
⭐Perhatian. Jangan lupa like, vote, and komentarnya ya🤗 Dan selamat membaca semua⭐
Di Kediaman Azura
Kenzo masuk kedalam rumahnya dengan langkah mengendap endap layaknya seorang pencuri. Kenzo melirik ke arah jam dinding menujukan pukul 1 pagi. Kenzo bernapas lega saat lampu ruang tengah mati.
Kayaknya mommy daddy sama Celani udah tidur, aman deh gua. Batin Kenzo.
Kenzo pun menaiki tangga hendak menuju ke kamarnya. Namun baru ditangga ke tiga tiba tiba *Klak!!* lampu menyala membuat Kenzo membeku.
"Hallo anak mommy yang tampan??? Ingat pulang kamu, nggak takut nyasar??" Ucap Lina ibu Kenzo.
Kenzo pun membalikan tubuhnya perlahan dan menatap wanita paruh baya yang tidak lain ibunya dengan senyum terpaksa.
Gawat, kok mommy belom tidur sih?? Batin Kenzo.
"Hehe... mommy kok belom tidur?? Kangen ya sama anakmu yang tampan dan mempesona ini?" Ucap Kenzo berusaha tenang.
Tampak Lina tersenyum dan berjalan mendekat ke arah putranya. Melihat hal itu, membuat Kenzo lega mengira Lina tidak marah lagi padanya. Namun saat didepan Kenzo tiba tiba...
"Aduh... Aduh mommy sakit, Kenzo salah Mommy, Kenzo janji nggak ulangi lagi." Ucap Kenzo sembari memiringkan tubuhnya dan meringis kesakitan lantaran Lina menjewer telinganya.
"Janji... Janji terus kamu Kenzo, katakan apa yang kamu buat di sekolah tadi?? Pak Satya telefon mommy tadi siang." Ucap Lina masih menjewer telinga Kenzo.
"Kenzo bakalan ngomong tapi lepasin dulu jewerannya." Ucap Kenzo. Seketika Lina melepaskan jewerannya dan menatap Kenzo meminta penjelasan.
"Disekolah tadi bukan aku yang bikin masalah disekolah, tapi sahabat aku mom... Si balok es berjalan itu." Ucap Kenzo. Tampak Lina menatap Kenzo terkejut.
"Maksud kamu Al, jangan bohong kamu ya Kenzo... Allah melihat Malaikat mencatat." Ucap Lina.
"Mom Kenzo nggak bohong... Kalo nggak percaya tanya aja sama Raefal yang nggak pernah bohong itu... Jadi tadi pas istirahat•••" Jelas Kenzo pada ibunya. Tampak Lina mengagguk kepala pelan.
"Tapi bukan masalah itu Kenzo, (Menjewer telinga Kenzo.) Kamu habis disekors lagi sama guru kamu dan lagi lagi karena kamu belum ngerjain tugas kan?? Kapan kamu dewasa Kenzo??!" Ucap Lina cukup keras.
"Ampun mommy, Kenzo nggak ngulangi lagi." Ucap Kenzo merintih kesakitan.
"Nggak ngulangi lagi tapi ngelakuin lagi." Ucap Lina.
"Eh... Ela kamu kok bangun." Ucap Kenzo.
Seketika Lina melepaskan jewerannya dan berbalik mengira Celani terbangun. Tanpa Lina sadari Kenzo perlahan lari menaiki tangga dan langsung masuk ke kamarnya.
"Celani sayang kamu kenapa ba—" Ucap Lina menggantung sadar Kenzo menjahilinya.
"Kenzo... Sabar.... Sabar dia anak kamu." Ucap Lina menahan emosinya.
Didalam kamar, Kenzo tertawa kecil karena berhasil menjahili ibunya.
__ADS_1
"Besok gua harus berangkat pagi, kalo nggak mommy marah marah ditambah Ela juga... Daddy juga nggak bakalan bisa belain gua kalo dua singa betina itu udah marah... Oh iya Al diskors nggak ya?? Lagian Al kenapa sih nggak cerita diapain aja di ruang BK, giliran gua aja dipaksa buat cerita... Bodo ah, mending gua tidur aja, besok class metting... Awas aja lo Julian, besok gua bejek bejek lo sampe masuk liang lahat." Ucap Kenzo.
Kenzo pun menuju ke kamar mandi guna mengganti seragamnya. Setelah rapi dengan piyamanya, Kenzo langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang berukuran king size itu. Perlahan Kenzo pun terlelap sampai alam mimpi menghampiri.
Di Kediaman Saputra
Sama halnya Kenzo yang harus menghadapi ibunya karena pulang terlambat. Gavin tampak memanjat tembok rumah nya sampai ke balkon kamarnya. Beruntung, Gavin siap siaga tidak mengunci jendela balkonnya.
"Untung gua pinter, papa mama sama kak Ravin kayaknya udah tidur. Mending gua juga tidur sebelum pelayan atau satpam liat gua disini, bisa bisa dikira maling gua." Ucap Gavin.
*Krett!!!* Gavin membuka jendela kamarnya perlahan dan kini Gavin sudah masuk ke kamarnya. Segera Gavin menutup kembali jendela dan juga kordennya.
Untung aman, mending gua mandi habis itu langsung tidur. Batin Gavin.
Gavin menyambar handuknya dan menuju ke kamar mandi. Tidak seperti Kenzo yang harus berhadapan dengan ibunya, Gavin berhasil tiba di kamarnya tanpa kendala.
Di Kediaman Faresta
Berbeda dengan Kenzo dan Gavin yang harus repot repot mengendap endap dan secara diam diam untuk masuk ke rumah nya, Raefal dengan santai masuk ke rumah nya. Tampak seorang pelayan datang menghampiri Raefal dan membawakan tasnya.
"Papa sama mama udah tidur bik?" Tanya Raefal sembari memberikan tasnya.
"Sudah tuan, nyonya besar berpesan jika anda sudah pulang untuk makan malam dulu sebelum tidur." Jawab Bik Arni.
"Aku baru makan bik, buatin susu aja langsung antar ke kamar ya bik... Habis itu bibi boleh istirahat." Ucap Raefal sembari menaiki tangga menuju ke kamarnya.
"Baik tuan muda." Jawab Bik Arni.
Di Vila Alzero
Alzero tampak keluar dari dalam mobilnya kemudian memasuki Vila mewahnya. Tampak peria paruh baya menghampiri Alzero. Alzero memberikan jas seragamnya dan tasnya.
"Rio, Ashel sudah tidur??" Tanya Alzero.
"Tuan muda Ashel baru saja tidur tuan." Jawab Rio kepala pelayan Alzero.
"Bagaimana surat pindahnya??" Tanya Alzero sembari melonggarkan dasinya.
"Sudah beres tuan." Jawab Rio. Alzero mengagguk paham dan langsung menuju ke kamarnya.
Ashel Seanarzo Caesar, adik satu satunya Alzero. Setelah mengganti pakaian, Alzero langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Perlahan matanya pun terpejam dan hanyut dalam alam mimpinya.
Keesokan harinya
Kenzo terbangun dari tidurnya saat mendengar ketukan pintu yang cukup keras. Kenzo menatap jam dinding yang dimana sudah menujukan pukul 7 pagi.
"Gawat gua kesiangan." Ucap Kenzo langsung menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Kenzo sudah rapi dengan seragamnya. Buru buru Kenzo langsung membuka pintu kamarnya. Tampak gadis berusia 17 tahun berada dihadapannya membuat Kenzo terkejut bukan main.
"Ela kamu mau kakak serangan jantung?? Minggir kakak udah telat banget ini." Ucap Kenzo. Gadis itu tidak lain Celani Azura Zaryani adik Kenzo.
"Lagian dari tadi dipanggil nggak nyaut, aku juga telat kak... Aku nebeng ya?? Soalnya tadi Daddy ada metting mendadak terus mommy ngunjungin temennya... Mau ya?? Kakakku kan baik." Ucap Celani dengan mengaktifkan mode imutnya.
"Giliran butuh aja nggak marah marah... Udah ayo berangkat." Jawab Kenzo. Celani pun mengikuti Kenzo dan ikut masuk kedalam mobil sport hitam milik Kenzo.
Di SMA Diamond
Tampak Alzero tengah sibuk membantu para anggota osis yang tengah mendekorasi aula untuk acara prom night nanti malam. Raefal dengan elegan tanpa beban duduk disudut ruangan sedangkan Gavin menjadi pusat perhatian hanya karena memainkan gitarnya. Alzero menatap arloji yang melingkar ditangannya.
Jam menujukan pukul 07.43 membuat Alzero menatap Raefal dan Gavin. Tadinya mereka menunggu Kenzo ditempat biasa mereka berkumpul sebelum berangkat sekolah. Namun, Kenzo menelfon dan memaksa agar ketiga sahabatnya berangkat lebih dulu. Alzero mendekat ke arah Gavin dan seketika para gadis gadis yang mengelilingi Gavin membubarkan diri begitu mendapat tatapan mematikan dari Alzero.
"Kenzo masih belum datang??" Tanya Alzero.
"Belum Al, hampir jam 8 kemana tu bocah??" Jawab Gavin sembari meletakan gitarnya. Melihat Alzero mendekat pada Gavin, Raefal pun ikut mendekat.
"Santai aja, kayak nggak tau tu bocah... Bentar lagi juga dateng." Ucap Raefal.
Baru Raefal mengatakan hal itu, tampak Kenzo datang dengan berlari.
"Sory gua telat... Barusan anter adik gua dulu ke sekolahnya." Ucap Kenzo yang terlihat ngos ngosan.
"Lah lo baru ngomong kok Kenzo muncul?? Jangan jangan lo saudara Kenzo yang terpisah kemudian is dated dan reikernasi jadi anaknya tante Zira sama om Leon." Ucap Gavin seenaknya.
"Sembarangan lo kalo ngomong, gua doain semoga followers lo ilang semua." Ucap Kenzo. Membuat Gavin menatap Kenzo tajam.
"Diam atau aku membuat kalian diam selamanya." Ucap Alzero datar tanpa ekspreksi. Seketika membuat Gavin Kenzo dan Raefal menunduk.
"Berhenti bercanda dan bantu mereka, satu hal lagi jangan membuat onar lagi." Ucap Alzero kemudian menghampiri seorang siswa yang kesusahan.
"Al kayak papa gua pas marah... Ngeri gua liatnya." Ucap Gavin bergidik ngeri.
Visual Tokoh
Ini Kenzo
Ini Gavin
Ini Raefal
__ADS_1
Ini Alzero