa seorang Tetua yang dimaksud, dari atribut yang digunakan terlihat memang ia adalah seorang Tetua Sekte Perisai Api.
"Selamat datang Tuan, silahkan duduk" sapa Mu Xianji dengan ramah.
"Terimakasih Tuan, apakah anda adalah Tuan Mu Xianji" ucap Tetua tersebut dengan sopan, ia juga mengklarifikasi identitas pria yang berada di depannya.
"Betul Tetua, apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Mu Xianji tanpa membuang waktu.
Mengerti akan maksud dari Mu Xianji, maka Tetua tersebut langsung mengeluarkan pedang pusaka yang sebelumnya sudah ia bungkus dengan kain berwarna putih.
Dengan hati-hati ia membuka pedang yang kini dititipkan kepada dirinya. Perlahan kehadiran pedang spiritual membuat Mu Xianji tercengang, sambil mengernyitkan matanya ia tanpa sadar bangkit dari tempat duduknya.
"Bagaimana pedang tersebut berada di tangan Tetua?" tanya Mu Xianji dengan waspada.
Namun Li Yifei yang berada di seberangnya menjadi terganggu, secara tidak sengaja ia menyimak hal yang baru saja terjadi.
"Benda ini merupakan amanat dari Tuan Pendekar Agung Lei Tian, aku diperintahkan ke tempat ini secara rahasia untuk bertemu dengan anda" ucap Tetua tersebut dengan suara agak gemetaran.
"Kalau begitu tuan muda baik-baik saja?" tanya Mu Xianji dengan rasa bahagia yang membuncah.
"Tentu saja, bahkan jika leluhur Zu tidak memuaskan kehendaknya maka sudah dipastikan Sekte Perisai Api sudah dijungkir balikkan olehnya" jawab Tetua tersebut dengan perasaan ngeri.
__ADS_1
"Apa? Apakah yang kau maksud adalah Sesepuh Zu Kai?" tanya Mu Xianji yang kini terkejut, ia tidak percaya setelah mendengar kemunculan Lei Tian sampai menarik perhatian seorang sesepuh.
"Iya, tentu saja" jawab Tetua tersebut sambil mengangguk, ekspresi masih terlihat ketakutan saat mengingat rekan-rekannya yang kini sudah tiada.
Li Yifei yang mendengar pembicaraan tersebut tidak bisa tidak terkejut, baru beberapa saat lalu ia dikabarkan jika Lei Tian masih hidup. Namun melalui orang yang berbeda, ia mendengar pengakuan yang begitu menggemparkan. Sebagai murid Akademi Kekaisaran, ia jelas mengetahui sosok para sesepuh atau guru besar yang sangat misterius. Bahkan dikabarkan, hanya Shio Mei dan para Jenderal saja yang memiliki kualifikasi untuk mendapatkan pengajaran dari para sesepuh pelindung Kekaisaran.
"Akhirnya kau baik-baik saja" Li Yifei bergumam, ia dengan jelas masih mengingat jurus mematikan yang digunakan oleh Shio Mei di masa lalu.
Memikirkan teknik Tapak Sutra, jelas Li Yifei tidak dapat membayangkan efek dari pukulan yang menjadi jurus tertinggi Sekte Teratai Ungu. Awalnya Li Yifei tidak paham bagaimana bisa pendiri Sekte begitu memandang tinggi Shio Mei, namun setelah Kekaisaran Qin runtuh barulah ia mulai memahami misteri yang mulai terkuak.
"Tuan, kedatanganku ke tempat ini membawa misi langsung dari Tuan Pendekar Agung" Tetua tersebut berkata dengan takzim, menyebut nama Lei Tian secara langsung saja ia tidak berani.
Sambil mengeluarkan sebuah catatan, Tetua tersebut penuh harap jika bahan-bahan herbal yang dibutuhkan bisa dipenuhi oleh Mu Xianji. Ia takut akan mengecewakan sosok pendekar agung yang kini tengah menunggunya di Sekte Perisai Api.
Mu Xianji membaca catatan dengan seksama, terdapat beberapa bahan herbal langka yang sudah familiar dan menjadi koleksi Paviliun Ungu. Tanpa ragu kemudian Mu Xianji memerintahkan seseorang untuk melengkapi bahan-bahan herbal tersebut, ia tidak bertanya apapun kepada Tetua Sekte Perisai Api tersebut.
"Tuan, anda juga diminta ikut bersama dengan saya menuju Sekte Perisai Api. Sepertinya pendekar agung ingin bertemu dengan anda" ucap Tetua Sekte tersebut.
"Baiklah jika begitu" jawab Mu Xianji dengan senang, ia sudah tidak sabar ingin melihat kemajuan yang dialami oleh tuan mudanya tersebut yang merupakan Ketua Sekte yang sangat ia banggakan.
"Tuan, bolehkah aku ikut bersama kalian?" suara Li Yifei tiba-tiba terdengar, kedua orang tersebut segera melirik ke arah seorang gadis.
"Nona, sebaiknya kau beristirahat saja" cetus Mu Xianji, ia cukup prihatin dengan nasib gadis yang sudah di sia-siakan oleh Sektenya tersebut.
__ADS_1
"Aku ingin sekali bertemu dengan Lei Tian, ada hal yang ingin aku sampaikan" ucap Li Yifei beralasan, pada saat ini ia sangat ingin bertemu dengan sosok pendekar misterius tersebut.
"Bersiaplah, karena kita sebentar lagi akan berangkat" ucap Mu Xianji, sebenarnya ia juga khawatir meninggalkan Li Yifei tanpa pengawasannya.