
Mereka semua pernah menjadi lawan tanding dari Yang Guang, mereka tentu menyadari jika kekuatan pukulan Yang Guang adalah yang terkuat diantara mereka, namun melihat Lei Tian yang baik-baik saja jelas membuat mereka heran.
"Hmmph.. Sesuai harapan, tubuh ini bisa diandalkan untuk bertarung dengan tangan kosong" gumam Lei Tian sambil tersenyum.
Sementara itu Yang Guang tidak kalah terkejutnya, ia juga tentu menyadari jika ia sudah mengeluarkan kekuatan yang besar pada pukulannya barusan. Namun ia tidak menyangka jika lawannya bisa bangkit dengan begitu mudah.
"Kau hebat juga" puji Yang Guang meski enggan.
"Terimakasih atas pujianmu" balas Lei Tian dengan tenang.
Pada saat ini wajah Yang Guan terlihat lebih serius dari sebelumnya, aura ganas dari dalam tubuhnya semakin jelas meningkat keluar. Yang Guang pun mengeluarkan belati panjang dari pinggangnya, ia ingin melakukan serangan jarak dekat untuk melumpuhkan Lei Tian.
Yang Guang kemudian meningkatkan aliran Qi di dalam tubuhnya menciptakan tenaga dalam yang lebih kuat. Energi Qi tersebut ia alirkan ke dalam belati, dengan dukungan tenaga Qi tersebut belati di tangan Yang Guang seolah berkedut mengeluarkan cahaya yang tiada henti.
Belati di tangan Yang Guang mengeluarkan suara berdengung seperti sudah tidak sabar ingin menebas setiap lawannya.
"Bersiaplah"
Pada waktu yang bersamaan Yang Guang berteriak keras, ia memegang belatinya dengan erat dan mengarahkannya ke arah Lei Tian.
Tubuh Yang Guang bergerak dengan cepat seperti petir membawa kekuatan tak kasat mata yang menyatu dengan hawa membunuh, saat belati tersebut mendekat ke arah Lei Tian belati tersebut mengeluarkan suara desiran angin yang menakutkan.
Sebelum belati itu menyentuh tubuhnya, Lei Tian dapat merasakan energi yang kuat hendak mencelakainya.
Sambil menahan napas, Shan Yuze yang menyaksikan peristiwa ini menjadi sangat cemas, ia tidak tahu bagaimana Lei Tian akan menyikapi serangan kuat tersebut. Shan Yuze sadar betul jika kekuatan yang barusan dikeluarkan oleh Yang Guang sangat besar, jika Lei Tian tidak hati-hati maka bisa saja ia akan terluka parah.
Pada saat yang bersamaan belati di tangan Yang Guang sudah mendarat dan menebas tubuh Lei Tian tanpa ampun.
"Zleb"
Suara tusukan belati terdengar teredam di tengah kesunyian, orang-orang yang menyaksikan pertarungan ini menjadi hening.
__ADS_1
Meskipun mereka sudah menebak hasil pertandingan sebelumnya, namun menyaksikan jika tubuh Lei Tian terluka begitu saja tetap akan menimbulkan kegemparan.
Dari kejauhan mata Penatua Song Gui sedikit mengernyit, sejak diberitahukan oleh Tang Chisan ia segera beranjak untuk melihat kebenaran yang terjadi.
"Rasakan tebasanku" ucap Yuan Gang dengan perasaan puas di atas panggung.
Namun saat ia hendak mencabut belati dari tubuh Lei Tian, raut wajah Yang Guang berubah menjadi jelek. Ia dapat merasakan jika suatu kekuatan tengah mengarah kepadanya dengan kuat.
Pada saat yang bersamaan tubuh Lei Tian terlihat bergerak dengan bebas dan nampak menghilang di udara.
"Sialan, aku ditipunya" gumam Yang Guang dengan perasaan kesal.
Pada saat ini Yang Guang tidak berhenti mempertahankan kewaspadaannya, bahkan ia meningkatkannya lebih dari sebelumnya.
"Gerakanmu masih sangat lambat di mataku, bahkan belatimu tidak memiliki kualifikasi untuk menyentuhku" suara Lei Tian terdengar begitu dingin dari belakang tubuh Yang Guang.
Pada saat yang bersamaan Yang Guang membalikkan badannya untuk menebaskan belatinya dengan ganas ke arah Lei Tian kembali.
"Zlash"
"Zlash"
Lei Tian mengerahkan pukulannya dengan keras dan menghantam bahu kanan Yang Guang tanpa bisa ia hindari.
"Baaamm"
Tubuh Yang Guang terguncang sebelum akhirnya terhempas ke salah satu sudut panggung pertandingan. Sambil menahan bahunya yang kesakitan, Yang Guang menatap kesal ke arah Lei Tian.
Yang Guang merasa sangat kesal pada saat ini, sebagai seorang kultivator yang berada di atas Lei Tian jelas ia merasa kehilangan harga diri. Rambutnya yang kini acak-acakan serta beberapa pakaiannya yang terlihat kusut membuatnya seperti orang gila.
Sementara orang-orang yang melihat Yang Guang seperti itu, mereka merasa sedih. Yang Guang yang biasa terlihat sangat angkuh kini terlihat tak berdaya di bawah tekanan seorang murid baru.
__ADS_1
"Apakah sekarang aku memiliki kualifikasi?" tanya Lei Tian pada saat ini.
Setelah mengatakan hal tersebut Lei Tian segera mencabut belati dari pinggangnya, ia tidak ingin membuang kesempatan begitu saja.
Melawan orang yang lebih kuat darinya ia harus bertindak kejam atau ia sendiri yang akan menjadi korban dari kecerobohannya.
Dengan teknik serangan tunggal yang ia kuasai sebelumnya, tubuh Lei Tian bergerak seperti kilat yang menyambar dan dengan cepat hanya terlihat kilatan cahaya dingin mengarah ke tubuh Yang Guang.
Detik berikutnya terdengar suara raungan keras yang keluar dari mulut Yang Guang.
"Aarrgghh"
Bahu kanan yang sebelumnya terluka akibat pukulan Lei Tian, kini kembali terluka oleh tebasan belati Lei Tian. Dalam sekejap darah segar memancar dengan deras.
Tidak mau melepaskan kemenangan di depan mata, Lei Tian segera menendang perut Yang Guang dengan keras hingga terhempas ke lantai bawah panggung pertandingan.
Setelah jatuh ke bawah panggung pertandingan, Yang Guang benar-benar hampir kehilangan kesadarannya akibat dua serangan yang keras secara tiba-tiba.
Orang-orang yang menyaksikan kejadian ini membelalakkan mata, bahkan Tang Chisan yang semula juga meremehkan pilihan Penatua Song kini tampak melongo. Sikapnya yang sebelumnya tampak meremehkan Lei Tian, maka kali ini ia benar-benar merasa tertampar dengan keras. Dengan kemampuannya saja ia tidak bisa melawan Yang Guang, namun Lei Tian hanya dalam beberapa jurus dapat menaklukkan salah satu murid inti terkuat
"Anak itu benar-benar berbakat menguasai teknik tubuh ilusi, andai saja Fang Yuan menyaksikan ini maka ia akan merebut anak itu dariku" gumam Penatua Song Gui sebelum tubuhnya menghilang.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Lei Tian kepada seorang murid senior yang menjadi juri pertandingan.
"Tentu.. Tentu saja pemenangnya adalah kau" ucap murid senior tersebut.
Lei Tian kemudian melompat ke arah bawah panggung pertandingan dan menuju ke arah Yang Guang.
"Cepat keluarkan batu roh yang kau janjikan dan minta maaflah kepada sahabatku" ucap Lei Tian penuh penekanan.
Dari dalam cincin penyimpanannya, Yang Guang mengeluarkan seratus butir batu roh yang selama ini menjadi simpanannya. Meski dengan hati berdarah, ia tetap mengeluarkan benda tersebut sesuai kesepakatan.
__ADS_1
"Ma.. Maafkan aku" ucap Yang Guang kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada Shan Yuze.
Shan Yuze mengangguk pelan, di luar rasa ketidakpercayaan nya ia tetap merasakan jika ini bukanlah mimpi.