My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 50


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


...🥀MHKOT2🥀 ...


Malam Harinya


Kay terus berkutat di depan laptop tanpa teralihkan sedikit pun. Bahkan dia tidak menyadari jika Messy duduk dan menonton televisi. Karena memang Kay tengah duduk diatas karpet bulu dengan memakai eraphone. Tentu tidak mendengar apapun karena dia mendengarkan musik.


Mata komputer lagi ngapain sih?? Serius banget. Batin Messy gengsi gengsi kepo. Bertepatan dengan itu, Elina datang dan melihat Messy yang sesekali melirik Kay.


"Kay makan malam dulu ih!! Main laptop mulu!" Ucap Elina sembari menepuk bahu sepupunya.


"Apaan sih kak?!! Ntarlah mau lanjutin ini." Ucap Kay kemudian kembali fokus dengan laptopnya. Yang mana membuat Elina sedikit mengintip.


"Ponsel siapa itu??" Tanya Elina. Saat Elina hendak mengambil ponsel tersebut, Kay menapisnya.


"Punya temennya kak Revan... Udah sana pergi, loh neng rep kapan kamu disitu??" Tanya Kay membuat mata Massy melotot. Kenapa neng rep?? Tentu karena Messy saat bicara tanpa jeda seperti seorang rapper.


"Eh dasar mata komputer! Sembarangan kalo ngomong dibejek sama kakakku baru tau!" Ucap Messy yang mana membuat Kay menutup kedua telinganya.


"Kenapa gak gantiin Lisa blackpink buat jadi rapper?" Lirih Kay dan didengar oleh Messy.


"Kamu—"


"Adik ipar, makan malamlah dulu... Ayo." Ucap Elina kemudian membawa Messy pergi. Dan saat itu, Revan pun datang kemudian duduk disamping Kay.


"Bagaimana??" Tanya Revan.


"Karena benturan ada beberapa data yang hilang tapi... Saat itu sepertinya ibu kak Veno selesai melakukan video call... Dan aku berhasil memulihkan rekamannya... Ingin melihatnya??" Tanya Kay. Revan menganggukan kepalanya. Baru rekamannya hendak diputar, Bella dan Mita datang. Mereka berdua menjewer anak masing masing.


"Makan malam dulu!" Ucap Mita dan Bella.

__ADS_1


"Aduh!! Aduh!!! Lepasin dulu sakit mama." Pekik Revan namun tidak direspon oleh Mita. Kini mereka pun menikmati makan malam bersama.


Di Kediaman Azura


Setelah makan malam, seperti biasa Kenzo Alina dan ketiga putranya tampak berkumpul di ruang keluarga. Kenzie dengan santainya tiduran dengan beralaskan karpet bulu sedangkan si kembar tengah mabar sembari tiduran. Raka tiduran dipangkuan sang ayah sedangkan Arka dipangkuan sang ibu. Sesekali Alina menghusap puncak kepala Arka.


"Besok beneran gak adain pesta ulang tahun??" Tanya Alina.


"Iya mom... Gak usah, kan kita udah besar... Iya nggak abang??" Jawab Arka tanpa mengalihkan pandangannya. Tampak Raka meresponnya dengan anggukan.


"Nah gitu, sesekali mikir kek... Aku aja seumuran kalian gak rayain ultah... Ribet!" Ucap Kenzie sembari mengganti chanel televisi.


"Bravo! Setuju ama abang!!" Ucap Raka sembari tersenyum.


"Tapi besok malam daddy mau undang temen temen daddy... Biasalah keluarga om Gavin om Raefal sama om Alzero... Gimana??" Tanya Kenzo.


"Mia ikut kan dad??" Tanya Raka sembari mendongak menatap wajah sang ayah.


Ctakk!


"Ya datenglah, kan daddy bilang sekeluarga." Ucap Kenzo.


"Nah gitu dong, biar ada semangat dikit gitu." Jawab Raka tampak tersenyum puas.


"Oh iya, Mia juga daftar di SMA sama kayak kamu... Sengaja Daffin yang urus." Ucap Kenzie membuat Raka bangkit dari posisinya.


"Yang bener bang?!! Wih, ntar dia bisa liat dong kegantengan aku pas lagi tanding basket." Ucap Raka sembari merilangkan rambutnya.


"Gak bakalan, toh Mia pasti bakalan di perpustakaan." Ucap Arka membuat Raka dada serasa tertusuk panah.


"Adek sialan!" Umpat Raka.


"Oh iya dad... (Bangkit dari posisinya.) Daddy tau siapa Aurel??" Tanya Kenzie membuat Kenzo dan Alina terdiam.


"Kenapa tiba tiba—"

__ADS_1


"Karena anaknya yang meneror aku sama Rasya dad... Bukan hanya aku, Daffin, R dan Veno juga." Ucap Kenzie memotong. Yang mana membuat Kenzo menghela napas panjang.


"Maafin daddy... Gara gara daddy, kalian juga yang harus nanggung—"


"Gak kok dad... Masalah ini justru bikin Enzi lebih dewasa... Dan bikin Enzi sadar kalau gak sepenuhnya club dan membuat onar adalah keseharian Enzi... Tapi menghadapi masalah bersama, adalah keseharian ku dan ketiga sahabatku... Daddy gak perlu ngerasa bersalah, ok??" Jelas Kenzie membuat Kenzo dan Alina tersenyum haru.


"Daddy bangga padamu Enzi." Ucap Kenzo.


"Terus kita dad?? Raka kan yang nemuin alat penyadap di tanaman oma." Ucap Raka.


"Arka yang ngambil pistol sama hancurin bank daya." Ucap Arka tak mau kalah.


"Anak anak mommy semuanya hebat dan mommy bangga... Kemarilah." Ucap Alina sembari merentangkan kedua tangannya. Baik Raka Arka dan Kenzie berhamburan memeluk sang ibu.


"Kita sayang mommy sama daddy." Ucap ketiganya.


Melihat kedekatan Alina dengan ketiga putranya, Kenzo tersenyum haru. Itu mengingatkannya pada kejadian yang sangat dia sesali. Dimana dia memanfaatkan Alina dan bahkan hampir membiarkan Alina pergi. Jika hal itu terjadi mungkin saat ini Kenzo hanya bisa melihat kebahagiaan Alina dan putranya dari jauh.


"Kita mau bobok dulu.... Good night mom, dad... Sweet dreams." Ucap Kenzie kemudian mengajak kedua adiknya ke kamarnya masing masing untuk beristirahat.


...🥀🥀🥀...


"Besok aja yah, Nala capek." Ucap Nala saat sang suami meminta haknya. Bukan tanpa alasan dia menolak, tapi dia benar benar lelah karena Daffin menyentuhnya lebih dari 12 jam dalam sehari. Dan itu membuat Nala heran kenapa sang suami tidak ada lelahnya.


"Ayolah sayang, besok aku kerja lembur... Yah, mau yah." Ucap Daffin memohon membuat Nala menghela napas panjang.


"Besok aja yah, Nala lagi—Humphh!" Belum Nala menyelsaikan ucapannya, Daffin lebih dulu menciumnya.


"Gak bisa kita harus bikin dedek... Selamat on the way dedek." Ucap Daffin kemudian menyerang sang istri.


"Ja... Jangan!!! Da... DAFFIN!!!!"


...🥀🥀🥀...


Semisal jadwal update, mau update setiap hari apa aja?? jawab di kolom komentar ya😊😉

__ADS_1


__ADS_2