
Apartemen Eza
Eza menyediakan minuman di meja tamu, "Ada pekerjaan, Kak?"
"Ada, semua artis pasti ingin sekali menjadi brand ambassadornya," jawab Lita.
"Pekerjaan apa, Kak?"
"Menjadi model di Arta Fashion."
"Benarkah, Kak?" Eza begitu semangat.
"Kau tahu yang menawarkannya langsung adalah wakil direkturnya tak lain dia putri pemilik Arta Fashion," ungkapnya.
"Aku mau menerimanya, Kak. Kapan kita bertemu dengannya?"
"Sabarlah, dia akan menghubungi kita lagi. Jika memang namamu yang terpilih," jawab Lita.
"Semoga saja namaku keluar, Kak!" harapnya.
"Semoga saja!" Lita mengaminkan.
Eza Mandala, pria berlesung pipi, berkulit putih, berusia 25 tahun dengan tinggi 175 cm. Memulai karir di dunia hiburan sejak usia 17 tahun, namanya mulai dikenal ketika menjadi model video klip salah satu penyanyi wanita terkenal 3 tahun yang lalu.
...----------------...
Beberapa hari kemudian.....
__ADS_1
Lita sudah mendapatkan kabar dari Raisa jika Eza terpilih menjadi brand ambassador Arta Fashion.
Eza begitu senang dan semangat ketika mengetahuinya, ia dan Lita pergi menemui Raisa di Arta Fashion.
Keduanya menunggu di ruangan khusus Presdir, Raisa masuk dan tersenyum kepada tamunya. Eza menyipitkan matanya mengetahui wakil direktur Arta Fashion.
"Apa kabar, Nona Lita?" Raisa bersalaman dengan manajer Eza yang berdiri dari kursinya.
"Baik, Nona!" Lita membalas dengan senyuman.
Raisa menatap Eza yang masih duduk dan bersikap cuek.
"Eza, ayo sapa Nona Raisa!" titah Lita dengan suara pelan.
"Maaf, Kak. Aku tidak mau menerima tawaran ini," ujar Eza.
"Kau bicara apa? Bukankah kita sudah menyetujuinya?" tanya Lita.
"Eza, jaga bicaramu. Tawaran ini sangat menguntungkan kita, kau akan semakin dikenal," ungkap Lita.
"Aku menolaknya," Eza berbicara tegas.
"Tuan Eza terhormat, manajer anda menyetujui kontrak ini. Bukankah kalian sudah menandatanganinya?" Raisa bersikap santai.
Eza mengeraskan rahangnya, "Kalau ku tahu kau adalah wakil direktur Arta Fashion, aku tidak mau menerima tawaran ini." Ia teringat kemarin ada perwakilan perusahaan datang menemuinya dan Lita lalu menyodorkan beberapa berkas yang perlu tanda tangan.
"Anda mau membatalkan kontrak ini dan mengganti kerugiannya," Raisa tersenyum puas.
__ADS_1
"Kau benar-benar licik, Nona!" Eza menunjuk Raisa.
"Eza, jaga sikapmu!" bentak Lita.
"Hari ini saya akan menemani kalian melihat produksi kami sebelum pemotretan," ujar Raisa. "Mari saya perlihatkan beberapa barang yang akan Tuan Eza promosikan," lanjutnya kemudian berdiri.
-
-
Dua jam berkeliling dan mengetahui produk-produk apa saja yang akan ia bawakan dalam pemotretan, akhirnya Eza dan manajernya pulang.
"Sikapmu sangat buruk, dia seorang putri dari Devan Artama pemilik Arta Fashion. Bagaimana jika ayahnya tahu kau memperlakukan anaknya seperti tadi?" omel Lita.
"Aku tidak peduli, Kak. Wanita itu yang membuatku dan Kirani putus. Apa kakak ingat beberapa bulan yang lalu disebuah kafe dia memelukku dan menangis terisak menuntut pertanggungjawabanku?"
"Ya, kakak ingat. Lalu kemudian ia minta maaf," jawab Lita.
"Dia melakukan itu karena melakukan tantangan dengan temannya, tapi tidak memikirkan perasaan orang lain," ocehnya.
"Tapi, Kirani memang ingin putus denganmu. Kalau memang dia mencintaimu seharusnya mengerti dan paham. Nona Raisa juga sudah mengaku bersalah," jelas Lita.
"Tapi, gara-gara dia hubungan aku dan Kirani langsung berantakan. Aku sangat mencintainya, Kak."
"Sudahlah, Za. Kau harus bangkit, banyak wanita yang lebih baik dari dia. Aku dengar Nona Raisa itu belum memiliki kekasih," Lita tersenyum.
"Aku tidak peduli, mana ada pria yang mau dengannya yang masih kekanakan begitu," gerutunya.
__ADS_1
"Hei, dia sudah memimpin perusahaan. Aku rasa dia wanita pekerja keras dan pintar, seandainya anakku sudah sebesar dirimu aku ingin menjodohkannya dengan Nona Raisa," ujar Lita.
"Sudahlah, Kak. Jangan bahas wanita itu, rasanya ku malas harus bertemu dengannya," omelnya.