
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
🥀MHKOT🥀
Tengah Malam
Mita yang tengah mengerjakan tugas kampus itu pun keluar dari kamarnya saat air minumnya habis. Dan entah kebetulan atau bukan, Raefal saat itu juga tengah meminum air mineral dari kulkas. Mita hanya menghela napas panjang dan mengisi teko kacanya dengan air minum.
"Caca, kok lo bangun??" Tanya Raefal.
"Menurutmu??" Jawab Mita dingin. Hal itu membuat Raefal menghela napas panjang.
Entah sampai kapan Mita dingin dan mengabaikannya, tapi jujur Raefal merindukan Mita yang ceria. Dimana dia menggunakan 1001 cara agar bisa dekat dengannya. Saat hendak mendekati Mita, tiba tiba ponselnya berbunyi. Tentu membuat Raefal pergi dan mengangkat telefonnya.
📞
“Halo, Raefal sayang.”
“Dih jijik b*ngke!! Ngapain telefon gua??” Ucap Raefal dengan nada kesal.
“Hahaha, gak usah marah juga kali bungsu... Gua cuman mau nanya satu hal ke lo.”
“Nanya apa Ken?? Gua dimana?? Gua di planet pluto lagi mudik bareng adudu.” Jawab Raefal kesal. Terdengar suara Kenzo tertawa dibalik sana.
“Kayaknya lo... Udahlah, gua cuman mau nanya... Ada yang lo sembunyiin dari gua Al dan Gavin kan? Gua udah tau semuanya.”
“Gak, gua—” Ucap Raefal terpotong.
“Gak usah bohong, lo ada masalah kan sama Mita?? Dan itu gegara Aurel.” Raefal terdiam, dia tidak tau darimana Kenzo mengetahuinya.
“*Aurel udah ketangkep, dan jelasin semuanya ke gua... Jadi itu alasan lo nerima Aurel?? Cuman buat ngelindungi rumah tangga gua padahal waktu itu gua masih jadi pria b*jat... Gua kira selama ini lo yang polos dan gak punya masalah, ternyata lo sama Al gak ada bedanya*.”
“Itu udah lama, gak usah dibahas.” Ucap Raefal enggan membahas masalah tersebut.
“Tapi gara gara lo diancem Aurel, lo sampe mempermalukan Mita dan putus persahabatan sama dia kan??”
“Gua gak ada pilihan lain, gua khawatir kalau Alina pergi pas kondisi masih hamil muda ntar yang ada anak lo kenapa napa... gua pikir mbujuk Caca gampang ternyata nggak... Dia masih marah sama gua... Kalau sampai gua pulang dia masih marah, ya gua pasrah ajalah... Itu juga salah gua.” Ucap Raefal terdengar putus asa. Saat Kenzo hendak menjawab, terdengar suara tangisan yang tak lain tangisan dari Kenzie.
“Lo jangan patah semangat, anak gua bangun... Gua tutup telefonnya.”
Tut.
"Lah tumben dia bisa panik." Lirih Raefal sembari menatap ponselnya.
Dia menghela napas panjang dan menatap pemandangan malam hari dari jendela. Malam yang gelap hanya ditemani bulan dan bintang yang bertaburan memenuhi angkasa membuat Raefal menatapnya dalam diam. Hingga tanpa dia sadar seseorang tersenyum mendengar percakapannya bersama dengan Kenzo.
Gua harus jelasin apalagi ke Caca?? Baru gua ngomong dia langsung pergi... Ya Allah. Batin Raefal sembari merilang rambutnya kasar dengan kedua tangannya.
Caca maafin gua lah, pasti bentar lagi si Al sama Gavin bakalan punya anak... Gua gak mau anak gua dibully bungsu sama kek gua... Dan gua yakin 100% Kenzie bakalan sama persis kayak Ken. Batin Raefal sembari tersenyum paksa. Raefal pun kembali ke kamarnya setelah merasa lebih tenang.
Di Vila Kenzo
Tampak Madira menenangkan Kenzie yang menangis. Karena kebetulan Madira tidak bisa tidur karena saking bahagianya atas kelahiran sang cicit. Dengan dibantu Jihan, Madira ke kamar Kenzo dan melihat Kenzie menangis.
__ADS_1
"Enzi udah tidur, mending oma juga tidur... Istirahat biar gak kecapean." Ucap Kenzo.
"Nanti, oma pengen bareng cicit oma... Kau tau Kenken, dia sangat mirip denganmu." Ucap Madira membuat Kenzo merilangkan rambutnya.
"Pastilah oma, karena gen ku paling mendominasi... Itu karena saat proses Alina hanya berteriak oma, dan tidak menikmatinya." Ucap Kenzo membuat Alina melotot dan mencubit pinggang Kenzo.
"Aw sayang?? Aku kan ngomong apa adanya." Ucap Kenzo.
"Setelah aku sembuh, jangan harap menyentuhku." Ancam Alina membuat Kenzo terdiam.
"Sayang kok kamu gitu sih?? Dosa loh, kalau kamu gak mau ya udah aku cari cewek diluar aja." Ucap Kenzo.
"1 tahun jangan menyentuhku." Ancam Alina.
"Hey sayang aku hanya bercanda... Tidak ada wanita lain selain kamu sayang... Kamu yang paling sexy." Ucap Kenzo dan berbisik dibagian akhir kalimatnya.
"Menjauh dariku."
"Tidak mau."
"MAS!!"
"Sepertinya kita harus memberikan Enzi adik lagi."
Madira yang melihat hal itu hanya tertawa kecil. Banyak konflik di rumah tangga mereka tapi pada akhirnya keduanya saling mencintai dan hidup bahagia. Terlebih kehadiran Kenzie membuat rumah tangga Kenzo dan Alina semakin erat. Tidak ingin mengganggu sepasang suami istri itu bertengkar kecil, Madira meminta Jihan agar menidurkan Kenzie di box dan mereka pergi perlahan.
"Loh sayang, oma mana?? (Menuju ke box Kenzie.) Kapan Oma pergi??" Ucap Kenzo. Kenzo pun mengunci pintu kamarnya kemudian menuju ke box Kenzie dan mencium kening putranya. Setelahnya Kenzo membaringkan tubuhnya disamping Alina dan memeluknya dari belakang.
"Sayang jangan ngambek dong... Ntar cantiknya ilang." Ucap Kenzo.
"Biarin, udah aku mau tidur jangan peluk peluk." Ucap Alina. Namun Kenzo tak memperdulikannya dan lebih mengeratkan pelukannya. Dia pun mencium pipi kanan sang istri.
Dia pun memejamkan matanya dan langsung terlelap. Saat napas Alina teratur, saat itulah Kenzo tau jika dia sudah tertidur. Kenzo membalikan posisi tidur istrinya dan menatap wajah cantik natural milik sang istri.
"Cantik banget sih istri aku." Lirih Kenzo kemudian menyentuh hidung istrinya dengan jari telunjuknya.
(Ini dia bambang bucin yang lagi jailin istrinya🤣👆🏻)
"Udah lelap rupanya, baiklah... Cepet sembuh sayang." Ucap Kenzo dan berbisik dibagian akhir kalimatnya. Tak lupa dia mencium kening dan bibir istrinya. Setelahnya, Kenzo pun tidur sembari memeluk erat istrinya.
Keesokan Harinya
Raefal membuka matanya saat terdengar ketukan pintu dari luar. Dengan malas, Raefal membuka pintunya meskipun dengan langkah sedikit gontai. Rupanya sang ibu yang membangunkannya.
"Ada apa ma?? Aku masih ngantuk, mau tidur lagi." Ucap Raefal hendak kembali masuk.
"Sayang! Kamu tuh gak peka ya, sama kayak papa kamu... Caca lagi siap siap mau jogging, tadi mama udah minta buat nunggu kamu." Jawab Zira.
"Hah?? Oke, oke 5 menit aku siap siap." Ucap Raefal bersemangat kemudian pergi ke kamar mandi.
Dia mencuci mukanya dan gosok gigi. Setelahnya dia memakai celana selutut dan hoodie berwarna abu abu dengan motif bewarna biru. Setelah selesai, Raefal menghampiri Mita yang terlihat menunggunya.
"Kalian hati hati ya sayang... Semangat joggingnya." Ucap Zira dan Dewi sembari melambaikan tangannya pada Raefal dan Mita.
"Pasti ma." Jawab keduanya bersamaan kemudian pergi. Sepanjang jogging hening, tidak ada yang bersuara. Sesekali Raefal melirik ke arah Mita yang fokus dengan jalan.
__ADS_1
"Ca, lo masih marah sama gua??" Tanya Raefal.
"Nggak, mana berani aku marah pada tuan muda Faresta." Jawab Mita tanpa mengalihkan pandangannya.
Raefal pun berhenti dan menceghat Mita dengan menarik tangannya. Raefal pun memojokan tubuh Mita ke pagar rumah orang. Dimana membuat Mita menatapnya takut.
"Apaan sih?!! Lepasin gak!!" Ucap Mita.
"Caca bisa gak lo dengerin penjelasan gua?!!!! Gua capek diginiin terus sama lo, gua minta maaf dan lo abaiin gua... Sekarang terserah, lo masih marah sama gua... Pada akhirnya lo tetep jadi istri gua." Ucap Raefal sembari menatap mata lentik Mita.
"Apa maksudmu??" Tanya Mita.
"Heh, ternyata lo belum tau... Alasan gua sama orang tua gua dateng itu buat bahas pernikahan kita... Lo lupa beberapa minggu lalu lo sendiri yang bilang setuju ke mama gua." Jawab Raefal. Mita terdiam dan baru mengingat hal itu.
"Kita nikah lusa... Ayo." Ucap Raefal sembari menarik tangan Mita.
"Apa?? Tunggu... Lepasin!!!" Ucap Mita. Raefal tak memperdulikannya dan tetap menggegam tangan Mita. Tanpa Raefal sadari, Mita tersenyum menatapnya.
"Loh sayang udah balik?? Kok cepet banget??" Tanya Zira menatap Raefal dan Mita yang baru datang.
"Aku mau nikah lusa." Ucap Raefal.
Byurr!!
Leon menyemburkan kopinya lantaran terkejut dengan ungkapan putra tunggalnya. Berbeda dengan Zira dan Dewi yang tampak bersemangat.
"Wah bagus nih, Caca kamu mau nak??" Tanya Zira.
"Aku—" Belum sempat berbicara, Raefal menarik pinggangnya agar lebih dekat.
"Pasti maulah ma, iya kan sayang??" Ucap Raefal.
"Huwaaa suami ku hubungi Lino, kita harus bikin resepsi semewah mungkin." Ucap Zira sembari menggoyangkan tubuh suaminya.
"Ntar malam 3 ronde—"
"50 ronde juga gak apa apa, cepetan!" Jawab Zira. Saat semuanya sibuk dengan pernikahan Raefal dan Mita, Mita menarik tangan Raefal membawanya pergi.
"Maksud kamu apa?? Aku belum mau nikah." Ucap Mita menatap Raefal tajam.
"Gua udah bilang kan tadi?? Jangan coba coba kabur." Ucap Raefal.
"Aku mau kabur besok... Kenapa??" Ucap Mita sembari menatap Raefal tajam.
"Yakin??" Tanya Raefal tersenyum devil.
"Yakinlah, kenapa kamu senyum gitu??" Jawab Mita kemudian kembali bertanya. Raefal menatap dari ujung kaki hingga wajah Mita membuat Mita menatapnya takut.
"Ja.... Jangan macam macam!" Ucap Mita dengan nada takut.
"Kalo lo kabur, gampang... Gua hamilin lo aja sekarang." Ucap Raefal sembari mendekati Mita. Mita pun hendak pergi namun Raefal menceghatnya dan memojokan tubuh Mita.
"Ja... Jangan macem macem!! Awas!!" Ucap Mita.
"Masih niat mo kabur?? Gua ini cowok loh, gak takut ntar malam sebelum lo kabur gua apa apain lo??" Tanya Raefal membelai wajah Mita.
"Ak... Aku bercanda, minggir." Ucap Mita kemudian mendorong tubuh Raefal dan pergi meninggalkannya.
__ADS_1
"Sorry kalo gua maksa lo Ca, cuman dengan cara ini biar lo mau dengerin penjelasan gua." Lirih Raefal sembari menatap punggung Mita yang menjauh.
Hehe, maaf kalau ceritanya sekarang lebih mengarah ke si bungsu... Soalnya kan yang lagi punya konflik dia, kasihan lah kalau adek gak ceritain gimana mereka akur😁 Extra partnya tinggal beberapa episode lagi kok, gak banyak banyak... Ntar di season dua bakalan nyeritain anak anak mereka yang punya karakter berbeda tentunya, jadi pantengin terus yah..... I Love You Readers😙💕