Mengejar Cinta Si Tampan

Mengejar Cinta Si Tampan
Masa Sekolah Clarissa


__ADS_3

Beberapa tahun yang lalu....


Clarissa berjalan menyusuri lorong gedung sekolah, matanya tertuju pada seorang remaja berusia 18 tahun memasuki ruang guru. Ia mengikuti langkahnya.


Matanya mendelik saat melihatnya sedang memasuki ponsel milik para guru yang sengaja tidak di bawa saat jam pelajaran ke dalam tas kecilnya dan kebetulan juga kamera pengawas tidak berfungsi.


"Hei, apa yang kau lakukan?" Dengan suara lantang menegur remaja itu.


Secepat mungkin pria remaja itu mendekatinya dan mencengkeram lengan Clarissa dengan kuat. "Jika kau berani melapor, aku tidak segan menyakitimu!" menatap tajam Clarissa.


"Kau pikir aku takut," tantangnya. Clarissa berteriak," Pencuri!" sekencangnya.


Remaja itu mulai panik dan gelagapan. "Hei, jangan berteriak!"


Mendengar suara teriakan Clarissa, semua yang berada di dekat ruang guru berdatangan.


"Ada apa ini?" Seorang guru pria menghampiri keduanya.


"Dia mencuri, Pak!" jawab Clarissa menatap remaja tersebut.


"Apa benar?" Guru pria menatap remaja itu.


"Tidak, Pak!" jawabnya.


"Periksa saja tasnya, Pak!" Clarissa melirik barang yang di pegang remaja tersebut.


Dua orang guru memeriksa isi tasnya dan menemukan barang curian, remaja tersebut dicecar beberapa pertanyaan dan termasuk Clarissa.

__ADS_1


Sejam kemudian interogasi selesai, remaja tersebut dan Clarissa dibolehkan meninggalkan ruangan.


"Aku akan membalas semua apa yang kau lakukan hari ini padaku, Clarissa!" ancamnya.


"Aku tunggu," Clarissa tampak santai.


......................


Siang ini Clarissa dan kedua sahabatnya menikmati liburan sekolah di kolam renang Indah.


Clarissa mulai berenang menyusuri kolam, namun ketika dirinya jauh dari temannya. Kakinya seperti di tarik, ia mulai gelagapan. Tubuhnya tenggelam beberapa detik di dalam air, ia melihat sesosok remaja yang ia temui beberapa minggu lalu di ruang guru.


Clarissa berusaha melepaskan diri dari remaja itu, akhirnya tubuhnya berhasil menjauh. Yuna dan Tina mendekat lalu membantu dirinya keluar dari kolam.


Dengan nafas ngos-ngosan, "Dia di sana!" tunjuk Clarissa ke arah kolam tempat di mana ia hampir tenggelam.


"Rissa, tenanglah!" Yuna berusaha menenangkan.


"Roland!" jawab Clarissa.


"Di mana dia? Biar ku beri pelajaran," Tina mengepalkan tangannya.


"Dia berusaha ingin menenggelamkan ku," ungkap Clarissa.


Tina berjalan memutari kolam yang di tunjuk Clarissa, namun Roland tidak ditemukan. Suasana kolam renang tidak terlalu ramai. Jadi membuat Roland leluasa menyakiti Clarissa.


Tina kembali menghampiri kedua temannya, "Dia tidak ada!"

__ADS_1


"Sepertinya kau harus berhati-hati bila bertemu dengannya," Yuna mengingatkan.


"Ya, Roland ternyata sungguh gila. Ia sampai berani menyakiti aku," Clarissa mulai sedikit tenang.


......................


Clarissa izin untuk membuang air saat jam pelajaran. Menuju toilet, ia harus melewati kelas Roland.


Selesai dari toilet, Clarissa membuka kenop pintu tapi tak bisa. Ia menggedor pintu, "Tolong bukakan pintunya!"


Tak ada jawaban juga, ia menggedornya lagi. "Bagaimana ini?" gumamnya.


Lampu toilet mati, Clarissa mulai panik. Ia memaksa membuka kenop pintu. Hampir setengah jam ia berada di sana. Tina menyusulnya karena curiga temannya itu tak kembali ke dalam kelas.


Rasa khawatir menyelimuti dirinya apalagi saat tahu kalau menuju toilet melewati kelas Roland.


"Rissa, kau tidak apa-apa?"


"Tina, seseorang mengunciku dari luar," jawab Clarissa mulai pucat.


"Aku yakin pasti dia," tuduh Tina.


"Aku harus pindah dari sekolah ini."


"Kau ingin meninggalkan aku dan Yuna di sini?"


"Dia benar-benar sakit, Tina!"

__ADS_1


"Aku dan Yuna selalu bersamamu, kau tenang saja!" Tina berusaha membuat temannya tidak cemas.


Clarissa mengangguk mengiyakan.


__ADS_2