
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
...🥀MHKOT2🥀...
Di Kediaman Azura
Kenzie merasa terganggu saat terdengar ketukan pintu yang sangat keras. Yang mana membuat Kenzie menutup kepalanya dengan bantal. Dan Kenzie tambah kesal saat ketukan itu tambah keras.
"B*ngs*t!!!! Apaan sih?!!" Kesal Kenzie sebelum akhirnya membuka pintu. Dilihatnya Alina menatapnya tajam dan langsung menarik telinga putra sulungnya itu.
"Aduh... Aduh!!! Sakit mommy!!! Apaan sih mom?!!!" Pekik Kenzie.
"Apaan?!! Kamu bohong sama mommy kalau nggak ada jam pagi kan?!! Kenapa baru bangun?" Tanya Alina sembari melepaskan jewerannya kasar.
"Aduh... Kan cuman bolos beberapa doang mom... Kepalaku pusing, kayaknya hangov—"
"Apa?? Hangover maksud kamu?? Jadi semalam kamu dari Club lagi?!!! (Mendorong Kenzie masuk ke kamar mandi.) Kamu mandi, ganti baju habis itu turun... Mommy bikinin susu jahe biar nggak terlalu pusing!" Ucap Alina kemudian pergi.
Bamm!!
"Ish! Mommy nyebelin banget sih... Sial!! Kepala gua kek pecah." Ucap Kenzie sembari memegangi kepalanya. Dia pun keluar dari dalam kamar mandi dan mengambil handuk. Setelahnya dia pun kembali masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri.
Sedangkan di dapur, Alina menyiapkan sop ayam dan susu jahe agar memulihkan keadaan Kenzie. Meskipun dia kesal dan marah, namun Kenzie tetap anaknya. Dan sudah menjadi kewajibannya mengurus dan merawatnya.
"Assalamualaikum, Kami pulang!!!" Ucap si kembar bersamaan kemudian menghampiri Alina dan mencium punggung tangannya.
"Walaikumsalam, loh tumben jam segini udah pulang??" Tanya Alina. Tampak Arka mencuci tangannya bergiliran dengan Raka.
"Raka kebetulan gak ada jadwal futsal." Jawab Raka sembari menyomot bakwan yang di siapkan untuk makan siang.
"Arka juga mom... Pak Miko ada kepentingan jadi nggak ada jadwal band." Timpal Arka sembari duduk disamping saudara kembarnya.
"Oh gitu, bukan mau ketemu Fatimah kan??" Goda Alina pada Arka.
"Ish, mommy apaan sih." Kesal Arka sembari memanyunkan bibirnya. Yang mana membuat Alina mencubit pipi putranya.
"Aduh, sakit mommy." Kesal Arka.
"Mom, itu sop ayam buat oma??" Tanya Raka.
"Buat abang kamu." Jawab Alina.
"Yah kok buat seporsi doang sih mom?? Arka kan mau." Ucap Arka.
"Kan ada ikan goreng kesukaan kamu." Ucap Alina. Dan dengan semangat Arka mengambil nasi dan ikan goreng kesukaannya.
"Oh iya, nanti kalian ikut abang kamu ambil jas di butik Oma Zira." Ucap Alina.
"Arka nggak ikut lah mom—umm" Ucapan Arka terjeda lantaran Raka menyumpalnya dengan bakwan.
"Mau ngapain lo?? Ngapelin Fatimah mulu lo." Ucap Raka membuat Arka cemberut sembari mengunyah bakwannya.
"Acaranya ntar malem, kita sekeluarga harus hadir disana... Toh Daddy kan sahabat baiknya." Ucap Alina.
"Iya mom, Arka ikut." Ucap Arka lirih. Raka tersenyum dan merangkul leher saudara kembarnya itu.
"Nah gitu dong... Ntar kita jadi pusat perhatian karena karisma, ketampanan dan kewibawaan." Ucap Raka. Hingga tiba tiba telinganya merasa tertarik. Dan itu ulah Kenzie.
"Aduh sakit!!! Abang apa apaan sih?!!" Kesal Raka.
"Ngimpi ketinggian amat jadi bocah."Ucap Kenzie sembari duduk disamping Arka.
"Emang faktanya kok, buktinya Mia tergila gila sama aku." Ucap Raka percaya diri.
"Gak kebalikannya?? Mia cewek kalem kayak gitu suka sama cowok kang onar kayak kamu?? Mustahil." Ucap Kenzie sembari meminum susu jahe buatan ibunya.
__ADS_1
"Nah, bener bang... Mari kita bandingkan... Mia Triana Saputri, Kelas 9A... Tercatat siswa paling rajin seSMP Tunas Jaya... Dengan, Raka Azura Zaryana... Kelas X MIPA 3... Tercatat siswa paling RAJIN... bolos seSMA Diamond Bangsa." Ucap Arka yang mana membuat Raka kesal dan menjitak kening Arka.
"Hahaha... Kek langit dan bumi." Ucap Kenzie membuat Raka kesal. Dengan cemberut, Raka memakan makan siangnya.
"Noh kembaran kamu keknya masih gak mau ngaku." Bisik Kenzie.
"Sudah, sudah... Enzi, habis ini kamu sama adek adek kamu ke butik Oma Zira... Ambil jas... Ntar kalau nggak suka kan bisa milih sendiri." Ucap Alina.
"Iya mom." Jawab Kenzie.
"Masih pusing kan?? Di makan sop ayamnya." Ucap Alina.
"Nggak ah... Mommy kan tau aku gak suka sop ayam, lagi an cuman pusing kok." Ucap Kenzie.
"Makan sendiri atau mommy suapin??" Tanya Alina.
"Mommy..." Rengek Kenzie.
"Ya udah sini mommy suapin." Ucap Alina sembari bangkit dari duduknya dan mengambil mangkuk berisi sop ayam itu.
"Mommy... Iya... Aku makan sendiri—"
"Buka mulut kamu! Ayo... Aaaa." Ucap Alina sembari menyondorkan sesuap nasi dan sop ayam itu.
"Arka foto abang cepet!!! Ntar diunggah!!" Ucap Raka. Dan dengan cepet Arka mengambil ponselnya kemudian memotret sang kakak yang terpaksa menerima suapan dari Alina.
"Heh! Jangan difoto!! Arka!! Adam!!! Musa—umm" Ucap Kenzie terjeda saat Alina memasukan sesuap nasi kemulutnya.
"Hahaha!!! Arka kirim ke Oma cepetan!! Ntar biarin Oma sama opa liat... Sekalian aja kak korea." Ucap Raka. Arka pun menganggukan kepalanya dan mengirim foto tersebut pada Lina. Seketika Kenzie bangkit dari duduknya dan secepat kilat si kembar berlari menjauh.
"Heh Arka!!! Hapus gak?!!! Arka!! Ntar abang kirim foto kamu pas tidur ke Fatimah!" Teriak Kenzie.
"Hawa udah tau kok!!! Bleee!!!" Ejek Arka. Kenzie pun melempari kedua adiknya dengan bantal sofa. Melihat hal itu, Alina tersenyum melihat keluarga kecilnya. Yang mana membuatnya lupa dengan kesedihan dimasa lalu.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam, mas kamu udah pulang?" Ucap Alina sembari membawakan coat dan tas kerja sang suami.
"Lagi ribut di ruang keluarga." Jawab Alina sembari menujuk ke arah Kenzie yang tengah ribut dengan si kembar.
"Enzi ini... Oh iya sayang, Oma bilang Rasya setuju." Ucap Kenzo.
"Syukurlah... Akhir bulan nanti, mereka bisa nikah dong." Ucap Alina dengan wajah bahagianya.
"Tapi..." Ucap Kenzo menggantung membuat Alina mengerutkan keningnya.
"Tapi kenapa mas??" Tanya Alina.
"Tidak apa apa, ya sudah aku mandi dulu." Jawab Kenzo sembari tersenyum menyembunyikan kegelisahannya.
Mas kenapa ya?? Sepertinya dia gelisah?? Batin Alina sembari menatap punggung suaminya menjauh.
Gimana kalo Kila neror rumah tangga Kenzie sama kayak Aurel dulu?? Astghafirullah, wanita itu membuat ku kesal. Batin Kenzo.
Di Kediaman Saputra
Daffin tengah duduk santai di balkon guna menghilangkan rasa pusingnya. Meskipun dia tidak hangover, tapi tetap saja kepalanya terasa pusing. Dia menatap pemandangan taman bunga kesukaan adiknya itu.
"Gua harus selidiki... Apa cewek itu j*lang atau nggak... Gara gara kebanyakan minum jadi sembarangan beli cewek." Lirih Daffin sembari memijit keningnya.
Tok!! Tok!! Tok!!
"Iya bentar."
Cklekk!!
"Mia?? Bawa apa kamu??" Tanya Daffin saat melihat adiknya membawa baki berisi jus alpukat dan semangkuk Oatmeal.
"Mama bilang kakak hangover... Jadi, Mia bikinin jus alpukat biar kakak dapet asupan kalium sama oatmeal buat ngurangi pusing dan lelah kakak." Jawab sang adik yang tak lain Mia. Melihat perhatian adiknya pun membuat Daffin tersenyum dan menghusap puncak kepala Mia.
__ADS_1
"Cuman pusing dikit kok—"
"Pokoknya kakak makan... Mama masih marah sama kakak, nanti kalau liat kakak sakit mama bakalan tambah marah." Ucap Mia memotong.
Bukannya marah tapi Daffin tersenyum melihat kepedulian adiknya. Meskipun adiknya kutu buku dan pendiam. Tapi jika dengan orang terdekatnya, Mia akan sangat peduli dan perhatian.
"Iya nanti kakak makan... Ngapain masih disini??"
"Mia nggak percaya sama kakak... Jadi Mia tungguin sampe oatmeal sama jus alpukatnya habis." Jawab Mia sembari duduk disofa. Daffin menggelengkan kepalanya pelan dan duduk disamping Mia.
"Kamu kok tumben udah pulang, katanya try out." Ucap Daffin sembari memakan oatmealnya.
"Cuman ngerjain try out habis itu pulang." Jawab Mia singkat dengan wajah datar seperti balok es. Daffin yang sudah biasa dengan sifat adiknya itu hanya menganggukan kepalanya pelan.
"Tau Raka kan?? Adeknya sahabat kakak." Tanya Daffin.
"Tau."
"Kenapa dia bisa kenal kamu??"
"Pas kemah."
"Kemah??" Tanya Daffin dengan kening berkerut. Tampak Mia menganggukan kepalanya pelan.
"Dia kan alumni SMP Mia, dan kebetulan jadi pendamping regu Mia... Makanya kenal." Jawab Mia singkat.
Ya Allah, anak siapa sih ini?? Datar banget, heran gua kenapa si Zaiman itu suka sama Mia. Batin Daffin.
"Katanya dia suka sama kamu." Ucap Daffin sesaat sebelum meminum jus alpukatnya.
"Kan dia, bukan Mia." Jawab Mia datar.
"Kamu suka sama Raka??" Tanya Daffin.
"Nggak, kan kakak sendiri yang bilang kalo aku nggak boleh deket sama laki laki dulu." Jawab Mia dengan polosnya.
"Baguslah... Kakak setuju aja sih kalo kamu sama Raka." Ucap Daffin kemudian meminum jus alpukatnya sampai habis.
"Mia pergi dulu." Ucap Mia sembari membawa baki dengan mangkuk dan gelas kotor itu.
"Meskipun gua kadang kesel sama sifat temboknya dia... Tapi tetep, dia adek gua... Dan gua harus lindungi dia." Ucap Daffin sembari menatap punggung adiknya yang menjauh.
You are... My Obsession!!!
Ponsel Daffin berdering menandakan ada telefon masuk. Yang mana membuat perhatiannya teralih dan mengangkat telefon tersebut tanpa melihat siapa yang menelefon.
📞
“Halo.” Ucap Daffin.
“Halo tuan.”
Terkejut dengan suara si penelfon, membuat Daffin menatap ponselnya sekilas.
“Tuan??”
“Ah iya... Kenapa??” Tanya Daffin.
“Sekarang sudah jam 2 tuan... Apa dibatalkan??”
Ucapan itu membuat Daffin menatap arlojinya.
“Oh iya... Maaf, gua jemput lo sekitar 15 menit lagi... Jangan kemana mana, tungguin gua!” Jawab Daffin.
“Baik tuan.”
“Gua tutup telefonnya.” Ucap Daffin.
Tut.
__ADS_1
Pantesan kepala gua sakit, orang gua aja bangun jam 1... Eh, si bontot sama Enzi lagi apa yah?? Batin Daffin. Dia meletakan ponselnya diatas nakas kemudian bersiap siap untuk pergi.
Minalaziwalfaizin, Mohon maaf lahir dan batin... Maafin adek kalau ada salah baik disengaja maupun tidak yah☺😘❤🤗