Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Malam Yang Panjang


__ADS_3

Lei Tian benar-benar merasakan kenikmatan hidup yang selama ini tabu baginya, meskipun ia belum melakukan pelepasan namun melihat penerobosan yang dialami oleh pasangannya membuat dirinya ikut bahagia.


"Aaahhh"


"Aaahhh"


Suara ******* panjang keluar dari mulut indah Qin Qian, entah sudah berapa kali ia merasakan pelepasan dengan begitu leluasa. Dengan gerakan Lei Tian yang begitu intensif, membuat Qin Qian benar-benar menjadi wanita dewasa seutuhnya.


Sudah tak terhitung berapa kali ia menerobos, tubuh khususnya memang bukan bualan belaka, pasar saat ini ia semakin merasakan kekuatan di dalam dirinya semakin besar.


Dari pertama mula menerobos ia langsung berada di ranah Pendekar Praja Tingkat Menengah, dengan keadaannya kini menjelang pertengahan malam ia semakin kuat berada di ranah pendekar tingkat Kaisar. Keistimewaan tubuh khususnya memang sangat luar biasa, semakin ia menerobos ke tingkat yang lebih tinggi maka permainannya dengan Lei Tian pun semakin lebih lama, perputaran energi di tubuhnya juga semakin stabil.


Sebagai kultivator murni, Lei Tian semakin tercengang dengan bakat tubuh khusus pasangan yang kini berada di atas tubuhnya.


"Jika semudah ini menerobos, maka tidak akan ada yang mau repot-repot berkultivasi hingga di puncak Gunung" batin Lei Tian.

__ADS_1


Pada saat ini ia benar-benar menyadari tentang apa yang dikatakan oleh Kakek Akong, bakat terpendam wanita yang bersamanya memang sangat mengerikan. Tubuh Phoenix Api memang sesuai dengan namanya, semakin lama bergerak maka semakin gesit dan lihai pergerakannya.


Mulanya Lei Tian bersikap seperti mengajarkan burung terbang, namun setelah tempo waktu berlalu kini Qin Qian bergerak terbang bebas mengangkasa seperti Phoenix yang gagah berani.


Dengan bakat dan tingkatan kultivasinya, tentu Lei Tian tidak kewalahan, secara perlahan tulang Naganya juga seperti merasakan relaksasi, energi di dalam tubuhnya juga tidak terkuras, bahkan terasa semakin stabil dan konstan.


Selama semalaman keduanya melakukan kultivasi ganda, hingga pagi menjelang Lei Tian mulai merasakan pelepasan.


"Bersiaplah..." ucap Lei Tian pelan dengan mata setengah terpejam.


Semburan dahsyat dari Lei Tian membuat tubuh Qin Qian mengejang hebat, energi panas yang disemburkan oleh Lei Tian menyeruak dengan hebat ke dalam inti energinya. Bagai lahar panas yang mengalir dari puncak gunung, jaringan meridian Qin Qian pun tampak membesar dan menyerap energi dahsyat untuk dijadikan energi murni di dalam tubuhnya.


Berbarengan dengan pelepasan Lei Tian, ia juga merasakan keinginan yang sangat kuat untuk menerobos, energi pekatnya telah membentuk untaian energi baru yang menerobos kepada keadaan yang sangat tidak terduga.


"Boooommm"

__ADS_1


Qin Qian merasakan gerakan tubuhnya mengejang tidak terkontrol, dengan Lei Tian sebagai pusatnya maka Qin Qian tanpa segan mencengkram erat bahu pemuda yang kini menjadi lelakinya tersebut. Di penutupan kultivasi gandanya, Putri Qin Qian berhasil meraih predikat pendekar dewa tingkat awal. Sebuah pencapaian yang sama sekali tidak mungkin orang lain capai hanya dalam tempo satu malam, lagi-lagi bakat tubuh khususnya telah menuntunnya hingga ke saat ini. Hal ini tidak lepas dari peran Lei Tian sebagai katalisator pembangkit kekuatan internal Putri Qin Qian.


Setelah dirasakan cukup, Lei Tian dan Qin Qian segera memakai pakaiannya kembali, mereka menyadari jika hari sudah hampir pagi. Dengan pencapaian yang dialami oleh Qin Qian dirasa sudah cukup, adapun Lei Tian ia juga merasakan jika kekuatannya seolah tidak mau habis serta tulang-tulang tubuhnya terasa lebih lentur dan bertenaga.


Sambil bersandar dengan mesra, kini tubuh Qin Qian dengan kekuatan barunya yang berada di ranah Pendekar Dewa tahap awal, membuat Lei Tian berdecak penuh kekaguman.


"Ngomong-ngomong aku belum mengetahui namamu" ucap Lei Tian dengan senyum canggung.


"Namaku adalah Qian, sedangkan marga ku adalah Qin" ucap Qin Qian dengan lembut.


"Apakah itu berarti kau adalah putri Kaisar Qin?" tanya Lei Tian, ia terperanjat seketika.


"Benar, hanya saja kekuasaan ayahku digulingkan oleh Jenderal Shio Mei, entah bagaimana nasibnya kini. Sedangkan ibuku sudah tewas di tangan pengawal pribadi ayahku yang ikut berkhianat" jawab Qin Qian dengan ekspresi sedih.


Qin Qian kemudian bercerita tentang kronologis kejadian penyerangan Istana Kekaisaran Qin, hingga akhirnya ia berada di tempat ini. Entah kebetulan atau tidak, perjalanan Qin Qian sebelumnya sangat berbahaya dalam upaya menyelamatkan diri dari kejaran orang-orang Akademi Kekaisaran.

__ADS_1


Lei Tian diam terpaku, entah kenapa kebencian dirinya terhadap sosok Jenderal wanita tersebut kian bertambah besar. Meskipun ia baru mengenal Qin Qian, tentu saja wanita tersebut kini sudah menjadi wanitanya yang mesti ia jaga dan ia lindungi dengan segenap jiwa dan raganya.


__ADS_2