My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
LOVE STORY KEVANO


__ADS_3

🌹Love Story Kevano🌹


Seusai Rapat


Rosie mengecek beberapa berkas yang harus dia setorkan kepada Kevan. Saat tengah fokus dengan berkas berkasnya, seseorang menabrak pinggangnya membuat Rosie menoleh sekilas. Dan dia memutar bola matanya malas saat tau siapa yang menabraknya.


"Cih! Pantas saja bos selalu memperhatikanmu... Ternyata kamu memiliki waktu untuk mencuri perhatian bos... (Menyilangkan kedua tangannya didepan dada.) Bukankah bos sudah bilang jika file ini sudah benar dan tidak ada kesalahan." Rosie menghela napas panjang sebelum akhirnya memperlihatkan sebuah file.


"Halaman ke 57 paragraf ke 8 kalimat ke dua... Tuan Kevan sudah berkali kali mengatakan agar tidak ada satu huruf pun salah dalam laporan jadi... (Melempar file.) Perbaiki itu sebelum mengomentari orang lain, kamu pasti akan malu jika tuan Kevan membocorkan kesalahanmu." Ucap Rosie tegas.


Mila Celina, 25 tahun. Sekertaris ke dua yang menjadi pengganti Rosie. Dan juga menjadi orang ketiga yang disegani setelah Kevan dan Rosie. Saat itu, tampak Kevan hendak masuk bersama orang kepercayaannya Manu.


"Tuan sepertinya ada or—"


"Jangan masuk dulu... Tunggu disini." Ucap Kevan sembari mengamati Rosie dan Mila darisana.


"Ck! Kamu jangan sok yah... Mentang mentang kamu orang yang disegani di perusahaan ini, jadi bebas menindas orang." Ucap Mila.


"Aku tidak menindasmu, Mila... Sebagai rekan, aku hanya mengingatkan mengenai hal yang disukai dan tidak disukai oleh tuan Kevan... Berhenti bicara dan perbaiki laporanmu." Ucap Rosie tegas dengan tatapan dinginnya. Dia pun membalikan badannya dan kembali fokus dengan pekerjaannya.


"Aku heran kenapa tuan Kevan mengangkatmu dengan jabatan yang tinggi... Padahal kamu hanya lulusan kuliah tengah semester... Oh aku tau, atau jangan jangan syarat kamu naik jabatan adalah... Memuaskan tuan Kevan diatas ranjang dan mungkin itu sebabnya tuan Kevan bercerai dengan—"


PLAKKKKK!!!


Dengan keras Rosie menampar Mila. Membuat Manu yang melihatnya tampak ngeri terlebih saat pipi Mila terlihat memerah.


"Jaga ucapanmu Mila! Jangan merendahkanku karena pendidikanku... Aku yakin jika aku memberitaukan hal ini pada tuan Kevan, pasti yang kamu terima tidak hanya sebuah tamparan!" Ucap Rosie seraya menatap tajam Mila.


Cklekkk!!!


"Kamu tidak perlu memberitauku Rosie." Ucap Kevan membuat Rosie dan Mila sama sama menundukan pandangannya.

__ADS_1


"Yang kamu katakan benar Rosie... Mila akan menerima lebih dari sebuah tamparan." Ucap Kevan sembari menatap Mila yang berkeringat dingin.


"Mungkin kamu lulusan S2 Mila... Tapi perilakumu sangat rendah... (Membalikan badannya.) Mulai sekarang, posisimu akan diganti oleh Prian." Ucap Kevan.


"Tuan!!! Tuan maafkan saya tuan!!! Tuan!!!!" Ucap Mila hendak mengejar Kevan namun Manu menceghat.


"Keluar secara halus atau para bodyguard tuan Kevan akan menghajarmu." Ucap Manu. Mila menatap tajam Rosie dan pergi dengan menghentakan kakinya.


"Tuan Kevan ingin bertemu denganmu Rosie." Ucap Manu.


"Aku mengerti." Jawab Rosie kemudian pergi.


Bukan main nih cewek, susah banget ditindasnya. Batin Manu seraya menggeleng gelengkan kepalanya.


*Oh aku tau, atau jangan jangan syarat kamu naik jabatan adalah... Memuaskan tuan Kevan diatas ranjang.*


Rosie memejamkan matanya kala mengingat kata kata itu. Dia sempat tidak menyangka jika Mila akan mengatakan hal sekeji itu. Hal yang paling Rosie benci.


"Tidak tuan, ada apa??" Ucap Rosie.


"Setelah ini kamu ikut denganku, Manu akan memberikanmu baju ganti." Jawab Kevan seraya pergi.


"Baik tuan." Jawab Rosie. Begitu Kevan keluar dari ruangan, tampak Manu menatapnya penasaran.


"Gua izin pake bahasa biasa ok? Lo beneran udah valid sama keputusan lo Van??" Ucap Manu.


"Nenek buyut berharap lebih padaku... Aku tidak bisa mengecewakannya." Jawab Kevan singkat kemudian pergi.


"Kevan!!!... Kevan, ya tuh anak main pergi aja bukannya jelasin." Gumam Manu. Dia pun menyusul Kevan yang pergi keluar perusahaan. Dan diluar tampak Kevan mengeluarkan ponsel miliknya.


"Kevan lo—"

__ADS_1


"Diam, oma sudah mengangkat telefonnya." Ucap Kevan membuat Manu diam dan duduk disamping Kevan.


📞


“Hallo oma—”


“Ini siapa??”


“Ayolah oma berhenti bercanda, ini aku Kevan.” Ucap Kevan.


“Siapa yang bercanda?? Cucuku semua hilang, ada yang fokus bekerja... Ada yang fokus bikin onar dikampus dan satu lagi ada yang fokus cari followers... Semuanya melupakan aku.”


“Iya... Iya oma Kevan paham, Kevan minta maaf... Gimana kabar oma, opa sama nenek buyut??” Tanya Kevan. Terdengar darisana Alina menghela napas panjang membuat Kevan bertambah khawatir.


“Oma sama opa alhamdulilah sehat sayang... Tapi nenek buyut... Oma janji nenek buyut akan baik baik saja sampai kamu—”


“Kevan kesana nanti setelah makan malam Oma... Sesuai yang nenek buyut minta.”


“Benarkah??”


“Iya Oma... Oma—”


“Ingat pesan Oma sayang... Hati memang satu tetapi perasaan beribu ribu... Kamu mengerti kan nak??” Kevan tampak terdiam sejenak mencerna ucapan Alina.


“Kevan paham oma.”


_Tut_


"Minta Rosie berganti pakaian sekarang... Kita makan siang di rumah omaku saja." Ucap Kevan kemudian masuk kedalam mobil.


"Yee si boss, enak banget dah hidupnya... Orkay mah bebas." Lirih Manu sebelum akhirnya pergi.

__ADS_1


__ADS_2