
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
...🥀MHKOT2🥀...
Di Rumah Sakit
Rasya tengah menerima suapan dari Lina. Wanita lanjut usia itu tak henti hentinya memberikan kasih sayang padanya layaknya putrinya sendiri. Sejak kecil, fisik Rasya lemah. Jika dia kedinginan berlebihan maka demam dan muntah yang berlebihan akan kambuh. Itu sebabnya Rasya dirawat di Rumah Sakit setidaknya selama 3 hari.
"Rasya pengen pulang Oma." Ucap Rasya.
"Nggak bisa sayang, tunggu sampe keadaan kamu stabil." Jawab Lina.
"Tapi Oma... Nanti Rasya ketinggalan banyak mapel—"
"Jangan mikirin itu... Opa udah minta izin kok ke pihak kampus supaya kamu istirahat... Sekarang, kamu fokus sama kesehatan kamu... Ok??" Ucap Lina. Dia tersenyum saat Rasya menganggukan kepalanya pelan.
"Kamu kok bisa pinsan di kamar mandi?? Kamu kepeleset atau kenapa sayang??" Tanya Lina.
"Um... Ra... Rasya tiba tiba pusing pas mau mandi, mungkin kecapean ya." Jawab Rasya menutupi kebohongannya dengan senyumannya.
"Beneran?? Toh bukannya sebelum itu kamu sama Enzi?? Jangan jangan Enzi bully kamu lagi?! Ayo jujur ke Oma!" Ucap Lina dengan nada agak tinggi.
"Bu.... Bukan Oma... Kak Enzi pulang terus Rasya ke kamar mau mandi dan tiba tiba pusing." Jawab Rasya meyakinkan Lina.
"Kamu nggak bohong kan sama Oma??" Tanya Lina sembari menggenggam tangan Rasya.
"Nggak kok Oma." Jawab Rasya. Akhirnya Lina percaya pada Rasya meskipun ada sedikit kejanggalan disana.
Alhamdulilah, Oma percaya... Aku nggak mungkin kasih tau Oma kalo kak Enzi yang ngurung aku... Nanti Oma marahin kak Enzi. Batin Rasya.
"Oh iya... Karena besok Oma sama Opa ada urusan... Tante Alina sama Kenzie yang jagain kamu disini, nggak apa apa kan sayang??" Ucap Lina.
"Iya Oma, maaf yah... Gara gara Rasya kemarin, Oma sama Opa jadi nunda urusannya." Ucap Rasya sembari menunduk merasa bersalah.
"Kesehatan kamu lebih penting dari apapun... Istirahatlah, Oma tunggu diluar yah." Ucap Lina. Rasya menganggukan kepalanya patuh. Lina mencium kening Rasya sebelum akhirnya dia pergi keluar menghampiri Dicko.
Suasana hening. Hanya ada suara tetesan cairan infus. Rasya menatap tangannya yang di infus itu dan menatap pemandangan sore hari dari kaca jendela. Tiba tiba perlakuan kasar dari Kenzie muncul dipikirannya. Yang mana membuat Rasya meneteskan air matanya.
•Flashback On
Kenzie yang tampak kesal itu memutuskan untuk ke rumah Lina. Bertepatan dengan itu, Lina dan Dicko tampak masuk kedalam mobil. Lina mengurungkan niatnya dan menghampiri cucunya itu.
"Enzi, Oma sama Opa ada urusan... Jadi, kalau kamu disini jaga baik baik Rasya ya... Jangan macem macem! Ntar Oma kasih uang jajan." Ucap Lina.
__ADS_1
"Hmm... Enzi paham Oma... Oma sama Opa hati hati dijalan." Jawab Kenzie. Lina tersenyum dan mencubit pipi cucunya itu.
"Ini baru cucu Oma... Oma pergi dulu ya, Assalamualaikum." Pamit Lina kemudian masuk kedalam mobil.
"Walaikumsalam... Huft... (Menghela napas.) Gua emang lagi gak pengen diganggu, baguslah." Lirih Kenzie kemudian masuk kedalam Vila.
Dilihatnya suasana sepi. Hanya ada Rasya yang tengah fokus membuat sesuatu didapur. Kenzie merebahkan dirinya diatas sofa dan menutup kedua matanya dengan lengan kekarnya itu.
Kila... Lo udah berubah, jangan salahin gua kalo gua juga berubah. Batin Kenzie.
Kak Enzi kayaknya ada masalah ya... Pasti masalah tugas. Batin Rasya sekilas menatap Kenzie. Kenzie menyingkirkan lengannya dan membuka matanya.
"Anak jelek, ambilin air!" Titah Kenzie.
Rasya pun patuh dan menuangkan air putih kedalam gelas. Rasya pun mendekat dan memberikan segelas air itu pada Kenzie. Kenzie yang tengah kesal itu bangkit dari duduknya tiba tiba. Yang mana membuat air dalam gelas itu tumpah mengenai kaos Kenzie.
"B*ngs*t!!! Lo punya mata nggak sih, Ha?!!" Bentak Kenzie membuat Rasya menunduk.
"Ma... Maafin Rasya kak, Rasya nggak sengaja." Ucap Rasya dengan nada bergetar. Dia menggigit bibir bawahnya menahan tangisan. Kenzie mengambil gelas dari tangan Rasya dan menaruh nya diatas meja. Setelahnya dia menarik tangan Rasya kasar.
"Lepasin kak sakit." Rintih Rasya. Namun Kenzie tampak tak bergeming. Dia mendudukan Rasya disudut kamar mandi. Mengambil ember dan mengisinya dengan air dingin.
Byurrrrr!!!
Kenzie mengguyur tubuh Rasya dengan air dingin itu. Yang mana membuat Rasya menggigil. Belum sampai itu, Kenzie menyalakan shower dan kini membuat Rasya semakin kedinginan. Kenzie mencengkram tengkuk Rasya kasar.
"Salah Rasya apa kak?? Rasya kan nggak sengaja—"
"Diam!! Sekarang rasain lo kedinginan!" Ucap Kenzie kemudian meninggalkan Rasya begitu saja.
Seperti inilah Kenzie sejak kecil yang membully Rasya. Rasya selalu menjadi pelampiasan amarah Kenzie jika ada didekatnya. Saat Rasya hendak bangkit, tiba tiba dia merasa pusing dan sekitarnya buram. Rasya pun jatuh pinsan dengan shower masih menyala.
•Flashback Off
Kenapa kakak benci banget sama Rasya?? Rasya salah apa kak?? Batin Rasya.
Di Kediaman Caesar
Lala tersenyum melihat putra tunggalnya tertidur pulas dipangkuannya. Sesekali Lala mencium kening putranya itu dan menghusap keningnya. Meskipun Alveno dingin, tapi tetap saja dia sangat merindukan Lala. Ibu yang sangat dia sayangi itu.
Cklekk!!
Pintu terbuka. Tampak Alzero tersenyum melihat anak dan istrinya. Dia senang semuanya bisa berkumpul kembali. Alzero duduk sofa yang ada disana. Sedangkan Lala tampak memindahkan kepala Alveno ke bantal dan menyelimutinya. Setelah memberikan ciuman di kening putranya, Lala pun duduk disamping suaminya.
"Dia sudah besar... Kenapa harus dicium?!!" Ucap Alzero tampak kesal.
"Tidak, bagiku dia tetap Veno kecilku... Aku merasa bersalah membuatnya menangis berjam jam." Ucap Lala sembari menatap Alveno yang terlelap. Alzero memeluk istrinya mencium pipi kananya.
__ADS_1
"Tidak perlu merasa bersalah, sekarang kamu sudah kembali... Itu kebahagiaan untuk ku dan putra kita." Ucap Alzero.
"Dimana Lili??" Tanya Lala.
"Sudah istirahat, dia benar benar bernama Lili??" Ucap Alzero sembari melepaskan pelukannya.
"Sebenarnya namanya Liasyafana... Tapi agar lebih mudah, aku memanggilnya Lili... Lala, Lili cocok bukan??" Jawab Lala sembari tersenyum.
"Namamu juga sulit... Ranadiacella... Seharusnya nama panggilanmu Rara saja." Ucap Alzero membuat Lala menggelengkan kepalanya pelan.
"Veno tidak mau minum susu ataupun jus... Dia masih tidak mau memakan makanan manis??" Tanya Lala. Alzero menganggukan kepalanya pelan dan menatap Alveno sekilas.
"Beberapa saat lalu aku memberikan sedikit gula ke kopinya... Tapi dia marah dan hampir seharian mengurung diri di kamarnya." Jawab Alzero.
"Padahal ini bukan salahnya... Mungkin sudah takdirnya anak kita pergi, bukan begitu?" Ucap Lala. Alzero menganggukan kepalanya dan mencium sekilas bibir Lala.
"Aku merindukanmu... Bisakah kita—"
"Nanti saja... Bagaimana kalau kita istirahat??" Ucap Lala sembari memeluk lengan suaminya manja.
"Baiklah... (Menggendong Lala ala bridal style.) Malam ini adalah malam kita... Tidak ada yang bisa mengganggu kita." Ucap Alzero membuat Lala tersenyum.
Terima kasih Ya Allah... Telah mengembalikan ingatanku dan membiarkanku kembali pada suami dan anakku. Batin Lala sembari menatap Alzero yang tengah menggendongnya.
Alzero merebahkan Lala diatas ranjang berukuran king size itu. Alzero memeluk erat istrinya seolah takut untuk kehilangannya kembali.
"Apa yang kamu bicarakan dengan Lili?? Jangan jangan kamu berniat mengusirnya?? Jangan jangan kamu berpura pura baik saat ada aku dan—"
Cup.
Alzero mencium bibir istrinya.
"Kamu terlalu sering menonton sinetron... Aku tidak mungkin mengusirnya apalagi karena ibu gadis itu menyelamatkanmu dan menjagamu... Aku hanya bertanya bagaimana dia menemukanmu." Ucap Alzero.
"Lalu??" Tanya Lala.
"Katakan padaku, apa kau ingat sesuatu saat kecelakaan 16 tahun yang lalu??" Tanya Alzero. Yang mana membuat Lala terdiam.
"Aku tidak ingat wajahnya... Tapi dia mengatakan••"
*Hahaha!!!! Teriaklah Lala... Bahkan suami tercintamu itu tidak akan bisa menolongmu... Aku masih bisa selamat, Selamat tinggal.*
Mendengar hal itu Alzero mengepalkan tangannya erat dan memeluk Lala. Dia menghujani kening Lala dengan ribuan ciuman.
"Jangan khawatir... Sekarang aku akan menjagamu... Istirahatlah, kamu harus menyiapkan diri untuk nanti malam." Ucap Alzero membuat Lala merona dan memukul pelan Alzero. Kedua pasangan suami istri itu saling berpelukan hingga akhirnya tertidur.
Huhu akhirnya bisa update lagi😭😭 Maaf yah kalau lama gak update soalnya sinyal susah dan adek ngurus surat buat pendaftaran... Ada crazy up?? Tenang udah adek siapin kok jadi pantengin terus yah, Salam Bombai😍😘
__ADS_1