
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
...🥀MHKOT2🥀...
Namun dengan cepat, Fatimah menghapus air matanya dan menatap Arka dengan hidung dan mata memerah. Terlihat jelas jika dia menahan tangisannya. Sadar ditatap, Arka kembali menatap gadis berjilbab hitam itu.
"Kakak tau cerita cerita nabi Adam a.s dengan Siti Hawa kan??" Tanya Fatimah sembari menatap Arka.
"Hm... Itu sebabnya aku memanggilmu Hawa." Jawab Arka.
"Bukankah saat nabi Adam a.s dan Siti Hawa diturunkan ke bumi, mereka berpisah selama 40 tahun dan akhirnya mereka bertemu di Jabal Rahmah.... Maka dari itu, anggap kita berada di posisi itu... Adam." Ucap Fatimah sembari tersenyum. Yang mana membuat Arka tidak bisa lagi menahan tangisannya. Dia menundukan pandangannya dengan air mata terus menetes.
"Apa, harus itu terjadi pada kita?? Tapi kenapa??" Lirih Arka dengan suara tangisannya. Dia merasa sangat sedih dan kasihan pada Fatimah karena dia harus berkerja disaat dia harusnya menjadi seorang pelajar.
"Arka!!! Makan siang dulu!!!" Panggil Raka terdengar dari kejauhan. Yang mana membuat Arka menghapus air matanya dan bangkit dari duduknya.
"Besok masih bisa ketemu kan??" Tanya Arka.
"Masih kak." Jawab Fatimah dengan tersenyum.
"Jangan lupa hari kelulusan aku, kamu dateng ya." Ucap Arka.
"Masih 2 tahun lagi kak." Jawab Fatimah.
"Tapi ingat itu... Dan iya, ini nomorku... Jika kamu sudah punya Hp, hubungi aku." Ucap Arka sembari memberikan sebuah kartu.
"Fatimah ngerti kak... Kakak masuk gih, udah jam makan siang." Ucap Fatimah.
"Aku pergi, Assalamualaikum Hawa."
"Walaikumsalam Adam."
Mendengar panggilan itu, Arka tersenyum. Dia pun pergi meninggalkan rumah Fatimah dan masuk kedalam gerbang Vila Lina. Dan digerbang, Arka melambaikan tangannya tentu direspon lambaian oleh Fatimah.
__ADS_1
"Maafin Fatimah kak... Fatimah harus berbohong lagi ke kakak." Ucap Fatimah kemudian masuk kedalam rumah kecilnya.
"Kenapa lo?? Kusut amat tuh muka, kesel gua ganggu kencan lo sama si Fatimah??" Tanya Raka dan tidak direspon oleh Arka.
Dia sedang dalam mood buruk yang mana membuatnya enggan bercanda atau menjawab pertanyaan saudara kembarnya itu. Saat hendak masuk ke dalam, Raka menceghat dan menatap mata Arka yang memerah.
"Lo abis nangis?? Kenapa lo ha??" Tanya Raka.
"Lagi gak mood cerita bang." Jawab Arka dan berlalu masuk ke dalam Vila.
Arka gak bakalan nangis kecuali ada yang nyakitin banget buat dia... Keknya ada kendala lagi buat ketemu si Fatimah... Ya Allah. Batin Raka kemudian menyusul saudara kembarnya masuk.
Sedangkan dengan Rasya, dia menikmati siomay yang dia beli sembari duduk di taman belakang Vila. Taman yang dia tanami berbagai bunga termasuk bunga Lily kesukaannya.
"Berhenti!" Ucap Kenzie yang mana membuat Rasya menoleh. Dan tanpa diduga Kenzie memakan siomay yang ada dimulutnya. Tentu membuat Rasya membelakan matanya.
"B*ngke!! Kok ada cabenya?!!" Ucap Kenzie sembari memutahkan siomaynya kedalam tong sampah.
"Kan emang di dalam siomaynya ada cabe." Jawab Rasya polos. Sedangkan Kenzie kepedasan yang mana membuat Rasya menggelengkan kepalanya pelan dan menyondorkan air minumannya. Dan tanpa pikir panjang Kenzie langsung meminumnya.
Siomay sialan! Umpat Kenzie merasakan panas menjalar dibibirnya. Rasya hanya menahan tawa karena baru kali ini melihat wajah Kenzie memerah kepedasan.
"Bu... Bukan gitu kak, Rasya cum—Humphh!!" Ucapan Rasya terjeda saat Kenzie mencium kembali bibirnya. Kenzie menekan tengkuk Rasya agar lebih memperdalam ciumannya. Entah sejak kapan, tapi yang pasti bibir Rasya kini menjadi candu bagi Kenzie.
"Pedes kan??" Tanya Kenzie sesaat melepaskan ciumannya.
"Rasya suka pedes kok." Jawab Rasya polos.
"Ya udah, mau gua cium lagi?—"
"Ng... Nggak kak, bibir Rasya jadi bengkak gara gara kakak." Ucap Rasya dan mengecilkan suaranya diakhir kalimat.
"Masa sih??" Tanya Kenzie dengan wajah sok polos. Dan dengan polos pula, Rasya menganggukan kepalanya.
"Abang! Makan siang dulu!!! Jangan main nyosor aja." Ucap Raka yang mana membuat keduanya menoleh.
"Siapa yang nyosor?? Ntar juga kamu sama Mia bakalan gitu." Jawab Kenzie membuat Raka mengecurutkan bibirnya kesal.
__ADS_1
"Kembaran kamu mana??" Tanya Kenzie.
"Lagi makan, dia lagi gak mood... Jangan diganggu.... Kak korea ayo masuk, keburu di grepe sama si abang." Jawab Raka dan langsung pergi saat Kenzie menatapnya tajam.
"Eh anak jelek bentar... (Rasya berhenti.) Gua mau kasih tau lo." Ucap Kenzie.
"Kasih tau apa kak??" Tanya Rasya sembari menatap Kenzie. Tampak Kenzie menatap sesuatu yang mana membuat Rasya ikut menatap apa yang Kenzie tatap. Seketika Rasya menyilangkan kedua tangannya menutupi dada.
"Lumayan ukuran lo... Ntar kalo dah married gua besarin lagi ya." Ucap Kenzie sembari mengedipkan sebelah matanya. Sepolos apapun Rasya, dia tau jika Kenzie tengah berpikiran m*sum kepadanya.
"Dasar m*sum!" Lirih Rasya sesaat setelah Kenzie pergi. Dia menjaga jarak dengan Kenzie untuk waspada.
🥀🥀🥀
Sedangkan dengan Alveno. Di hari pertama dia bekerja, dia mendapatkan banyak pujian dari staff di kantor. Bahkan, rekan bisnis Alzero kagum dengan kemampuan Alveno yang tidak memandang umur.
"Assalamualaikum, Kami pulang." Ucap keduanya bersamaan.
"Walaikumsalam, Veno sayang bagaimana hari pertamamu??? Menyenangkan??" Tanya Lala yang mana membuat Alzero kesal merasa diabaikan.
"Biasa saja... Dimana Lili?? Dia masih di kampus??" Tanya Alveno.
"Tidak, dia tidak berangkat kuliah... Lili demam jadi bunda minta untuk istirahat." Jawab Lala kemudian membawa tas kerja milik Alzero.
Pasti karena semalam. Batin Alveno kemudian pergi menuju ke kamar Liasya.
Yang mana membuat Lala tersenyum melihat kepedulian Alveno.
"Mas!!" Pekik Lala saat Alzero tiba tiba mengangkat tubuhnya.
"Kamu harus dihukum karena sudah mengabaikanku." Ucap Alzero.
Ya Allah, pencemburu sekali suamiku ini... Batin Lala pasrah saat Alzero membawanya ke kamar.
"Kalian boleh pergi." Ucap Alveno pada para pelayan yang menjaga Liasya. Alveno meletakan tas dan kardigannya di sofa dan duduk disamping Liasya yang terlelap. Tangannya terangkat menyentuh kening Liasya.
Sangat panas. Batin Alveno. Merasa ada sentuhan, Liasya membuka matanya perlahan.
__ADS_1
Maaf update pendek, lagi agak sibuk ngurus pendaftaran soalnya... Insyallah nanti sore aku update lagi ok??🙏🏻 Mau tebus sampai 50 like baru crazy up 8 episode hehe😁😂 Dan kenapa adek ceritain si kembar juga, ya karena dia anaknya bapak Ken wkwkwk🤣🤣🤣 Jangan lupa like, vote, shere dan favoritenya ya... I Love You Readers😙 ❤❤❤