My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 20


__ADS_3

⭐Perhatian. Jangan lupa like, vote, and komentarnya ya🤗 Dan selamat membaca semua⭐


Di Rumah Alina


Alina menyambut sang ayah dengan wajah gembira seperti biasanya. Roni tampak tersenyum menatap Alina.


"Ayah darimana??" Tanya Alina sembari memeluk sang ayah.


"Maaf sayang, ayah tadi dari rumah teman ayah." Jawab Roni. Saat itu, tampak Lala mendekat ke arah mereka.


"Sayang dia??" Tanya Roni.


"Ayah, dia sahabatku namanya Lala... Dia sangat baik ayah, bolehkah dia tinggal disini??" Ucap Alina. Tampak Roni menatap Lala dan Roni melihat tatapan tulus dari Lala.


Sepertinya dia memang anak yang baik... Tidak masalah jika dia tinggal disini untuk menemani Alina. Batin Roni.


"Tentu saja boleh sayang... Lala kemarilah." Ucap Roni sembari menggerakan tangannya.


"Kamu sepertinya anak yang baik, kamu bisa tinggal disini untuk menemani Alina." Ucap Roni.


"Terima kasih om." Ucap Lala sembari tersenyum.


"Ayah ayo masuk, aku dan Lala sudah memasakan makan malam untukmu." Ucap Alina sembari menggandeng tangan Roni.


"Benarkah?? Kalian bisa masak ternyata." Ucap Roni.


"Aku anak ayah, tentu saja bisa." Ucap Alina dan diiringi tawa kecil mereka. “Ckrekk!!” Diam diam ada seseorang yang memotretnya.

__ADS_1


"Aku akan membuat ini sebagai ancaman." Ucap orang tersebut sembari tersenyum miring.


Roni tampak tersenyum melihat Alina tertawa bahagia. Karena memang ini pertama kalinya bagi Roni melihat Alina berteman. Setelah makan malam, mereka pun berbincang sembari menonton televisi.


Sepertinya bukan waktu yang tepat, aku takut senyuman Alina berubah. Batin Roni.


"Ayah, besok Lala akan bekerja denganku... Ayah tidak apa apa kan sendirian dirumah??" Tanya Alina.


"Ayah biasa sendirian sayang... Ayah senang melihatmu bahagia dengan sahabat baru mu." Jawab Roni.


"Aku juga senang om, sekali lagi terima kasih karena mengizinkanku tinggal disini sementara waktu." Ucap Lala.


"Sama sama, sekarang aku tidak hanya punya satu putri tapi dua putri." Ucap Roni. Mereka pun berbincang sampai hampir larut. Setelah lama berbincang, Alina dan Lala pun ke kamar untuk istirahat.


"Selamat malam Lala." Ucap Alina sembari membaringkan tubuhnya disamping Lala.


Keesokan harinya


Suasana sarapan di kediaman Azura hening. Tidak seperti biasanya yang selalu terasa hangat. Kenzo yang biasanya cerewet kini diam memasang wajah dinginnya. Melihat hal itu membuat Celani bingung.


"Aku sudah selesai sarapan." Ucap Kenzo kemudian berdiri hendak pergi.


"Kenzo tunggu." Ucap Dicko membuat Kenzo menghela napas panjang dan berbalik.


"Bagaimana dengan keputusanmu??" Tanya Dicko.


"Aku... Nggak mau diasrama." Jawab Kenzo. Tampak Lina tersenyum senang.

__ADS_1


"Itu artinya kamu menerima untuk menikah??" Ucap Dicko.


"Ya iya, kan mommy kasih pilihan itu." Jawab Kenzo. Lina mendekat ke arah Kenzo dan memeluknya.


"Mommy senang sekali akhirnya kamu mau Ken." Ucap Lina.


Alexa, aku pasti akan menjaga putrimu dengan sangat baik. Batin Lina.


"Udah kan, aku mau keluar." Ucap Kenzo.


"Kenzo, ada satu syarat lagi yang harus kamu penuhi." Ucap Dicko.


"Apa lagi??" Tanya Kenzo malas.


"Kamu tidak boleh menyentuhnya sebelum tamat dari kampus itu." Jawab Dicko tentu membuat Kenzo terkejut.


"Loh Dad, kan udah nikah kok nggak dibolehin??" Ucap Kenzo dengan wajah kesal.


"Karena daddy takut—" Ucap Dicko terpotong.


"Nanti dia hamil terus aku nggak tanggung jawab gitu?? Nggak bisa kasih dia makan??Yang bener aja." Potong Kenzo seolah mengerti yang dipikirkan oleh Dicko. Setelah mengatakan hal itu, Kenzo langsung menyambar kunci motornya dan pergi.


"Sudahlah dad, Kenzo sudah dewasa dia tau mana yang benar dan mana yang salah. Sekarang kita tunggu kabar dari Roni." Ucap Lina.


"Mom, berarti kak Ken mau nikah sama calon kakak ipar??" Tanya Celani antusias.


"Iya sayang." Jawab Lina.

__ADS_1


"Yey... Liat aja pasti kak Ken bakalan berubah." Ucap Celani.


__ADS_2