
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
...🥀MHKOT2🥀 ...
•Flashback on
Sejak kejadian semalam, Alveno menjadi lebih pendiam. Dia bahkan tidak sarapan dan langsung ke kantor. Dia juga mengabaikan Lala dan Alzero yang memanggilnya.
Di kantor Para karyawan tidak berani menyapa Alveno. Mereka hanya membungkukan tubuhnya saat sang pemimpin perusahaan datang.
Bukan tanpa alasan, wajah Alveno sangat menyeramkan dan itu membuat para karyawan takut. Sesampainya di ruangan, Alveno langsung duduk di kursi berputarnya. Dia menghela napas panjang dan menyandarkan tubuhnya.
Siapa Lee Min Ho itu?? Apa dia sahabat Lili?? Atau bahkan mantan kekasihnya, aku harus meminta Tama untuk menyelidiki siapa Lee Min Ho. Batin Alveno. Saat hendak membuka laptopnya tiba tiba ponselnya berdering. Segeralah dia mengangkatnya.
📞
“Halo tuan muda.”
“Hmm, ada apa??” Tanya Alveno.
“Cctv yang anda minta semalam sudah aku kirim hasilnya ke email anda... Namun ada kejanggalan tuan, saat itu juga nona Syakila ada di club yang sama.”
“Kau tau itu??”
“Iya tuan, karena kejanggalan itu saya menyelidikinya... Dan hasil penyelidikannya dia nona muda dan cucu satu satunya dokter Morgan... Dia pergi bersama dengan seorang pria tak lain Jason Alexander.... Dan kejanggalannya wajah Jason Alexander diubah menjadi wajah tuan muda Azura... Saya rasa ini ulah editor yang sangat berbakat.”
“Selidiki itu, kabari aku jika ada sesuatu.” Ucap Alveno kemudian menutup telefonnya.
Tut.
Sepertinya akan terjadi sesuatu pada Enzi, Aku harus menyelidikinya. Batin Alveno.
Beberapa saat kemudian, anak buah Alveno berhasil menyandra editor yang melakukan hal tersebut. Dia terpaska menurutinya karena Syakila membayarnya dengan mahal.
"Ada alasan lain agar kau.... Tetap hidup!" Ucap Alveno dengan wajah dinginnya.
"Tuan... Biarkan saya hidup, kasihan istri dan anak saya."
"Aku sudah membunuh banyak pria yang memiliki keluarga, kau pikir aku peduli??" Ucap Alveno yang mana membuatnya ketakutan.
"Jika ingin tetap hidup, ikut denganku dan bersaksi! Bawa dia!!" Ucap Alveno.
•Flashback off
"Wow!!! Kak Veno the best, kakak seperti mafia tahun 90an yang mengancam penyandra." Puji Raka sembari mengacungkan kedua jempolnya.
"Kenapa kau tau banyak tenang mafia??" Tanya Kenzie sembari memicingkan matanya penuh selidiki.
"Kenapa memangnya?? Semua orang pasti tau hal itu jika membaca artikel mengenai mafia." Jawab Raka dengan santainya.
"Begitukah?? Tapi kau tadi keren... Kenapa tidak kau siram dia dengan tinta??" Ucap Kenzie sembari merangkul leher adiknya.
"Enzi, ajari adikmu yang baik!" Ucap Alina sembari memukul kecil lengan Kenzie.
__ADS_1
"Veno ayo masuk, kita sarapan bersama." Ajak Alina.
"Lain kali saja tante, masih banyak pekerajaan yang harus aku urus... Permisi, Assalamualaikum." Pamit Alveno.
"Walaikumsalam, hati hati bapak." Ucap Kenzie yang mana membuat Kenzo tersenyum.
Panggilan itu mengingatkan ku pada Alzero... Astaga, ingin rasanya aku mengulang kembali masa mudaku. Batin Kenzo.
Jadi selama ini, kak Kila yang benci sama Rasya bahkan sampai tega menuduhku. Batin Rasya sembari menatap perginya Alveno.
"Rasya... Rasya, kamu nggak apa apa nak?? Kamu memikirkan sesuatu??" Cemas Alina. Rasya kebetulan disana karena dia ingin menjenguk Raka yang sakit. Namun nyatanya, Raka terlihat sangat baik baik saja. Seolah luka itu tidak ada apa apanya.
"Kak korea pasti mikirin soal si abang bully dia padahal yang bunuh kucing kesayangannya kan kak Kila." Ucap Raka yang mana membuat Kenzie teringat.
"Bu... Bukan itu, mom... Dad, Rasya pamit—"
"Biar gua anter... Ayo, Assalamualaikum." Pamit Kenzie kemudian menarik Rasya pergi.
"Hahaha, abang gengsi!" Ejek Raka.
"Memangnya kamu tidak?? Bukankah selama ini kamu yang naksir sama Mia tapi kamu memutar balikan fakta." Ucap Kenzo yang mana membuat Raka terdiam.
"Daddy apaan sih!" Kesal Raka kemudian masuk kedalam.
Semoga aja si Arka gak apa apa, awas aja kalo dia sampe luka. Batin Raka.
"Semoga aja Mia daftar di SMA sama kayak gua... Biar kalo dia kenapa napa, gua bisa lindungin dia." Lirihnya kemudian masuk kedalam kamar.
Sedangkan dengan Kenzie
Dia merasa sangat sangat bersalah karena selama ini dia membenci gadis yang bahkan tidak melakukan kesalahan apapun. Dia ingat benar bagaimana dia membully Rasya dan perhatian dengan Syakila.
"Kak kita mau kemana??" Tanya Rasya.
"Ke suatu tempat, lo berangkat siang kan... Udah tenang aja ntar gua yang anter." Jawab Kenzie yang mana membuat Rasya terdiam.
Sesampainya disebuah taman
Rasya turun dan tersenyum lebar kala dia melihat taman yang indah dengan dua kursi. Ini seperti taman pribadi dan sangat cocok untuk menyendiri. Kenzie ikut tersenyum melihat senyuman Rasya. Padahal dulu Kenzie sangat membenci senyuman itu.
(Visual taman👆🏻.)
"Lo suka?? Daddy bilang taman ini tempat mommy sembunyi kalo lagi ngambek... Bagus gak??" Tanya Kenzie.
"Bagus banget kak, Rasya suka banget." Jawab Rasya dengan wajah bahagianya.
"Tapi kenapa kakak ajak Rasya kesini??" Tanya Rasya sembari menatap Kenzie.
Kenzie menggegam tangan Rasya yang mana membuat Rasya terkejut. Dia menatap Kenzie. Dilihatnya tatapan Kenzie sayu, tatapan yang dulu menatapnya penuh kebencian kini menatapnya dengan hangat. Rasya menyukai itu, berharap seperti itu selamanya.
"Gua terlalu gengsi buat minta maaf didepan daddy mommy apalagi Raka... Itu sebabnya gua ajak lo kesini... Gua mau minta maaf karena selama ini gua bully lo padahal lo gak buat salah apa apa." Ucap Kenzie.
"Kakak gak perlu minta maaf, Rasya udah maafin kakak sejak lama kok... Karena Rasya tau kalo kakak belum tau kebenerannya." Jawab Rasya yang mana membuat Kenzie menatapnya tak percaya.
"Toh itu udah terjadi... Dan Rasya udah lupain itu, jadi kakak nggak usah ngerasa bersalah... Rasya udah maafin kakak." Timpalnya lagi. Tanpa babibu, Kenzie memeluk tubuh mungil Rasya.
__ADS_1
"Thanks... Makasih udah mau maafin gua, makasih karena lo gak benci sama gua." Ucap Kenzie. Rasya pun tersenyum dan membalas pelukan Kenzie.
"Rasya juga suka kakak." Ucap Rasya yang mana membuat Kenzie membelakan matanya. Dia melepaskan pelukan perlahan dan menatap Rasya.
"Ma.. Maksudnya??" Tanya Kenzie.
"Ka... Kakak waktu itu bilang suka Rasya kan?? Dan kakak pengen jawabannya, jawaban Rasya... Rasya suka kakak sejak lama." Jawab Rasya tanpa berani menatap manik Kenzie. Rasanya dia malu. Kenzie tersenyum, dia mengangkat dagu Rasya agar menatapnya.
"Jadi itu sebabnya lo terima perjodohan ini?? (Rasya menganggukan kepalanya.) Dan lo juga gengsi, sejak lama lo suka gua tapi lo gak pernah jujur sama gua." Ucap Kenzie. Rasya hanya tersipu malu.
Kenzie memegangi pipi kiri Rasya sembari mendekatkan wajahnya perlahan. Rasya memejamkan matanya dan saat kedua bibir itu beradu, tangan Kenzie beralih menarik tengkuk Rasya agar lebih memperdalam ciumannya. Sedangkan kedua tangan Rasya meremas kaos bagian pinggang kanan dan kiri Kenzie. Dia gugup karena ini ciuman atas dasar suka sama suka, bukan karena bully. Cukup lama berciuman, Kenzie menarik Rasya kedalam pelukannya.
"Aku suka kamu Rasya." Ucap Kenzie.
"Rasya juga suka kakak." Jawab Rasya sembari membalas pelukan Kenzie. Kenzie melepaskan pelukannya. Dia menatap Rasya.
"Gua janji, setelah kita nikah... Gua bakalan jaga dan lindungi lo... Lo percaya kan??" Ucap Kenzie.
"Iya Rasya percaya." Jawab Rasya. Kenzie tersenyum dan lagi lagi mencium bibir Rasya singkat. Setelahnya Kenzie mengantar Rasya pulang untuk bersiap siap ke kampus.
...🥀🥀🥀...
"Arka lari!!! Ada polisi!!!" Ucap Yudha. Mendengar hal itu pun, CS.s kabur meninggalkan para siswa Trijaya yang sudah terkapar.
"Arghh!!! Sial, kok ada polisi??!" Umpat Arka.
"Cowok SMA Trijaya emang gitu Ar, mereka peng*cut makanya panggil polisi." Jawab Yudha yang menyetir.
"Kita ke basecamp sekarang." Ucap Arka.
"Siap boss!!!" Jawab mereka serentak. Arka mengacak acak rambutnya kasar.
Gua harus kasih tau si abang... Biar mampus tuh SMA Trijaya. Batin Arka.
Sesampainya di basecamp, mereka beristirahat sembari menikmati beberapa cemilan atau minuman. Sedikit info, basecamp CS.s paling elite diantara geng motor lainnya. Tentu karena dana dari anak geng motor itu yang tidak main main. Arka dan Raka sebenarnya tidak membeli album. Dia mengumpulkan uang untuk kemajuan geng motornya.
Dan Alina maupun Kenzo tidak curiga karena memang kamar Raka dan Arka sudah penuh dengan album dan hal hal yang berbau Kpop membuat mereka percaya jika uang itu tidak disalah gunakan. Namun keinginan Raka untuk mengangkat geng motornya menjadi agen mafia sangat besar. Dia tau apa resikonya namun dia tetap ingin melakukan itu.
"Untung aja uncle gua gak liat... Bisa jadi rendang gua kalo uncle liat." Ucap Amal.
"Uncle lo polisi dan lo geng motor?? Gil@ parah bor." Ucap Yudha.
"Hooh, lebih parah lagi adek bokap gua Interpol dan kakak nyokap gua tentara sama kayak bokap gua... Makanya gua dipaksa buat jadi tentara, gua si ogah." Ucap Amal.
"Adek bokap lo Interpol?? Yang bener??" Tanya Yudha.
"Hooh, dia udah banyak nangkep mafia sama pengedar narkoba disekitar Milan, Amerika sama Berlin." Jawab Amal.
"Wih... Gua kira orang luar doang yang jadi Interpol." Ucap Yudha kagum. Kini tatapan Yudha beralih pada Arka yang terdiam.
"Kenapa lo?? Mikirin doi??" Goda Yudha.
"Sialan lo! Bukan itu... Gua tadi liat cowok yang make seragam SMP, kalian liat gak??" Tanya Arka.
"Oh lo liat juga?? Dia kalo gak salah SMP Tunas Jaya, anggota geng motor SMP itu... Namanya... Duren... Eh apa sih itu." Ucap Yudha.
"Darren Bege!!" Ucap Amal sembari menjitak kening Yudha.
__ADS_1
"Darren?? SMP Tunas Jaya?? Semoga aja dia gak gangguin si Mia." Lirih Arka.