
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA๐ ๐๐
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA๐๐
I LOVE YOU READERS๐๐
...๐ฅMHKOT2๐ฅ ...
Rasya bernapas lega saat Kenzie meminggirkan motornya. Saat Rasya hendak turun, Kenzie menceghat yang mana membuat Rasya mengerutkan keningnya.
"Kenapa kak??"
"Jauhi Rayhan, dia mencurigakan... Gua takut lo kenapa napa." Ucap Kenzie cemas.
"Kakak cemas sama Rasya??" Ucap Rasya sembari tersenyum
Blus.
Wajah Kenzie merah merona.
"Ya... Ya cemaslah! Udah pegangan, gua mau ngebut." Ucap Kenzie.
"Ngebut kemana kak?? Kan kita udah sampai." Ucap Rasya yang mana membuat Kenzie membeku. Rasya turun dari motornya dan menahan tawa melihat reaksi Kenzie.
"Udah kak ngambeknya, ayo masuk." Ucap Rasya dan dengan wajah cemberut Kenzie memasukan motornya ke garasi.
"Assalamualaikum, oma... Opa Rasya pulang." Ucap Rasya. Dia pun menyalami dua orang paruh baya.
"Walaikumsalam sayang, tumben udah sampe... Oh iya, oma buatin sayur asem kesukaan kamu." Ucap Lina.
"Wah enak, Rasya ke kamar dulu ya... Diluar juga ada kak Enzi, tadi kak Enzi yang jemput Rasya makanya cepet pulangnya." Jawab Rasya kemudian pergi.
"Mas, kayaknya hubungan mereka makin deket ya." Ucap Lina sembari menyandarkan kepalanya pada bahu Dicko.
"Itu lebih baik sayang... Hubungan mereka pasti akan erat seperti kita." Ucap Dicko sembari mencium kening Lina.
"Cie... Cie... Oma sama Opa lagi honeymoon emak emak." Ucap Kenzie tiba tiba yang mana mendapatkan jitakan dari Dicko.
"Honeymoon apaan." Ucap Dicko.
"Daripada godain oma sama opa, mending kamu cuci tangan... Cuci kaki... Habis itu makan siang." Ucap Lina. Kenzie tersenyum dan mencium pipi kanan Lina yang mulai mengeriput.
"Sayang oma." Ucap Kenzie kemudian pergi untuk mencuci tangan dan kakinya.
Cklekk!
"Huwaaa!!! Astghafirullah Rasya... Lo mau jadi janda cepet apa??" Ucap Kenzie sembari menghusap dadanya. Dia terkejut saat Rasya keluar kamarnya dengan wajah penuh masker berwarna putih.
"Hehe, maaf kak... Kakak mau apa??" Tanya Rasya.
"Mau mandi, cuci maskernya... Untung gua gak ada riwayat penyakit paru paru, tunggu gua dibawah ok?" Jawab Kenzie kemudian pergi.
"Paru paru?? Bukannya jantung ya??" Lirih Rasya. Dia pun kembali masuk kedalam kamarnya dan mencuci mukanya setelah maskernya kering.
"Oma Opa sama mommy dan daddy kamu udah nentuin hari pertunangan kalian." Ucap Lina disela sela kegiatan makan siangnya.
"Kapan??" Tanya Kenzie.
"Lusa." Jawab Lina seolah tanpa beban.
Uhukk!! Uhukk!!
"Kak pelan pelan... Minum dulu." Ucap Rasya sembari menyondorkan segelas air minum.
"Lusa Oma?? Yang bener aja, kok tiba tiba sih??" Protest Kenzie.
__ADS_1
"Loh, kamu bilang bulan depan akhir semester... Seenggaknya kalian sudah resmi jadi tunangan." Ucap Lina.
"Kenapa gak langsung nikah aja?" Lirih Kenzie.
"Oh mau langsung nikah??" Ucap Lina.
"Ng... Nggak kok Oma, ya kalo bisa sih." Jawab Kenzie dan memelankan nadanya dibagian akhir kalimat.
"Mau kaya Daffin nih si abang!" Goda si kembar yang tiba tiba nongol seperti jin.
"Eh anj*r kaget!! Kalian!!!" Kesal Kenzie sembari menjewer kedua telinga adiknya.
"Aduh!! Aduh!!! Sakit." Rintih keduanya.
"Mampus, kok kalian bisa tiba tiba disini?? Naik apa??" Tanya Kenzie.
"Motor, abang Raka yang nyetir." Jawab Arka sembari mencomot udang goreng. Namun Lina menapisnya.
"Cuci tangan dulu, kebiasaan." Ucap Lina.
"Iya Oma, Oma kasar ih." Kesal Arka kemudian pergi mencuci tangannya.
"Kok kamu bisa bawa motor??" Tanya Kenzie.
"Bisa, Raka gituloh... Masa nyetir motor doang kagak bisa." Jawab Raka dengan wajah penuh kebanggaan.
"Bukan itu bege! (Menjitak kening Raka.) Kan kuncinya dipegang daddy, kok kamu bisa ambil??" Tanya Kenzie. Tampak Raka mengerucutkan bibirnya kesal.
"Arka yang bujuk, kan kita ultahnya pekan depan ya nggak bang??" Ucap Arka.
"Gak, gua 2 menit duluan daripada lo." Jawab Raka.
"Ya elah bang cuman 2 menit doang... Abang mah nyebelin!" Kesal Arka. Melihat pertengkaran kecil si kembar lainnya hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Maaf mengganggu nyonya, tanaman hias yang anda minta sudah datang." Ucap sang pelayan.
"Oma mah hobinya ngumpulin tanaman... Vila oma udah kayak hutannya tarzan tau gak." Kesal Raka.
"Abang istirahat aja, kan masih luka." Ucap Arka.
"Cuman luka kecil! Dikira lumpuh apa gak bisa gerak?!" Ucap Raka kesal saat Arka memperlakukannya seolah dia terluka parah. Namun dilubuk hatinya dia senang saat sang adiknya memperhatikannya.
"Ya kan Arka cuman ngomong." Ucap Arka.
"Udah jangan sedih, ayo kita angkat potnya sama sama." Ucap Rasya sembari menghusap puncak kepala Arka.
"Siap kak korea!!" Ucap Arka bersemangat. Dengan bergotong royong, mereka pun menata pot tersebut di halaman.
"Oma beli lidah mertua sama kaktus juga??" Tanya Raka.
"Iya... Bagus kan??" Tanya Lina.
Brakkk!!!
Raka menendang pot yang menampung lidah mertua dan kaktus itu.
"Raka apa yang kamu lakukan?!!!"
Di Kediaman Saputra
Nala mengecurutkan bibirnya kesal karena seharian ini dia tidak keluar kamar. Bukan tanpa alasan, dia sulit berjalan yang mana membuatnya malas keluar namun ingin keluar. Terlebih, Nia sangat memanjakannya membuat Gavin merasa tersaingi.
"Tuh Daffin udah pulang." Ucap Nia.
"Daffin sudah pulang, lebih baik kitaโ"
"Mas kamu kenapa sih?!! Gak liat apa menantu kita lagi sakit." Omel Nia.
__ADS_1
"Tapi sayangโ"
"Loh... Loh, kok lagi dikamar Daffin semua?? Pantesan Mia sendirian di bawah." Ucap Daffin sembari meletakan kardigannya.
"Gara gara kamu, menantu mama sakit!" Ucap Nia sembari menjewer telinga Daffin.
"Aduh, aduh sakit ma... Kan mama yang pengen cepet dapet cucu, makanya Daffin kerja keras 24 jam... Udah ya... Mending mama sama papa kasih Daffin adek yang cerewet, oke bay bay!!" Ucap Daffin memaksa kedua orang tuanya keluar dari kamarnya.
Cklekk!
Daffin mengunci pintu kamarnya. Yang mana membuat Nia mendengus kesal.
"Tuh kan, gak kamu nggak Daffin bisanya ngurung istri!" Kesal Nia kemudian pergi.
Salah lagi... Untung istri aku kalau aja anak semut udah aku pijek. Batin Gavin sembari menghela napas panjang.
"Sayang nggak sopan ih, masa mama sama papa diusir??" Kesal Nala.
Keknya gua harus beneran pindah ke vila lain, biar gak diganguin mama sama papa. Batin Daffin.
"Bukan diusir istriku, cuman maksa buat keluar kok." Ucap Daffin mengelak.
"Sama saja." Ucap Nala.
"Iya ya, aku salah maaf... Kamu udah bisa jalan??" Tanya Daffin sembari duduk disamping istrinya.
"Sedikit... Aku mau keluar, pengen duduk dipinggir kolam." Ucap Nala merengek dengan puppy eyesnya. Dan itu membuat Daffin gemas.
"Iya aku mandi dulu ok?? Nanti aku gendong." Ucap Daffin kemudian pergi setelah Nala menganggukan kepalanya. Sesaat sebelum masuk kedalam kamar mandi, Daffin menatap Nala sekilas.
Tadinya niat gua beli lo cuman buat pemuas n*fsu... Gak taunya lo yang bikin gua candu buat tetep dideket lo... Gua sayang lo Nala. Batin Daffin kemudian masuk kedalam kamar mandi.
Setelah selesai, seperti yang Daffin katakan. Dia menggendong Nala ala bridal style dan membawanya ke kolam dan mendudukannya dipinggir kolam renang.
"Kamu sama Mia disini ya... Aku mau ngerjain skripsi, bentar kok ok??" Ucap Daffin kemudian pergi setelah memberikan ciuman di kening Nala.
"Kakak ipar udah mendingan??" Tanya Mia yang mana membuat Nala menoleh.
"Sedikit, bagaimana ujiannya sulit??" Tanya Nala. Tampak Mia menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak terlalu kak." Jawab Mia. Melihat Mia masih kaku, Nala menggegam tangan gadis berusia 14 tahun itu.
"Jangan canggung ya... Sekarang aku kakakmu, kita sama sama wanita jadi jangan sungkan jika kamu ingin bercerita." Ucap Nala.
"Makasih kakak ipar." Jawab Mia. Melihat interaksi Mia dan Nala membuat Daffin tersenyum.
Gua seneng akhirnya dia bisa berinteraksi dengan baik... Gua bakalan bikin Nala bener bener cinta ke gua bukan karena gua jerat dia dengan kontrak. Batin Daffin.
"Boleh aku tanya sesuatu Mia??" Ucap Nala dan direspon anggukan oleh Mia.
"Siapa Zaiman?? Suamiku bilang dia tergila gila sama kamu??" Tanya Nala.
"Itu panggilan kak Daffin ke kak Raka... Kak Raka nggak suka Mia kok kak, dia cuman ngelindungi Mia... Mia juga nganggep kak Raka kayak kakak aku." Jawab Mia.
Jleb!
Gimana nasib Raka coy! Sad boy nj*r๐ญ Biasa humor author, ok skip๐๐
"Begitu ya... Tapi apa kamu menyukai seseorang??" Tanya Nala. Mia terdiam sesaat kemudian menggelengkan kepalanya pelan.
"Mia mau fokus belajar dulu kak, soal itu... Mia belum pikirin." Jawab Mia yang mana mendapatkan usapan lembut dipuncak kepalanya.
"Itu lebih bagus, belajarlah yang rajin ok??" Ucap Nala. Yang mana membuat Mia tersenyum.
"Ok kak." Jawab Mia.
Dilihat dari segi apa pun, kak Raka pasti sudah masuk kedalam kategori pria idaman... Dia tampan, baik, dan ceria... Siapa yang bisa tidak menyukainya?? Bahkan aku saja tidak bisa. Batin Mia kemudian ikut menenggelamkan kakinya dikolam. Dia pun berbincang dengan Nala cukup lama.
__ADS_1
...๐ฅ๐ฅ๐ฅ...