Mengejar Cinta Si Tampan

Mengejar Cinta Si Tampan
S2-MCST bg.25-Berbicara Pada Clarissa


__ADS_3

Eza berlari kecil ketika melihat Clarissa hendak ke mobilnya. Dengan keberaniannya ia ingin bertanya pada wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu tentang keberadaan Raisa.


"Nyonya!" sapanya mencoba mengatur nafas agar tidak gugup dan salah bicara.


Clarissa menoleh dan tersenyum.


"Maaf, Nyonya. Apa bisa kita bicara berdua?" izinnya.


Clarissa mengedarkan pandangannya kesekelilingnya untuk memastikan suaminya tidak melihatnya berduaan dengan Eza.


"Bagaimana Nyonya?" pintanya lagi.


Clarissa tersenyum dan mengangguk mengiyakan.


-


Akhirnya keduanya berbicara di sebuah tak jauh dari Arta Fashion.


"Apa yang ingin kamu bicarakan, Za?" tanya Clarissa dengan lembut.


"Nyonya, saya ingin tahu kabar Nona Raisa," jawabnya.


"Raisa baik-baik saja," ujar Clarissa.


"Apa Nona Raisa lama berada di sana?"


"Saya tidak tahu, tapi berharap segera kembali."


"Nyonya, saya sangat mencintai Nona Raisa. Izinkan saya mengejarnya," pintanya.


Clarissa tersenyum mendengar pengakuan Eza yang berani.


"Apa yang bisa saya lakukan agar Tuan Devan mengizinkannya?"


Clarissa kembali tersenyum menyesap tehnya setelah meletakkannya kemudian ia menjawab, "Kamu sangat mencintai putriku?"


"Ya, Nyonya."


"Suamiku sangat menyayangi Raisa, ia tak ingin putri kami terluka dan kehidupannya terganggu," ujar Clarissa.


"Saya janji tidak akan membuat Nona Raisa terluka dan menjaga kehidupan pribadinya."

__ADS_1


"Saya sudah merayu suami untuk memberikan kesempatan untukmu. Berdoalah semoga hatinya luluh," ujar Clarissa.


"Kalau saya boleh tahu, di negara mana Nona Raisa sekarang?"


Clarissa tersenyum kemudian ia menyebut salah satu nama kota di negara Eropa.


-


-


Eza pergi ke rumah manajernya dengan wajah sumringah ia mendatangi wanita yang sudah menemani perjalanan karirnya selama 5 tahun belakangan ini.


"Sepertinya ada kabar baik," ujar Lita mempersilakan artisnya itu masuk.


"Kak, apa ada lagi jadwal ku minggu ini?"


"Sekali pemotretan di Arta Fashion dan bintang tamu di salah satu stasiun televisi," jawab Lita.


"Itu dihari apa saja?"


"Keduanya esok hari," jawabnya.


"Sepertinya ada tapi dua pekan lagi."


"Kak, setelah pemotretan dan menjadi bintang tamu aku akan menyusul Nona Raisa ke Eropa," ujar Eza.


"Untuk apa ke sana?"


"Ingin bertemu dengannya."


"Apa kau sudah mendapatkan izin dari orang tuanya?"


"Aku sudah mendapatkan restu dari Nyonya Clarissa."


"Benarkah? Wah, bagaimana kau bisa bicara dengan istri Presdir?"


"Aku bertemu di Arta Fashion."


"Baiklah, kau boleh pergi ke sana. Apa kami boleh ikut denganmu?"


"Boleh, Kak."

__ADS_1


Lita tersenyum lalu ia berteriak kepada kedua putranya dan suaminya yang sedang bercengkrama di ruangan keluarga. "Sayang, anak-anak, dua hari lagi kita ke Eropa!"


Putra pertama Lita berlari mendekati ibunya, "Benarkah?"


"Iya, Nak!" Lita mengelus kepala putranya.


"Asyik, kita liburan!" teriaknya membuat Eza, Lita dan suaminya tersenyum.


......................


Tiga hari kemudian, mereka berangkat ke kota di salah satu negara di benua Eropa. Begitu sampai hotel, Eza meminta izin pada manajernya untuk bertemu dengan Raisa.


"Kamu tidak istirahat dulu, Za?" tanya salah satu asisten Lita yang ikut rombongan.


"Tidak, aku harus menemui seseorang."


"Ya, sudah pergilah. Jangan sampai pulang terlalu malam, apa kau sudah tahu alamatnya?" tanyanya lagi.


"Sudah."


"Berhati-hatilah ini negara orang lain," ujarnya.


"Ya, aku akan hati-hati."


"Apa kau tidak butuh pemandu?"


"Tidak, aku pernah sekali ke sini. Semoga saja tidak banyak tempat yang berubah."


"Semoga saja."


"Kalau begitu aku pamit pergi, katakan pada Kak Lita ' ya."


"Ya."


Eza pun meninggalkan hotel penginapan dengan semangat menemui Raisa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa tinggalkan Like, Komen dan Vote 🌹


Selamat Membaca

__ADS_1


__ADS_2