Mengejar Cinta Si Tampan

Mengejar Cinta Si Tampan
S2-MCST bg.20-Lagi Patah Hati Dia


__ADS_3

Sore hari Eza berjalan ke taman tak jauh dari apartemennya seorang diri. Ia memakai hoodie hitam dan memakai masker mulut agar para penggemarnya tidak mengenalnya.


Ia menyusuri jalanan, melihat keramaian di taman kota. Tubuhnya berhenti melihat Raisa seorang diri di bangku taman. Keduanya terhalang kolam air mancur, ia berdiri dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam kantong hoodie menatap wanita yang sedang menghapus air matanya.


Tak lama kemudian Rayi datang menghampiri Raisa, keduanya saling berpelukan dan bercerita. Entah apa yang mereka ceritakan.


Eza menarik sudut bibirnya di balik masker yang ia gunakan. "Apakah ini yang ku inginkan?" batinnya bertanya.


Eza membalikkan tubuhnya dan berjalan kembali ke apartemennya. Harusnya ia senang, perlahan Raisa menjauhinya. Jadi, ia tak perlu repot berhadapan dengan Presdir Arta Fashion.


Sementara itu, Rayi mencoba menenangkan Raisa. "Kamu kenapa?" melepaskan pelukannya.


"Dia masih mencintai wanita itu!"


"Kau sudah membaca berita itu?" tanya Rayi.


Raisa mengangguk.


"Aku berada di kafe yang sama saat mereka bertemu," ujar Rayi.


"Benarkah? Jadi, mereka balikkan?"


"Aku tidak tahu mereka membicarakan apa, tapi mereka cukup akrab dan bersenda gurau," jelas Rayi.

__ADS_1


Raisa mengencangkan tangisannya membuat orang-orang yang berada di taman melihatnya.


"Hei, hentikan tangisanmu itu!" Rayi berbicara pelan. "Semua orang melihatnya," lanjutnya.


"Sakit hatiku mendengarnya, Rayi!"


"Iya, aku tahu!" Berusaha menenangkan.


"Kenapa dia begitu padaku?" Semakin kencang menangis.


"Lagi patah hati dia," Rayi tersenyum kikuk menatap orang-orang yang mengarahkan pandangannya kepada mereka berdua.


Karena sudah tahu, orang-orang pun membubarkan diri dan bersikap biasa saja.


...----------------...


Eza membawa Kirani ikut serta dalam perjalanan ke tempat wisata. Wanita itu memaksa ingin ikut dalam kegiatan syuting.


Raisa satu bus dengan Eza yang duduk bersama Kirani. Rasanya ia ingin marah dan menjambak wanita yang ada di sebelah pria yang ia sukai.


Kirani merangkul lengan Eza dan meletakkan kepalanya di bahu. Eza tak melarang mantan kekasihnya dan sengaja membiarkannya.


Begitu sampai dan turun dari bus Kirani terus menggenggam tangan Eza.

__ADS_1


Raisa mendengus kesal melihat keakraban keduanya.


Tiga jam menunggu dan mempersiapkan semuanya, akhirnya pemotretan dilakukan.


Tema foto kali ini adalah tentang pernikahan sederhana. Raisa memeluk pinggang Eza dari belakang dengan kepala ia letakkan di samping bahu sebelah kanan model pria. Tatapan Eza lurus ke depan dengan senyum ceria.


Lita yang melihatnya tersenyum, "Eza sangat tampan apalagi dipasangkan dengan Nona Raisa." Melirik wanita yang ada disampingnya.


"Tapi, dia lebih cocok denganku!" Kirani tersenyum bangga.


"Nona Raisa wanita yang baik dan tulus, ku berharap semoga saja Eza mendapatkan wanita seperti itu," ujar Lita menyindir.


"Tapi, Eza sangat mencintaiku. Tidak mungkin dia berpaling dariku," ucap Kirani membanggakan diri.


"Kita belum tahu kedepannya seperti apa, aku rasa Eza mengagumi Nona Raisa. Lihatlah tatapan matanya," ujar Lita tanpa menatap ekspresi wajah Kirani.


Wanita itu pun melihat tatapan Eza yang begitu perhatian terhadap Raisa. Hal itu membuatnya memanyunkan bibirnya.


Eza dengan hati-hati membetulkan rambut yang menghalangi mata Raisa, ia lalu tersenyum.


Hal itu membuat Raisa grogi dan mengucapkan terima kasih.


Keduanya duduk di kursi berbeda dengan tangan saling memegang dan mata bertatapan, dibelakangnya tampak hamparan bukit yang indah.

__ADS_1


Kemesraan yang dilakukan Raisa dan Eza saat pemotretan membuat Kirani makin cemburu dan kesal.


"Kau lihat, mereka sangat serasi!" puji Lita tersenyum sembari melihat wajah mantan kekasih Eza yang cemberut.


__ADS_2