
Clarissa berjalan cepat berusaha menghindari Intan. Setelah memberikan penjelasan alasan dirinya ingin kembali ke Arta Fashion.
Clarissa tak ingin bertemu dengan Intan, wanita itu berusaha menggoda suaminya.
"Kakak!" panggil Intan dengan manja.
Clarissa membalikkan badannya dan menatap kesal. "Aku bukan kakakmu!"
"Tapi usiamu lebih tua dariku,'' Intan memasang wajah ramah.
"Iya, benar. Tapi aku tak mau punya adik sepertimu!' ketus Clarissa.
"Baiklah, aku akan memanggil Nona saja," Intan tersenyum.
Clarissa melanjutkan langkahnya, Intan tetap mengejar. "Lebih baik kau pulang, besok kita bicarakan ini di kantor!"
"Tapi, tolong katakan pada Tuan Devan untuk kembali memperpanjang kontrak," pinta Intan.
"Aku tidak bisa bantu!" Clarissa terus berjalan tanpa menatap.
"Nona, tolonglah. Anda 'kan istrinya," Intan memohon di dekat mobil Clarissa.
"Yang berhak menentukan suamiku, tapi aku mau kau tidak berada di Arta Fashion. Karena kami tidak butuh brand ambassador yang citranya buruk. Apa lagi kau mencoba merayu suamiku dan suami saudaraku."
"Tapi aku janji tidak akan melakukannya," ujar Intan.
__ADS_1
"Kita lihat saja besok!" Clarissa masuk ke dalam mobilnya dan berlalu.
...----------------...
Intan datang ke Arta Fashion lebih awal bersama manajernya. Ia harus menunggu sejam, agar bisa bertemu dengan Devan dan istrinya.
Yang ditunggu akhirnya datang, mereka berbincang di ruangan khusus tamu termasuk dengan Hilman.
Devan tetap dengan wajah dinginnya, berhadapan dengan tamunya. Clarissa berusaha tetap ramah, walau ia sebenarnya kesal dengan model pilihan sekretaris suaminya.
"Aku sudah tahu keinginanmu dari istriku. Dia memaksaku untuk bertemu denganmu," Devan mulai bicara sambil memainkan ponselnya.
"Jadi, apa anda mau menerima saya kembali di Arta Fashion?" Intan tak sabar.
"Jadi artis saya masih ada kesempatan lagi, Tuan?" tanya manajer Intan.
"Ya, tapi dengan syarat," sahut Clarissa.
"Apa syaratnya Nona?" tanya Intan.
"Kami tidak ingin ada berita negatif tentangmu. Terutama sebagai perebut suami orang," jawab Clarissa menyindir. "Karena kami tidak ingin perusahaan merugi dengan berita itu," lanjutnya.
"Baik, Nona. Saya akan menjaga nama baik perusahaan," Intan paham dan mengerti.
"Aku yang akan langsung mengawasi kinerja dirimu, dari pemilihan rekan kerja dan lainnya," ujar Clarissa.
__ADS_1
"Baik, Nona!" Intan penuh semangat.
"Kami hanya memberikan kontrak selama enam bulan saja, jadi manfaatkan waktu itu sebaik-baiknya. Seandainya penjualan meningkat dan tak ada berita buruk tentangmu. Kami akan memperpanjangnya," janji Clarissa.
"Benarkah?" Intan tak percaya jika Clarissa memberikan kesempatan padanya sebanyak itu.
"Aku tidak pernah mengingkari janji," jawab Clarissa.
"Terima kasih, Tuan, Nona!" Intan tersenyum senang.
"Terima Kasih Tuan dan Nona memberikan kesempatan kepada artis saya," Manajer Intan juga bahagia.
"Itu semua ku lakukan karena permintaan istriku. Jadi kau harus menjaga baik-baik amanah yang dia berikan padamu!" Devan menatap dua wanita dihadapannya.
"Hilman, siapkan kontrak untuknya!" perintah Clarissa pada sekretaris suaminya yang berdiri di samping Devan. "Jangan lupa catat syarat yang aku ajukan tadi," lanjutnya.
"Baik, Nona!" Hilman menundukkan sedikit kepalanya.
Devan berdiri dari kursinya, merapikan pakaiannya lalu menatap istrinya yang ada di sampingnya. "Ayo!"
Clarissa juga bangkit dari duduknya, "Jika ada pertanyaan, silahkan temui Hilman!"
Intan dan manajernya juga berdiri. "Sekali lagi terima kasih Tuan, Nona!"
Devan dan Clarissa meninggalkan ruangan di susul Hilman di belakangnya.
__ADS_1