My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 63


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


👩‍💻I Love You Readers❤❤❤❤❤


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Seketika Gavin melepaskan pelukannya dan mengambil susu buatan Nia. Tampak Saras memberikan barang belanjaannya pada Nia. Nia pun menatanya dikulkas.


"Mama ngapain ke rumah Dita??" Tanya Gavin kemudian meminum susunya.


"Papa batalin perjodohan kamu sama Dita." Jawab Saras. Tampak wajah Gavin berbinar dan meletakan gelasnya.


"Hah?? Beneran pa??" Tanya Gavin menatap Bima. Namun Bima tak meresponnya. Dilihatnya raut muka Bima tampak kesal dan kecewa. Bima pun menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.


"Papa kenapa ma??" Tanya Gavin menatap Saras.


"Dita hamil, dan itu alasan kenapa tante Jiny nikahin kamu sama Dita... Maklum papa kamu kesel, untung aja mama sadar kalau nggak... Mama minta maaf ya sayang." Jelas Saras.


"Gak apa apa ma, toh untung Gavin belum married sama tuh cewek kalau gak... Tapi, kayaknya papa lebih kesel... Kenapa emang ma?? Ada yang mama sembunyiin ya??" Tanya Gavin menatap selidik pada Saras. Tampak Saras tertawa kecil dia mengajak putranya duduk disampingnya.


"Papa kamu lagi cemburu." Ucap Saras membuat Gavin terkejut.


"Hah?? Cemburu kenapa ma?? Mama jangan macem macem yah." Ucap Gavin menatap tajam ibunya.


"Mama nggak macem macem sayang... Tadi pas jenguk Ashel, ayahnya ternyata udah balik dari luar negeri tau nggak dia ganteng banget... Hiks, Zaina beruntung banget sih." Jelas Saras membuat Gavin terdiam.


Bokapnya Al kayak gimana sih?? Jadi penasaran. Batin Gavin penasaran.


"Mama kesana cuman sama papa??" Tanya Gavin.


"Nggak, tante Zira sama Lina juga ikut." Jawab Saras.


"Nia yuk pergi." Ajak Gavin sembari menarik tangan Nia pergi.


"Tu... Tunggu, kita mau kemana??" Tanya Nia.


"Udah ikut aja... Kita pergi ya ma, bay (Menc*um pipi kanan Saras.) Assalamualaikum." Pamit Gavin kemudian pergi.


"Walaikumsalam, hati hati sayang... Harus bujuk bayi besar nih." Ucap Saras kemudian menuju ke kamarnya.


Cklekk!

__ADS_1


"Mas... Ya Allah mas, udah umur berapa masih aja kayak anak kecil." Ucap Saras. Namun orang yang dia cari tidak ada dikamarnya.


"Mas... Mas!" Pekik Saras terkejut saat kedua tangan suaminya melingkar erat dipinggangnya.


"Hmmm?? Kenapa cari aku?? Gak sama Araka aja?? Katanya dia ganteng... Zaina beruntung banget kan??" Bisik Bima ditelinga istrinya.


"Mas kan aku bilang fakta... Lagian umur berapa masih aja cemburuan... Kan bukan cuman aku mas, toh si Lina sama Zira juga." Omel Saras pada suaminya.


"Jadi, kamu pikir Dicko sama Leon bakalan biasa aja gitu?? (Menggigit daun telinga Saras.) Masih mending aku cemburu diam, bisa bayangin Dicko apain Lina??" Ucap Bima.


"Iy... Iya mas.... Maafin aku yah." Ucap Saras sembari merangkulkan kedua tangannya dileher suaminya.


"Gak segampang itu sayang." Ucap Bima sembari tersenyum miring.


Di Rumah Sakit


Kenzo memijit pelipisnya pelan melihat Lina yang tengah berbincang dengan Ayahnya Al tanpa memperdulikan suaminya. Tampak jelas jika Dicko tengah cemburu dan hanya duduk diam. Begitu juga dengan Leon.


"Al kayaknya bokap lo terkenal ya pas kuliah... Liat, daddy sampe nggak ngomong apa apa." Ucap Kenzo.


"Kayaknya Daddy lo kurang handsome deh... Sampe tante Lin berpaling ke om Raka." Ucap Raefal dan mendapatkan pukulan kecil dari Kenzo.


"Sembarangan kalo ngomong lo bungsu, Al mending lo istirahat aja sama Lala... Kasihan dia ketiduran, untung ada ranjang disini." Ucap Kenzo. Tampak Alzero menatap Lala yang terlelap dalam tidurnya.


"Ayah lebih baik kau pulang, bunda pasti menunggumu." Ucap Alzero.


Kau memang putraku, terima kasih telah menyelamatkanku putraku. Batin Araka terharu. Dia benar benar sulit bernapas saat Dicko dan Leon menatapnya tak suka.


"Dia masih sama seperti kuliah dulu, sangat setia dan penyayang." Ucap Lina dengan mata berbinar.


"Iya ya... Gantengnya juga." Timpal Zira.


"Al om pamit dulu ya, semoga Ashel cepat sembuh." Pamit Dicko kemudian pergi.


"Terima kasih om." Jawab Alzero.


Gawat... Suami kesayanganku marah, aduh... Batin Lina.


"Mas kok aku di tinggal.... Mas! Mas!" Panggil Lina sembari menyusul suaminya.


"Ayo sayang kita pulang, om doain semoga cepet sembuh ya adek kamu... Ciky kamu jangan lupa pulang, nanti ada jam siang kan?? Papa sama mama pulang dulu, Ayo sayang." Ucap Leon kemudian pergi bersama sang istri.


"Kayaknya nyokap sama bokap lo pasangan paling romantis... Gak kayak daddy sama mommy kerjaannya cemburuan... Taulah daddy bucin banget sama mommy." Ucap Kenzo sembari menyandarkan punggungnya di sofa.


"Ntar juga lo gitu ke Alina Ken." Ucap Raefal menahan tawa.


"Hih, amit amit dah... Jangan sampe." Jawab Kenzo sembari mengibaskan tangannya.


"Ih lo mah cuman suka enaknya doang." Ucap Raefal.


"Enak lah buat puasin n*fsu doang kok... Gua ngelakuin hal itu cuman karena n*fsu bukan cinta atau semacemnya." Jelas Kenzo membuat Raefal terdiam.

__ADS_1


"Bagaimana jika Aurel nanti hanya memanfaatkanmu sama seperti kamu memanfaatkan istrimu??" Tanya Alzero kemudian meminum kopi cupnya.


"Lo doain gua gitu Al??"


"Aku hanya memintamu untuk membayangkan saat kamu diposisi itu." Jawab Alzero datar.


"Ya, kayaknya mustahil... Dia kan bukan nolak gua... Cuman dia bilang gua terlalu baik buat dia, itu artinya kan masih ada peluang dong??" Ucap Kenzo membuat Alzero menggelengkan kepalanya pelan.


"Yah palingan kalo lo udah sadar, ntar juga bakalan nyesel." Ucap Gavin yang baru datang bersama dengan Nia.


"Eh dateng dateng langsung nyamber aja kek gledek." Ucap Kenzo membuat Gavin terkekeh dan dia pun duduk disofa tepatnya berhadapan dengan Alzero.


"Haha, sorry... Habisnya lo lucu sih... Lah si Lala tidur lo kagak Al?? Ntar kan ada jam siang." Ucap Gavin.


"Jangan terlalu keras... Biar kan dia istirahat, Lala tidak tidur karena ingin menemaniku... Beruntung kalian datang jadi ada alasan membuatnya tidur." Ucap Alzero menatap Lala yang terlelap.


"Istri idaman... Lo paham kan sayang... (Nia mencubit paha Gavin keras.) Ma... Maksud gua Nia." Ucap Gavin dan diabaikan oleh Nia. Sampai dia menatap Ashel yang terbaring dengan beberapa alat bantu bernapas.


"Al, dia... Adikmu kan?? Apa yang terjadi??" Tanya Nia menatap Alzero.


"Iya dia Ashel, ada musibah semalam membuatnya kritis sampai saat ini." Jawab Alzero.


"Maaf, semoga adikmu cepat sadar dan sembuh total seperti sedia kala." Ucap Nia menatap Alzero kasihan.


"Terima kasih." Jawab Alzero.


Baby I'm right here...


Ponsel milik Kenzo berbunyi membuat Kenzo bangkit dari duduknya sembari menatap ponselnya.


"Oma telefon, gua angkat telefon dulu ya." Ucap Kenzo dan direspon anggukan oleh keempatnya.


📞


“Hallo oma—”


“Kenken kamu pulang sekarang... Alina sakit, lain kali jangan mengajaknya begadang terlalu lama.” Omel Madira di seberang sana.


“Oke... Oke Oma, Ken pulang sekarang... Aku tutup telefonnya Oma, sayang oma.”


Tut.


Kenzo memutuskan jaringan telefonnya. Dia pun kembari duduk bersama keempat sahabatnya.


"Gua cabut dulu ya, ada sedikit masalah... Oke, bay." Pamit Kenzo kemudian pergi.


"Ya elah baru gua dateng... Main pergi aja." Kesal Gavin sembari menatap punggung sahabatnya yang menjauh.


"Ashel gak nangis lagi kan Al??" Tanya Raefal.


"Tidak... Dan ku harap begitu sampai dia sadar." Jawab Alzero sembari mendekat ke arah Ashel. Dia memegang tangan Ashel yang terjarum infus.

__ADS_1


__ADS_2