
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA๐ ๐๐
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA๐๐
I LOVE YOU READERS๐๐
...๐ฅMHKOT2๐ฅ...
Di Kediaman Caesar
Alveno terdiam mendengar usulan dari Rasya dan Kenzie. Begitu juga Lala yang masih trauma sampai sampai melupakan wajah si pelaku. Sedangkan Alzero sepertinya dia setuju dengan usulan Rasya dan Kenzie.
"Kasus itu sudah lama... Aku tau niat baik kalian tapiโ"
"Tapi apa salahnya mencoba?? Ven, mungkin masalalu si pelaku ngelukai tante Lala dan mungkin saja sekarang si pelaku akan melukai orang yang lo sayang seperti Lili." Ucap Kenzie memotong. Membuat Alveno menatap Liasya sejenak yang tengah fokus menonton Frozen.
"Ayah setuju dengan usulan Enzi... Mungkin saja akar dari peneror keluarga kita adalah dia." Ucap Alzero. Alveno menundukan pandangannya dan menghela napas panjang.
"Baiklah, kita cari pelakunya bersama." Ucap Alveno membuat Rasya dan Kenzie tersenyum bahagia.
"Kita akan mulai dari alat penyadap yang ada di tanaman oma." Ucap Kenzie dan diangguki setuju oleh Alveno. Alveno pun mengabari Daffin dan Revan. Toh, ini juga demi 4 keluarga besar.
"Aku sudah mengabari Daffin dan Revan." Ucap Alveno.
"Gua juga udah kabari Kay si Hacker kenalannya Raka." Jawab Kenzie. Alveno menganggukan kepalanya dan meraih jaketnya.
"Kakak mau kemana??" Tanya Liasya sembari mendekat. Alveno hanya tersenyum dan menghusap puncak kepala Liasya.
"Keluar sebentar...โ"
"Lili ikut yah." Ucap Liasya sembari memohon. Alveno menatap Kenzie dan Rasya bergantian. Tampak keduanya menganggukan kepalanya setuju.
"Baiklah ayo." Jawab Alveno dan membuat Liasya tersenyum bahagia. Keduanya pun menuju ke Kediaman Dicko.
"Raka memiliki kenalan hacker??" Tanya Alveno sembari menatap Kenzie yang fokus menyetir.
"Hooh, dia sepupunya calon bininya si R... Lumayan lah bisa bantu bantu." Jawab Kenzie.
"Kenapa tiba tiba menyelidiki kasus ini??" Tanya Alveno lagi.
"Yah ini usulannya si Rasya... Cuman apa salahnya, mungkin saja dia akar dari peneror keluarga kita." Jawab Kenzie.
Enzi benar, mungkin dengan ini semua peneror itu akan tertangkap dan lihat saja akan aku buat mereka merasakan mati secara perlahan. Batin Alveno.
"Dan Veno, lo beneran bakalan nikah diem diem pekan depan??" Tanya Kenzie.
"Iya... Kenapa memangnya??" Jawab Alveno.
__ADS_1
"Eng... Enggak kok, cuman kaget aja gitu." Ucap Kenzie.
Sialan! Harusnya gak usah tunangan, langsung nikah aja kan gampang... Keknya oma sengaja deh, hiks. Batin Kenzie menangis batin. Sesampainya di Kediaman Dicko. Tampak tiga motor terparkir rapi di garasi. Dan Kenzie menduga jika si kembar dan Kay sudah datang.
"Assalamualaikum." Ucap Kenzie membuat Lina dan Dicko menghampiri.
"Walaikumsalam, eh ada Veno juga toh... Ayo masuk." Ucap Lina.
"Terima kasih oma." Jawab Alveno sopan. Mereka pun menuju ke ruang santai.
"Halo abang." Sapa si kembar.
"Halo kak." Sapa Kay.
"Halo... Gimana udah ketemu??" Tanya Kenzie kemudian duduk disamping Raka.
"Udah... Raka udah nyuruh temen dan ini hasilnya." Jawab Raka kemudian memberikan gambar di ponselnya.
"Itu... Itu kak Ray dan kak Kila." Ucap Rasya tampak terkejut.
Sudah kuduga. Batin Alveno.
"Tadinya kita bisa saja merekam balik apa yang mereka bicarakan tapi sepertinya mereka sadar jika alat penyadap ditemukan dan kemungkinan menghancurkan salurannya." Jelas Kay. Kenzie hanya menganggukan kepalanya pelan.
"Oh iya bisa lo lacak nomor ini??" Tanya Kenzie.
"Oke." Ucap Kenzie kemudian menelefonnya. Namun sepertinya Syakila telah memblokir nomornya.
"Tidak jadi." Ucap Kenzie.
"Yah mungkin aku bisa melacaknya, setidaknya 2 sampai 3 jam." Jelas Kay.
"Lacak saja." Ucap Kenzie dan Kay pun menganggukan kepalanya patuh. Bertepatan dengan itu Revan datang bersama Daffin. Biasalah best partner.
"Sorry telat... Gimana??" Tanya Daffin.
"Pelakunya Rayhan dan Kila... Kita sedang melacaknya." Jawab Kenzie.
"Gil@ nih bocah, si Eli nyariin lo ternyata lo disini." Ucap Revan.
"Biarin ah, kak Eli cuman ngajak ribut aja... Gak ada bedanya sama si Messy." Jawab Kay masih fokus dengan komputernya.
"Sialan nih anakโ"
"Bontot bisa diem gak sih... Heran gua." Ucap Kenzie membuat Revan mendengus kesal.
__ADS_1
"Oh iya Ven... Lo yang ngasih tau kita kalo Rayhan bahaya, jadi lo pasti tau asal usulnya." Ucap Kenzie. Yang mana membuat Alveno menatap ketiga sahabatnya bergantian.
"Dia anak dari Julian." Jawab Alveno.
"Julian???" Tanya Daffin dan diangguki oleh Alveno.
"Kenapa emangnya??" Tanya Kenzie sembari menatap Daffin.
"Laura pura pura hamil dan gua udah nangkep dia... Tapi pas ditangkep dia bilang anak dari Julian bakalan hancurin keluarga kita... Apa yang Laura maksud si Rayhan??" Jawab Daffin.
"Dimana Laura sekarang??" Tanya Alveno.
"Tenang, gua tau dia bakalan berguna sedikit... Dia ada di gudang bokap gua." Jawab Daffin.
"Kita sudah telat 1 langkah... Dan itu harus membuat kita hati hati selama beberapa pekan bahkan bulan." Ucap Alveno dan diangguki setuju oleh ketiganya.
"Dan papa udah introgasi Laura... Dia disuruh buat hancurin rumah tangga gua." Ucap Daffin.
"Orang yang hampir menghancurkan acara pertunangan Enzi... Dia hanya diminta menangkap Raka." Jawab Alveno membuat Kenzie Raka dan Arka terkejut.
"Aku??" Tanya Raka dengan kening berkerut.
"Masuk akal juga... Waktu itu kan abang ke rumah Mia, dan keknya emang orang itu celingak celinguk nyariin abang deh." Jawab Arka membuat Raka terdiam.
Gak mungkin ada hubungannya sama CS.c kan?? Batin Raka khawatir.
"Oi Zaiman, lo cari masalah apa sama diโ"
"Tenang, dia mencari Raka hanya perintah dari Kila." Ucap Alveno membuat Daffin menghela napas panjang begitu juga Kenzie.
"Hahaha!!! Kak Kila dendam ternyata gegara aku siram... Okelahโ"
"Okelah apa hah?! Jangan main main Raka... Ini bukan permainan." Ucap Kenzie memperingati.
"Aku gak main main kok bang, yang gak Ar... Kita mau happy happy." Jawab Raka sembari merangkul Arka.
"Tapi kalian harus hati hati... Lo tau kenapa Laura ngeracunin adek gua?? Itu karena lo Zaiman, dia pengen lo menderita melalui adek gua." Ucap Daffin membuat Raka berhenti tersenyum. Dan dia memasang wajah dinginnya.
"Jadi... J*l*ng itu yang ngeracunin Mia??" Ucap Raka.
"Eh dasar bocah... Kalo ngomong yang bener." Ucap Kenzie sembari mengacak acak rambut Raka.
"Abang!!!" Pekik Raka membuat Kenzie Daffin dan Revan tertawa. Sedangkan Alveno Arka dan Kay hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Masih aja ada waktu bercanda, padahal lagi serius." Lirih Arka.
Biar pun gua juga jadi inceran, gak ada yang tau soal Fatimah... Dan gua harap dia baik baik aja. Batin Arka.
__ADS_1
...๐ฅ๐ฅ๐ฅ...
Yahoo alurnya bakalan adek percepat biar gak kayak season 1 ok๐๐ Thor ada ceritanya si kembar gak??? Ada lah kan mereka anaknya bambang Ken๐๐๐