Mengejar Cinta Si Tampan

Mengejar Cinta Si Tampan
Aku Ingin Menjaga Hatimu


__ADS_3

Tiga hari setelah melakukan pengamatan akhirnya Hilman memilih pemain film yang masih muda dan berbakat. Ia juga sudah menjelaskan kepada Presdir mengenai calon model pengganti Clarissa.


Devan mengikuti saja apa yang dikatakan sekretarisnya itu. Ia menyerahkan tanggung jawab pemotretan dan lainnya kepada Hilman. Ia tak terlibat langsung mengawasinya cukup istrinya saja yang dahulu selalu ia awasi gerak geriknya.


"Tuan, hari ini pertama Intan Ratu melakukan pemotretan. Apa anda tidak ingin melihatnya?"


"Tidak, kau saja yang mengurusnya," tolak Devan.


"Baiklah, Tuan!" Hilman pamit meninggalkan ruangan.


Menjelang makan siang, Clarissa datang ke Arta Fashion mengunjungi suaminya. Ia membawa dua kotak wadah makanan yang dimasaknya sendiri. Hasil melihat salah satu aplikasi memasak.


Seluruh karyawan tunduk dan hormat saat wanita itu memasuki gedung. Ia berpapasan dengan Intan di eskalator, ia tersenyum kepada model tersebut namun dicuekin. "Ciih, sombong sekali dia!" batinnya.


Clarissa mendekati meja Hilman, "Apa suamiku ada di ruangannya?"


"Ada, Nona!" jawab Hilman beranjak berdiri.


"Terima kasih!" Clarissa pun berjalan ke ruangan suaminya.


Ia mengetuk pintu lalu membukanya, tampak Devan masih sibuk dengan pekerjaannya. "Hei, sayang!" Clarissa melemparkan senyumnya pada suaminya.


"Aku pikir hari ini kita akan melewati makan siang bersama."


"Hari ini jadwalku tidak terlalu padat, aku bawakan makanan untukmu. Tadi ku sempatkan memasak," Clarissa membuka wadah makanan, menyendokkan nasi beserta lauk dan sayur lalu ia suapkan ke mulut suaminya. Setelah itu Clarissa menyuapkan ke mulutnya.


Devan biasanya akan jijik jika satu sendok di bagi dua dan ia tak suka makan di ruangan kerjanya. Namun, sejak mengenal dan menikah dengan Clarissa ia melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya.


Selesai makan, Clarissa membereskan wadah makanan dan mengelap bibir suaminya. "Aku tadi berpapasan dengan Intan Ratu," tuturnya.

__ADS_1


"Aku malah belum bertemu dengannya," ungkap Devan.


"Oh, ya! Jadi siapa yang memilihnya?"


"Hilman."


"Bagus sih', tapi sedikit sombong," celetuk Clarissa.


"Memangnya kau tidak pernah mengenalnya? Kalian 'kan sama-sama bekerja di dunia hiburan."


"Ya, tapi belum pernah di pertemukan dalam suatu acara," tutur Clarissa.


"Kau ingin pergi atau tetap di sini?"


"Di sini saja, lagi tidak ada pekerjaan," jawab Clarissa.


"Kalau begitu lihat caraku bekerja," Devan mengarahkan laptopnya ia mulai menjelaskan kepada istrinya.


"Kau ngantuk?"


"Ya, semalam kurang tidur karena ada yang ganggu," jawab Clarissa menatap suaminya.


"Bukan kau juga menikmatinya?" Devan menggoda istrinya.


"Sudah, jangan bahas itu," pipi Clarissa tampak merona.


Pukul 4 sore, Clarissa dan Devan keluar bersamaan dari ruangannya. Hilman segera menghampiri atasannya itu. "Tuan!" panggilnya, sedikit menundukkan kepala memberi hormat pada Devan dan Clarissa.


"Ada apa?" Devan menatap wajah Hilman.

__ADS_1


"Lusa syuting iklan produk selanjutnya di taman kota, apa anda tidak ikut?"


"Tidak," jawab Devan.


"Baiklah Tuan," Hilman pun kembali ke meja kerjanya.


Clarissa dan Devan kembali melanjutkan langkahnya menuju parkiran mobil. "Kenapa kau tidak ikut?" Ia melihat wajah suaminya dari samping sambil berjalan dan berpegangan tangan.


"Karena bukan kau modelnya."


"Jadi dari awal kita bertemu kau sudah menyukai ku?"


Clarissa penasaran.


"Tidak cuma entah kenapa kau begitu tertarik untuk aku perhatikan," ungkap Devan membuka pintu mobil buat istrinya lalu ia mengitari kendaraannya melakukan hal yang sama kemudian duduk di kursi pengemudi.


"Aku memang sangat menarik," Clarissa berkata penuh bangga.


"Ya, makanya aku begitu mencintaimu."


"Jadi, sampai kontrak berakhir kau tidak akan menemuinya?"


"Mungkin akan bertemu di ruang rapat tapi masalah pemotretan dan lainnya biar Hilman saja, aku ingin menjaga hatimu."


"Kau sangat pintar menggoda."


"Aku serius, Rissa!"


"Ya, aku percaya," ujar Clarissa. "Kita akan melihat sama-sama proses syuting jika aku tidak ada pekerjaan," janjinya.

__ADS_1


"Kalau denganmu, kemanapun aku ikut!"


__ADS_2