Mengejar Cinta Si Tampan

Mengejar Cinta Si Tampan
Hubungan Roland dan Tina


__ADS_3

Clarissa telah menceritakan pertemuannya dengan Roland kepada kedua temannya. Hal itu membuat Tina semakin kesal dengan pria itu.


Tina mendatangi apartemen Roland yang tidak mewah. Ia mendapatkan informasi keberadaan pria itu dari teman semasa sekolah atas.


Seorang diri Tina menemuinya, ia mengetuk pintu beberapa kali. Tak lama kemudian suara decitan pintu terdengar.


"Kenapa kau ke sini?" tanya Roland malas.


"Kenapa kau datang lagi di kehidupan Clarissa?" balik bertanya.


"Aku ingin balas dendam padanya," jawab Roland santai.


Tina menerobos masuk ke dalam apartemen Roland, ia memperhatikan ruangan sangat berantakan itu.


"Siapa yang menyuruhmu masuk?" proses Roland.


Tina membalikkan badannya menghadap Roland, "Kau tahu 'kan jika ada yang berani menyakitinya akan berurusan dengan ku."


"Dari dulu kau tidak berubah," Roland menarik sudut bibirnya. Saat di kolam renang Indah, ia hampir babak belur dihajar Tina karena mencoba mencelakakan sahabatnya.


"Harusnya kau tahu itu!"


Roland mendekati Tina, "Kau cukup cantik juga sekarang!"


"Jangan mendekat!" berucap dengan nada tinggi.


"Ini rumahku, kau masuk ke sini seorang diri. Jadi, jangan salahkan aku berbuat sesuka hatiku," Roland tersenyum sinis.


Tina melayangkan pukulan ke arah wajah Roland namun tangannya berhasil dipegang pria itu.


Tina berusaha menarik tangannya, tapi Roland malah memutar tubuhnya hingga keduanya saling berdekatan.


Roland meletakkan dagunya di ceruk leher Tina dan tangan wanita itu ia lipat dibelakang.

__ADS_1


"Lepaskan aku!" Tina memberontak.


"Bagaimana kalau kita senang-senang?" tersenyum jahat.


Tina menginjak kaki Roland dengan kuat, lalu ia membalikkan tubuhnya dan mendaratkan pukulan di perut pria itu.


"Pukulanmu masih sama seperti dulu!" Roland memegang perutnya, meringis kesakitan.


Tina mengambil tasnya yang terjatuh. "Aku tidak akan segan memberikanmu lebih dari ini!"


Roland menarik tangan Tina lalu memeluk tubuhnya. "Kenapa kau seperti ini padaku?"


Tina berusaha melepaskan pelukan Roland. "Lepaskan aku, brengsek!"


"Biar seperti ini, aku rindu denganmu!"


"Jangan pernah hadir di kehidupan kami, pergilah!" Tina terus mengerakkan badannya.


"Tina, dengarkan penjelasan ku!" Roland memohon.


"Aku terpaksa melakukan itu," ujarnya.


"Menyakiti Clarissa juga terpaksa?"


"Aku di suruh seseorang melakukan itu."


"Termasuk sampai sekarang terus menakuti Clarissa?"


Roland menjawab dengan anggukan.


"Pengecut!" Tina mendorong tubuh Roland dengan kuat. "Siapa menyuruhmu? Nikita?" bertanya dengan lantang.


"Ya."

__ADS_1


"Aku benci padamu!" teriak Tina. Ia bergegas pergi, lagi-lagi langkahnya di tahan dengan genggaman Roland.


"Aku akan berhenti menakuti Clarissa jika kau mau menjadi kekasihku!"


Tina tersenyum simpul, "Dari dulu kau tidak pernah menyerah juga!"


"Aku mengaku salah, menerima tawaran Nikita. Aku butuh uang untuk pengobatan Ibuku," jelas Roland.


"Aku tidak percaya dengan pembohong seperti dirimu!" Tina menekan kata-katanya.


"Terserah kau berpikir buruk tentang ku, tapi aku benar-benar terpaksa," Roland mengulang ucapannya.


Tina memilih berlalu tanpa berdebat lagi dan Roland menjatuhkan tubuhnya di sofa mengacak rambutnya dengan kasar.


-


Delapan tahun lalu...


Pasca ketahuan para guru mencuri, Tina mendatangi dirinya di ujung jalan tak jauh dari sekolah.


"Perbuatan yang kau lakukan, sangat memalukan!" Tina menatap marah.


"Aku butuh uang untuk bayar sekolah, Ibuku harus berobat."


"Tapi tidak dengan melakukan ini, aku sangat kecewa!" Tina pun berlalu.


Roland mengepalkan tangannya, "Semua karena Clarissa!"


Mendengar ocehan Roland, seorang remaja perempuan mendekatinya. "Aku juga membencinya, bagaimana jika kita beri Clarissa sedikit hukuman?"


"Apa kau bisa jamin jika sesuatu terjadi padaku?"


"Kau tenang saja, kita hanya bermain-main dengannya. Tidak akan membuat dirinya melaporkanmu kepada pihak sekolah," tersenyum menyeringai.

__ADS_1


"Baiklah, aku setuju!" Roland menyepakatinya.


__ADS_2