My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 44


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


...🥀MHKOT2🥀 ...


Di Kediaman Azura


Semua pelayan tengah sibuk mendekor halaman vila megah tersebut. Karena Kenzie meminta pesta pertunangan digelar outdoor, jadi pilihan tempatnya tak lain halaman depan. Pestanya akan digelar nanti malam. Di saat lainnya sibuk dengan kegiatannya, Kenzie justru sibuk bertelefonan dengan Rasya sejak sehabis mandi dan baru selesai sekarang.


"Enzi... Mommy udah pilihin jas buat nanti malam." Ucap Alina sembari membawakan jas yang dia pilih.


"Mommy emang the best! Oh iya, kan harusnya besok kok jadi ntar malam mom??" Tanya Kenzie.


"Besok si kembar les... Kasihan dia gak bisa liat pertunangan kamu, jadi daddy bikin acaranya malam ini." Jawab Alina dan direspon anggukan oleh Kenzie.


"Si kembar udah dewasa ya mom." Ucap Kenzie.


"Kamu ini lucu, masa iya si kembar harus kecil dan tidak tumbuh??" Ucap Alina sembari menggelengkan kepalanya pelan.


"Bukan begitu mom... Mommy sama daddy nggak jodohin mereka kan??" Tanya Kenzie membuat kening Alina berkerut.


"Kenapa kamu tiba tiba menanyakan hal itu???" Tanya Alina.


"Mom... Cukup Enzi yang ngerasain gimana rasanya dijodohin, jangan si kembar... Mommy lihat kan, Raka... Pria yang ogah ogahan buat cari cewek justru suka ke cewek pendiam kayak Mia... Dan Arka... Mommy harusnya tau kalau Arka dan Fatimah udah kayak Nabi Adam a.s dan Siti Hawa... Nggak bisa dipisahin... Mommy tau nggak apa yang aku, Daffin, R dan Veno harepin?? Cukup kita yang ngerasain gimana rasanya dijodohin jangan adik maupun anak anak aku kelak mom... Mereka berhak cari pendamping hidupnya sesuai keinginannya." Ucap Kenzie yang mana membuat Alina meneteskan air matanya. Sadar ibunya menangis, Kenzie menatapnya.


"Mom... Mommy jangan nangis, Enzi nggak bermaksud—"


"Mommy terharu sama kalian... Mommy pikir kalian sibuk mencari masalah dan membuat onar... Tapi, ternyata kalian sudah berpikir lebih kedepan... Mommy bangga dan maafin mommy kalau sudah memaksakan kehendakmu Enzi." Ucap Alina. Kenzie menangkup wajah sang ibu dengan kedua tangannya.


"Aku mengharapkan itu karena aku sadar mom... Nggak semua seberuntung Enzi... Meskipun awalnya nolak tapi begitu kenal dan akhirnya saling mencintai sebelum menikah, itu sebuah keberuntungan mom... Dan jika kelak Enzi punya anak perempuan terus dijodohin dan nasibnya sama kayak mommy gimana?? Mommy yang sabar hadapin daddy yang dulu selalu semena mena ke mommy... Itu yang Enzi pikirin mom." Ucap Kenzie. Alina menghapus air matanya dan memegangi kedua bahu anaknya.


"Mommy bangga... Setidaknya sifat buruk daddy kamu tidak menurun... Perlakukan Rasya dengan baik, kamu mencintainya bukan?? Maka bahagiakanlah... Dan jika suatu hari ada masalah yang akan datang, kalian hadapi bersama... Jangan bebankan pada satu orang... Mengerti??" Ucap Alina.


"Mengerti mom." Jawab Kenzie.


"Mommy tinggal dulu ya." Ucap Alina dan diangguki oleh Kenzie.


Meskipun mommy nggak cerita seperti apa bejatnya daddy tapi aku tau mom... Enzi beruntung lahir jadi anak mommy... Maafin Enzi yang selalu bikin onar dan buat mommy emosi... Enzi sayang mommy dan daddy. Batin Kenzie.


"Eh iya, saking sibuknya sama masalah masing masing... Jadi jarang nongkrong... Semoga aja habis married bisa nongkrong bareng lagi." Ucap Kenzie.


I put my armor on, I'll show you that I am


Baru hendak keluar, ponselnya berbunyi. Dilihatnya telefon dari Alveno. Segeralah Kenzie mengangkatnya.


📞


“Halo papih—”


“......”


“Mengincar kita?? Lalu apa yang harus kita lakuin??”


“......”


“Gua paham.”


Tut.


"Aaaa! dulu gua cari masalah dan sekarang masalah nyari gua... Sialan!" Umpat Kenzie. Dia pun keluar menghampiri keluarganya yang tengah sibuk.

__ADS_1


"Cieee yang mo tunangan... Abang janji kan beliin ps." Ucap Arka.


"Hmm, emang besok kalian les apaan?? Kata mommy besok kalian les." Ucap Kenzie.


"Les?? Loh bang kan kita kan libur 3 hari karena kelas 3 ujian... Emang kita ikut les??" Ucap Arka.


"Nah iya tuh... Keknya mommy boong." Ucap Raka sembari menyilangkan kedua tangannya didepan dada.


"Nah kan kebiasaan mommy mah... Dikira gak gugup apa?!" Kesal Kenzie.


"Hahaha!!! Abang bisa gugup juga." Ejek si kembar sembari tertawa lepas.


"Heh dasar bocah! Manusia normal ya guguplah! Coba kamu bayangin nikah sama Fatimah gugup gak??" Ucap Kenzie menatap Arka.


"Gugup sih... Aduh gak bisa bayangin kalo Hawa pake baju pengantin." Ucap Arka mulai menghalu.


"Kalo aku sih nggak... Toh kalau udah sah kan bebas apa apain si Mia... Mau cipika cipiki cibibi malah sekalian bikin dedek." Ucap Raka.


"Ini nih ciri ciri bucin kagak ada obat." Ucap Kenzie sembari menyentil kening Raka.


"Abang apaan sih?!! Mainnya nyentil kening gak sekalian nyentil ginjal!" Kesal Raka.


"Udah diem... Mau abang kasih tau sesuatu gak??" Tanya Kenzie.


"Kasih tau apa??" Ucap si kembar penasaran.


"Abang mau kasih tau kalo... Model jas kalian sama!" Ucap Kenzie kemudian kabur begitu saja.


"Abang!!!!" Teriak si kembar membuat para pelayan menggelengkan kepalanya melihat sikap para tuan mudanya.


Di Kediaman Saputra


Nala tengah duduk termenung dipinggir kolam. Baru semalam Laura tinggal, Daffin sedikit mengabaikannya. Tetapi lebih tepatnya Nala yang mengabaikannya. Karena entah mengapa saat melihat Daffin, hati Nala merasa sakit.


"Kakak ipar... Kakak kenapa duduk disitu sendirian??" Tanya Mia yang baru pulang ujian.


"Ternyata udah jam satu." Lirih Nala. Mia meletakan tasnya dan duduk disamping Nala.


"Kakak ipar mikirin yang tadi pagi ya??" Tanya Mia.


"Hehehe, nggak kok... Lagi mikir mau pake gaun apa buat pesta pertunangan teman kakak kamu." Jawab Nala.


Kakak ipar pasti nyembunyiin ini dari Mia, lebih baik Mia jangan bahas soal tadi pagi. Batin Mia.


"Assalamualaikum, kami pulang." Ucap Gavin dan Daffin bersamaan. Yang mana membuat Nala menghampiri Daffin.


"Walaikumsalam sayang... Mau mandi?? Aku siapin air anget." Ucap Laura yang tiba tiba saja langsung menghampiri Daffin. Membuat Nala terhenti dari langkahnya.


"Aku bisa mandi sendiri... Istriku tersayang aku membelikanmu gaun untuk nanti malam." Ucap Daffin sembari memberikan paper bagnya pada Nala. Yang mana membuat Nala tersenyum karena Daffin ternyata tidak mengabaikannya justru dirinya sendiri.


"Terima kasih." Ucap Nala. Daffin tersenyum dan mencium singkat pipi Nala.


"Lalu mana gaunku??" Tanya Laura yang mana membuat senyuman Nala pudar.


"Lo lagi hamil kan? Gak usah ikut." Jawab Daffin dingin.


"Daffi—"


"Bener kan ma?? Kalo orang hamil gak boleh capek??" Ucap Daffin. Nia yang tau jika putranya kesal, dia menganggukan kepalanya.


Kenapa aku sakit saat melihat Daffin mencemaskan Laura?? Batin Nala sembari menunduk.


"Mandikan aku." Bisik Daffin kemudian menggandeng tangan Nala agar pergi bersamanya.

__ADS_1


Sial! Baiklah kita lihat saja nanti Daffin... Akan gua buat lo benci sama istri lo sendiri. Batin Laura.


Kenapa Mia ngerasa, kak Laura ini punya niat gak baik ya?? Batin Mia.


Bamm!


Cklekk!!


Daffin menutup pintunya sedikit keras dan menguncinya dari dalam. Yang mana membuat Nala menatapnya sedikit takut.


"Aku kangen berduaan sama kamu sayang." Ucap Daffin kemudian mencium bibir Nala. Bibir yang dia rindukan dan yang membuatnya tidak bisa tidur malam tadi.


Brukhhhh!


Tanpa melepaskan ciumannya, Daffin menuntun Nala sampai dirinya direbahkan diatas ranjang berukuran king size itu.


"Kamu cantik banget." Ucap Daffin sembari menghujani pipi, kening, hidung dan bibir Nala dengan ciuman.


"Katanya mau mandi—"


"Sssttt... Kita mandi bareng ya, tapi habis bikin baby." Ucap Daffin. Belum Nala perotes, Daffin lebih dulu menyerangnya. 3 jam kemudian.


"Masih capek??" Tanya Daffin. Nala hanya menganggukan kepalanya pelan.


"Kita mandi yuk." Ucap Daffin.


"Cuman mandi kan??" Tanya Nala sembari menatap Daffin. Daffin yang gemas pun mencium bibir Nala singkat.


"Iya cuman mandi, aku gendong ya." Jawab Daffin. Dia pun menggendong Nala saat Nala menganggukan kepalanya pertanda setuju.


"Pake air anget aja ya, biar rileks." Ucap Daffin. Nala hanya menganggukan kepalanya patuh. Setelah bath up penuh, Nala dan Daffin pun masuk kedalamnya.


"Kita tidur bareng lagi ya... Aku nggak bisa tidur tanpa kamu sayang." Ucap Daffin sembari memeluk Nala dari belakang dan menciumi punggungnya.


"Tapi kak Laura—"


"Gak usah bahas dia ok??" Ucap Daffin memotong. Nala hanya menganggukan kepalanya patuh dan kembali memainkan busanya.


Malam Harinya


Pesta pertunangan Kenzie dan Rasya pun dimulai. Semua para tetamu bersorak ria saat kedua calon suami istri itu bertukar cincin. Kini para tetamu pun menikmati pesta dengan wajah penuh kebahagiaan.


"Ciee yang dah resmi tunangan." Ucap Daffin menggoda Kenzie.


"Ciee yang dah nikah... Ntar gua nyusul ok?" Ucap Kenzie yang mana membuat Daffin tertawa.


"Kasihan si R, dia gak bisa kemana mana gegara calon istrinya." Ucap Daffin menatap Revan yang duduk berdua dengan Elina.


"Hooh, bener kata Messy kalo calon bininya agak bar bar... Dia keknya cinta mati tuh ke si R." Ucap Kenzie.


"Kak, Mia nggak ikut??" Tanya Raka begitu datang.


"Dasar Zaiman! Bukannya bilang selamat malah nyari adek gua mulu lo!" Jawab Daffin sembari menjitak kening Raka.


"Iya kak maaf!! Ntar Raka lamar ya si Mia." Ucap Raka kabur dari Daffin.


Tapi, kenapa perasaan gua gak enak ya?? Apa gua susul Mia?? Batin Raka dan saking tidak fokusnya sampai menabrak Arka yang mana membuat Arka hampir terjungkal.


"Ya Allah abang!! Hampir aja aku nyungsep, abang mikirin apa sih??" Tanya Arka.


"Sorry... Gua mo ke rumah Mia, bilangin ke abang." Jawab Raka kemudian pergi dengan motor miliknya.


"Heh Zaiman mau kemana??" Tanya Daffin.

__ADS_1


"Gua juga gak tau." Jawab Kenzie sembari melihat kepergian Raka. Bertepatan dengan itu, Arka datang.


"Nah, kebetulan nih... Zaiman mau kemana??" Tanya Daffin.


__ADS_2