
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
👩💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕
👩💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘
👩💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘
👩💻Terima kasih dan happy reading semua❤
📖📖📖
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
(Visual bangku yang Kenzo dan lainnya gunakan.)
"Alina, calon istri gua." Jawab Kenzo santai. Hal itu membuat Gavin menahan tawa. Karena Gavin tau, Kenzo sangat tidak menyukai wanita cupu.
"Halo Alina, kenalin gua Gavin sahabat calon suamimu." Ucap Gavin sembari tersenyum.
"Iya." Jawab Alina singkat membuat Gavin membeku.
Nih cewek datar banget dah. Batin Gavin.
"Sayang, kau mau mencobanya?" Tanya Gavin sembari merangkulkan tangan kanannya ke pinggang Nia.
"Ti... Tidak terima kasih." Jawab Nia sembari melepaskan tangan Gavin dan sedikit menjauhkan duduknya. Dia kini lebih dekat ke Alina.
"Halo... Boleh tau namamu??" Tanya Alina sopan. Nia pun tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Tentu, aku Nia... Salam kenal." Jawab Nia sembari tersenyum. Tampak Alina menjabat tangan Nia.
"Salam kenal, aku Alina." Ucap Alina.
Si*l! Mulai berani kamu baby... Kita lihat apa yang akan aku lakukan padamu nanti. Batin Gavin menatap Nia.
"Selamat datang tuan muda Alzero." Ucap salah pelayan. Saat itulah Kenzo dan lainnya menoleh. Mata Alina terbelak melihat sahabatnya terlihat sangat cantik.
"Lala." Lirih Alina.
Jadi, wanita itu yang Al cari. Batin Kenzo.
"Gil* si Al, dia beneran Al nya bukan??" Ucap Raefal.
Bughh!!
"Ya beneran lah... Ya kali dia hantu." Ucap Gavin sembari memukul lengan sahabatnya.
"Iya ya... Kan gua cuman bercanda, gak usah mukul segala kali." Grutu Raefal.
"Ro, kenapa mereka melihat ke arah kita??" Tanya Lala merasa risih.
"Itu karena kamu sangat cantik." Jawab Alzero menatap Lala membuat Lala merona dan memalingkan wajahnya.
"Nana." Lirih Lala sembari melepaskan lengan Alzero. Hal itu tentu membuat Alzero tidak suka. Dia pun membuntuti Lala yang berjalan menghampiri Alina.
"Nana kamu cantik banget." Ucap Lala.
"Kamu juga La, eh iya kenalin ini Nia." Jawab Alina mengenalkan.
Masyallah, mereka berdua terlihat seperti saudara... Sama sama cantik. Batin Nia kagum.
"Halo Nia, aku Lala senang berkenalan denganmu." Ucap Lala sembari tersenyum.
"Iya, Salam kenal." Ucap Nia. Akhirnya Nia Alina dan Lala memilih bangku lain yang bersebelahan dengan bangku Kenzo dan ketiga sahabatnya.
__ADS_1
Tadi Alina muji si Lala dipuji balik... Aku coba ah. Batin Raefal.
"Gavin lo ganteng banget sih." Ucap Raefal.
"H*mo Anj*r!" Ucap Gavin membuat Raefal membeku sedangkan Kenzo tertawa.
"Hahaha, ih kasar... Gak suka." Ucap Kenzo membuat Gavin ikut tertawa.
"Eh Al si Lala can—"
"Dia punya ku... Tidak ada yang boleh menyentuh apalagi menyukainya." Ucap Alzero sembari meminum segelas anggurnya.
Posesif banget sih ni orang. Batin Gavin. Saat itulah nyonya dan tuan Jinzar datang.
"Selamat hari anniversary tuan dan nyonya Jinzar." Begitu sapa para tamu.
"Terima kasih, nikmatilah hidangan kami... Setelahnya kalian bisa bersenang senang atau berdansa dengan pasangan kalian." Ucap Tuan Jinzar. Mendengar kata dansa membuat para wanita muda mendekat ke arah 4 serangkai yang menjadi daya tarik dipesta itu.
"Tuan Azura maukah berdansa dengan ku??" Ucap salah seorang wanita.
"Tuan Gavin maukah anda berdansa dengan ku??" Ucap wanita dengan nada genit.
"Tuan Raefal maukah anda berdansa denganku??" Ucap salah seorang wanita. Raefal yang jangah pun menerimanya.
"Tentu nona cantik." Ucap Raefal kemudian berdansa dengan wanita itu.
Sedangkan dengan Alzero dia lebih dulu menarik Lala kedalam pelukannya membuat Lala terkejut. Dia pun menatap mata Alzero.
"Ro... Apa yang kamu lakukan??" Tanya Lala. Alzero meletakan tangan kanan Lala ke bahunya dan tangan kiri menggegam tangan kanannya. Sedangkan tangan kiri Alzero merangkul pinggang Lala untuk semakin mendekat.
"Mengajakmu berdansa." Bisik Alzero ditelinga Lala.
"Tapi Ro—" Ucap Lala terpotong saat Alzero membalikan tubuh Lala. Tampak Alzero memeluk Lala dari belakang.
"Sttt... Ikuti saja gerakanku Lala sayang." Bisik Alzero membuat Lala merona.
"Iya, mereka terlihat sangat serasi." Ucap Nia sembari tersenyum. Melihat Alina yang lebih fokus menatap Lala dan Alzero, membuat Kenzo geram.
Nih cewek gak lihat apa calon suaminya lagi digoda malah diem aja. Batin Kenzo kesal. Saat itulah Gavin mendekat ke arah Nia.
"Sayang ayo berdansa." Ucap Gavin sembari tersenyum.
"Ti... Tidak, aku ingin bersama dengan Alina saja kamu—"
"Kamu berdansa saja, aku akan disini melihatnya." Ucap Alina. Belum Nia menjawab Gavin lebih dulu menarik tangan Nia dan mengajaknya berdansa.
"Wah mereka sangat serasi." Ucap Alina sembari tersenyum menatap ke arah kedua pasangan itu. Dia tidak memperdulikan Kenzo yang sedang bingung dirayu oleh banyak wanita.
(Visual ruang dansanya.)
"Aku baru melihat pria sedingin Alzero sangat bahagia dengan wanita... Ku rasa Lala benar benar sangat penting untuknya." Lirih Alina sembari menatap Alzero dan Lala.
"Permisi wanita cantik... Aku sudah punya pasangan ku sendiri... Ok, kalian berdansa dengan yang lain saja ya." Ucap Kenzo menahan emosi.
"Kami tidak percaya." Ucapnya kompak membuat Kenzo mengepalkan tangannya. Kenzo pun mendekat ke arah Alina dan menariknya untuk mendekat.
"Lihat??" Ucap Kenzo.
"Kalau begitu coba anda cium pacar anda." Ucap salah seorang wanita.
"Ken apa—" Ucap Alina terpotong saat Kenzo mencium bibirnya tiba tiba. Tentu hal itu membuat Gavin dan Raefal melototkan matanya tak percaya. Bahkan Raefal sampai melongo.
Dia benar benar akan mengubah Kenzo. Batin Alzero.
Gil*, si Kenzo bener bener.... Wah salut gua, kayaknya si Alina bener bener ngubah si biang onar. Batin Gavin.
__ADS_1
Itu si Ken kan?? Wih... Hebat, kayaknya si Alina bener bener bakalan ngubah si Kenzo. Batin Raefal.
"Tuan, apa yang dilakukan sahabat anda??" Tanya Nia polos. Karena sibuk bekerja untuk pengobatan ibunya membuatnya tidak mengerti soal hal itu.
Polos banget sih... Jadi pengen gua bikin lo njerit manggil nama gua. Batin Gavin menatap Nia m*sum.
"Sudah biarkan saja." Ucap Gavin membuat Nia menganggukan kepalanya.
"Ro apa yang kamu lihat." Ucap Lala hendak menoleh.
"Bukan apa apa." Jawab Alzero sembari memegang pipi Lala. Lagi lagi wajah Lala semerah udang rebus.
Kenzo pun menjauhkan wajahnya perlahan. Dan menatap para wanita yang menatapnya sedih.
"Kalian percaya??" Tanya Kenzo.
"Percaya percaya... Kami permisi maaf mengganggu." Ucapnya kemudian pergi. Kenzo menatap Alina yang tampak biasa biasa saja.
"Kenapa lo biasa biasa aja?" Tanya Kenzo.
"Hah? Memang aku harus bagaimana??" Jawab Alina polos.
"Apa itu ci*man pertamamu??" Tanya Kenzo menggoda.
"Bukan, aku hanya heran apa kau memberikanku napas buatan??" Jawab Alina polos. Hal itu membuat Kenzo tersenyum.
Polos banget sih... Kalau aja udah halal gua makan lo habis habis sampai lo gak sadarkan diri. Batin Kenzo.
"Iya, gua kasih lo napas buatan... Biar cewek cewek tadi gak deketin gua." Jawab Kenzo. Tampak Alina menganggukan kepalanya mengerti.
Pukul 12 malam, Kenzo lebih dulu pulang. Sebenarnya pesta masih lama, akan tetapi dia tidak tega melihat Alina yang terlihat sangat mengantuk. Bahkan Alina langsung tertidur saat didalam mobil.
"Ro, aku ingin pulang." Ucap Lala.
"Menginaplah di rumah ku... Paman Roni dan Alina pasti menginap di rumah Kenzo." Jawab Alzero.
"Tidak apa apa, antar aku pulang." Ucap Lala.
"Tidak, kau akan sendirian dirumah... Itu berbahaya." Jawab Alzero.
"Ta... Tapi—"
"Jangan menolak." Ucap Alzero sembari menggendong tubuh Lala ala bridal style.
"Ro turunin... Aku malu." Ucap Lala sembari menyembunyikan wajah ronanya pada dada bidang Alzero. Hal itu membuat Alzero tersenyum puas.
"Sayang ayo kita pulang." Ucap Gavin sembari mengajak Nia pergi.
"Hey kalian kemanain Gua?!! Dasar wanita hanya hal membosankan." Kesal Raefal saat ditinggal pergi oleh ketiga sahabatnya.
Apa gua udah nggak dianggep. Batin Raefal.
(Style Lala.)
(Style sekaligus visualnya Alzero.)
(Style Nia.)
(Style Alina.)
__ADS_1