
Wajah ketiga orang tersebut terlihat pucat, mendengar ucapan Lei Tian membawa mereka ke dalam situasi putus asa, ingin rasanya mereka bunuh diri saja daripada berada dalam kondisi seperti sekarang ini. Mereka tidak mengira jika keadaan akan berubah sejauh ini, kehadiran Lei Tian telah membuat semuanya berantakan.
Dengan berakhirnya lima orang Pendekar Tingkat Dewa di tangan Lei Tian membuat mental para Tetua lainnya juga menjadi jatuh, mereka yang betarung dengan Penatua Sekte Pedang Emas tampak sangat tertekan. Satu persatu mereka berguguran dengan kondisi yang sangat mengenaskan.
Mereka yang semula terlihat unggul, kini dalam sesaat berubah menjadi kehilangan fokus sehingga lengah. Bahkan melihat Lei Tian yang ikut bergabung membantu para Penatua Sekte Pedang Emas, membuat pertarungan dengan mudah dimenangkan oleh para Penatua Sekte Pedang Emas.
"Penatua, kalian beristirahatlah dan sembuhkan luka-luka kalian terlebih dahulu. Sisanya biar aku dan Tuan Mu Xianji yang akan membereskannya"
Lei Tian memperhatikan beberapa orang terluka akibat sabetan pedang dan senjata tajam lainnya, meski tidak parah tetapi mereka perlu beristirahat sejenak karena situasi sudah mulai dikendalikan. Dalam hal ini, Lei Tian bergerak dengan cepat untuk menghindari korban jiwa dari pihak murid-murid Sekte Pedang Emas.
"Terimakasih, kau juga harus hati-hati" jawab salah seorang Penatua tersebut.
Lei Tian memperhatikan sekitarnya, dengan pedang yang masih di genggamannya ia memandang dingin ke arah ribuan murid Sekte Serigala Hitam. Kebanyakan dari mereka adalah murid yang sebaya dengannya serta tidak sedikit juga yang tampak lebih senior.
Merasakan aura yang menakutkan dari Lei Tian, para murid Sekte Serigala Hitam itu melangkah mundur karena ketakutan. Mereka tidak mungkin bisa menghadapi seorang pemuda yang baru saja membunuh para Tetua mereka dengan mudah, kejadian ini juga benar-benar di luar ekspektasi mereka. Sebagai sesama dari generasi muda, nama Lei Tian tidak pernah mereka dengar sebelumnya.
Sementara di pertarungan utama, Chi Luk Bha dan Bho Chah masih melakukan jual beli serangan. Keduanya saling melakukan serangan teknik berpedang terbaik yang mereka miliki, namun masih belum menemukan pemenang.
"Sebaiknya kau menyerah saja daripada kau bersikeras melawan" ucap Patriark Bho Chah sambil tersenyum cerah.
"Mimpi" jawab Chi Luk Bha dengan wajah masam.
Ekspresi kedua pemimpin Sekte tersebut semakin dingin dengan aura membunuh yang kian dingin juga, mereka berdua menyarungkan pedangnya dan bersiap menyelesaikan pertarungan dengan menggunakan tenaga dalam.
Lei Tian ingin bergabung ke pertarungan utama, meski perbedaan kekuatannya sangat jauh namun ia masih memiliki pertaruhan demi menyelesaikan masalah hingga tuntas.
__ADS_1
"Telapak Guntur"
Chi Luk Bha berseru sambil mengarahkan tapak tangannya, beriringan dengan hal itu suara desiran angin berhembus mengarah kepada Patriark Bho Chah.
"Baaamm"
Meskipun Patriark Bho Chah sudah bereaksi namun ia tidak dapat menghadang serangan yang terlambat ia sadari, Patriark Bho Chah yang tertinggal hanya sepersekian detik tidak dapat mengelak dari serangan cepat yang mendarat di dadanya dengan kuat.
Akibat dahsyatnya kekuatan dari pukulan tersebut membuat tubuh Patriark Bho Chah terhempas tak terkendali beberapa meter dan menghantam pilar gerbang Sekte.
"Braaakk"
Tubuh Patriark Bho Chah tampak menyedihkan sambil menyemburkan seteguk darah. Orang-orang yang memperhatikan hal ini menjadi tertegun, mereka berharap kepada Patriark Bho Chah yang akan menutup kemenangan dengan sempurna.
Namun melihat pemandangan barusan, mereka merasa cemas. Kemenangan yang sudah berada di depan mata bisa kandas, harapan hidup mereka juga kini tersisa kepada Lei Tian yang belum tentu bisa menghadapi Patriark Sekte Serigala Hitam tersebut.
Menyadari energi Qi nya berantakan, Patriark Bho Chah memandang Chi Luk Bha dengan tatapan kesal.
"Dalam berpedang ku akui teknik mu memang hebat, namun dalam hal kemampuan tenaga dalam kau masih tertinggal jauh denganku"
Patriark Chi Luk Bha mendengus dingin, tatapannya terlihat meremehkan ke arah Bho Chah yang kini baru saja bangkit. Tanpa menunggu lawannya pulih, Patriark Chi Luk Bha kembali mengumpulkan kekuatan Qi nya dan menyerang Patriark Bho Chah kembali.
Serangan keduanya segera membuat tubuh Patriark Bho Chah terpental hingga menyentuh tanah dengan keras.
"Kurang ajar" ucap Patriark Bho Chah yang kini merasakan beberapa tulang dadanya terasa patah.
__ADS_1
Pada saat ini tubuh Lei Tian segera melompat dan mendarat tepat di samping Patriark Bho Chah, ia memandang ke arah Patriark Chi Luk Bha dengan aura membunuh yang kuat.
"Apakah kau ingin buru-buru mati?" ucap Patriark Chi Luk Bha dengan seringai dingin.
Lei Tian menarik napas dalam-dalam, ia mencoba menenangkan dirinya saat berhadapan dengan seorang yang lebih kuat darinya.
"Kita belum bertarung, bagaimana dengan mudahnya kau berkata seperti itu?"
Suara dingin Lei Tian terdengar begitu tegas, beberapa orang yang mendengarnya tidak percaya jika seorang pemuda berani berhadapan dengan Chi Luk Bha yang selama ini menjadi lawan tangguh Sekte Pedang Emas.
"Majulah dan buktikan omonganmu" balas Patriark Chi Luk Bha dengan aura membunuh yang kuat.
Lei Tian menatap Patriark Chi Luk Bha dengan tatapan penuh kebencian, lalu berkata.
"Kau adalah orang yang bertanggung jawab atas kematian ayahku dan juga kehancuran Klan Lei, hari ini aku akan menuntut pembalasan yang sesuai kepadamu"
"Owh.. Kau rupanya putra dari Lei Yun Xi bodoh. Andai ia mau bekerjasama dengan Sekte Serigala Hitam tentu ia tidak akan mati konyol" ujar Chi Luk Bha sambil mengingat kejadian belasan tahun silam.
Ada ekspresi mengejek tergambar di wajah pimpinan Sekte Serigala Hitam tersebut, baginya Klan Lei hanyalah pion yang ia manfaatkan untuk mengumpulkan sumberdaya Sekte.
Sudah menjadi rahasia umum jika orang-orang Sekte Serigala Hitam mengandalkan obat-obatan serta ramuan khusus untuk meningkatkan kekuatan mereka. Oleh karena itu tidak heran jika kekuatan mereka bisa naik dengan pesat selama beberapa tahun terakhir.
"Ayahku adalah orang yang memegang teguh kebenaran, mana mungkin ia akan memilih bekerjasama dengan Sekte sesat sepertimu" ucap Lei Tian sambil menggertakkan giginya.
Setelah berkata demikian, Lei Tian segera membakar Qi nya dengan maksimal. Berhadapan dengan orang seperti Chi Luk Bha ia tidak akan lengah sedikit pun.
__ADS_1
Pada saat yang berbarengan raut wajah Zhao Yusi berubah menjadi panik, ia tahu jika pada saat ini Lei Tian hanya menyerahkan nyawanya dihadapan Patriark Chi Luk Bha.
Sambil mengerutkan alisnya yang indah ia ingin menghentikan aksi nekat Lei Tian, ia tidak mau pria yang ia cintai tewas begitu saja. Zhao Yusi maju beberapa langkah dengan wajah penuh kekhawatiran, meski kekuatannya sangat lemah setidaknya ia masih memiliki identitas ibunya yang merupakan Jenderal wanita di Kekaisaran Qin.