My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 11


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


...🥀MHKOT2🥀...


Gelak tawa dari Daffin dan Revan membuat pengunjung minimarket terheran heran. Bagaimana tidak?? Wajahnya yang tampan saja sudah menjadi pusat perhatian ditambah mereka tertawa dengan bebasnya.


"Bentar nih... Bentar, gua cuman nebak... Jangan jangan lo suka lagi ama siapa tuh namanya... Rasya nah iya." Ucap Daffin menahan tawa. Kenzie tak meresponnya, dia lebih memilih meminum soda kalengnya.


"Ayolah, jujur aja ama perasaan lo... Keburu dia diambil ama gua gimana??" Goda Daffin yang mana mendapatkan tatapan tajam dari Kenzie.


"Keknya dia ngamuk." Bisik Revan pada Daffin dan keduanya tertawa kecil.


"Pekan depan Kila bakalan ke Indo... Gua langsung lamar terus nikahin dia." Ucap Kenzie yang mana membuat Revan tersedak.


"Apa??! Lo... Lo bercanda kan?? Astaga nih anak... Emang bini lo mau di kasih makan apa?? Lo siap kalo si Kila bakalan berangkat pagi pulang tengah malam??" Tanya Daffin bertubi tubi membuat Kenzie terdiam. Yang Daffin katakan memang benar! Saat berpacaran saja jarang berkomunikasi, apa bisa dia bayangkan setelah menikah nanti??


"Pikirin lagi Enzi... Kita sahabat lo, kita pengen lo ngambil jalan yang bener dan ngedukung lo." Ucap Revan. Tampak Kenzie mengacak acak rambutnya.


"Sial!!" Umpat Kenzie.


"Oh iya, pekan depan kan kita ke puncak nih... Sekalian aja ajak your girlfriend." Ucap Daffin.


"Nah ide bagus... Sayangnya Veno kagak ikut." Ucap Revan. Yang mana membuat Kenzie menatapnya.


"Kenapa emangnya??" Tanya Kenzie.


"Haish, lo tau kan Om Al trauma berat gegara tante Lala sampe sekarang belum ketemu... Gak tau dia masih hidup atau meninggal... Dan sekarang dia cuman punya Veno, anak satu satunya... Otomatis dia gampang overthinking." Jelas Daffin.


"Lo bener... Gua cabut dulu, nih kembaliannya ambil aja." Ucap Kenzie sembari mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribu rupiah.


"Nah gini kan enak... Hati hati bro salam buat Rasya." Ucap Daffin sukses membuat Kenzie menatapnya tajam. Setelahnya, Kenzie menyalakan motornya dan meninggalkan kedua sahabatnya itu.


Lo lebih posesif pas gua bahas si Rasya daripada pacar lo sendiri... Enzi, Enzi... Gengsian amat jadi orang. Batin Daffin sembari menatap Kenzie yang perlahan menjauhinya.


Sesampainya di Vila


Kenzie memakirkan motornya digarasi. Setelahnya, Kenzie masuk kedalam Vila dan melihat lampu ruang tengah masih menyala. Yang artinya masih ada orang yang belum tidur.


"Heh bocah tidur!! Besok kan sekolah malah begadang lagi." Ucap Kenzie saat melihat si kembar tengah menonton konser kpop ditelevisi.


"Nah udah gua tebak kan bang, pasti EXO tampil duluan." Ucap Arka masih fokus menonton.


"Halah, ntar juga Blackpink tampil." Jawab Raka tak mau kalah.


"We are EXO... EXO saranghaja!!!! Huwaaa!!!" Teriak Arka begitu boyband asal korea selatan itu tampil di televisi.


Stress. Batin Kenzie sembari menggelengkan kepalanya pelan. Dia pun meninggalkan kedua adiknya itu dan memilih untuk kembali ke kamarnya.


"Eh Ar, tadi kayak ada suara abang... Kok gak ada siapa siapa??" Ucap Raka.


"Hah emang iya?? (Raka menatapnya horror.) Abang jangan nakut nakutin." Ucap Arka sembari mendekat ke arah Raka.

__ADS_1


"Heh bisa aja kan rumah Oma banyak dedemitnya... Siapa tau disini bekas kuburan para janda yang ditinggal duda terus semuanya jadi kuntilanak...—"


"Mana ada kuntilanak??" Ucap Dicko tiba tiba.


"Huwaaa setan duda Opa!!!" Teriak si kembar yang mana mendapatkan jeweran dari Dicko.


"Mana ada setan duda... Anak nakal kenapa belum tidur??" Ucap Dicko.


"Pocong setan duda Opa... Dia kan ditinggal kuntilanak... Aduh aduh sakit Opa!" Pekik Raka.


"Tidur sana! Ntar dimakan setan duda!!" Ucap Dicko membuat si kembar buru buru ke kamarnya.


"Bang, Arka tidur sama abang ya... Arka takut!!" Ucap Arka sembari memeluk lengan Raka tidak membiarkan Raka pergi.


"Heh lepasin!! Penakut amat sih, kalo Rina tau lo kek gini udah ilfil dia sama lo." Ucap Raka.


"Bang please ya!!! Abang kan baek!!" Ucap Arka. Raka menghela napas panjang mengajak saudara kembarnya masuk ke kamarnya.


"Uwu sayang abang." Ucap Arka sembari memeluk Raka.


"Hih, n*jis! Udah sana cuci muka habis itu tidur." Ucap Raka dan secepat kilat Arka pergi ke kamar mandi.


Sedangkan dengan Kenzie, dia tidak kunjung memejamkan matanya. Ucapan Daffin masih terngiang ngiang didalam pikirannya. Akhirnya Kenzie menyalakan lampu utamanya dan duduk dibibir ranjang.


Gua kenapa sih?? Batin Kenzie. Dia pun berdiri dan berjalan menuju ke balkon. Kenzie menyibak korden berwarna silver itu dan melihat suasana malam dikediaman sang nenek.


Haish, sejak kuliah Kila jarang ngasih kabar... Kemarin aja gua yang telefon, cih! Umpat Kenzie.


Alasan dia menyukai Syakila karena saat SMA Syakila sangat perhatian pada Kenzie. Dia bahkan nekat kembali dari Australia hanya karena Kenzie sakit. Namun begitu resmi berpacaran, Syakila berubah derastis. Dan itu membuat Kenzie kesal. Saat akan menutup kordennya, dia mendengar isakan tangis. Yang mana membuat Kenzie membuka jendela balkon dan mencari sumber suara.


Kayak dari kamarnya si jelek. Batin Kenzie. Dia pun naik keatas penyangga balkon dan lebih mendekatkan telinganya. Karena rasa penasaran yang besar, Kenzie melompat menuju ke balkon kamar Rasya. Dia pun sedikit mengintip darisana.


Kenzie terdiam. Dia menatap tetes demi tetes air mata Rasya. Terlihat jelas jika dia sangat sedih dan merindukan kedua orang tuanya. Bahkan dia nangis sampai sesegukan.


Gubrakk!


"Siapa??" Lirih Rasya. Dia pun menghapus air matanya dan berjalan menuju ke balkon.


"Nggak ada siapa siapa... Mungkin perasaanku aja." Lirih Rasya. Dia pun menutup kembali jendela balkon dan kordennya. Setelahnya, dia menyimpan kembali gelang pemberian almarhum ayahnya dan langsung tidur karena terlalu lama menangis membuatnya lelah.


Sepekan Kemudian


Di bandara. Seorang wanita berumur 21 tahun itu tampak menyeret kopernya. Dia menjadi pusat perhatian dengan pesonanya bak model. Terlebih wajah cantiknya itu membuat kaum adam terkagum kagum.


"Bee!" Panggilnya sembari berlari kecil dan memeluk kekasihnya.


"Hmm... Gitu dong nepatin janji." Ucapnya. Wanita itu tak lain Syakila yang baru saja kembali dari Australia. Dan kekasihnya?? Jangan ditanya, jelas saja Kenzie.


"Cie kayaknya ada yang kangen nih." Ucap Syakila sembari mencubit hidung Kenzie. Yang mana dibalas ciuman pipi oleh Kenzie.


"Ish kamu mah!" Ucap Syakila merona. Kenzie hanya terkekeh dan mengajak pujaan hatinya untuk masuk kedalam mobil mewahnya.


"Bee, kok kamu berubah." Ucap Syakila sembari menatap Kenzie.


"Berubah gimana??" Tanya Kenzie masih fokus menyetir.

__ADS_1


"Tambah ganteng." Jawab Syakila sembari tersenyum manis. Yang mana membuat Kenzie tertawa kecil.


"Jelaslah, tante sama om William gak ikut??" Tanya Kenzie.


"Kemarin lusa udah pulang duluan, biasa orang udah nikah mah bebas." Jawab Syakila.


"Hehe, jadi kamu lagi ngode nih ke aku?? Hmm??" Goda Kenzie membuat Syakila memalingkan wajahnya.


"Nggak tuh." Ketus Syakila yang mana membuat Kenzie terkekeh.


"Yakin?? Ntar aku dipaksa nikah sama mommy gimana??"


"Bee... Aku belum siap, aku gak mau hamil dulu sebelum jadi designer." Rengek Syakila. Lagi lagi ucapan itu membuat mood Kenzie down. Segitukah dia mengejar karirnya??Begitulah pikir Kenzie. Sadari Kenzie terdiam, Syakila menoleh menatap kekasihnya.


"Bee..."


"Hmm??"


"Kok diem?? Marah??"


"Nggaklah sayang... Buat apa aku marah iya kan??" Ucap Kenzie sembari tersenyum membuat Syakila bernapas lega.


"Oh iya, besok aku mau ke puncak... Kamu mau ikut??" Ajak Kenzie.


"Berdua??" Tanya Syakila.


"Berenam keknya... Soalnya dua sahabat aku ngajak doinya juga." Jawab Kenzie.


"Oke deh, tapi besok jemput ya." Ucap Syakila.


"Iya sayang." Jawab Kenzie. Sesampainya di kediaman William, Kenzie singgah sejenak berbincang dengan kedua orang tua Syakila. Dirasa sudah lama, Kenzie pun pamit untuk pulang.


"Sayang ayah mau bicara sama kamu." Ucap William pada putri semata wayangnya.


"Iya ayah??" Tanya Syakila.


"Kamu yakin Enzi bakalan nungguin kamu??" Tanya William tiba tiba membuat Syakila terkejut.


"Maksud ayah apa?? Enzi pasti bakalan nungguin aku kok, dia kan cinta sama aku—"


"Cinta bisa berubah kapan saja... Kila, fokuslah ke karirmu... Baru mencari pendamping hidup kamu." Ucap William sembari memegang kedua bahu putrinya.


"Tapi ayah, aku nggak mau Enzi semakin menjauh dari aku... Kila nggak mau kehilangan Enzi." Jawab Syakila.


"Mas, jangan paksa dia... Kila sudah dewasa biarkan dia ambil jalannya sendiri." Ucap Sisya.


"Tapi sayang...."


"Mas." Ucap Sisya. Yang mana membuat William menatap putrinya yang pergi menjauhinya.


...Rasyalina Putri...



...VS...

__ADS_1


...Syakila Arayani Zufana...



__ADS_2