My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
LOVE STORY KEVANO


__ADS_3

...🌹Love Story Kevano🌹...


"Mommy!!! Kunci motor Khanza mana??!" Teriak si bontot yang menghebohkan penghuni vila. Siapa lagi jika bukan Khanzyan Putra Azura.


"Ada dilaci!!" Jawab Rasya yang sedang merapikan meja makan.


"Mana mom gak ada!" Teriak Khanza lagi membuat Rasya memejamkan matanya emosi.


"KEVIN!!!! Jangan cuman main game, bantuin adik kamu cari sana!" Ucap Rasya seraya menatap anak keduanya yang tak lain Kevin Azura Varneda.


"Iya, ya bentar... Tuh anak nyusahin mulu dah, udah gede juga." Gerutu Kevin seraya bangkit dari posisi rebahan santuynya.


"Bang bantuin cari dong, bentar lagi Khanza bakalan telat." Ucap Khanza heboh.


"Baru jam 7 Khanza, mau apain lo berangkat pagi pagi... Jadi satpam lo?" Ucap Kevin sembari membantu Khanza mencari kunci motornya.


"Huh! Emangnya abang yang selalu telat pas SMA, Khanza itu ketos harus jadi tauladan biar followers IG Khanza gak berkurang." Ucap Khanza. Hingga akhirnya dia menemukan kunci motornya yang tergeletak di sudut ruangan tepatnya disamping vas bunga.


"Yey ketemu! Mom, bekal Khanza mana?!!!" Ucap Khanza kemudian pergi menghampiri Rasya.


Ck! Tau disitu gua gak perlu bangun. Batin Kevin.


"Nih... Inget jangan ngebut, kabarin mommy kalo ada mapel tambahan atau eskul." Ucap Rasya.


"Oke mom, nanti Khanza ada eskul basket... Pulangnya agak telat... Khanza berangkat dulu mom, daah mommy much." Ucap Khanza kemudian pergi setelah memberikan ciuman pada pipi kanan sang ibu.


"Hati hati sayang... Loh, Kevin kamu bukannya ada mapel pagi??" Tanya Rasya sembari menatap Kevin yang mengambil jus apel dari dalam kulkas.


"Hmm, ntaran ajalah... (Meminum jusnya.) Abang Kevan dah berangkat mom??" Jawab Kevin dan kembali bertanya.


"Belum, ini bekalnya dia... Duh, daddy pemalas kamu itu! Mas!!! Mas!!" Ucap Rasya sembari menuju ke kamarnya.


"Pemalas gitu juga mommy cinta kan? Aneh si mommy." Lirih Kevin sembari memakan roti bakarnya.


"Sayang aku capek... Biarin Kevan aja yang berangkat lah, aku pengen is—"


"Enggak bisa! Berangkat kalo gak, ntar malam gak dapet jatah!" Ucap Rasya sembari membenarkan dasi suaminya.


"Ini bekalnya... Udah ganteng, sana berangkat... (Mencium punggung tangan Kenzie.) Selamat bekerja sayangku, much!" Ucap Rasya. Dengan wajah malas, Kenzie pun masuk kedalam mobilnya.


"Kalo gak kerja, bisa bisa aku kurang istirahat." Lirih Rasya.


"Mom bekal aku mana??" Ucap seorang pria berjas hitam itu.

__ADS_1


"Itu yang diatas meja, tumben berangkatnya agak telat sayang?" Tanya Rasya.


"Gak apa apa kok mom, aku berangkat ya... Assalamualaikum." Pamitnya yang tak lain Kevano Athailan Azura. Tak lupa, Kevan mencium pipi sang ibu.


"Walaikumsalam, hati hati sayang." Ucap Rasya.


"Hmm." Respon Kevan sebelum akhirnya benar benar pergi.


Astaga, anak itu... Seharusnya dulu aku jangan mengidam jus buatan Alveno... Dia seperti bukan anakku. Batin Rasya seraya memijit pelipisnya.


"Mom Kevin berangkat... Dah mommy." Ucap Kevin.


"Pake baju yang bener... Habis ngampus langsung pulang!"


"Okey mommy ku."


...🌹🌹...


Tak!


Tak!


Tak!


Ting!


Pintu lift pun terbuka. Kevan merapikan jas dan dasinya sebelum akhirnya masuk kedalam ruangan kebesarannya.


"Pagi tuan muda." Sapa seorang gadis berambut sebahu.


"Jam 9 nanti anda ada pertemuan dengan tuan Jen dari Yenxo Group Jepang." Tambahnya.


"Hmm, aku mengerti... Siapkan kopi pahit untukku." Jawab Kevan.


"Baik tuan... Permisi." Ucapnya kemudian pergi.


Rosie Hanindya. Gadis penggila pekerjaan berusia 23 tahun yang kini menjabat sebagai sekertaris Kevano. Dia tegas, cantik, dan tidak mudah dibully oleh rekannya. Potensinya juga sangat bagus dan itu sebabnya Kevano merengkutnya sebagai sekertarisnya. Disaat Rosie sedang membuat kopi, samar samar dia mendengar para karyawan yang tengah bergosip.


“Pak Kevan beneran duda?? Kamu tau darimana??”


“Dari internet lah, katanya si istrinya ketauan hamil diluar nikah... Kasihan banget kan??”


“Iya, tapi gak apa apa... Duda ganteng juga.”

__ADS_1


"Kalian membuang waktu untuk bergosip?? Apa perlu aku membuat kalian memiliki waktu sebagai penggosip selamanya??" Ucap Rosie tegas. Dia benar benar tidak suka dengan orang yang membuang buang waktu. Suasana hening, keduanya menundukan pandangannya takut.


"Kembali bekerja!"


"Baik bu!" Jawab mereka serentak kemudian pergi.


Rosie menghela napas panjang dan pergi ke ruangan sang pemimpin perusahaan. Dengan hati hati, Rosie menaruh cangkir kopinya di meja Kevan.


"Anda perlu sesuatu lagi tuan??" Tanya Rosie. Kevan menggelengkan kepalanya pelan.


"Kalau begitu saya pamit ke ruangan saya." Pamit Rosie. Kevan hanya meresponnya dengan anggukan kepala. Begitu Rosie pergi, Kevan menghela napas panjang.


Kenapa kau menghianatiku Jennifer?? Sampai sekarang aku benar benar tidak mengerti. Batin Kevan sembari menutupi kedua matanya dengan lengan kekarnya.


Sedangkan dengan Rosie. Baru dia mendudukan dirinya, ponselnya bergetar. Rosie pun menyalakan ponselnya sebelum akhirnya membuka laptopnya.


"Penarikan 100 juta?!" Ucap Rosie dengan mata terbuka lebar. Dia yang tau siapa pelakunya pun menelefon adik tirinya yang umurnya 2 tahun lebih muda darinya.


📞


“Halo mbak—”


“Keterlaluan kamu Mel!! 100 juta kamu tarik untuk apa?!!! kakak udah bilang gunakan sehemat mungkin!” Ucap Rosie dengan nada tinggi.


“Apaan sih mbak?!!! Cuman 100 juta aja heboh! Tabungan mbak juga lebih dari itu, gak usah pelit deh mbak!”


“Tapi Mel—”


“*Halah bac*t*!”


..._Tut_...


"Halo!!! Mel!!! Mel!!!!" Ucap Rosie. Dia menghela napas panjang dan menyandarkan punggungnya pada kursi berputarnya.


Kapan aku bisa berhemat jika Melissa dan ibu saja boros begini. Batin Rosie.


Beginilah nasib Rosie. Dia berniat memperbanyak tabungan agar ada biaya saat menyelidiki kasus kematian ayah dan adiknya. Dia mencurigai Bina sang ibu tirinya, namun dia tidak menemukan bukti yang kuat agar bisa menguak kasus itu.


Semangat Rosie!! Demi Ayah dan Rosetta. Batin Rosie.


...🌹🌹🌹...


SAMPAI BERTEMU DI NEXT PART SELANJUTNYA 👋🏻

__ADS_1


__ADS_2