Mengejar Cinta Si Tampan

Mengejar Cinta Si Tampan
S2-MCST bg.18- Mantan Kekasih Kembali


__ADS_3

Sepekan kejadian terjebak di lift, akhirnya Raisa kembali bekerja. Ia begitu semangat ke kantor, apalagi dirinya akan bertemu dengan Eza dalam pemotretan.


Tepat pukul 9 pagi, pemotretan dimulai. Eza memilih diam dan menghindari Raisa. Sesuai permintaan Presdir kalau keduanya tidak boleh saling berdekatan, makanya fotografer mengatur jarak diantaranya namun tatapan mata mereka tak bisa dihindari. Karena itu juga merupakan salah satu adegan yang harus dilakukan.


Selesai pemotretan Eza memilih menunggu Lita di mobil, ia berjalan cepat untuk menghindari Raisa. Namun, wanita itu malah mengikutinya.


Eza membalikkan badannya, "Ada apa?" dengan wajah ketus.


"Aku mau mengajakmu makan siang sebagai ucapan terima kasih," jawabnya.


"Tidak bisa, Nona." Tolaknya.


Raisa ingin bertanya lagi, namun pria itu sedang menjawab panggilan telepon.


"Aku akan segera ke sana," Eza lalu menutup teleponnya.


Raisa hanya diam dan memandangi Eza yang berlalu begitu saja tanpa mengucapkan kata-kata lagi.


"Pasti Papa sudah memarahinya, makanya ia menjauhiku!" tebaknya dalam hati.


-


Eza sampai di salah satu kafe, Kirani berdiri dan memeluknya dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu kenapa?"


"Maafkan aku, Za."


"Di mana suamimu?" Eza melepaskan pelukan mantan kekasihnya.

__ADS_1


"Aku batal menikah, Za. Dia sudah berselingkuh seminggu sebelum pernikahan kami," jawab Kirani terisak.


"Sudah, ya. Jangan menangis lagi, harusnya kamu bersyukur tahu lebih dulu sebelum pernikahan itu terjadi," Eza menenangkannya.


"Eza, maukah kamu kita kembali lagi?" dengan suara parau.


Eza menarik nafas lalu ia hembuskan perlahan dan tersenyum.


"Kamu mau kita kembali?" Kirani bertanya lagi.


"Nanti saja kita bahas lagi, sekarang kamu mau makan apa?"


"Biasa, Za."


Eza tersenyum lalu memanggil pelayan kafe dan memesan makanan.


"Aku dengar kamu sudah menjadi brand ambassador Arta Fashion," ujar Kirani.


"Perusahaan itu sangat besar dan terkenal, setelah menjadi bintang di sana karirmu akan semakin terang," ucap Kirani bangga.


"Semoga saja." Eza tersenyum.


"Aku lihat di televisi dan di mana-mana selalu ada wajahmu," ujar Kirani.


"Ini semua berkat kerja keras aku, Kak Lita dan tim kami," jelas Eza. "Oh, ya, bagaimana sikap orang tuamu setelah tahu calon menantunya seperti itu?" tanyanya.


"Hemm, mereka marah padaku karena membatalkannya. Makanya, aku pergi dari rumah," Kirani tertunduk sendu.


"Jadi, sekarang kamu tinggal di mana?"

__ADS_1


"Aku menginap di rumah salah satu temanku," jawab Kirani.


"Teman yang mana?" Eza penasaran, karena selama kenal dengan Kirani ia tidak pernah tahu teman atau sahabat mantan kekasihnya itu.


"Eh, di jalan raya simpang tak jauh dari kafe ini," jawab Kirani gugup.


"Kalau begitu, nanti aku akan antar kamu pulang," tawar Eza.


"Hemm, tidak usah. Dia tak mau, teman pria mendatangi tempat tinggalnya," ujar Kirani.


"Oh, begitu ya."


"Dia sedikit risih kalau pria selain keluarga masuk ke dalam rumahnya," jelas Kirani.


"Ya, aku paham."


"Za, aku mau minta bantuanmu."


"Bantuan apa?"


"Maukah kamu memberikan aku tempat tinggal? Aku janji akan mencari pekerjaan," ujarnya.


"Aku akan menyewakan apartemen untukmu," jawab Eza.


Kirani memegang punggung tangan Eza. "Makasih, Za. Kamu masih mau peduli dan menolongku!"


"Sama-sama," Eza tersenyum.


Pelayan pun mengantarkan makanannya, keduanya saling bercanda sambil menikmati hidangan.

__ADS_1


Sementara itu, di sudut kafe seorang pria menggelengkan kepalanya melihat keduanya saling bersenda gurau. "Jadi begitu kelakuan pria yang disukai Raisa yang tidak mencintainya," batinnya.


__ADS_2