Mengejar Cinta Si Tampan

Mengejar Cinta Si Tampan
Akhirnya


__ADS_3

Devan mengenggam tangan Clarissa berjalan memasuki ruang rawat inap Oma Fera. Hampir sejam keduanya menunggu akhirnya wanita itu sadar.


Dengan wajah pucat, Fera tersenyum kepada cucunya. Devan menghampiri wanita yang menjadi pengganti orang tuanya, ia meneteskan air mata memeluknya.


"Aku sudah katakan pada Oma, jangan melakukan apapun di rumah," Devan menghapus air matanya.


"Oma kesepian, hanya Yuki teman bicara. Kau sibuk dengan pekerjaanmu dan wanita itu," Fera melirik Clarissa.


"Maafin aku!" Devan menundukkan wajahnya dan berucap lirih.


"Cepatlah kalian menikah biar aku memiliki cicit," Fera memegang wajah Devan.


Clarissa dan Devan saling menatap lalu tersenyum. Yuki yang mendengar juga ikut bahagia.


"Oma merestui kami?" Devan bertanya sekali lagi.


"Ya, Oma tak mau dicuekin olehmu karena tidak menuruti keinginanmu," jelas Fera.


"Terima kasih, Oma." Devan mendekap tubuh renta itu.


"Kau tidak ingin memeluk aku," tatapan Fera ke arah Clarissa.


Wanita muda itu tersenyum mendekat dan memeluk Fera. "Terima kasih, Oma."


"Minggu depan, pernikahan kalian akan dilaksanakan. Biar orang suruhan ku yang mengaturnya," janji Fera. "Jangan terlalu lelah bekerja, pastikan kalian harus sudah libur," lanjutnya.


"Baik, Oma." Devan dan Clarissa menjawabnya bersamaan.

__ADS_1


-


Keduanya saling bergandengan tangan menuju parkiran.


"Kira-kira konsep pernikahan seperti apa yang dibuat Oma untuk kita?"


"Aku juga tidak tahu."


"Oh, ya Van. Tanaman yang kau berikan padaku, sekarang sudah tumbuh dengan baik."


"Oh."


"Ih, kau ini aku serius. Di mana-mana kalau kasih bunga pada orang terkasih harusnya mawar atau bunga yang melambangkan cinta," keluh Clarissa.


"Aku hanya ingin sesuatu yang unik," Devan tak merasa menyesal.


"Ya, aku tahu. Kau juga unik," Clarissa menarik sudut bibirnya.


"Suka banget!"


......................


Clarissa telah mengabarkan kepada kedua orang tuanya, bahwa ia akan menikah dalam waktu dekat dengan Devan.


Claudia akhirnya bisa tersenyum kembali, putrinya menikah dengan pria yang ia cintai. Walau cobaan sempat menerpanya.


Raya yang mendengarnya juga ikut senang dan bahagia. Walau hubungannya dengan Rey belum jelas karena kesalahpahaman yang terjadi di antara kedua wanita yang berstatus ibu.

__ADS_1


Rey juga sudah mendengar penjelasan Claudia jika Ayah Siska dekat dengannya bukan karena hubungan spesial. Karena pria itu berjanji pada Kakek Clarissa akan membiayai kebutuhan sekolah dirinya sampai selesai.


Ayah Claudia dan Ayah Siska bersahabat, namun Ibunya tak suka dengan kedekatan keduanya. Wanita itu berpikir keluarga Claudia hanya menginginkan hartanya saja. Jadi, Siska berpikir orang tuanya berpisah karena ibunya Clarissa.


"Akhirnya kau akan menikah," Claudia memeluk putrinya saat sampai di apartemen.


"Semoga saja tidak ada halangan, Bu." Clarissa tersenyum.


"Semoga saja," harap Claudia.


Undangan pun telah tersebar, gaun dan pakaian pendamping pengantin juga sudah selesai.


Gedung telah di dekorasi termasuk kamar pengantin. Sehari lagi Clarissa dan Devan akan menjadi suami istri.


Kabar kebahagiaan ini tersebar di media. Mereka mulai menyerbu kediaman Clarissa dan Gedung Arta Fashion.


Hilman dan Yuna yang menghadapi berbagai pertanyaan dari para pencari berita.


Laura dan Clara tersenyum mendengar kabar bahagia dari Clarissa. Setidaknya mereka tidak memiliki pesaing untuk menaklukkan hati pria yang di taksir.


...******...


Selamat Membaca 🌹


Bahagia Selalu....


Jangan lupa tinggalkan jejak...

__ADS_1


Like, komen, poin dan Vote..


Terima kasih masih setia dengan cerita cinta ini..


__ADS_2