
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
👩💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕
👩💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘
👩💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘
👩💻Terima kasih dan happy reading semua❤
📖📖📖
👩💻I Love You Readers❤❤❤❤❤
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Ashel baru menyadari jika Zaina tidak ada dibelakangnya. Tentu tau itu ulah sang ayah yang ingin memanjakannya. Begitu juga Alzero yang tau dengan sikap kedua orang tuanya.
"Ashel!" Panggil seseorang membuat Ashel menoleh. Begitu juga Lala dan Alzero.
"Shel, lo kemana aja?? Kok lama gak masuk sekolah?? Guru bilang lo di luar negeri, tapi lo disini?? Lo dirawat disini Shel??" Tanyanya.
"Devan?? Kamu kenapa disini??" Tanya Ashel. Iya, orang itu tidak lain Devan.
"Jemput nenekku, hari ini dia pulang... Gua butuh penjelasan lo Shel!" Tegas Devan.
"Itu—"
"Ashel kecelakan dan koma selama 3 bulan." Ucap Alzero membuat Devan membelakan matanya. Dan Devan tau jika Alzero tidak pernah berbohong.
"Kenapa lo gak ngabarin kita Shel?? Kita temen, bukan... Kita sahabat tapi kenapa lo gini?? Apa lo gak nganggep gua sahabat yah??" Ucap Devan tersenyum nanar.
"Maafkan aku," Lirih Ashel.
"Devan, aku yang meminta Calvin dan Renasya untuk tidak memberitaukannya." Ucap Alzero. Tampak Devan dengan berani menarik kerah baju Alzero.
"Kenapa kak?!! Gua tau, gua gak sedeket Calvin sama Ashel... Tapi Ashel juga sahabat gua kak, gua berhak buat tau hal itu!!" Ucap Devan kemudian melepas cengkramannya.
"Hehe, kayaknya gua emang gak dianggep... Kak, dengan lo minta gitu ke Calvin... Seolah olah bikin gua sama Alfa gak nganggep dan khawatirin Ashel... Lo gak tau kak gimana gua sama Alfa bolak balik ke vila Ashel, tanya keberadaanya... Gua coba tanya Rio, dia bilang lagi di luar negeri... Tapi gua gak percaya, seorang kutu buku kek Ashel keluar negeri sampe berbulan bulan... Ternyata koma... Kalo gua gak ketemu lo disini, gua gak bakalan tau keadaan lo." Ucap Devan.
"Ternyata hanya kau dan Alfa... Lalu Farrel??" Tanya Alzero.
Apa Alzero tidak memberitaukannya karena ingin mengetes teman teman Ashel?? Batin Lala.
"Dia sibuk sama Celani." Jawab Devan ketus.
"Devan, terima kasih sudah mengkhawatirkan ku... Maafkan sifat kakakku, dia memang begitu." Ucap Ashel.
"Gua maaf in buat kali ini doang... Dan jangan ceghat gua buat kasih tau hal ini ke semua orang." Ucap Devan. Ashel hanya terdiam.
"Maafin gua ngejauh in lo selama ini, gua terpaksa... Maaf." Timpal Devan. Ada sebuah alasan mengapa Devan dan Alfa menjauhi Ashel.
"Sayang!! Lo kok disini?? Nenek sama ibu nungguin loh." Ucap Marsya dan menghampiri Devan.
"Cuman ketemu temen kok sayang, ya udah yuk pulang... Ashel, kak Al... Kak Lala... Kita pamit dulu." Ucap Devan kemudian pergi. Jujur, dia masih merasa sangat kesal dengan Alzero.
"Hati hati Devan." Ucap Ashel dan direspon anggukan oleh Devan.
"Ro kamu nggak apa apa??" Tanya Lala sembari memeriksa kerah baju Alzero.
"Aku tidak apa apa, Lala." Jawab Alzero sembari tersenyum. Dia sangat senang diperhatikan oleh Lala.
"Jadi ini maksudmu kak, alasan kenapa kamu tidak memberitaukannya pada Alfa Devan dan Farrel." Ucap Ashel menatap kakaknya.
"Mulai sekarang jauhi Farrel... Dia hanya memanfaatkanmu." Ucap Alzero.
Ashel hanya terdiam, dia tidak menyangka jika kakaknya begitu teliti. Alzero pun memapah Ashel dan membawanya ke ruangannya. Diikuti oleh Lala dibelakangnya.
Malam Harinya
__ADS_1
Kenzo Alina dan lainnya hadir dalam pesta Anniversary Saras dan Bima. Acaranya sangat megah bahkan para pengusaha yang biasa ada di televisi itu hadir. Mereka pun masuk bertepatan dengan keluarga Alzero yang datang.
"Zaina disini!" Panggil Lina. Tampak Zaina mendekati Lina. Sedangkan Araka bergabung dengan Bima Roni dan Dicko.
"Selamat ya Lin... Bentar lagi mo dapet cucu." Ucap Zaina.
"Terima kasih Zaina, lalu kapan kamu menyusul??" Goda Lina membuat Zaina cemberut.
"Entahlah, Alzero terlalu mencintai Lala dan akan menikahinya jika lulus... Ya Allah, mungkin cucumu sudah berumur 2 tahun." Ucap Zaina membuat Lina menggeleng kepalanya pelan.
"Maka dari itu paksa mereka menikah Zaina." Ucap Madira.
"Ow bunda ratu kau datang... Kau sangat cantik dengan gaun itu." Puji Zaina membuat Madira terkekeh.
"Jangan memanggilku begitu." Ucap Madira dan ketiganya tertawa kecil.
"Ken!!" Panggil Gavin membuat Kenzo dan Alina mendekat.
"Dateng juga lo, hai Alina... Selamat yah buat lo, bentar lagi mau dapet baby." Ucap Gavin.
"Terima kasih." Jawab Alina. Dia bingung kenapa hampir semua orang tau tentang kehamilannya. Tentu karena Lina dan Madira yang menyebarkan hal itu.
"Alina!" Panggil Mita dan Nia bersamaan. Mereka pun berpelukan layaknya Teletubbies.
"Mita, Nia... Kalian mengejutkan ku." Ucap Alina.
"Hehe, maaf... Selamat yah, bentar lagi mo jadi mommy dan Ken jadi daddy." Ucap Mita membuat Kenzo tersenyum bangga.
"Semoga anakmu sehat sampai lahir ya." Timpal Nia.
"Amin... Terima kasih, kalian melihat Lala??" Tanya Alina.
"Belum, kurasa dia akan datang dengan suaminya." Jawab Mita.
"Eh Mita, lo bar bar juga ya ternyata." Ucap Kenzo sembari terkekeh.
"Ken ikut gua dulu yuk... Ada yang perlu gua omongin." Ajak Gavin.
"Nia, Mita gua titip Alina... Jangan kasih dia bir." Ucap Kenzo yang ditarik Gavin pergi.
"Oke." Jawab keduanya.
Di sudut ruangan pesta. Gavin melepaskan gegaman tangannya dan tertawa kecil. Hal itu membuat Kenzo bingung.
"Haha, gua gak nyangka kalo lo bakalan beneran jadi bapak... Lo nyentuh dia kapan?? Kok gua gak tau." Ucap Gavin.
"Rahasia lah, lo tau gak... Gua udah jadi pemimpin perusahan daddy sekarang." Ucap Kenzo dan keduanya tertawa.
"Gila, hebat lo... Pantesan lo perhatian ke bini lo." Ucap Gavin.
"Ya gua perhatiin lah, kan bentar lagi gua ceraiin sesuai tujuan gua dulu." Ucap Kenzo dan lagi lagi keduanya tertawa. Tanpa mereka sadari seseorang merekam pembicaraan mereka.
"Tapi itu tujuan gua yang dulu masih bejat... Begitu gua denger kalo cupu hamil... Gak tau kenapa bikin gua lupain semua... Termasuk tujuan gua... Sekarang, gua pengen bikin cupu bangga dapet suami kayak gua... Begitu juga anak gua ntar." Ucap Kenzo membuat Gavin tersenyum. Dia menepuk bahu Kenzo.
"Gua seneng akhirnya lo berubah, Ken... Apa gua bilang, lo bakalan bucin ke Alina kan?? Ngelak aja lo." Ucap Gavin.
"Yaa maaf." Ucap Kenzo.
"Lo udah tau kalo si Aurel jadian sama si Raefal??" Tanya Gavin membuat Kenzo memutar bola matanya malas.
"B*doamat, gua gak peduli... Baguslah si bungsu gak jomblo." Jawab Kenzo santai. Perasaannya pada Aurel seketika hilang saat malaikat kecil hadir dalam hidupnya. Saat itu tampak Alzero Ashel dan Lala datang.
"Eh Ashel udah sembuh, samperin yuk... Gua juga mau tanya ke Al." Ucap Gavin. Kenzo menganggukan kepalanya pelan dan mereka pun menghampiri Alzero.
"Hai Ashel, bagaimana keadaanmu??" Tanya Gavin.
"Alhamdulilah baik kak, selamat kak Ken akan menjadi seorang ayah." Jawab Ashel. Tampak Kenzo mengacak acak rambut Ashel.
"Terima kasih Ashel." Ucap Kenzo.
__ADS_1
"Ken, dimana Nana??" Tanya Lala.
"Eh, ada tuh disana." Jawab Kenzo. Tanpa bicara lagi Lala menyusulnya.
"Gua kira dia masih marah." Ucap Kenzo.
"Dia tidak pendendam sepertimu." Jawab Alzero membuat Kenzo kesal.
"Al gimana??" Tanya Gavin.
"Pukul 11 nanti seusai dansa." Jawab Alzero.
"Daddy is the best." Ucap Gavin.
Kini mereka pun menikmati hidangan yang telah keluarga Saputra siapkan. Dan hati Ashel merasa nyeri saat dia melihat Celani dengan antusias mengenalkan Farrel pada keluarganya.
Lama tidak bertemu, ternyata kamu masih sama Ela... Cantik dan ceria. Batin Ashel.
Tiba saatnya pesta dansa. Pesta itu digelar di outdor tak lain di taman belakang Kediaman Saputra. Dengan romantisnya, mereka berdansa. Terlebih Kenzo dan Alzero yang menjadi pusat perhatian.
"Mereka berdua sangat serasi." Ucap Mita.
"Kau benar Mit." Sahut Nia.
"Nia." Panggil Gavin.
"Iya??" Tanya Nia.
"Lo mau gak dansa sama gua??" Ucap Gavin sembari mengulurkan tangannya.
"Em itu...—"
"Dia pasti mau Gavin." Ucap Mita sembari mendorong Nia dan jatuh ke pelukan Gavin. Gavin mengacungkan jempolnya dan dibalas begitu oleh Mita.
"Ya Allah, ku harap kelak aku bisa begitu dengan Ciky... Eh, tapi Ciky tidak kelihatan??" Ucap Mita sembari melihat sekeliling. Rupanya Raefal berdansa di tempat agak jauh dengan Kenzo dan lainnya. Dia berdansa dengan Aurel.
Ah itu dia... Mereka berdua sangat romantis, apa mereka berpacaran?? Batin Mita.
Sama halnya Mita, Ashel juga duduk sendirian sembari menatap kakaknya yang berdansa. Saat itu, tampak Arina menghampiri.
"Hai." Sapa Arina membuat Ashel menoleh.
"Hai kamu siapa??" Tanya Ashel.
"Oh iya kenalkan, aku Arina... Teman masa kecil kak Gavin sama om Ravin." Jawab Arina sembari mengulurkan tangannya. Tampak Ashel menjabatnya.
"Ashel, adik teman kak Gavin." Ucap Ashel.
Wah dia sangat tampan. Batin Arina.
"Boleh aku duduk, maksudku menemanimu." Ucap Arina.
"Tentu saja." Jawab Ashel. Akhirnya mereka berdua pun mengobrol. Saat asik berbincang, tiba tiba semua lampu mati. Dan sebuah sorot lampu mengarah pada Nia dan Gavin. Tentu membuat Nia bingung.
"Mohon maaf untuk para hadirin, izinkan aku meminta waktu sebentar untuk mengungkapkan perasaanku pada wanita yang aku cintai." Ucap Gavin membuat para tamu berbisik. Gavin mengeluarkan kotak cincin dan menceghat Nia pergi. Nia membalikan badannya dan menatap Gavin yang berlutut didepannya sembari membuka kotak cincinnya.
"Lenia Safari, Will you marry me??" Ucap Gavin membuat semua tamu bersorak.
"Nia terima saja!!!" Teriak Alina dan Lala bersamaan.
"Terima!! Terima!!! Terima!!!!" Begitu ucapan para hadirin serempak.
"Gavin... Aku—"
"Sayang terimalah, dia tulus padamu." Ucap seseorang membuat lainnya menoleh.
(Bambang Gavin pake jas😚)
__ADS_1