My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 6


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


...🥀MHKOT2🥀...


Beberapa Bulan Kemudian


Keluarga Azura saat ini tengah menanti kelahiran malaikat kecil dalam keluarga tersebut. Kali ini Kenzo menemani Alina dan menggenggam tangan istrinya untuk menjadi penyemangat. Wajah Kenzo memerah menahan tangis kala dia melihat istrinya berteriak kesakitan. Masalahnya kali ini Alina melahirkan 2 bayi sekaligus yang mana membuat Kenzo cemas.


Owaaaaa Owaaaaa


Tangisan bayi kedua akhirnya terdengar. Kenzo bernapas lega dan menghujani istrinya ciuman di kening.


"Terima kasih sayang." Bisik Kenzo. Alina hanya menganggukan kepalanya pelan.


Setelah bayi dibersihkan keluarga Azura pun masuk gua melihat keadaan Alina. Begitu juga Kenzie yang baru pulang dari sekolahnya. Dia sangat bahagia saat tau kedua adiknya adalah... Laki laki.


"Ya Allah ampuni dosaku... Apakah mereka berdua juga akan menindasku??" Lirih Kenzo sembari duduk disudut ruangan.


"Keknya si Ken kecewa berat nih." Ucap Gavin membuat lainnya terkekeh.


"Yah secara Enzi itu kan calon raja onar... Udah pasti Ken gak kuat ngehadepinnya... Ditambah 2 lagi aduh." Ucap Raefal sembari tertawa.


Meskipun Kenzo kecewa bukan berarti dia membenci kedua anaknya. Karena bagaimana pun, mereka berdua adalah anugrah dari Allah SWT. yang sangat berharga. Karena tidak semua orang mendapatkan anugrah tersebut. Sama halnya Kenzie, kedua bayi mungil itu pun diadzankan oleh Kenzo. Kenzo berharap keduanya tidak menyusahkan sama seperti Kenzie.


"Udah siapin nama Ken??" Tanya Gavin. Kenzo menatap kedua putranya yang terlelap itu.


"Kakaknya aku beri nama Raka Azura Zaryana... Dan untuk si bungsu Arka Azura Zaryana... Bagaimana menurutmu sayang??" Tanya Kenzo.


"Nama yang bagus." Sahut Alina. Kenzo tersebut dan mendekat pada kedua putranya itu.


"Welcome Arka, Raka." Bisik Kenzo.



(Baby Arka dan Raka👆🏻😘)


Alina tersenyum melihat sang suami mau menerimanya meskipun dia sangat menginginkan anak perempuan.


"Oh iya Na, Al ngucapin selamat ke kamu... Dia nggak bisa dateng karena ada pekerjaan, katanya Lala lagi kesini." Ucap Gavin.


"Ucapkan terima kasih padanya." Jawab Alina. Gavin pun mengirim balasan pada Alzero.


"Halo adik kecil ku... Nanti kalo kalian udah gede, kita sama sama bully daddy ya... Oke??" Ucap Kenzie yang mana membuat lainnya tertawa kecil.


"Enzi ajarkan yang baik buat adikmu." Omel Kenzo.


"Ini udah baik dad." Jawab Kenzie tanpa mengalihkan pandangannya.


"Maafin mommy ya sayang... Mommy baru dateng." Ucap Lina. Alina hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Pasti anak jelek itu menyusahkan Oma." Ucap Kenzie.

__ADS_1


"Enzi, jangan bilang begitu... Kamu bahkan belum meminta maaf padanya." Ucap Alina membuat Kenzie memutar bola matanya malas.


"Jangan marah dong cucu Oma... Nggak malu tuh diliatin sama adik kamu??" Ucap Lina kemudian menggendong Kenzie.


"Oma, ntar kalo Enzi udah gede... Giliran Enzi yang gendong Oma ya." Ucap Kenzie membuat Lina terkekeh.


"Kalian dengar itu?? Cucu ku ini lebih menyayangi ku daripada anakku." Ucap Lina menyindir Kenzo.


"Mom ayolah, aku sangat menyayangi mu." Ucap Kenzo tak terima.


Lala kemana?? Kok belum dateng yah?? Batin Alina.


Sedangkan dengan Lala.


Karena terburu buru, Lala sampai tidak mengenali wajah si supir. Yang dia pikirkan sekarang adalah agar sampai lebih cepat ke rumah sakit. Dia benar benar ingin menemui Alina dan kedua anaknya. Saat itu ponsel milik Lala bergetar yang mana membuat Lala mengeceknya. Ternyata dia mendapatkan pesan dari Alina jika kedua anaknya laki laki.


"Wah syukurlah jika mereka terlahir selamat... Pak percepat sedikit." Ucap Lala.


"Pak?? Apa anda tidak bisa membedakan mana yang laki laki dan perempuan." Ucap wanita itu. Mobil tiba tiba melaju dengan kecepatan tinggi yang mana membuat Lala ketakutan.


"Apa yang anda lakukan?? Keluarkan aku!! Tolong!!!!! Tolong!!!!" Teriak Lala.


"Hahaha!!!! Teriaklah Lala... Bahkan suami tercintamu itu tidak akan bisa menolongmu... Aku masih bisa selamat, (Membuka pintu mobilnya.) Selamat tinggal." Ucap wanita itu.


"Tidak... Ku mohon terbukalah!!! Aaaaaaaaaaaa!!!!!" Teriak Lala saat mobil itu jatuh ke tebing.


Prankkkkkk!!!


Alzero terdiam sesaat. Dia menatap pecahan cangkir kopi yang tiba tiba jatuh dari genggamannya. Mendengar suara benda jatuh, Rio pun menghampiri Alzero.


"Tidak apa... Hanya kecerobohanku saja, minta OB untuk membersihkan itu." Jawab Alzero kemudian bangkit dari duduknya. Dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Lala.


Sudah berdering, tapi kenapa tidak diangkat?? Batin Alzero.


Saat hendak menelfonnya lagi, ada telefon masuk dari kepala pelayan di kediamannya. Anggap saja namanya Lusi. Alzero pun mengangkat telefon tersebut.


📞


“Hal.... Halo tuan.”


“Iya bi... Bibi kenapa??” Tanya Alzero.


“Nyonya Lala... Nyonya Lala diculik tuan, tadi seharusnya dia ke rumah sakit dengan Neon, tapi Neon ditemukan pinsan tuan.”


“Apa?!!! Mereka sudah pergi??!!! Kenapa tidak diceghat??!!!” Ucap Alzero dengan emosi meluap.


“Kami berusaha tuan, tapi mobil yang nyonya kendarai sangat cepat.”


Tut.


"Rio kau lacak ponsel Lala sekarang!!! Cepat!!!" Titah Alzero.


"Baik tuan." Jawab Rio kemudian melakukan apa yang Alzero minta. Saat Alzero hendak pergi, ponselnya bergetar. Alzero pun membuka pesan masuk tersebut.


(New number)💬

__ADS_1


New Number: Istrimu sudah tiada Al, malang sekali... Bagaimana rasanya di tinggal oleh seseorang yang kita cintai?? Sakit bukan?? Sama seperti ku dan putra ku yang ditinggal oleh suami ku.


"Arggggghhhhhh!!!!"


Prankkk!!!


Alzero melempar ponselnya ke arah kaca dimana membuat kaca pecah. Melihat reaksi Alzero, sudah terlihat jelas ada hal besar yang terjadi.


"Rio arahkan semua anak buahmu untuk mencari istriku!!! Dan satu hal, jangan sampai Veno tau hal ini... Dia masih menyalahkan dirinya sendiri soal keguguran Lala." Ucap Alzero.


"Baik tuan muda." Jawab Rio. Rio pun bergegas dengan beberapa anak buah yang mencari keberadaan Lala.


Jadi ini firasatku... Seharusnya tadi ku ajak Lala kemari, pasti hal ini tidak akan terjadi. Batin Alzero.


Beberapa jam kemudian, Rio mengirim kan pesan mengenai lokasi Lala. Dengan segera, Alzero menuju ke tempat tersebut. Sesampainya disana, Alzero berhenti berlari saat melihat mobil itu terguling di tebing.


Brukhhh!!


"Tuan." Ucap Rio menatap Alzero yang berlutut.


"Kalian turun, cari keberadaan nyonya!" Titah Rio.


"Baik!!" Jawab mereka serentak.


"Apa istriku bisa selamat Rio?? Dari tebing itu??" Tanya Alzero dengan tatapan kosong.


"Kemungkinan kecil tuan." Jawab Rio. Alzero menatapnya tajam dan menarik kerah Rio.


"Darimana kau tau Ha?!!! Istriku pasti selamat—"


"Tapi kemungkinannya tipis Al!!" Bentak Rio. Seketika jiwa pamannya keluar.


"Jika pun Lala selamat, dia pasti sudah terlihat Al!! Berpikir jernih lah!!" Omel Rio. Alzero tertawa hambar. Padahal tadi pagi dengan sangat romantisnya, Lala mencium bibirnya. Morning kiss yang selalu Alzero dapatkan. Akankah hal itu akan hilang??


Trrriiinnnggg!!


Ponsel miliknya berbunyi. Rupanya telefon dari putranya Alveno. Alzero pun mengangkat telefonnya.


📞


“Ada apa Veno??” Tanya Alzero dengan suara senetral mungkin.


“Ayah dan bunda kemana?? Jemput aku, aku di rumah Oma.”


“Ayah akan segera menjemputmu... Ayah menyayangimu.” Ucap Alzero.


“Me to ayah.”


Tut.


"Rio tetap cari Lala... Aku harus menjemput Veno, dia pasti merasa bosan sampai mau bicara dan menelfonku." Ucap Alzero.


"Dan jangan katakan jika dia tiada... Lala tidak akan meninggalkan Alzero sendirian." Timpal Alzero kemudian pergi dengan mobilnya.


Baru beberapa bulan Al kehilangan anaknya... Dan sekarang, apa dia harus kehilangan istrinya?? Batin Rio.

__ADS_1


Tidak Al, jangan lemah... Percaya jika Lala tidak akan meninggalkanmu... Kamu masih memiliki Veno, anak yang harus kamu besarkan. Batin Alzero menyemangati dirinya.


__ADS_2