Mengejar Cinta Si Tampan

Mengejar Cinta Si Tampan
S2-MCST bg.7- Raisa Ingin Jadi Model


__ADS_3

Hari ini Raisa didampingi Hilman melihat jalannya pemotretan untuk pertama kalinya bintang utamanya seorang pria.


Raisa senyum-senyum melihat Eza bergaya di depan kamera. Sebenarnya bagi sang artis hal itu membuat dia risih apalagi yang memandangnya begitu dalam adalah wanita yang dianggapnya musuhnya.


Hilman yang sedari tadi duduk di samping Raisa memperhatikan putri Presdir. "Tuan Eza tampan, ya!"


"Sangat tampan sekali!" puji Raisa tanpa sadar tersenyum dan terus memandang Eza.


Hilman menarik sudut bibirnya, lalu ia berdehem.


Raisa dengan cepat menoleh ke samping dan tersenyum kikuk.


"Apa Nona tidak haus?" tanya Hilman.


"Ya, sangat haus Paman."


"Baiklah, saya akan mengambil minuman," Hilman berdiri mengambil minuman. Tak lama kemudian ia kembali membawa dua botol air mineral.


"Terima kasih, Paman." Raisa mengambil botol minuman dan sedotan yang di berikan Hilman.


"Apa sih' yang Nona lihat dari Eza Mandala?"


"Semuanya, Paman."


"Apa Nona menyukainya?"


"Ya," jawab Raisa tanpa sadar. Dengan cepat ia meralat ucapannya, "Maksudnya dia cukup berpotensi, jadi aku suka."


"Oh, begitu ya, Nona!" Hilman tersenyum melihat putri Clarissa yang salah tingkah.


Hilman sudah meninggalkan studio sementara Raisa tetap menunggu pemotretan selesai.


Lita menghampiri Raisa dan berbincang, sementara Eza memilih pergi setelah pemotretan berakhir.


...----------------...


Beberapa hari kemudian....


Pemotretan kembali dilakukan, namun kali ini Raisa tidak datang karena menemani Clarissa ke kota B.


Eza yang menyadari ketidak hadiran Raisa tersenyum senang. Ia bisa melakukan pemotretan dengan tenang tanpa tatapan dari wanita itu.

__ADS_1


"Nona Raisa hari ini apa tidak datang?" tanya Lita pada salah satu karyawan Arta Fashion.


"Tidak, Nona."


"Ya sudah, terima kasih," ujar Lita tersenyum.


Selesai pemotretan Eza dan Lita berjalan ke arah mobil. "Hari ini aku sangat senang," ujar Eza.


"Kenapa? Apa karena Nona Raisa tidak datang?"


"Tepat sekali!" jawab Eza tersenyum.


"Jangan terlalu membencinya, nanti kau malah jatuh hati padanya," ujar Lita.


"Itu tidak akan mungkin," Eza berkata tegas.


"Kita lihat saja nanti, Nona Raisa cantik, pintar, kaya, baik hati dan ramah," Lita memuji-mujinya.


"Sudahlah, Kak. Kenapa Kakak begitu semangat menceritakan dia?"


"Memang kenyataannya seperti itu," jawab Lita.


-


-


Sementara itu Raisa dan ibunya menikmati waktunya di rumah kakek dan neneknya. Tante Raya juga datang bersama putra keduanya. Karena Rayi sibuk di kantor papanya.


Kondisi Ardian semakin menurun, membuat kedua putrinya yang berada di Kota A mengunjunginya.


"Papa harus jaga kondisi, jangan terlalu stress!" nasehat Raya.


"Iya, putriku." Ardian tersenyum lemah.


"Opa, jangan sakit begini. Nanti siapa yang akan menemani Raisa keliling kota ini?" Raisa menyentuh tangan Ardian dan meletakkannya di pipinya.


"Iya, Raisa. Kamu memang cucu Opa paling cantik," puji Ardian.


"Ya, iyalah. Cucu Opa perempuan cuma Kak Raisa saja," celetuk Rayendra. Karena salah satu putri kembar Ardian, memiliki dua putra sedangkan yang satu lagi mengandung 7 bulan.


...----------------...

__ADS_1


Gedung Arta Fashion


"Apa Papa sudah melihat foto-fotonya?" tanya Raisa.


"Sudah, sepertinya kita harus mencari pendamping Eza," ujar Devan.


"Bagaimana kalau Raisa saja yang menjadi modelnya, Pa?" tawarnya.


"Tidak, Nak."


"Kenapa, Pa? Bukankah itu bisa mengurangi pengeluaran kita?"


"Nak, tapi Papa tidak suka kamu disentuh pria lain," jawab Devan.


Raisa tertawa mendengar jawaban papanya.


"Kenapa tertawa?"


"Apa Papa cemburu kalau putrimu ini jatuh cinta padanya?"


"Nak, Papa tidak mau kamu disakiti pria yang tidak mencintaimu," Devan menyentuh tangan putrinya.


"Papa tenang saja, Raisa akan selektif memilih calon suami," ujarnya.


"Papa yang akan pilihkan untukmu," Devan berkata tegas.


"Papa tidak sedang mencari jodoh untuk Raisa, kan?"


"Ya, tidaklah. Papa ingin melihat saja, bagaimana calon suamimu nanti," jelas Devan.


"Tapi, Papa setuju 'kan kalau Raisa jadi model pendamping Eza?" tanyanya.


Devan mengangguk mengiyakan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semoga Kalian Tidak Bosan Membacanya...


Jangan Lupa Tinggalkan Like dan Komentar...


Terima Kasih 🌹

__ADS_1


__ADS_2