
Tina membuka ponselnya, "Sungguh memalukan!" omelnya.
"Siapa?" tanya Roland sambil mengunyah makanan.
"Intan Ratu tertangkap kamera sedang mabuk bersama seorang pria," jawab Tina.
"Oh," ucapnya singkat. "Bukankah itu sudah biasa?" tanyanya lagi.
"Coba saja kalau Intan masih di Arta Fashion, bagaimana Clarissa harus menghadapinya?"
"Tapi saat ini, dia sudah tidak di Arta Fashion lagi. Kau tak perlu memikirkannya, lebih baik makan makananmu!"
"Iya," Tina menyuapkan makanannya ke dalam mulut.
-
-
Malam harinya selesai syuting, wartawan sudah berkumpul menunggu Intan untuk memberikan klarifikasi.
"Apa benar ada frustasi karena Arta Fashion tidak melanjutkan kontrak?"
Intan tertawa kecil, "Itu tidak benar. Saya ke sana ada undangan ulang tahun, banyak teman-teman artis di sana. Coba saja kalian tanyakan pada mereka yang hadir."
"Apa benar pria yang memapah anda itu Dion Bastian?"
"Ya, benar," jawab Intan tersenyum.
"Apa kalian menjalin sebuah hubungan?"
"Tidak, kebetulan saja Dion di sana dan membawa saya pulang," jawabnya.
__ADS_1
"Benarkah kalian membuat berita sensasi ini demi mendongkrak drama yang anda sedang ditayangkan?"
Intan tertawa lagi, "Itu tidak benar. Kalau memang drama yang saya bintangi disukai masyarakat karena jalan ceritanya bagus bukan karena berita seperti ini."
"Nona Intan satu pertanyaan lagi?" pinta salah satu wartawan.
"Sudah cukup, ya. Saya mau pulang dan beristirahat, terima kasih," Intan masuk ke dalam mobil.
...----------------...
Manajer Dion menyodorkan segelas jus jeruk kepada artisnya. "Apa kau sudah membaca berita dua hari ini?"
"Tidak, aku malas membacanya." Dion menyedot jusnya.
"Berita hari kedua, Intan klarifikasi. Apa kau tidak ingin melihat komentar dia pada media?"
"Aku tidak tertarik."
"Sepertinya dia ingin aku menghindarinya," jawab Dion.
"Ya, kau memang harus melupakan dia," ujar manajernya.
"Aku menolongnya waktu itu, sampai sekarang dia tak ada mengirimkan pesan untuk mengucapkan terima kasih," ungkap Dion lirih.
Manajer mengulum senyum, "Itu artinya kau berharap dia datang dan bisa mengobrol denganmu."
"Aku cuma ingin meluruskan kesalahpahaman waktu itu saja," ujarnya.
"Beruntung kejadian waktu itu, kalian belum terkenal. Kalau tidak media terus mengejar dirimu dan dia," ungkap manajer.
"Ya, tapi Intan selalu menganggap aku musuhnya."
__ADS_1
"Nanti aku akan mencari pekerjaan yang di mana kalian bisa dipasangkan kembali lagi," janji manajer.
"Apa kau yakin? Saat menjadi model di Arta Fashion saja, dia selalu menjauhiku. Tak ada obrolan penting diantara kami apalagi sekedar bercanda."
"Aku turut bersedih dengan kisah cintamu," Manajer menepuk pelan bahu artisnya.
"Kau jangan mengejekku, kau belum tahu saja bagaimana rasanya patah hati?"
Manajer Dion malah tergelak, "Aku pernah jatuh cinta dan patah hati tapi tidak seperti dirimu yang selalu tenggelam dalam kesedihan. Kau sudah terlalu cinta mati dengan Intan Ratu."
"Memangnya siapa wanita yang pernah membuatmu patah hati?"
"Kau tahu Yuna mantan manajer Clarissa Ayumi?"
"Ya."
"Dia wanita pertama yang membuatku patah hati," ujar manajer.
"Kapan kalian bertemu?"
"Saat di acara talk show salah satu televisi swasta, dia sedang menemani Clarissa yang menjadi bintang tamunya dan aku menemani Randi Surya," jawabnya.
"Terus?"
"Aku meminta nomor ponselnya, kami sempat berkencan. Tapi dia menolakku, saat aku mengatakan cinta padanya," jelas manajer dengan wajah sendu.
Dion yang mendengarnya tertawa, "Sakit 'kan rasanya?"
"Sakit tapi untuk apa di sesali, namanya juga usaha. Bersyukur kalau diterima, kalau tidak cari yang lain," jawabnya.
Jawaban itu membuat kedua pria tergelak.
__ADS_1