
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
👩💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕
👩💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘
👩💻Terima kasih dan happy reading semua❤
📖📖📖
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Suasana hening, Alina menatap Lala dan Alzero secara bergantian. Saat Alina hendak berucap, Rio lebih dulu datang dan menghampiri Alzero. Lala menggandeng tangan Alina dan hendak pergi. Namun, belum Lala meraih tangan Alina. Alzero lebih dulu meraihnya.
"Kamu benar benar lupa padaku??" Tanya Alzero.
"Aku tidak pernah bertemu denganmu, tolong biarkan aku pergi." Jawab Lala.
Alzero menatap mata Lala dalam mencari kebohongan. Namun, mata tulus Lala menujukan jika dia tidak berbohong. Hal itu membuat Alzero melepaskan genggaman tangannya.
"Aku harap kamu kembali mengenalku." Ucap Alzero membuat Lala terdiam.
Alzero dan Rio pun pergi setelah mengurus pria tadi. Sejenak membuat Lala berbalik dan menatap punggung kekar Alzero yang perlahan menjauh.
"Lala kamu kenal Alzero??" Tanya Alina.
"Alzero??" Ucap Lala sembari mengerutkan keningnya.
"Iya, pria yang menolongmu tadi Alzero... Dia ketua osis sekaligus salah satu idola di sekolahku... Aku lihat dia seperti lama mengenalmu, kamu benar benar tidak mengenalnya?" Tanya Alina sekali lagi. Dan lagi lagi Lala menggeleng kepala pelan.
"Aku tidak mengenalnya, tapi... Aku merasa pernah bertemu dengannya." Jawab Lala jujur.
"Begitu... Sudahlah jangan dibahas, ayo kembali bekerja... Sebentar lagi kita akan pulang." Ucap Alina. Lala pun menganggukan kepalanya sembari tersenyum. Mereka pun kembali masuk kedalam cafe.
"Rio, pantau dia... Jika kau sudah menemukan tempat tinggalnya, kirim beberapa anak buahku untuk menjaganya.... Tapi ingat satu hal, jangan sampai dia menyadarinya." Ucap Alzero dari dalam mobilnya sembari menatap Lala.
"Baik tuan." Jawab Rio.
__ADS_1
Alzero menatap Rio sekilas dan kembali menatap Lala. Wajah datar dan dinginnya itu menyinggung senyuman. Hal itu tentu membuat Rio ikut tersenyum.
Terima kasih Tuhan, Engkau telah mempertemukan mereka kembali. Batin Rio.
Aku menemukanmu, sekarang tidak akan ada yang berani melukaimu lagi. Batin Alzero.
Alzero menyenderkan punggungnya sembari melingkarkan kedua tangannya didepan dada. Alzero menatap Rio yang berada dibangku depan.
"Rio kenapa dia tidak mengingatku???" Tanya Alzero serius.
"Saat nona Lala menolongmu, bukankah anda memakai masker? Dan kejadian itu sudah 3 tahun lamanya tuan." Jawab Rio. Tampak Alzero menepuk keningnya sendiri.
"Aku melupakan hal itu, jalankan mobilnya dan lakukan apa yang ku minta... Satu hal lagi suruh anak buahmu untuk membawa mobilku." Titah Alzero.
"Baik tuan, kita langsung ke Vila atau—." Jawab Rio.
"Langsung ke Vila." Jawab Alzero. Rio pun mengangguk. Perlahan mobil mewah milik Alzero pun menjauhi area cafe.
Di Kediaman Saputra
"Si Al mah gitu, pasti nggak bakalan balik lagi kesini... Udah ngerti gua sama sikapnya." Ucap Kenzo dengan wajah kesal.
"Yah, si Al emang gitu... Dah biarin aja entar juga jelasin sendiri ke kita." Ucap Gavin santai.
"Daripada itu, mending kita nonton sesuatu yang good." Sambung Gavin sembari tersenyum miring.
"Gua tau maksud lo... Fal tutup pintunya sana." Titah Kenzo sembari duduk diatas ranjang tepatnya disamping Gavin.
"Loh kok gua, yang mau nonton kan kalian kenapa harus gua." Kesal Raefal merasa terganggu.
"Ya elah lo yang deket... Lagian umur berapa masih aja nonton Tayo... Udah sana cepetan, lo yang paling muda jangan bantah sama yang lebih tua." Ucap Kenzo. Dengan wajah kesal Raefal pun menutup pintu kamar dan menguncinya. Dia pun kembali duduk di sofa sembari menikmati cemilan dan Bus Tayo favoritnya.
"Anak pintar." Ucap Kenzo tersenyum kemenangan. Dan tidak direspon oleh Raefal.
"Vin cari di youtube apa dimana??" Tanya Kenzo. Tampak Gavin tertawa kecil.
"Hahaha... Emang di laptop lo harus cari dulu... Gua punya banyak koleksi, nih gua kasih lihat." Jawab Gavin. Mata Kenzo terbelak melihat lebih dari 200 video adegan dewasa.
__ADS_1
"B*ngs*t, banyak banget dapat darimana lo??" Ucap Kenzo sembari melihat lihat.
"Rahasia dong... Eh iya gua udah dapet yang baru, belum gua tonton." Ucap Gavin.
"Ya udah kita tonton cepetan." Ucap Kenzo tidak sabaran. Gavin pun menekan salah tau videonya. Gavin pun menekan tanda play.
Beberapa saat kemudian, tampak Gavin dan Kenzo merasa gelisah. Raefal menatap kedua sahabatnya begitu film kesukaannya sudah selesai.
Mulai lagi mereka, bodo ah mending gua tidur. Batin Raefal.
Raefal pun merebahkan tubuhnya pada sofa dan memeluk bantal sofa. Kenzo menekan tanda pause membuat Gavin terkejut. Gavin pun menatap Kenzo yang tampak memerah.
"Kenapa lo pause sih, lagi seru juga." Kesal Gavin.
"Lo... Lo lanjut sendiri aja, gua mau mandi sekarang.... Mana handuknya." Ucap Kenzo.
"Tuh, cemen lo Ken... Kebiasaan berhenti di tengah jalan." Ucap Gavin kemudian melanjutkan menonton. Soal menonton nomor 1 bagi Gavin. Kenzo tak merespon dan memilih untuk mendinginkan tubuhnya.
Visual Ashel Seanarzo Caesar
Farrel Adinata
Celani Azura Zaryani
Alina Putri Alexasari
Ranadiacella
__ADS_1