My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 54


__ADS_3

...Definisi hidup ku, mencintainya bukan berarti harus memilikinya. ~Arka Azura Zaryana...


...🥀MHKOT2🥀...



(Visual resepsi Kenzie dan Rasya.)


Tampak Kenzie dan Rasya tersenyum bahagia saat satu per satu tetamu yang hadir meminta foto bersama. Disebelah kanan ruangan ada Arka, Raka, dan Yudha tengah bermain gitar piano dan bernyanyi. Tentu membuat para tetamu melihatnya takjub. Begitu juga dengan Mia yang menatap Raka hampir tak berkedip.


"Mia kamu lagi liat apa??" Tanya Darren si pebinor, @njay.


"Nggak, aku cuman liat kakakku yang lagi foto sama kak Enzi." Jawab Mia dan Darren hanya menganggukan kepalanya mengerti sebagai respon.


"Kak mau liat itu ih." ~Si istri kesayangan Alveno.


"Revan ayo foto, buat latian ntar pas nikah." ~Bucinnya Revan.


"Sayang, Nala mau makan itu." ~Bumil cintanya Daffin.


Begitulah ketiga sahabat Kenzie yang sibuk menghadapi sikap istri dan tunangan mereka. Sedangkan Kenzie sendiri sibuk berfoto dengan keluarganya bersama sang istri. Dalam diam, Alina tersenyum bahagia. Pemandangan ini yang sangat dia impikan sejak lahirnya Kenzie. Dimana Alina melihat sekeliling penuh dengan rasa bahagia. Terlebih saat si kembar dengan bakatnya menjadi ahli musik diacara sang kakak.


Mommy daritadi ngeliat ke arah sini, ada apa ya?? Batin Arka.


"Terima kasih... Terima kasih." Begitu ucap Raka saat dia selesai tampil.


"Bang."


"Hmm??"


"Mommy daritadi liatin kita, samperin yuk." Ucap Arka.


"Ayo, Yudha gua ke nyokap dulu ya." Pamit Raka dan direspon anggukan oleh Yudha. Si kembar pun menghampiri Alina.


"Loh udah selesai??" Ucap Alina.


"Udah, gimana mom?? Bagus gak??" Tanya Arka antusias. Alina tersenyum dan menghusap puncak kepala keduanya.


"Bagus banget... Mommy suka." Jawab Alina.


"Oh iya, kata Arka mommy daritadi liatin kita... Kenapa mom??" Tanya Raka. Lagi lagi Alina tersenyum dan memegangi pipi kanan Arka dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanan memegangi pipi kiri Raka.


"Karena mommy berharap kelak kalian juga bahagia bersama dengan wanita yang kalian cintai." Ucap Alina.

__ADS_1


"Pasti mom." Jawab Arka antusias. Sedangkan Raka hanya tersenyum dan menatap sekilas Mia.


"Sayang, Arka dan Raka ayo kita foto bersama... Bersama dengan keluarga sahabat sahabat daddy." Panggil Kenzo.


"Oke dad, ayo mom!!" Ajak Arka dan Raka sembari menggandeng tangan ibunya.


"Pelan pelan sayang, jangan berlari." Ucap Alina. Kini semuanya pun berkumpul. Keluarga Azura, Caesar, Faresta dan Saputra pun berfoto bersama sebagai kenang kenangan.


"Kenzie lebih dekat lagi... Ya begitu... Siap, satu... Dua... Tiga!"


Ckrekkk!! Ckrekk!!!


Dan selesai. Akhirnya acara resepsi berakhir. Membuat Rasya bernapas lega karena akhirnya tidak memakai gaun yang sangat berat. Namun, dia menjadi tidak tenang mengingat Kenzie akan meminta haknya.


Rasya pura pura tidur aja kali ya, mumpung mas Enzi lagi mandi. Batin Rasya. Rasya pun menarik selimut, memeluk bantal dan berpura pura tidur.


Cklekkk!


Kenzie keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk dipinggangnya. Dia tersenyum miring melihat sang istri yang tidur membelakangi. Dengan perlahan Kenzie naik keatas ranjang kemudian memeluk istrinya dari belakang.


"Sudah tidur... Cepet banget sih sayang..." Bisik Kenzie sembari menciumi leher Rasya dan menggigit kecil telinga Rasya. Tentu membuat napas Rasya tak karuan.


"Gak baik loh nolak keinginan suami... Dosa." Lagi, Kenzie berbisik ditelinga Rasya.


"M... Mas... Ra... Rasya takut." Cicit Rasya. Mendengar respon sang istri, Kenzie pun membalikan tubuh istrinya. Menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Jadi gimana??" Tanya Kenzie lagi. Rasya meremas selimutnya dan menganggukan kepalanya pelan. Membuat Kenzie tersenyum bahagia.


"Jangan tegang, ya." Ucap Kenzie kemudian mencium bibir mungil Rasya. Keduanya pun menikmati malam pertama yang menjadi lembaran baru di buku kenangan mereka.


"Aduh!!! Aduh!!! Bang, tangan Arka kejepit!!!" Pekik Arka saat Raka tiba tiba mengijak tangan Arka yang hendak memindahkan bangku.


"Maaf... Maaf, lagian ngapain sih pindahin bangku segala... Kan ada pelayan." Ucap Raka.


"Hehe, mau duduk di balkon bang... Biar bisa liat tamu tamu pada keluar." Ucap Arka kemudian pergi dengan bangku tersebut.


"Lah pergi... Hmmm, pasti haluin si Fatimah lagi... Aduh Ya Allah." Lirih Raka sembari memijit pelipisnya.


"Rak, gua cabut dulu ya... Sampe jumpa di basecamp besok." Ucap Yudha.


"Oke, thanks ya udah hadir." Jawab Raka. Yudha pun pergi setelah mendapatkan izin dari Raka.


Semoga aja gak ada masalah lagi... Astghafirullah. Batin Raka sembari merilang rambutnya kasar.

__ADS_1


"Oi Zaiman!" Panggil Daffin.


"Kak Daffin, kenapa kak??" Tanya Raka. Bukan jawaban, melainkan jitakan yang dia dapat dari Daffin.


"Udah gua bilang jangan ngehindarin adek gua! Mau apa lo ha??" Ucap Daffin membuat Raka menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"Hehe, iya kak... Habisnya, Mia sibuk sama temennya." Jawab Raka membuat Daffin menganggukan kepalanya mengerti.


"Sayang!! Kesini!!! (Nala mendekat.) Zaiman, istriku gak tau kenapa katanya pengen megang rambut sama hidung kamu." Ucap Daffin.


"Hah?? Lagi gak ngidam kan kak??" Ucap Raka dengan kening berkerut.


"Gak tau tuh." Ucap Daffin menatap istrinya aneh. Tampak Nala mendekat dan merilang berkali kali rambut Raka. Beralih pada hidung mancung Raka dan mencubitnya.


"Hihihi! Lucu." Ucap Nala sembari tersenyum. Yang mana membuat Raka menatapnya bingung. Apa yang lucu?? Begitulah pikir Raka.


"Kalo gitu Raka pergi dulu... Dah kak, dah kak Nala." Ucap Raka.


"Dah anak ganteng." Ucap Nala membuat Daffin mengecurutkan bibirnya kesal.


"Oh jadi suami mu ini kurang ganteng dimata kamu??" Ucap Daffin. Tau sang suami cemburu, Nala merangkul lengan Daffin manja.


"Jangan cemburu dong, ntar gantengnya ilang." Goda Nala. Daffin pun gemas dan mencubit hidung sang istri.


Agak aneh, Ray dan Kila hilang selama sebulan ini... Ini tidak ada masalah baru lagi kan?? Batin Alveno.


"Kak kok bengong, ayo pulang... Katanya besok ada metting pagi??" Ucap Liasya sembari menatap suaminya.


"Iya sayang... Ayo, kamu pasti lelah kan?? Biar ku gendong." Jawab Alveno dan tanpa basa basi dia pun menggendong sang istri.


"Suami aku peka banget sih." Ucap Liasya membuat Alveno bangga dengan gelar dari sang istri.


Sedangkan dengan Arka. Dia menatap Vila besar milik Madira dulu yang mulai sepi. Yup, resepsi sengaja digelar divila Madira. Karena Kenzo dulu tidak ada resepsi, dia berharap salah satu putranya mengadakan resepsi di Vila tempat dia dibesarkan oleh Lina dan Dicko sebelum akhirnya mereka memiliki Vila sendiri.


Arka menghela napas panjang dan menatap bulan yang melingkar indah dengan cahaya terang. Sudah sebulan lebih Fatimah pergi dan tidak ada kabar sedikit pun. Membuat Arka semakin merasa jika Allah seolah tidak merestui mereka.


Dimana kamu Fatimah?? Batin Arka sedih. Hari dimana dia ingin pergi ke luar negeri sebentar lagi akan tiba. Setidaknya dia bisa melihat Fatimah untuk penyemangatnya.


Atau, Allah tidak mendekatkanku dengan Fatimah karena aku masih bolong sholatnya dan masih belum menjadi imam yang baik... Apa aku mulai mendekatkan diri pada—Nya setelah itu Fatimah?? Batin Arka lagi.


"Arka dah malem, ayo bobok... Besok kesiangan!" Panggil Raka.


"Oke bang!" Jawab Arka kemudian pergi menghampiri sang kakak. Karena hanya ada 4 kamar, terpaksa Arka dan Raka tidur berdua.

__ADS_1


...🥀🥀🥀...


Yahoo akhirnya selesai sudah masalah bambang Kenzie, jadi kalian siap siap yah buat masalah yang akan adek datangkan😂 Oh iya ada yang kangen gak nih ke adek?? wkwkwk ngarep☺😂😂


__ADS_2