
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YAπ ππ
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUAππ
I LOVE YOU READERSππ
...π₯MHKOT2π₯...
β’1 Bulan Kemudian
Hari ini adalah hari dimana paling membahagiakan antara Kenzie dan Rasya. Setelah tidak ada lagi teror dari Rayhan maupun Syakila, Kenzie tidak ragu menggelar resepsi pernikahan mewah nanti malam. Dan saat ini Kenzie gugup saat duduk dipelaminan sembari menunggu Rasya. Padahal, dia sudah persiapkan diri dari lama. Namun tetap saja dia gugup, terlebih si Zaiman tak lain Raka menakut nakuti Kenzie. Jika Kenzie gagal berucap maka pernikahan gagal. Tentu membuat Kenzie ketakutan.
"Hahaha! Abang grogi, Arka liat." Ucap Raka sembari merangkul leher adiknya.
"Abang jangan ngompol ya... Hahaha!!" Ejek Arka dan keduanya tertawa kecil. Yang mana mendapatkan jeweran dari Alina.
"Kalian ini! Gak boleh gitu." Ucap Alina membuat kedua anaknya mengecurutkan bibirnya kesal.
"Mempelai perempuannya sudah datang." Ucap Lina sembari menggandeng Rasya yang berbalut gaun putih. Tentu membuat Kenzie tidak berkedip. Rasya pun duduk disamping Kenzie, tentu dengan wajah gugupnya.
"Kamu cantik banget sayang." Bisik Kenzie membuat Rasya tersipu malu.
"Ekhem... Bisa dimulai sekarang??" Ucap penghulu membuat Kenzie dan Rasya sama sama tersipu malu. Kenzie pun menjabat tangan sang penghulu.
"Baiklah, Saudara Kenzie... Saya nikahkan engkau dengan Rasyalina Putri Binti Geoandro Saffa dengan maskawin seprangkat alat sholat dibayar tunai."
"Saya terima nikahnya Rasyalina Putri Binti Geoandro Saffa dengan maskawin tersebut dibayar tunai!" Ucap Kenzie lantang.
"Bagaimana para saksi sah??"
"Sah!!"
"Alhamdulilahirobilallamin."
__ADS_1
Kenzie menyematkan cincin di jari manis Rasya. Begitu juga sebaliknya. Rasya pun meraih tangan Kenzie kemudian mencium punggung tangannya. Yang mana membuat Kenzie memiliki kesempatan untuk mendekatkan wajahnya pada telinga wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya.
"Jangan lupa nanti malam siap siap." Bisik Kenzie sukses membuat Rasya merona.
"Abang bisiknya ntaran aja! Mending kita makan makan!!!" Ucap Arka yang mana membuat para tetamu tertawa kecil.
Bughh!
"Abang! Sakit tau!!" Pekik Arka saat Raka memukul lengan Arka sedikit keras.
"Bikin malu aja, sono pergi!" Ucap Raka membuat Arka mengecurutkan bibirnya kesal. Kenzo dan Alina hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat sikap kedua putranya.
Ayah, ibu... Jika saja kalian masih hidup, pasti kalian ikut berkumpul disini... Lihatlah, kalian memiliki cucu yang sebentar lagi akan membangun rumah tangga sendiri. Batin Alina tak terasa air matanya menetes.
"Mommy kok nangis??" Tanya ketiga anaknya bersamaan. Yang mana membuat Alina tersenyum meskipun dengan air matanya menetes. Dia memegangi kedua bahu Kenzie.
"Ini air mata kebahagiaan, mommy bahagia bisa liat anak mommy menikah... Itu kebahagiaan terbesar dari seorang ibu sayang." Ucap Alina membuat Kenzie dan Rasya ikutan menangis.
"Ih abang dah married nangis... Tuh ingusnya keluar, hahaha!!!" Ejek Raka membuat suasana kembali ceria. Kenzie menjitak kening Raka.
"Sudah, sudah... Ayo cucu cucu oma kita makan bersama." Ucap Lina. Oh iya, yang dateng pas pernikahan cuman sahabat sama kerabatnya Kenzie yah. Kecuali nanti pas resepsi semua tetamu bakalan hadir seperti rekan bisnis dan lain lain.
"Hiks!!! Hiks!!! Nala cuman pengen minuman itu." Langkah Lina dan lainnya terceghat saat mendengar tangisan Nala yang merengek ingin meminum segelas anggur yang tersedia disana.
"Nala sayang... Itu nggak baik, udah ya nanti aku beliin apapun yang kamu mauβ"
"Hiks!! Hiks!!! Sayang jahat! Nala mau nikah sama orang lain aja." Ucap Nala menghentakan kakinya kemudian pergi. Yang mana membuat lainnya geleng geleng kepala.
"Oi kak Daffin, susul kak Nala... Ntar digebet orang baru tau." Ejek Raka.
"Ai oi ai oi! Jangan harap lo bisa deketin adek gua!!" Ucap Daffin kemudian pergi menyusul sang istri.
"Sudah, sudah... Saras, Zaina, dan Zira ayo kita makan bersama... Bersama dengan keluarga besar kita." Ucap Lina dan keempat keluarga besar itu pun menikmati makan siang bersama.
__ADS_1
Disaat lainnya menikmati makan siang, Daffin sibuk dengan sang istri yang akhir akhir ini dalam mood yang aneh menurutnya. Beberapa saat lalu, Nala meminta cerai hanya karena Daffin salah membeli rasa ice cream. Bukan hanya itu, Nala bahkan marah jika Daffin pergi dan dekat dengan wanita lain. Bahkan saat Daffin hanya menghusap puncak kepala Mia, Nala memarahinya dan itu membuat Daffin serba salah.
"Sayang." Panggil Daffin lembut. Nala tak menjawabnya, dia justru bertambah menangis. Daffin duduk disamping istrinya kemudian menghusap punggungnya pelan.
"Kamu kenapa sih?? Akhir akhir ini aneh banget... Cup, cup, cup... Sini peluk, jangan nangis lagi ya sayang." Ucap Daffin kemudian memeluk sang istri.
"Hiks... Hiks...Nal... Nala pengen minum itu... Ta... Tapi... Sayang... Sayang gak boleh in.... Sa... Sayang jahat!" Ucap Nala membuat Daffin menghela napas panjang.
"Boleh... Tapi sedikit aja ya." Ucap Daffin.
"Beneran??" Tanya Nala dengan mata berbinar.
"Iya sayang... Jangan nangis lagi ya." Jawab Daffin kemudian menghapus sisa air mata Nala.
"Yey!! Ayo, Nala mau minum." Ucap Nala dia pun menggandeng tangan Daffin kemudian mereka masuk kedalam vila kediaman Azura bergabung dengan lainnya.
Selesai makan siang, Arka menyendiri di taman masih memakai jasnya. Dia menyandarkan punggungnya pada kursi taman, menatap langit yang cerah. Arka sedari tadi menahan sedihnya saat acara pernikahan dan itu karena Raka menghiburnya. Seolah Raka tau jika Arka tengah bersedih.
"Fatimah... Apa bisa kita bertemu sampai seperti bang Enzi dan kakak ipar?? Kamu dimana Fatimah... Apa kamu juga merindukanku??" Lirih Arka. Hingga dia menatap Messy yang sepertinya sedang berusaha mendekati Nanda, adik dari Yayan.
Kasihan kak Messy, padahal dia orangnya baik dan ceria... Kenapa si kutu buku b*go itu gak peka sih??! Batin Arka.
Dan tatapannya beralih pada Mia, dimana Mia tengah berbincang dengan seorang pria tak lain. Darren. Bukan hanya Mia, Chika dan Yayan juga bergabung. Entah dengan cara apa Darren bisa hadir tapi, Arka kini tau kenapa Raka tampak menjauhi Mia.
"Oi!! Gangguin abang yukβ"
"Bang." Ucap Arka membuat Raka mengerutkan keningnya. Pasalnya Arka memandangnya sendu.
"Kenapa lo?? Sedih kepengen married sama Fatimah??" Tanya Raka sedikit bercanda sembari tertawa kecil.
"Abang kenapa ngejauh dari Mia??" Ucap Arka membuat senyuman Raka pudar.
...π₯π₯π₯...
__ADS_1
Yahoo, udah adek putusin updatenya setiap hari 1 bab... setuju gak?? wkwkwk πππ