My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 31


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


...🥀MHKOT2🥀 ...


Malam Harinya


Raka duduk termenung di salah satu basecampnya. Dia tidak mungkin kembali dengan keadaan lengan dan punggungnya luka. Alina pasti akan memarahinya jika tau kalau Raka memiliki gang motor yang ditakuti di kota itu.


"Lo gak balik Ka?? Ntar nyokap lo cariin, udah malem juga." Ucap Yudha sembari menatap arlojinya.


"Hooh, soal SMA Trijaya... Urusan kita, lo balik aja dulu istirahat... Besok juga libur, siapin diri lo buat test kenaikan pekan depan." Timpal Amal.


"Iya ya, cerewet amat lo lo pada... Yudha, cewek gua aman kan??" Tanya Raka.


"Aman bor." Jawab Yudha membuat Raka bernapas lega.


"Amal, antar gua pulang." Ucap Raka.


"Lah lo sama adek lo katanya udah dibeliin motor, kapan pakenya?? Ntar karatan loh." Ucap Amal.


"Sialan! Kunci masih dipegang daddy, nunggu gua ultah... Oh iya, kalo gua ultah kita party oke??" Ucap Raka.


"Oke Bor!!!" Sahut lainnya. Baru akan naik dijok belakang, Raka menatap orang yang tidak asing.


"Oi Zaiman!" Panggilan itu, siapa lagi kalau bukan Daffin.


"Kak Daffin... Amal ngebut cepetan!!!" Ucap Raka dan langsung pergi bersama dengan Amal.


"Woi Zaiman!!! Lah gua mo ucapin makasih malah kabur." Ucap Daffin. Daffin menatap teman teman Raka yang tengah berbincang dan ada yang bermain catur.


"Lo lo pada sahabatnya Raka??" Tanya Daffin.


"Kakak siapanya??" Bukannya menjawab, Yudha justru bertanya.


"Gua kakak pacarnya... Kalian habis tawuran??"


"Oh calon kakak iparnya... Cerita aja kali ya... Itu si Raka kena cl*rit punggungnya, kita kagak tau kalo mereka bersenjata... Lengannya juga lebam... Itu demi nolongin adek lo bang." Jelas Yudha.


Nih anak, bucin juga ada dosisnya bege amat jadi orang. Batin Daffin sembari memijit pelipisnya.


"Eh bang tunggu... Kasih duit dong, CS.s butuh dana." Ucap Yudha memelas.


"Ya elah, gua abangnya dia kenapa lo yang minta duit??" Jawab Daffin kemudian pergi.


"Lah malah ngegas." Lirih Yudha.


"Yudha lanjut bahasnya." Ucap salah satu temannya. Yudha pun kembali membahas tawuran yang akan mereka lakukan esok.


...🥀🥀🥀...


"Mas Raka kok nggak pulang pulang sih?? Kan udah malem... Gimana kalo kenapa kenapa??" Khawatir Alina menunggu kedatangan putranya di teras. Dia bahkan meminta Kenzie untuk mencarinya.

__ADS_1


"Raka udah besar, lagi pula dia cowok... Dia bisa jaga diri, sabuk merah taekwondo." Ucap Kenzo berusaha menenangkan istrinya.


"Kan merah bukan hitam!! Mas gimana sih." Kesal Alina.


Salah lagi. Batin Kenzo.


"Nah itu abang." Ucap Arka sembari menujuk Amal yang membawa Raka dibelakangnya.


Amal?? Jangan bilang habis tawuran dan gak ajak gua, eh tapi tawuran sama SMA Trijaya kan besok... Perlu gua tanya nih abang. Batin Arka.


"Ass—aduh aduh sakit mommy!!!" Pekik Raka saat Alina menjewernya.


"Sakit hmm?? Dari mana aja kamu ha?!! Kamu nggak tau mommy khawatir in kamu... Lain kali kalau mommy telefon angkat." Ucap Alina sembari melepaskan jewerannya. Dan Alina mengerutkan keningnya saat Raka memakai jaket. Karena Alina ingat betul jika Raka pergi hanya memakai kaos oblong putih dan celana panjang.


"Mommy mau apa??" Tanya Raka. Raka menghela napas panjang saat Alina membuka jaketnya. Lihatlah, kaos oblong putihnya terkena darah.


"Raka kenapa lengan sama... Astghafirullah, Raka!!! Kenapa bisa gini?? Kamu ngapain sih sayang??" Tanya Alina dengan mata berkaca kaca. Dirinya baru pertama melihat salah satu putranya terluka.


"Masuk, mommy mau lihat luka kamu! Mas, panggil Wiliam kesini." Ucap Alina menarik tangan Raka.


"Arka, kamu kembarannya... Jangan sembunyiin sesuatu dari abang... Kamu pasti tau kenapa Raka bisa sampe gitu." Tanya Kenzie. Baru Arka hendak berucap, Daffin lebih dulu datang.


"Oi Zaiman mana??" Tanya Daffin.


"Daffin?? Lo pasti tau adek gua kenapa??" Ucap Kenzie. Daffin hendak berucap namun Arka menggeleng pertanda agar Daffin tidak menceritakan hal tersebut.


"Zaiman luka gegara nolongin adek gua dari preman... Bucin ya bucin, tapi ada obatnya lah... Gua masuk ya, mau cek keadaan Zaiman." Ucap Daffin. Daffin masuk disusul oleh Kenzie dan Arka.


"Mommy kenapa nangis sih?? Kan Raka yang luka, malah mommy yang nangis." Ucap Raka saat Alina melihat luka dipunggungnya. Raka mendengus kesal, dia tidak suka jika Alina bersedih karenanya.


"Mommy bilang jangan gerak gerak... Nanti tambah parah lukanya!" Ucap Alina sembari menjewernya.


"Aduh, aduh... Sakit mom." Kesal Raka. Saat itu Wiliam datang dan mengobati luka Raka.


"Kamu habis tawuran Raka?? Ini luka dari senjata tajam, tidak mungkin kan ini luka dari pukualn??" Tanya Wiliam begitu selesai membarut luka di punggung dan lengan Raka. Tampak Raka menegang.


"Benar itu Raka??! Jawab mommy!" Ucap Alina.


"Maaf tante, sebenarnya Raka nolongin Mia dari preman bersenjata... Bukan tawuran, Mia sendiri yang bilang ke aku." Ucap Daffin. Alina terdiam dan menatap Raka yang cengengesan.


"Oh, jadi mau sok pahlawan gitu buat Mia... Harusnya pikirin diri kamu dulu Raka, baru orang lain... Astghafirullah, Ken anakmu membuatku kesal." Ucap Alina kemudian pergi. Dia bukan marah tapi khawatir terjadi sesuatu pada Raka.


"Mom—"


"Raka, kamu istirahat aja... Soal mommy, jadi urusan daddy." Ucap Kenzo memotong.


"Perbannya harus diganti sesudah mandi maupun saat lukanya terbuka agar tidak jadi infeksi." Ucap Wiliam.


"Terima kasih Wil... Maaf merepotkanmu malam malam begini." Ucap Kenzo.


"Tidak mengapa, aku pamit dulu... Masih banyak pasien yang harus aku tangani." Pamit Wiliam. Dia tersenyum kala Kenzie menatapnya.


"Mari ku antar... Enzi, antar Raka ke kamarnya." Ucap Kenzo.


"Dasar adek l*knut!! Nyusahin aja lo." Ucap Kenzie.

__ADS_1


"Hehe sorry bang." Jawab Raka sembari cengengesan.


"Zaiman, thanks ya udah tolongin adek gua... Sebenarnya gua males kesini, tapi karena adek gua gelagapan kayak cacing kepanasan." Ucap Daffin membuat Raka tersentuh.


Mia khawatirin gua?? Ya Allah tau gitu mending gua koma biar Mia tidur sama gua. Batin Raka lagi lagi berkhayal.


"Hehe sama sama kak, kakak nggak usah repot repot nganterin—"


"Kak Daffin ikut Arka ke kamarnya abang... Disana abang pasang fotonya Mia banyak... Banget." Ucap Arka sembari mengajak Daffin pergi lebih dulu.


"Oi Arka!!! Arghh! Adek b*ngs*t!" Umpat Raka. Kenzie menghela napas dan menyondorkan punggungnya.


"Cepetan naik, biar abang gendong." Ucap Kenzie.


"Abang mah, kan Raka udah gede masa digendong." Kesal Raka.


"Bagi abang, kamu sama Arka tetep adek kecil yang suka nyusahin abang... Cepetan keburu Daffin liat foto yang kamu pajang." Ucap Kenzie. Raka tersenyum kemudian naik kepunggung sang kakak.


"Sayang abang." Ucap Raka yang mana membuat Kenzie menggelengkan kepalanya pelan.


"Wih... Diem diem lo nyolong foto adek gua, wah bahaya nih... Gua kasih tau Mia ya—"


"Jangan kak please lah!!!" Ucap Raka memohon.


"Ngaku kamu!!! Kamu kan yang suka Mia, bukan Mia yang suka kamu??" Skakmat! Terbongkar sudah jika Raka yang menyukai Mia.


"Iya, ya Raka yang suka... Puas kan bang?! Udah abang sama kak Daffin pergi, Raka mau istirahat." Ucap Raka.


Bamm!!


Raka membanting pintu saat Kenzie Daffin dan Arka keluar.


"Nah kerekam... Tinggal kasih tau Mia nih, eh tapi janganlah... Gua mau liat apa si Zaiman bener bener cinta ke adek gua apa kagak." Lirih Daffin.


"Enzi, gua cabut dulu ya... Mau siap siap buat besok, lo jangan lupa dateng." Ucap Daffin.


"Hmm, siapin juga buat push up besok malam." Timpal Kenzie.


"Anj*r!!! Gua balik dulu bay." Ucap Daffin kemudian pergi.


"Yoi, lo istirahat sana... Jangan sad mulu gegara Fatimah." Ejek Kenzie.


"Abang!!!" Kesal Arka yang mana membuat Kenzie terkekeh.


...🥀🥀🥀...


**Rasya, kayaknya gua suka sama lo.* ~Kenzie*


"Tidak Rasya... Kamu harus lupakan kejadian itu, besok ada mapel pagi." Ucap Rasya sembari berusaha memejamkan matanya. Namun lagi lagi bayangan Kenzie yang mencium bibirnya kembali teringat.


"Kak Enzi pasti cuman main main... Dia kan benci sama Rasya." Ucap Rasya.


Jika kalian mengira Rasya tidak suka sama Kenzie kalian salah besar. Rasya sudah lama menyukai Kenzie sejak dia kecil. Namun, dia tau jika Kenzie membencinya dan itu membuatnya menutup rapat rapat perasaannya. Kira kira cinta sebelum pernikahan seperti Alzero dan Lala atau sesudah seperti Kenzo dan Alina yah??🤔


mulai besok Update 1 bab/hari nggak apa apa kan?? ntar ada crazy up kok, tenang aja😉

__ADS_1


__ADS_2