
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
👩💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕
👩💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘
👩💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘
👩💻Terima kasih dan happy reading semua❤
📖📖📖
👩💻I Love You Readers❤❤❤❤❤
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Setelah mengisi perut mereka, Alina mengajak Mita berkeliling kampus agar lebih tau seperti apa denah kampus tersebut. Mereka menjadi dekat dalam waktu yang singkat. Saat itu tampak Gavin dan Raefal mendekat menghampiri mereka.
"Lala sini bentar, gua mau ngomongin sesuatu." Ucap Gavin. Lala pun mendekat ke arah Gavin. Sedangkan Raefal?? Tidak perlu ditanya. Dia tengah bersama dengan Mita.
"Ada apa?? Sepertinya serius." Tanya Lala.
"Jadi gini, besok kan si Al ultah nih... Kita mau kasih kejutan dia ntar jam 12 malem, lo mau ikut ya." Jawab Gavin.
"Alzero ulang tahun... Tapi kejutan seperti apa?? Apa yang harus aku lakukan??" Tanya Lala bingung.
"Jadi gini•••" Jawab Gavin menjelaskan rencananya.
"Tapi bagaimana kalau Alzero marah??" Tanya Lala khawatir.
"Gak lo tenang aja, paham kan??" Jawab Gavin kemudian kembali bertanya.
"Aku mengerti, akan aku usahakan." Ucap Lala.
"Bagus, gua pergi dulu ya... Fal ayo pergi." Ucap Gavin.
"Gua pergi dulu ya... Bay." Ucap Raefal buru buru pergi.
"Ciky!!! Ish nyebelin banget sih." Kesal Mita.
"Kamu menyukai Raefal??" Tanya Nia hati hati.
"Sangat menyukainya!! Aku ingin menikah dan memiliki 10 anak dengannya." Jawab Mita membuat Nia dan Alina terdiam. Karena baru kali ini ada wanita yang tidak gengsi atau pun malu mengungkapkan perasaannya.
"Lala apa pria tampan tadi suamimu??" Tanya Mita.
"Bukan, aku belum menikah... Dia hanya teman." Jawab Lala.
Untung saja kamu bertanya hal itu saat Al tidak ada, jika dia ada pasti terjadi perang abad ke 200. Batin Nia.
"Oh iya Lala, apa yang Gavin katakan padamu??" Tanya Alina.
"Besok Alzero ulang tahun... Mereka berencana memberikan kejutan." Jawab Lala.
"Ku rasa akan sulit, secara Alzero sangat dingin." Ucap Nia.
"Ku rasa tidak, karena ada Lala dikejutan itu." Ucap Alina membuat Lala merona.
"Nana." Lirih Lala membuat Alina tertawa kecil.
"Alzero siapa?? Suami Lala??" Lagi lagi Mita menanyakan hal itu.
"Itu—"
"Alzero calon suaminya, kau mengerti Mita??" Sela Alina membuat Lala merona malu.
"Ya aku mengerti." Jawab Mita sembari tersenyum. Mereka pun tertawa saat melihat wajah Lala yang semerah tomat.
__ADS_1
Di SMA Trijaya 1
Ashel tengah duduk sendirian dibangku taman tepatnya didepan perpustakaan. Meskipun membaca buku, pikiran Ashel tidak fokus pada bacaannya. Dia memikirkan apakah dia akan mengucapkan ulang tahun pada kakaknya atau tidak. Dia sudah lama mempersiapkan hadiah untuk Alzero. Tapi dia takut jika Zaina akan memarahinya atau Alzero dan Zaina bertengkar karenanya.
Apa yang harus aku lakukan?? Jika aku datang, kakak dan nyonya Caesar pasti akan bertengkar karena kedatangan ku disana... Aku harus bagaimana?? Batin Ashel.
"Hai Ashel!!" Sapa Renasya. Tampak dia mendekat ke arah Ashel dan duduk berhadapan dengannya.
"Rena, maaf tadi aku fokus membaca buku." Jawab Ashel berbohong.
"Tidak masalah, buku apa yang lo baca??" Tanya Renasya.
"Emm, buku mengenai sejarah... Kau mau melihatnya??" Jawab Ashel kembali bertanya.
"Coba lihat... (Membuka bukunya.) Ashel bahasa apa ini?? Lo ngerti bahasa ini??" Tanya Renasya dengan kening berkerut.
"Itu bahasa Italia... Cukup susah mendapatkan buku itu, ku pikir tidak ada di perpustakaan ternyata ada di gudang perpustakaan... Lihat ada beberapa halaman yang hilang." Ucap Ashel. Hal itu membuat Renasya menggelengkan kepalanya kagum.
"Bahasa inggris aja gua masih remidi... Apalagi bahasa Itali, bisa mati gua." Lirih Renasya.
"Rena, bagaimana menurutmu jika kakakmu ulang tahun??" Tanya Ashel tiba tiba.
"Ya gua kasih hadiah lah... Pokoknya hadiah terbest buat kakak gua.... Emang kenapa??" Jawab Renasya kembali bertanya.
"Besok kakakku ulang tahun yang ke 20." Ucap Ashel.
"Wah bagus dong, lo pasti udah siapin kado istimewa buat kakak lo." Tebak Renasya.
"Ya... Sepertinya begitu." Jawab Ashel sembari tersenyum kikuk.
"Yah ntar malem gak ikut makan makan dong." Ucap Fanya tiba tiba membuat Ashel dan Renasya sama sama terkejut.
"Astghafirullah Fanya, lo mau bikin gua jantungan ha??!" Kesal Renasya.
"Hehehe, maaf gak sengaja." Ucap Fanya sembari cengengesan.
"Makan makan acara apa??" Tanya Ashel.
Nih anak nggak tau apa sikon, lagian kalau Ashel dateng pasti Farrel gak suka... Secara dia posesif banget. Batin Renasya.
"Aku melupakan hal itu... Sepertinya aku tidak bisa datang Fanya, karena kakakku ulang tahun... Aku harus menyiapkan semuanya." Ucap Ashel sembari tersenyum.
"Yah gak seru dong... Okelah gak apa apa, asal tetep makan." Ucap Fanya membuat Ashel tertawa kecil.
"Fanya ayo!! Katanya ke kantin!" Panggil salah satu temannya.
"Oke oke... (Menatap Ashel.) Shel, Ren gua ke kantin dulu ya laper... Bay." Ucap Fanya kemudian pergi.
"Ya Allah anak itu doyan banget makan." Ucap Renasya sembari menggelengkan kepalanya pelan.
"Oh iya, Shel... Gimana kabar hubungan Calvin??" Tanya Renasya.
"Aku kasihan pada Calvin, Yasya memutuskan hubungan mereka karena selama 3 minggu lebih tidak bertemu dan tidak mengantar Yasya pulang... (Ashel menunduk.) Semua itu salah ku, Calvin sibuk menemaniku di Vila." Ucap Ashel dengan wajah penyesalan.
"Mungkin ini udah takdir Shel, lo jangan nyalahin diri lo... Gua yakin Calvin juga ngomong gitu kan ke lo?? Lagian ini udah terjadi, jadi lo doain aja semoga Calvin dapet cewek yang lebih baik dan perhatian daripada Yasya." Jawab Renasya.
Tampak Ashel hanya menunduk, dia benar benar merasa bersalah. Ashel sudah sangat memaksa agar Calvin tidak menemaninya, tapi Calvin bersikeras untuk menemani Ashel. Karena memang saat itu Ashel kesulitan saat menuruni tangga.
"Ngomong ngomong kok kaki lo sampe gitu Shel, lengan lo juga?? Kayak jatuh ke tebing rendah." Ucap Renasya membuat Ashel menegang.
"Ah itu... Aku terjatuh dan sebuah ranting menacap di betisku... Aku berusaha bangun tapi lengan ku tergores pohon." Jelas Ashel berbohong.
"Udah jangan cerita, gua ngeri dengernya." Ucap Renasya meringis membuat Ashel tertawa kecil.
Trrriiiinnnngggg!!!
"Yah bel bunyi.... Gua balik ke kelas dulu ya Shel... Bay Ashel." Ucap Renasya kemudian pergi ke kelasnya.
__ADS_1
"Bay Rena." Ucap Ashel. Ashel pun ikut masuk ke kelasnya. Namun baru didepan kelas, Ashel melihat Celani dengan romantis dic*um keningnya oleh Farrel. Dan mendapatkan sorakan dari kelas sebelah. Tampak keduanya tersenyum bahagia.
Bukankah itu terlalu.... Apa yang aku pikirkan, mereka saling mencintai... Wajar jika melakukan hal itu bahkan jika hal itu lebih. Batin Ashel sembari memalingkan wajahnya.
“Tau gitu mending Ashel aja jadi Ketos...”
Ucap siswa A.
“Hooh, Pak Hamzah juga suka kinerjanya Ashel.” Jawab siswa B.
“Jujur nih ya... Gua agak nyesel milih Farrel.... Dia gak bisa bedain mana yang urusan pribadi mana yang urusan sekolah... Masa rapat osis cuman 2 kali doang, mana semua keputusannya terserah sama pacarnya.” Sahut siswa C.
“Kalau gini terus, osis tahun ini bakalan turun derastis kinerjanya.” Ucap siswa A dan diangguki setuju oleh kedua temannya.
“Eh itu Ashel, samperin yuk.” Ucap Siswa B. Mereka bertiga pun menghampiri Ashel.
"Shel, tahun depan lo jadi Ketos lagi ya." Ucap siswa A.
"Sepertinya tidak... Tahun depan aku memilih fokus ujian." Jawab Ashel sembari tersenyum.
"Yah..." Ucap ketiganya tampak kecewa. Hal itu membuat kening Ashel berkerut bingung.
Kenapa akhir akhir ini hampir semua siswa menanyakan hal itu?? Apa ada sesuatu dengan osis tahun ini?? Batin Ashel. Saat itu guru masuk dan membuat yang di dalam kelas terdiam seketika.
Sepulang Kampus
Alzero menunggu Lala seperti biasanya. Namun sudah lewat 15 menit Lala belum juga menghampirinya. Saat itu dia melihat Alina yang berjalan bersama dengan Mita dan Nia. Alzero pun menghampiri mereka.
"Alina!" Panggil Alzero. Tampak Alina Mita dan Nia berhenti.
"Iya Al??" Ucap Alina.
"Kau bersama Lala?? Dimana Lala??" Tanya Alzero.
"Lala?? Tadi dia pulang lebih dulu, katanya ingin menemui seseorang." Jawab Alina.
"Menemui seseorang??" Tanya Alzero dan diangguki oleh Alina. Tampak Alzero mengepalkan tangannya erat.
Apa sepenting itu?? Siapa yang Lala temui?? Batin Alzero. Tanpa berkata lagi Alzero masuk kedalam mobilnya kemudian pergi.
"Rencana kita berhasil!! Ayo kita kabari Lala." Ucap Nia.
"Jangan, Al menyadap semua media sosial Lala... Ingat saran Lala tadi." Ucap Alina. Tampak Nia menganggukan kepalanya mengerti.
"Alina!!" Panggil seseorang terdengar familiar.
"Kak Zicko?" Lirih Alina. Iya, orang itu tidak lain Zicko. Tampak Zicko mendekati Alina.
"Alina, kamu mahasiswa disini??" Tanya Zicko antusias.
"Iya kak, kakak kenapa ada disini??" Jawab Alina kembali bertanya.
"Aku baru selesai mengurus pindahan ke kampus ini... Mulai besok aku kuliah disini." Jawab Zicko.
"Dia kakak kamu??" Tanya Mita.
"Bukan, dia kakak senior ku dulu... Namanya kak Zicko, kak kenalin ini Nia dan Mita... Sahabatku." Jawab Alina memperkenalkan.
"Salam kenal, aku Zicko." Ucap Zicko.
"Salam kenal juga." Jawab keduanya.
"Kamu mau pulang?? Mau ku antar??" Tawar Zicko.
"Tidak perlu kak terima kasih... Aku pulang dengan kedua sahabatku, lain kali aja yah kak... Maaf." Tolak Alina secara halus.
"Baiklah, kalian bertiga hati hati dijalan." Ucap Zicko. Alina menganggukan kepalanya dan hendak pergi. Namun Zicko menceghat tangan Alina.
__ADS_1
Cup.
Insyallah adek update lagi nanti sekitar jam 5 sore jadi pantengin terus yah... I Love You Readers😘😍🤗