Mengejar Cinta Si Tampan

Mengejar Cinta Si Tampan
Pesaing Baru


__ADS_3

Clarissa kembali menjalankan proses pemotretan di Arta Fashion, seperti biasa Devan selalu memantau aktivitas mantan calon istrinya itu.


Clarissa yang diperhatiin Devan merasa risih, kalau dulu ia merasa senang dan bahagia jika pria itu selalu ada di dekatnya kenyataannya sekarang berbalik. Ia ingin selalu menghindarinya.


Selesai pemotretan Clarissa menghampiri kedua temannya yang sedang memasuki peralatan keperluan sang artis di dalam tas. "Aku ke mobil duluan," ucapnya dan keduanya mengiyakan.


Devan yang melihat Clarissa keluar studio mengikutinya dari belakang, namun langkahnya terhenti saat wanitanya berbicara dengan seorang pria yang di kenalnya.


"Clarissa Ayumi!" sapa pria itu membuat wanita yang disapa berhenti.


"Ya, ada apa?"


"Apa kabar?" tanyanya berbasa-basi.


"Baik, anda siapa?" Clarissa balik bertanya.


"Kau tidak ingat?" tanyanya.


Clarissa menggelengkan kepalanya.


"Perkenalkan namaku Harlan," pria itu mengulurkan tangannya.


Clarissa mengetahui Devan mengikutinya lantas menyambut uluran tangan Harlan. Sementara itu Devan menatap tak suka keduanya.


"Bagaimana dengan mobilmu?" tanya Harlan.


Devan berjalan mendekati keduanya, Harlan yang melihat kehadiran temannya itu tersenyum kepadanya.


"Mobil apa, ya?" tanya Clarissa bingung.


"Hei, Van. Ini mantan calon istrimu, kan?" tanya Harlan membuat keduanya tak bisa menjawabnya. "Aku melihat berita kalian di televisi dan media sosial. Sebulan yang lalu kami sempat bertemu," lanjutnya menjelaskan.

__ADS_1


Devan hanya diam menatap Clarissa.


"Memangnya kita pernah bertemu di mana?" tanya Clarissa pada Harlan.


"Astaga, kau lupa Nona Clarissa mobilmu ringsek menabrak pembatas jalan di perbatasan Kota D," ungkapnya.


Clarissa berusaha mengingat lalu berkata, "Maaf aku tak ingat jika saat itu dirimu yang bertanya keadaanku!"


"Tidak masalah," ucapnya.


"Dia kecelakaan," batin Devan.


"Aku harus pergi, permisi!" Clarissa berlalu.


"Kapan kalian bertemu?" Devan bertanya tanpa menatap wajah Harlan.


"Akhir bulan lalu, dia mengendarai seorang diri. Sepertinya saat itu dia sedang tidak berkonsentrasi," jelas Harlan.


"Hari itu saat aku memutuskan membatalkan pernikahan," Devan membatin.


"Bukan urusanmu," jawab Devan ketus.


"Kalau begitu aku punya kesempatan mendekatinya," ucap Harlan yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Devan.


"Kau ke sini untuk membahas pekerjaan atau masalah pribadiku?" tanya Devan kesal.


"Membahas pekerjaan."


"Ke ruangan tamu sekarang!" pinta Devan kemudian berlalu.


Selama membahas kerja sama dengan Harlan. Devan terlihat melamun, ia memikirkan ucapan temannya tentang Clarissa saat kejadian itu.

__ADS_1


Kota D itu cukup jauh, Clarissa ke sana dalam keadaan terguncang. Mengendarai mobil seorang diri, jika terjadi sesuatu yang buruk menimpa wanita itu mungkin orang yang paling menyesal adalah dirinya.


"Van, kau dengar aku atau tidak?" panggil Harlan.


"Ya, sampai di mana tadi?"


"Ya, ampun Van. Dari tadi aku mengoceh, kau tidak mendengarnya," keluh Harlan.


"Coba ulangi, aku lagi tidur konsentrasi."


"Apa kau memikirkan Clarissa?" tebak Harlan.


"Bukan."


"Lalu apa?"


"Cepat lanjutkan lagi," Devan mengalihkan pertanyaan temannya itu.


"Van, aku tidak pernah melihat atau mendengar kau dekat dengan seorang wanita. Namun, baru kali ini kau menyukai seorang wanita dan berencana menikahinya. Apa Clarissa bukan wanita yang baik?"


"Kenapa kita membahas dia?"


"Saat pertama kali bertemu dengannya, aku mulai menyukainya. Kalau dia bukan wanita yang baik aku akan mundur, jika sebaliknya dan kau tak menginginkannya. Aku akan mengejarnya," jelas Harlan.


"Aku tak mau menjelaskan apapun tentangnya," ucap Devan. "Fokus saja dengan kerja sama kita," lanjutnya.


"Tapi aku mau yang menjadi bintang di produk parfum ku adalah Clarissa," pinta Harlan. "Agar aku bisa dekat dengannya," lanjutnya lagi.


"Tidak bisa," tolak Devan.


"Kenapa? Apa kau masih mencintainya?"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa like dan komen...


__ADS_2