Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Pelajaran Dari Penatua Song


__ADS_3

"Masalah ini selesai sampai di sini" ucap Lei Tian sambil berjalan ke arah salah seorang murid lainnya yang memegang taruhan batu roh.


Meskipun ia kali ini masih unggul melawan seseorang yang berada di atas tingkatnya, namun Lei Tian merasakan energi dalam tubuhnya juga berkurang dengan drastis. Tubuh Lei Tian berbeda dengan yang lainnya, tubuhnya seperti memiliki rahasia tersembunyi seperti keberadaan Naga Petir yang berada di dalam lautan kesadarannya.


"Berikan hasil taruhannya" ucap Lei Tian dengan tatapan begitu dalam.


"Ini.." ucap murid senior tersebut sambil memberikan kantung yang berisi batu roh.


"Terimakasih, senang berbisnis dengan senior" ucap Lei Tian dengan santai.


"Beberapa orang menjadi kesal melihat ulah Lei Tian barusan, jika saja ia bukan murid inti seorang Penatua maka akan berbeda jalan ceritanya.


"Ayo kita tinggalkan tempat ini" ucap Lei Tian mengajak Shan Yuze menuju ke Aula pengembangan bakat.


Sementara Tang Chisan hanya diam terpana melihat pemandangan yang baru saja terjadi, ia tidak mengira jika seorang murid baru bisa begitu mudahnya mengalahkan murid senior.


Sebagai orang yang bertanggung jawab di tempat ini, Tang Chisan segera menghampiri Yang Guang dan memberikan beberapa pertolongan. Tubuh Yang Guang begitu memprihatinkan, luka-lukanya cukup parah seperti seseorang yang baru saja tersambar petir.


Setibanya di Aula pengembangan bakat, tampak Yun Zixin berdiri dengan cemas. Namun setelah melihat kedatangan Lei Tian ia akhirnya bisa bernapas dengan lega.


"Untungnya aku tidak terlambat untuk memberitahu Penatua sehingga kau baik-baik aaja" ucap Yun Zixin dengan tenang.


"Apakah guruku mengetahui hal ini" ucap Lei Tian.


"Ya tentu saja, bahkan setelah kepergian Tang Chisan kulihat ia pergi menyusul" jawab Yun Zixin.


"Lalu bagaimana keadaanmu?" tanya Yun Zixin.


"Aku baik-baik saja, hanya sedikit lapar" ucap Lei Tian tanpa beban.


"Nanti akan aku ajak kau ke tempat dapur umum khusus murid dalam" ucap Yun Zixin.


"Baiklah, aku sudah tidak sabar. Tetapi sebelumnya aku ingin bertemu dengan guru terlebih dahulu" ujar Lei Tian.

__ADS_1


"Ya tentu saja silahkan, aku dan Shan Yuze akan menunggumu di tempat ini" jawab Yun Zixin.


Setelah berbincang beberapa saat, Lei Tian kemudian pamit ke undur diri hendak bertemu dengan gurunya, Penatua Song Gui. Dengan mengikuti petunjuk sebelumnya saat mengikuti Tang Chisan, Lei Tian berjalan naik ke lantai tiga.


Di dalam ruangan luas tersebut, Lei Tian dapat melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk dengan santai sambil menyesap secangkir teh.


"Selamat siang guru" sapa Lei Tian dengan hormat.


"Apakah sudah selesai bermainnya?" tanya Penatua Song.


"Itu.. Karena mereka mengganggu Shan Yuze sebelumnya" ucap Lei Tian dengan sedikit khawatir.


Pada saat ini Lei Tian takut jika gurunya akan marah dengan tindakan yang baru saja ia lakukan pada Yang Guang.


"Aku suka dengan keberanianmu, namun berani saja tidak cukup karena kau akan mati konyol" ucap Penatua Song Gui memberi arahan.


"Terimakasih guru atas nasihatnya" ucap Lei Tian dengan hormat.


"Aku perhatikan kamu memiliki kemampuan yang baik terhadap jurus tubuh ilusi, apakah kamu sudah membangkitkan karekteristik tertentu dalam tubuhmu?" tanya Penatua Song dengan serius.


"Maaf guru, murid ini kurang paham apa yang guru tanyakan sebelumnya"


"Setiap kultivasi yang sudah menjadi murid dalam biasanya sudah mampu memiliki karakteristik yang menyerupai atribut atau elemen alam yang biasanya dicirikan dengan warna cahaya saat kau mengeluarkan tenaga dalam.


Warna merah melambangkan Inti tenaga Api, Ungu melambangkan Petir, warna Biru Tua melambangkan Air, warna Biru Muda melambangkan Es dan warna Hijau melambangkan Angin.


Mendengar penjelasan dari gurunya Lei Tian menjadi paham, lalu ia berkata.


"Ketika aku mengeluarkan tenaga dalam, ada lapisan cahaya berwarna ungu yang terus bersinar" ucap Lei Tian dengan jujur.


"Lalu apakah kau tidak merasakan cahaya lainnya seperti hijau misalnya?" tanya Penatua Song dengan penasaran.


"Tidak guru" jawab Lei Tian sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Aneh, kenapa kamu bisa melakukan teknik tubuh ilusi dengan sebaik itu. Seharusnya kau juga memiliki karakteristik angin di dalam tubuhmu" ucap Penatua Song dengan keheranan.


"Boleh aku periksa tanganmu?" ucap Penatua Song kemudian.


"Boleh, silahkan guru" ucap Lei Tian sambil menyodorkan tangan kanannya.


Penatua Song Gui kemudian memeriksa nadi serta aliran darah melalui pergelangan tangan Lei Tian. Dengan serius Penatua Song Gui memeriksa keadaan tubuh muridnya tersebut.


"Sungguh luar biasa" ucap Penatua Song dengan pelan.


Kemudian Penatua Song memeriksa struktur tulang yang dimiliki oleh Lei Tian, hal ini berhubungan dengan hasil pemeriksaan sebelumnya.


"Apa? Tulang Naga?" gumam Penatua Song di dalam hati.


Wajah Penatua Song seketika berubah menjadi sangat terkejut, apa yang baru saja ia dapatkan dari hasil pemeriksaan muridnya tersebut telah melampaui ekspektasinya selama ini.


"Ada apa guru? Apakah ada masalah?" tanya Lei Tian saat melihat perubahan mendadak wajah gurunya.


"Tidak apa-apa, semuanya baik-baik saja bahkan sangat baik" ucap Penatua Song kemudian setelah ia tersadar dari keterkejutannya.


Sebagai Penatua yang membidangi tentang bakat, tentu Penatua Song tahu dengan kondisi tubuh Lei Tian. Selain memiliki tubuh tulang Naga, Lei Tian juga memiliki titik meridian yang sudah terbuka secara sempurna. Hal ini tentu saja sangat berguna untuk mengalirkan Qi dengan cepat dan merata, sehingga penyerapan Qi dapat berjalan secara optimal. Selain itu segala bentuk penyumbatan akan terbuang secara langsung dalam bentuk kotoran dan keringat.


"Benar-benar sangat luar biasa" gumam Penatua Song sekali lagi.


"Mulai hari ini kau akan tinggal di kediaman pribadiku, secara khusus aku akan melatih mu secara langsung. Namun ingat jangan biarkan orang lain tahu, termasuk kedua sahabatmu" ucap Penatua Song dengan serius.


"Lalu bagaimana dengan perkembangan kedua temanku?" tanya Lei Tian yang masih memikirkan kedua sahabatnya.


Baginya Yun Zixin dan Shan Yuze adalah sahabat terbaiknya, oleh karena itu Lei Tian ingin tumbuh kembang bersama kedua sahabatnya tersebut.


"Kamu tidak mengkhawatirkan mereka, selama mereka berada di tempat ini tidak akan ada yang berani mengganggunya. Selain itu dengan dukungan sumberdaya yang cukup, seharusnya ia bisa berkembang dengan cukup baik" ujar Penatua Song.


"Selain itu yang perlu kamu khawatirkan adalah dirimu sendiri, dengan aksimu yang baru saja kau lakukan itu sama saja dengan menciptakan musuh bagi dirimu sendiri. Mereka akan berlomba-lomba mencari kesempatan untuk memukul titik lemah mu di saat kau lengah" ucap Penatua Song Gui.

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari gurunya, hati Lei Tian menjadi lebih tenang. Meskipun ia tidak khawatir dengan dirinya namun ia lebih mengkhawatirkan kondisi teman-temannya yang sebenarnya merupakan murid yang memiliki talenta berbakat.


__ADS_2