
"Maaf." Lirih Revan sembari menundukan pandangannya. Yang mana membuat Kay emosi dan memukul tembok. Saat itu, Mita dan Raefal pun datang.
"Revan bagaimana keadaan Elina??"
"Masih ditangani dokter ma." Jawab Revan dengan tatapan kosong.
Kenapa kesalahan yang papamu perbuat menurun lagi padamu Revan... Batin Mita. Hingga saat itu, dokter keluar.
"Dokter gimana keadaan kakak saya??" Tanya Kay.
"Pasien alhamdulilah bisa diselamatkan... Kalian bisa menemuinya setelah pasien dipindahkan ke ruang rawat." Jawabnya.
"Terima kasih dok." Ucap Revan. Dokter tersebut hanya menganggukan kepalanya kemudian pergi.
"Oh iya om, Raka mana??" Tanya Kay.
"Di lobby." Jawab Raefal.
Semoga aja Raka gak dimarahin... Sial! Umpat Kay.
Sedangkan dengan Raka dan Arka. Keduanya tengah berdiri berhadapan dengan Kenzie dan Kenzo. Juga ada Alveno dan Alzero disana. Kenzo menampar pipi kanan Raka. Saat hendak menampae Arka, Raka menceghat.
"Limpahkan emosi daddy ke Raka... Jangan ke Arka." Ucap Raka membuat Kenzo menghela napas panjang dan menghempaskan tangannya.
"Pilihanmu ada 2 Raka, bubarkan geng motormu itu atau pergi dari rumah daddy!!" Ucap Kenzo tegas.
"Pertahankan geng motormu Raka, dan tinggalah bersama om." Ucap Alzero membuat Kenzo menatap sahabatnya itu.
"Maksudmu apa Al—"
__ADS_1
"Kamu tidak tau seberapa sulitnya Raka menggapai impiannya... Kamu hanya takut, kedua putramu tidak bisa mengontrol geng mereka... Semakin kamu mencemaskan apa yang anakmu raih... Maka semakin anakmu malas untuk meraih apa yang kamu minta... Biarkan si kembar besar dengan jalannya." Ucap Alzero.
"Om Al bener dad... Hanya kenakalan remaja, daddy maklumi itu sama kayak daddy maklumi aku yang pemabuk." Ucap Kenzie.
"Benar om... Om bisa bayangkan jika tidak ada Raka dan Arka juga para sahabatnya, mungkin Aurel sudah membunuh kalian." Ucap Alveno. Kenzo terdiam sesaat menatap Raka dan Arka yang menundukan pandangannya.
"Kemarilah." Ucap Kenzo sembari merentangkan kedua tangannya. Si kembar pun memeluk Kenzo dengan erat.
"Maafin Raka dad, Raka udah—"
"Daddy yang minta maaf... Daddy hanya khawatir dengan keselamatan kalian." Ucap Kenzo. Kenzie pun tersenyum dan ikut berpelukan. Sedangkan Alveno dan Alzero ikut tersenyum. Sejenak Alveno menatap langit langit rumah sakit.
Akhirnya berakhir... Tidak ada lagi pengganggu dalam keluarga besar kami. Batin Alveno.
...🥀🥀...
Beberapa bulan kemudian. Anak pertama dari Daffin akhirnya lahir dengan selamat. Dan jenis kelaminnya laki laki. Tentu keluarga Saputra mengadakan pesta meriah atas kelahiran sang pangeran kecil baru di keluarga tersebut. Pangeran kecil itu diberi nama Cavero Ettan Saputra.
Geng CS.s juga semakin berkembang. Kini sudah mencapai 155 anggota dan tentu itu geng motor terbesar dalam sejarah pergeng motoran. Hanya saja, kini mereka tengah bersedih saat sang ketua dan wakil harus pergi ke Amerika nanti sore.
"Inget! CS.s gak akan bubar, gua cuman 4 tahun di Amerika... Dan gua yakin, kalian pasti jadi lebih hebat dari sekarang... Gak usah sedih, ada Yudha Amal sama Kay... Ketua devisi kalian yang sementara ambil alih." Ucap Raka. Satu per satu Raka dan Arka pun bertos perpisahan.
"Ketua... Jangan lupakan kami." Ucap Jones.
"Gak bakalan... Gua selalu inget kalian." Ucap Raka kemudian menaiki motornya.
"Rak... Kita anterin kalian sampai ke bandara... Please." Ucap Kay.
"Oke... Kita ke rumah gua dulu, ambil koper sama perlengkapan gua." Ucap Raka. Kay Amal dan Yudha pun menganggukan kepalanya mengerti.
__ADS_1
Setelah mengambil barang bawaan beserta lainnya. Mereka pun menuju ke bandara. Ternyata Daffin Revan dan Alveno ikut mengantar si kembar ke bandara.
"Kalian jangan nakal nakal disana." Ucap Lina setelah memeluk sang cucu.
"Siap oma!"
"Jangan sering bolos, raih gelar MBA biar bisa ngalahin om Alzero." Ucap Kenzie membuat lainnya tertawa kecil.
"Siap bang! Kakak ipar, ntar kalo dedeknya lahir kabarin ya." Ucap Arka.
"Pasti." Jawab Rasya sembari tersenyum. Kini Arka dan Raka pun memeluk sang ibu.
"Jangan sampai kenapa napa disana... Mommy menunggu kalian disini." Ucap Alina sembari meneteskan air matanya. Raka dan Arka pun menghusap air mata sang ibu.
"Kami bakalan sehat aja mommy... Dan selalu kabarin mommy." Jawab Raka.
"Bener mom, abang bisa lindungin Arka kok. Mommy tenang aja." Ucap Arka. Dan terakhir, Raka menghampiri tiga sahabatnya dan memeluknya bergantian. Hingga saat memeluk Yudha, Raka berbisik.
"Selama gua di Amerika, gua titip Mia dan CS.s ke lo Yud... Kalian tenang aja... Gua bakalan ngenalin CS.s disana." Bisik Raka.
"Pasti." Jawab Yudha.
Ketiganya pun melambaikan tangan saat si kembar mulai masuk kedalam pesawat. Raka dan Arka juga melambaikan tangannya saat berada di dalam pesawat. Begitu pesawat lepas landas, senyuman si kembar memudar.
Sampai berjumpa 4 tahun kemudian... Mia Triana Saputri. Batin Raka.
Sampai bertemu lagi... Fatimah Putri Humairah. Batin Arka.
...🥀TAMAT🥀...
__ADS_1
Jangan dulu dihapus dari favorite ya, ntar ada bonus chapter dari adek😊😙❤❤