Mengejar Cinta Si Tampan

Mengejar Cinta Si Tampan
Clarissa Pingsan


__ADS_3

Sementara itu, di lain tempat seorang wanita muda melemparkan seluruh barang yang ada di dalam kamarnya. "Brengsek!" ucapnya memaki.


"Nikita, apa yang kau lakukan?" tanya seorang wanita paruh baya menghampiri putrinya ke dalam kamar.


"Devan sudah jahat padaku, Ma. Dia memakai wanita murahan itu sebagai model kosmetik Clara!" jawabnya terduduk dan menangis.


"Devan dan ibunya memang sama-sama jahat," geram wanita paruh baya yang bernama Martha.


"Aku harus bagaimana, Ma?" tanyanya. "Clarissa semakin naik namanya," lanjutnya.


"Kita harus mencari cara agar Devan membuang Clarissa dan perusahaan Artama hancur!" ucap Martha. "Harusnya dari dulu, aku sudah melenyapkan anak itu dan menikah dengan Vandi," batinnya.


...----------------...


Taman Bunga Kota


"Pagi semua!" sapa Clarissa kepada para kru dan karyawan yang lain di lokasi syuting.


"Pagi juga, Rissa!" ucap seluruhnya.


"Aku bawa makanan, apa kalian mau?" tawarnya pada semua.


"Mau," jawab mereka serentak dan mendekat.


Di bantu kedua temannya, Clarissa membagikan roti kepada semuanya. Devan yang melihat aksi artisnya itu hanya tersenyum tipis.


Yuna menyenggol lengan Clarissa. "Kau tidak menawarkan padanya," ucapnya berbisik.


"Aku akan ke sana," ujar Clarissa membawa dua bungkus roti. Ia menghampiri Devan yang sedang berdiri memperhatikan kerja para karyawan dan kru.


"Kau mau?" tawarnya.


"Tidak!" tolaknya.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Roti itu sudah banyak yang pegang," jawab Devan tanpa menatap.


"Astaga, roti ini di bungkus plastik. Bagaimana mungkin kotor?" gerutu Clarissa.


Kata-kata itu mengingatkan dia pada beberapa tahun yang lalu, Devan memegang kepalanya. Karena khawatir, Clarissa tak sengaja menjatuhkan roti lalu ia ambil kembali. "Buang roti itu!" perintahnya.


"Ini masih bersih dan tak diinjak orang, kenapa harus di buang?" Omel Clarissa. "Kalau kau tidak mau biar aku yang makan," Ia membuka bungkus plastik lalu memakan roti tersebut.


Devan menelan ludah karena jijik saat Clarissa memakan roti itu, ia pun pergi dan memilih ke mobil.


"Dasar aneh!" gumam Clarissa.


-


"Ya, ampun wanita itu memang jorok. Roti itu sudah jatuh masih saja dimakannya," Devan mengomel di dalam mobilnya. Ia masih memegang kepalanya yang berdenyut.


"Tuan, anda tidak melihat proses syuting?" tanya Hilman.


"Tidak, aku di sini saja," jawab Devan memijit keningnya.


"Anda tidak apa-apa, Tuan?" tanya Hilman.


"Tidak, pergilah dan awasi kerja mereka!" ucap Devan.


"Baik, Tuan!" Hilman kembali ke lokasi.


Devan menyandarkan tubuhnya di bangku mobil, ia memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa sakit di kepalanya.


-


Sementara itu, Clarissa sedang beradu akting dengan model pendukung. Ia harus melakukan adegan berlari dan melompat bersama. Namun, salah satu model pendukung dengan sengaja menyenggol tubuh Clarissa hingga membuat sang artis terjatuh.

__ADS_1


"Maafkan aku, Rissa!" ucapnya membantu Clarissa berdiri.


"Tidak masalah," Clarissa berdiri.


"Pakaiannya kotor," ucap model wanita lainnya.


"Aku akan menggantinya," ujar Clarissa.


Sutradara pun menginstruksikan untuk beristirahat sejenak.


Clarissa pergi ke ruang ganti seorang diri untuk mengganti pakaiannya. Suara minta tolong terdengar dari arah kamar mandi, ia mendekatinya. Clarissa membuka pintu namun tak ada orang sama sekali.


Bugh....


Sebuah pukulan mendarat di pundak Clarissa membuat ia terjatuh dan kepalanya terbentur dinding lalu pingsan.


Sudah setengah jam, Clarissa belum muncul. Yuna dan Tina begitu khawatir. Mereka pun menyusulnya, Tina mencari ke arah kamar mandi dan melihat temannya dalam keadaan pingsan.


"Rissa, bangun!" Tina begitu panik dia lalu berteriak minta tolong.


Yuna mendekati arah suara dan terkejut melihat keadaan Clarissa. Ia berlari memanggil para kru dan karyawan.


"Bawa Nona ke rumah sakit!" perintah Hilman.


Beberapa orang karyawan pria menggotong tubuh Clarissa ke dalam mobil.


Devan yang sedang memainkan ponselnya melihat beberapa orang berlari dan berkerumun di sekitar mobil Clarissa. Ia membuka pintu mobil dan keluar.


"Apa yang terjadi, Hilman?"


"Nona Clarissa pingsan di toilet, ada sedikit luka di keningnya," jawabnya.


"Kita ke rumah sakit sekarang!" perintah Devan bergegas menaiki mobil dan Hilman duduk di kursi pengemudi.

__ADS_1


__ADS_2