My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 19


__ADS_3

⭐Perhatian. Jangan lupa like, vote, and komentarnya ya🤗 Dan selamat membaca semua⭐


"Jika kita ingin menemukan harta karun, bukankah harus mengikuti rute sesuai di peta?? Sama halnya kakak, jika ingin menemukan dia... Maka kakak harus bersabar dan mengikuti pencarian yang berturut turut." Ucap Ashel.


Mendengar hal itu membuat Alzero tersadar jika amarahnya tidak akan menyelsaikan segalanya. Setelah membarutkan luka Alzero dengan perban, Ashel pun meletakan obat merah pada tempatnya dan kembali duduk disamping kakaknya.


"Kau sudah besar sekarang... Bahkan kau bisa merangkai kata kata itu dengan sangat mudah... Dimana adikku yang menangis saat aku tinggal ke sekolah??" Ucap Alzero sembari menghusap puncak kepala adiknya.


"Sejak kecil aku selalu berupaya agar besar nanti bisa menemanimu dan melindungimu kak." Ucap Ashel.


"Aku bisa menjaga diriku sendiri... Kau sudah dewasa saja membuat ku senang. Aku tidak akan melakukan hal ini lagi." Ucap Alzero.


"Kakak janji??" Ucap Ashel sembari menujukan jari kelingkingnya. Alzero pun meraihnya dengan jari kelingkingnya pula.


"Janji." Ucap Alzero membuat Ashel tersenyum dan memeluknya.


Ashel, aku harap kelak kau bisa mengambil jalanmu sendiri. Batin Alzero.


Di Kediaman Azura


Roni pamit untuk pulang karena tau saat ini Dicko dan Lina akan bicara secara pribadi pada Kenzo. Tentu Roni diantar Lim supir pribadi keluarga Azura.


"Mommy jelasin, maksud mommy menyetujui apa??" Tanya Kenzo.


"Kau bilang ingin melanjutkan di kampus Royal Utama bukan?? Mommy akan izinin kamu untuk tidak di asrama tapi dengan satu syarat." Jawab Lina.


"Syarat apa??" Tanya Kenzo.


"Menikahlah dengan anak teman mommy." Jawab Lina.


"Enggak!!!! Mom jaman apa sekarang main jodoh jodohin aku?!!! Mom aku masih muda, masih harus seneng seneng... Emang mommy yang nikah muda dan nggak bisa seneng seneng??" Ucap Kenzo dengan nada tinggi.


“Plakkk!!!!!” Tamparan untuk pertama kalinya pada Kenzo dari ayahnya Dicko. Dicko yang selalu memanjakan Kenzo, pertama kalinya menamparnya begitu keras. Tampak Kenzo terdiam dan memegangi pipinya yang terasa memerah.


"Keterlaluan kamu Kenzo!!! Apa ini yang daddy ajarakan padamu?!!" Ucap Dicko membuat Lina merangkul lengannya dan menenangkan Dicko agar tidak terlalu syok.


"Daddy sudah... Sudah, nanti mommy yang bicara ya... Daddy jangan sampai syok nanti daddy kenapa kenapa." Ucap Lina menenangkan.


"Tidak mommy, Kenzo memang harus diajar!!! Dari dulu daddy diam karena berharap kamu berubah Kenzo, tapi tidak semakin hari kamu malah semakin menjadi jadi. Bahkan sampai bermain wanita di club malam... Kamu mau membuat keluarga Azura malu Ha?!! Ka... Kamu—" Ucap Dicko terpotong lantaran dia jatuh pinsan.

__ADS_1


"Daddy!!" Ucap Kenzo dan Lina bersamaan.


"Maya!!! Maya!!! Panggil Morgan kemari cepat!! Daddy!!!" Titah Lina.


Kenzo pun membawa Dicko ke kamarnya. Wajahnya cemas dan takut Dicko kenapa kenapa. Dan ini memang pertama kalinya Dicko marah besar pada Kenzo. Ucapan Kenzo menyinggung Dicko yang memang dulu menikah muda karena permintaan orang tua. Beberapa saat kemudian, Morgan datang dan langsung memeriksa Dicko. Tampak Lina cemas terlebih ini pertama kalinya Dicko begitu syok sampai tidak sadarkan diri. Setelah memeriksa, Morgan mendekat ke arah Lina dan Kenzo.


"Morgan, bagaimana keadaan suamiku??" Tanya Lina sembari berlinang air mata.


"Dicko tidak apa apa, hanya terlalu syok... Aku sarankan agar tidak membuatnya marah berlebihan atau emosi itu akan membahayakan nyawanya." Jawab Morgan.


"Aku mengerti... Terima kasih Morgan." Ucap Lina.


"Ini sudah menjadi tugasku. Kalau begitu aku pergi dulu, Kenzo jangan buat ayahmu emosi ya." Ucap Morgan sembari menepuk bahu kekar Kenzo kemudian pergi. Beberapa saat kemudian, Dicko tersadar dan menatap Kenzo enggan.


"Daddy minumlah dulu." Ucap Lina sembari menyondorkan gelas berisi air putih.


"Pokoknya aku nggak mau nikah, lebih baik aku tinggal di asrama." Ucap Kenzo kemudian pergi.


"Kenzo!" Panggil Lina dan tidak dipedulikan oleh Kenzo.


"Mommy biarkan saja dia di asrama. Pada akhirnya dia juga akan menikah dengan putrinya Roni... Daddy yakin itu." Ucap Dicko.


"Daddy selalu ada rencana untuknya." Jawab Dicko sembari mencium kening Lina.


Sedangkan dengan Kenzo


Dengan wajah kesal Kenzo merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Berkali kali dia menghela napas panjang. Disatu sisi Kenzo ingin bebas dan tidak terkurung di asrama. Dan disisi lain, Kenzo tidak ingin menikah disaat usianya yang masih 19 tahun.


"Orang kayak gua nikah??? Yang bener aja, lagian mommy apa apaan sih... Entar pas temen gua wisuda, gua malah nimang anak kan lucu... Gua chat mereka berhasil nggak." Lirih Kenzo kemudian mengambil ponselnya diatas nakas.


💬


Black Angel👑


Me: Hey, kalian gimana bisa nggak?


Raja Playboy: Bisalah... Seneng banget gua.


Si Bungsu: Gua juga... Gila is the best lah mama gua.

__ADS_1


Me: B*ngs*t, kok cuman gua yang nggak dibolehin sih —_—


Raja Playboy: Hahaha.... Nasib lo, yakin nggak dibolehin sama sekali??


Me: Dibolehin sih, cuman gua harus setuju buat married sama anak temennya mommy.


Baru balasan terkirim tampak video call masuk dari ketiga sahabatnya. Kenzo pun mengubah posisinya menjadi tengkurap dengan memeluk bantal. Kenzo pun mengangkat video call dari temannya. Tampak Gavin sedang diposisi yang sama dengannya sedangkan Raefal sedang duduk dibibir ranjang sembari memeluk boneka pororo. Sedangkan Alzero tampak duduk dibibir ranjang.


📞


“Married?? Yang bener?? Bini lo mau dikasih makan apaan?? Kok bisa nyuruh lo married??” Ucap Gavin bertubi tubi.


“Orang bejat kayak lo mau married??” Timpal Raefal.


“Gua juga nggak tau pasti, kalo gua nolak... Gua bakalan disuruh di asrama. Bingung gua...” Jawab Kenzo dengan wajah bingung.


“Eh Ken, kenapa lo nggak setuju aja buat married??” Ucap Gavin.


“Enak aja, ogah banget gua... Gua mau seneng seneng disuruh momong bini.” Tolak Kenzo. Tampak Gavin mengubah posisinya menjadi duduk.


“Lo idi*t apa b*d*h sih... Dari segi ini lo untung Ken, pertama nih ya lo pasti bakalan dibolehin buat tinggal di apartemen lo yang disekitar kampus, kedua kalo lo gabut nggak ada kerjaan mending bikin keponakan buat kita kan lo juga yang nikmatin, ketiga lo bakalan dibebasin sama nyokap dan bokap lo... Nah untung banyak kan lo.” Jelas Gavin membuat Kenzo tampak berpikir.


“Setuju, Vin lo kayak gitu emang disuruh nikah juga sama nyokap lo??” Tanya Raefal.


“Iya.” Jawab Gavin santai membuat Raefal menatapnya jengah.


“Serius lo Vin?? Lo dipaksa nikah juga??” Tanya Kenzo.


“Iya, tapi entar pertengahan semester.” Jawab Gavin membuat Kenzo membeku.


“Itu masih lama b*ngs*t.” Ucap Kenzo membuat Gavin tertawa.


“Yah sekitar 1 atau 2 tahun... Udah setuju aja Ken, daripada lo nggak bisa ngumpul bareng kita. Iya nggak??” Ucap Gavin.


"Gua setuju sama lo Vin." Timpal Raefal.


“Oke deh... Udah gua matiin dulu telefonnya... Bay.” Ucap Kenzo sembari mematikan telefonnya.


Kenzo pun meletakan ponselnya dan mengubah posisinya menjadi telentang. Kenzo menutupi matanya dengan lengan kekarnya.

__ADS_1


Gavin ada benernya juga, daripada habis dari Club mandi terus mending main sama istri. Lumayan juga pemikiran Gavin. Batin Kenzo.


__ADS_2