My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 10


__ADS_3

⭐Perhatian. Jangan lupa like, vote, and komentarnya ya🤗 Dan selamat membaca semua⭐


"Waktu itu mommy masih seperti Celani dan kamu gambaran kakak mommy pamanmu." Ucap Lina menatap Kenzo.


"Maksud mommy??" Tanya Kenzo.


"Dulu pamanmu sangat nakal sama sepertimu... Dia berkali kali masuk ke ruang BK karena berantem atau membuat onar disekolah. Tapi, pamanmu tidak pernah ke club malam atau mengenal minuman keras... Namun suatu hari pamanmu pamit untuk pergi dengan teman temannya tapi sudah dua hari tidak pulang. Dan pamanmu ditemukan meninggal di club akibat terlalu banyak minum atau melebihi sewajarnya." Jelas Lina panjang sembari meneteskan air matanya mengingat kejadian itu.


"Jadi itu sebabnya mommy menampar Al dua kali?? Al sama sekali tidak salah mom... Harusnya mommy tampar saja aku." Ucap Kenzo.


"Mommy tau dia tidak bersalah... Itu karena mommy mengenalmu dan sahabatmu... Tapi, mommy menampar ada sebabnya... Karena Al berani menanggung kesalahan yang bukan kesalahannya... (Menggegam tangan Kenzo.) Maka dari itu pertahankan persahabatan kalian sampai kapan pun." Ucap Lina.


Kenzo pun mengagguk tanpa keraguan. Ungkapan Lina membuat Kenzo sadar jika sebetulnya Alzero sangat peduli dan menyayanginya juga Gavin dan Raefal.


"Nyonya besar kita sudah sampai." Ucap supir pribadi keluarga Azura. Anggap saja namanya Yeri. Tampak wajah Kenzo menegang. Dia takut jika Lina akan mengingkari janjinya.


"Mommy janji tidak akan mengatakannya pada daddy... Ayo masuk." Ucap Lina. Kenzo pun mengagguk dan membuntuti Lina. Begitu masuk Celani berhamburan memeluk Lina.


"Sayang kok kamu belum tidur??" Tanya Lina sembari menghusap puncak kepala putrinya.


"Dia menunggumu daritadi tidak mau tidur." Ucap Dicko sembari mendekat. Dicko menatap tajam saat Kenzo hendak pergi ke kamarnya.


"Daddy ban mobil Kenzo kempes jadi pulangnya telat... Untung tadi mommy lewat jalan depan sekolahnya kalau nggak Kenzo nggak bakalan mau pulang." Ucap Lina membuat Kenzo bernapas lega.


"Begitu toh... Ya sudah Istirahatlah." Ucap Dicko.


"Baik Dad." Jawab Kenzo kemudian ke kamarnya.


Kenzo pun menutup pintunya dan langsung mengunci pintunya. Kenzo pun duduk dibibir ranjang dan berkali kali menghela napas panjang.


"Alamat nih gua nggak bisa ke Club lagi... Gimana mau hibur diri coba?? Terus kenapa mommy tiba tiba nongol disana jam segini lagi." Keluh Kenzo.


Karena sudah lelah Kenzo langsung tidur tanpa mengganti pakaiannya. Perlahan matanya terpenjam dan membawanya ke alam mimpi.


Keesokan Harinya


Hari ini hari libur, Kenzo yang sudah rapi dengan pakaian santainya pun keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang makan. Tampak Celani Lina dan Dicko sudah duduk disana.


"Pagi mom... Dad... Ela." Sapa Kenzo sembari menarik kursinya untuk duduk.


"Pagi." Jawabnya serentak.


"Oh iya mom, besok aku ujian jadi pulangnya lebih cepet dari biasanya." Ucap Celani menatap Lina.


"Kalau begitu suruh kakak kamu aja yang jemput... Toh dia juga ujian akhir semester iya kan Kenzo." Ucap Dicko sembari menatap Kenzo.


"Iya Dad." Ucap Kenzo sembari tersenyum canggung.


Kenapa harus gua sih?? Apa gunanya Yeri coba, kalo gua yang harus jemput males banget... Atau... Batin Kenzo tampak terpikirkan sesuatu.


"Aku baru ingat dad, kalau sehabis ujian kan aku ada les... Gimana kalo Ela pulang bareng Ashel saja." Ucap Kenzo.


"Ashel?? Loh bukannya kakak sering larang aku buat deket sama cowok kok sekarang malah bawa bawa Ashel?? Emang kakak kenal dia??" Ucap Celani.


"Dad, Ashel itu adiknya Al... Dia baik kok sama seperti kakaknya... Jadi beberapa pekan kedepan Celani pulang bareng dia aja." Ucap Kenzo.


"Itu ngerepotin orang Ken... Nanti mommy carikan supir baru saja daripada repot begini." Ucap Lina.


"Nggak kok mom... Mommy kenal Al kan... Kakaknya aja baik apalagi adiknya udah lah mom daripada cari supir perlu ngeluarin uang... Nanti kita bangkrut gimana??" Ucap Kenzo. Tampak Lina menatap Kenzo tajam.


"Sudah sudah... Kok jadi ribut begini, udah nanti daddy cari supir aja." Jawab Dicko membuat Kenzo mendengus kesal.

__ADS_1


"Dan Kenzo... Kamu nggak boleh kemana mana sebelum mommy dan daddy pulang, jagain adik kamu." Ucap Lina.


"Emang mommy sama daddy mau kemana??" Tanya Kenzo.


"Ke rumah sahabat mommy... Kalau mau ajak Gavin Al sama Raefal kesini juga nggak apa apa." Jawab Lina.


"Iya mom... Tapi mommy jangan lama lama." Ucap Kenzo.


"Tergantung." Jawab Lina sembari memakan sarapannya.


Setelah sarapan Kenzo tiduran di sofa sembari menonton televisi bersama Celani yang duduk disebelahnya. Sedangkan Lina dan Dicko pergi seperti yang mereka rencanakan.


"Kak, kakak kok tau kalo Ashel adiknya kak Al?? Aku pikir kak Al nggak punya adik." Ucap Celani sembari menatap sang kakak.


"Kemarin ketemu di prom night, dia beda banget sama kakaknya... Dia ramah dan sopan... Nggak kayak Al dingin dan bodoamatan." Jawab Kenzo sembari mengganti chanel televisinya.


"Kakak tau nggak dia itu ketua kelas sekaligus ketua osis disekolah." Ucap Celani.


"Nggak heran, orang si Al aja tiga tahun berturut turut jadi ketua osis." Jawab Kenzo santai. “Tring!!” Ponsel Kenzo berdering. Segeralah Kenzo membukanya, dan rupanya ada chat dari grub Black Angel {Nama grub Kenzo dengan ketiga sahabatnya}.


💬


Black Angel👑


Raja Playboy: Ada yang gabut nggak di rumah??


Si Bungsu: Gua gabut banget ini gimana ngobatinnya


Raja Playboy: Ngumpul yuk dimana gitu tapi yang pasti banyak makanan


Si Bungsu: Setuju!!!


Raja Playboy: Nggak entar tante Lina marah lagi liat kitaT_T


Me: Nggak, orang tadi mommy suruh kalian ke rumah gua daripada gua keluar


Si Bungsu: Serius nih, kita otw ke rumah lo ya... Gimana menurut lo Vin??


Raja Playboy: Gua setuju, lah @Manusia es gimana?? Setuju nggak jangan cuman nyimak aja lo


Manusia es: Terserah.


Raja Playboy: Oke kita otw ke rumah lo, 15 menit kita sampe


Me: Oke gua tunggu.


Setelah membalas chat dari teman temannya, Kenzo pun mematikan ponselnya dan meletakannya di meja.


"Chat dari siapa kak?? Serius banget balesnya?? Dari pacar ya??" Ucap Celani menggoda Kenzo.


"Pacar darimana orang ini dari temen kakak." Jawab Kenzo.


"Iya ya.... Kakak nggak perlu pacaran kan bentar lagi bakalan dapat calon.... Upss." Ucap Celani sembari menutup mulutnya.


Gawat, pake keceplosan lagi nih mulut. Batin Celani.


"Calon?? Maksud kamu??" Tanya Kenzo sembari bangkit dari posisi baringnya.


"Eh... Maksud aku... Ya kakak bakalan dapat calon kan kalo kakak pacaran nantinya." Jawab Celani.


"Oh... Ya iyalah masa dapet calon nggak pacaran dulu, jaman apa sekarang Ela." Ucap Kenzo.

__ADS_1


"Hehe... Iya kak." Ucap Celani sembari tertawa paksa.


Untung kakak percaya, kalo nggak bisa mati aku. Batin Celani.


"Nanti kalo temen kakak dateng, jangan keluar kamar... Salah satu dari mereka raja playboy entar kamu digodain sama dia." Ucap Kenzo.


"Oke kak." Jawab Celani sembari mengacungkan jempolnya.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara mobil masuk ke halaman rumahnya. Celani pun bangkit dari duduknya dan menuju ke kamarnya. Dia berniat belajar untuk mengusir kebosanannya. Tampak Gavin berlari kecil dan duduk disamping Kenzo sedangkan Raefal tampak membawa beberapa cemilan.


"Sorry nih lama, dibeliin cemilan sama holkay mana banyak banget lagi." Ucap Raefal sembari memperlihatkan kantong kresek yang penuh dengan cemilan.


"Bagus dong... Jadi stok cemilan gua masih utuh... Lah si Al mana??" Tanya Kenzo.


"Pulang katanya ponselnya ketinggalan." Jawab Gavin.


"Ya udah yuk ke kamar gua... Kita main game kek biasanya." Ucap Kenzo.


"Oke." Jawab mereka serentak.


Sesampainya di kamar Kenzo, Raefal langsung berbaring di atas ranjang seperti biasanya dia hanya menonton Kenzo dan Gavin bermain sembari menikmati cemilan.


"Cepet nggak sabar mau liat kalian berantem lagi." Ucap Raefal sembari membuka salah satu snack. Saat Kenzo akan mengambil stik gamenya, Gavin menceghat membuat Kenzo menatapnya penuh tanya.


"Apaan??" Tanya Kenzo.


"Laptop lo mana??" Jawab Gavin kembali bertanya.


"Tuh diatas nakas, kenapa?? Katanya mau main." Ucap Kenzo.


Tampak Gavin bangkit dari duduknya dan mengambil laptop milik Kenzo. Gavin pun duduk diranjang membuat Kenzo dan Raefal mendekat.


"Sebelum main, kita pemanasan dulu." Ucap Gavin sembari membuka laptopnya. Kenzo yang mengerti maksud dari ucapan Gavin pun menceghat.


"Jangan bilang lo mau kita nonton gitu gituan... Gua baru tobat b*ngs*t." Ucap Kenzo.


"Tobat apaan lo... Lagian nih ya buat tambah tambah ilmu, entar juga kalo udah nikah kita bakalan ngelakuin juga kan??" Ucap Gavin membuat Kenzo kehabisan kata kata. Sedangkan Raefal seperti biasa hanya ikut ikutan.


"Jangan yang itu Vin... Ceweknya agresif banget, yang ini aja cewek polos." Ucap Kenzo.


"Oke deh." Ucap Gavin.


Gavin pun menekan video tersebut dan mereka pun mulai menontonnya. Gavin tampak menikmati setiap adegan divideo tersebut seolah dirinyalah yang berada diposisi sang peria yang berada di video tersebut. Raefal tampak biasa biasa saja dengan memakan cemilannya. Sedangkan Kenzo wajahnya memanas dan memerah saat melihat adegan tersebut. Saat asiknya menonton tiba tiba Alzero datang mengetuk pintu. Segeralah Gavin menghapus videonya dan menutup laptopnya.


"Ganggu aja, baru juga nonton." Gerutu Gavin. Kenzo pun membukakan pintu dan kembali menguncinya.


"Dateng juga lo Al." Ucap Kenzo dan tidak direspon oleh Alzero.


Alzero duduk disofa membuat Kenzo Gavin dan Raefal menggeleng kepala pelan.


"Besok kalian ujian dan masih ada waktu bermain??" Tanya Alzero.


"Oh ayolah Al... Hidup ya hidup kenapa harus terlalu dipikirkan... Lagian masih ada banyak waktu kok buat belajar." Jawab Kenzo.


"Oke, daripada main game itu... Gimana kalo kita main truth or dare?? Biar semua main, gua tau Al bilang gitu karena dia nggak bisa ikut main bareng kita Ken... Gimana??" Usul Gavin.


"Gua setuju." Ucap Raefal.


"Gua juga setuju... Pasti seru nih." Ucap Kenzo.


"Lo Al?? Setuju nggak???" Tanya Gavin.

__ADS_1


__ADS_2