
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
👩💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕
👩💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘
👩💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘
👩💻Terima kasih dan happy reading semua❤
📖📖📖
👩💻I Love You Readers❤❤❤❤❤
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Trrriiiinnnngggg!!
Ponsel milik Zaina berbunyi. Zaina pun menatap layar ponselnya dan tertera dengan jelas nama “Suami Kesayanganku”. Segeralah Zaina mengangkatnya.
📞
“Gak usah manggil aku sayang! Sayang aja sama pekerjaan kamu.” Ucap Zaina dengan nada kesal.
“Ayolah sayang... Aku akan pulang sekarang, besok pagi aku sudah sampai di Indonesia.”
“Janji?? Awas aja kalau besok kamu gak pulang mas.” Ancam Zaina.
“Iya sayang iya... Bagaimana dengan wanita yang Al kenalkan padamu??”
“Kau tau mas, dia sangat cantik... Ku rasa cucu kita akan sangat cantik dan tampan.” Ucap Zaina antusias.
“Kamu yang paling cantik sayang... Tidak ada duanya.”
“Aaaa, Aku tutup telefonnya... Anakmu sedang marah itu membuatku kesal.” Ucap Zaina menutupi rona diwajahnya.
“Anak kita sayang... Bagaimana keadaan Ashel—”
Tut.
Zaina memutuskan jaringan telefonnya sebelum suaminya menyelsaikan perkataannya. Dia tau jika suaminya pasti akan menanyakan tentang Ashel dan Zaina membenci hal itu.
Huh, bagaimana bisa aku mencintai pria penggila pekerjaan sepertimu suamiku. Kesal Zaina dalam hati. Dia pun kembali ke kamarnya guna beristirahat.
Malam Harinya
Madira tengah menunggu Kenzo dan Alina untuk makan malam. Wajahnya tampak lebih cerah dari biasanya. Madira bahkan menelfon Lina tentang kejadian yang dia lihat tadi. Tentu direspon tawa kebahagiaan oleh Lina.
Ya Allah, lama sekali mereka. Batin Madira tak sabar untuk makan malam bersama sang cucu.
"Jihan panggil mereka kemari, suruh mereka cepat." Titah Madira pada pelayan pribadinya bernama Jihan.
__ADS_1
"Baik Oma." Jawab Jihan. Belum dia menaiki tangga, tampak Kenzo datang.
"Cupu gak bisa makan malam bareng Oma." Ucap Kenzo sembari menarik kursi untuknya duduk.
"Begitu, dia pasti kelelahan... Jihan bawakan makan malam ke kamar cucuku... Jangan lupa berikan dia susu agar Alina cepat hamil." Ucap Madira.
"Wah tekad Oma untuk memiliki cicit sangat besar ya... Sebesar dosaku." Ucap Kenzo sembari terkekeh.
"Jangan menggoda Oma Kenken, Oma akan memberikan kebun strawberry pada cicit Oma nantinya." Jawab Madira.
"Oma kau berlebihan, lalu bagaimana cicit dari Ela??" Tanya Kenzo sembari memasukan sesuap nasi dan lauknya.
"Ela akan mendapatkan Vila oma." Jawab Madira membuat Kenzo menggelengkan kepalanya pelan. Saat itu, tampak Jihan membawakan makan malam untuk Alina.
Cklekk!
Jihan membuka pintu kamar Kenzo perlahan. Dan dia tersenyum canggung saat melihat pakaian Alina yang berserakan dilantai. Jihan meletakan baki yang dia bawa diatas nakas.
"Nona, bangun... Makan malam dulu." Ucap Jihan lembut.
"Emh! Aku akan memakannya nanti." Ucap Alina masih memejamkan matanya.
"Kalau begitu saya permisi Nona, jangan lupa dimakan." Ucap Jihan dan direspon anggukan oleh Alina yang masih memejamkan matanya. Jihan pun pergi meninggalkan Alina yang terlihat sangat kelelahan.
"Dia sudah bangun??" Tanya Kenzo.
"Belum tuan, Nona sepertinya sangat kelelahan." Jawab Jihan membuat Kenzo tersenyum miring. Dia pun meminum susu coklatnya dan bangkit dari duduknya.
"Iya Oma, ini mau bangunin si cupu." Jawab Kenzo kemudian ke kamarnya.
"Kau lihat Jihan, cucu ku berubah... Dia akan memberikan ku Cicit... Saat Reuni nanti aku bisa memamerkan Cicit pertamaku." Ucap Madira dengan wajah bahagianya.
"Iya Oma, tuan muda sudah banyak berubah sejak menikah... Saya rasa, tuan muda akan hidup bahagia dengan nona muda." Jawab Jihan. Tampak Madira meresponnya dengan anggukan kepala pelan.
Cklekk!
Kenzo membuka pintu kamarnya perlahan. Dia tersenyum saat Alina masih tertidur membelakanginya. Terlihat jelas curuk leher Alina terdapat k*ssmark yang Kenzo buat. Dan entah mengapa membuat Kenzo bangga. Dia duduk disamping Alina dan menyelipkan rambut Alina.
"Cupu... Bangun..." Bisik Kenzo.
"Emhh..." Lenguh Alina dan membuka matanya perlahan.
"Makan malam dulu, ntar tidur lagi." Ucap Kenzo lembut.
"Tubuhku semua terasa sakit... Aku akan memakannya nanti." Jawab Alina dengan suara khas bangun tidur.
"Makan dulu cupu, biar gua bantuin lo bangun... Oma khawatir kalo lo belum makan." Ucap Kenzo. Tampak Alina bangkit dari posisinya dengan dibantu Kenzo. Alina duduk bersandar dengan kaki selonjor.
"Kapan aku memakai kaos ini??" Tanya Alina bingung.
"Tadi gua yang makein, nih makan dulu... Mau gua suapin??" Tawar Kenzo.
__ADS_1
"Tidak perlu, aku bisa sendiri." Tolak Alina sembari mengambil mangkuk dari tangan Kenzo.
Sebenarnya Alina sangat malas untuk bangun. Dia benar benar sangat lelah dan tubuhnya serasa hancur tak berbentuk. Namun tidak dapat dipungkiri, Alina merasa sangat lapar dan membuatnya terpaksa bangun.
"Kalo lo deket deket sama cowok lain, hukumannya sama kayak tadi bahkan dua kali lipat... Ngerti lo??" Ucap Kenzo sembari menatap istrinya yang sedang fokus makan. Alina meresponnya dengan anggukan kepala pelan.
Gua bener bener ngelakuin hal itu?? Astaga masih gak percaya gua kalau si cupu ternyata bodynya oke juga... Bisalah buat main main sebentar. Batin Kenzo sembari tersenyum miring.
Iya, Alina sudah menjadi milik Kenzo seutuhnya. Kenzo benar benar melakukannya saat dia selesai mandi dan melihat Alina yang memakai pakaiannya. Seketika Kenzo langsung menerkam Alina bagaikan singa menerkam seekor kelinci. Jangan heran jika saat ini mata Alina sembab karena dia terus menangis kesakitan. Setelah makan, Alina meminum susunya dan bernajak pergi.
"Sssshhhh! Ini sakit." Rintih Alina membuat Kenzo tersenyum.
"Udah tau sakit, lo mau kemana??" Ucap Kenzo.
"Kamar mandi." Jawab Alina lirih.
"Oh, ya udah gua gendong aja." Ucap Kenzo tanpa permisi menggendong istrinya ala bridal style.
"Ken!" Pekik Alina.
"Hahaha... Gak usah malu lah cupu, gua kan udah liat semuanya." Ucap Kenzo sembari tertawa kecil membuat Alina merona.
"Gua mandiin ya." Ucap Kenzo sembari tersenyum penuh arti. Dia menurunkan Alina di bath up dan menyalakan showernya.
"Ken aku—Humpphhh!" Belum sempat Alina protest Kenzo lebih dulu membungkamnya dengan bibirnya.
Kenzo yang awalnya menjelek jelekan fisik istrinya, justru sekarang tergila gila dengan istrinya itu. Dia ingin selalu melakukan hal itu berkali kali sampai Alina kelelahan. Dan kini Kenzo melakukannya lagi di kamar mandi dengan penuh kelembutan pada sang istri.
4 jam kemudian. Kenzo mengeringkan rambut istrinya dengan handuk kecil seperti Alina yang mengeringkan rambutnya. Alina memakai piyama tidur bercorak winy the pooh sedangkan Kenzo masih memakai handuk kimono.
"Jam berapa sekarang??" Tanya Alina. Tampak Kenzo menatap jam di dindingnya.
"11 malem, kenapa emangnya?" Jawab Kenzo kembali bertanya.
"Kita harus ke Vila Al kan?? Sebentar lagi Al berulang tahun." Jawab Alina.
"Gua aja, lo gak mungkin bisa ikut... Jalan aja kagak bisa." Ucap Kenzo.
"Itu juga ulahmu." Lirih Alina.
"Lo ngomong apa??"
"Tidak apa apa." Jawab Alina sembari menggelengkan kepalanya pelan.
"Udah kering, gua mau pergi dulu... Lo disini aj—"
"Aku ikut, aku bisa berjalan... Aku ingin bersama Lala dan lainnya... Boleh ya??" Ucap Alina memohon. Kenzo sedikit meringis saat Alina berusaha berjalan mendekatinya.
"Ya udah kalo lo maksa, ganti baju sana gua mau kasih tau Oma dulu." Ucap Kenzo dan diangguki oleh Alina. Alina pun mengganti pakaiannya dengan kerah yang lebih tinggi untuk menutupi k*ssmark yang Kenzo buat padanya.
Setelah berpamitan, sepasang suami istri itu pun pergi ke Vila Gavin. Sesuai rencana mereka akan berkumpul disana sebelum akhirnya memberikan Alzero kejutan.
__ADS_1
Maaf Pendek, besok insyallah update 2 Episode pantengin terus yah... I Love You Readers😘❤😍