My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 28


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Jangan lupa follow IG author di @Arsydian2112😘❤


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Di Kediaman Faresta


Raefal dengan santainya menonton film kartun kesukaannya yang tidak lain Tayo. Dia merasa sangat bosan terlebih seharian ini dirumah hanya bersama beberapa pelayan saja. Sedangkan kedua orang tuanya sibuk bekerja.


"G*la... Bosen banget gua, lagian tante Lina juga pake acara dikurung segala... Akhirnya lusa depan wisuda... Pokoknya gua harus bisa kalahin Al, gua harus jadi peringkat pertama sekampus itu." Ucap Raefal menyemangati dirinya sendiri.


“Ting!! ting!!”


Ponsel milik Raefal berbunyi. Dengan malas Raefal meraih ponselnya yang berada diatas nakas. Tampak sebuah pesan baru masuk.


💬


Biang Onar: Fal besok lo dateng gak ke acara itu?


💬


Me: Datenglah, mama yang minta jadi gua bakalan dateng


💬


Biang Onar: Oh oke


Gak jelas banget ni bocah... Mending gua tidur ajalah. Batin Raefal. Raefal pun mematikan televisinya dan meletakan ponselnya diatas nakas.


Di Kediaman Azura


Setelah seharian jalan jalan bersama Farrel, tampak Celani memasuki rumahnya dengan wajah berseri. Dia tersenyum senyum sendiri mengingat kejadian indahnya bersama Farrel. Celani pun langsung menuju ke kamarnya.


"Oh cucuku." Panggil Madira membuat Celani berhenti dan membalikan badan.


"Oma." Ucap Celani. Celani mendekat dan memeluk Madira.


"Oma, aku kangen banget sama oma." Ucap Celani. Tampak Madira tertawa ria.


"Hahaha... Cucu oma masih inget oma ternyata." Jawab Madira membuat Celani menatapnya.


"Tentu saja... Oma akan menginap disini kan??" Tanya Celani tampak bersemangat.


"Tentu saja Cece ku... Sampai Kenken menikah baru oma akan pulang." Jawab Madira.

__ADS_1


"Yey... Artinya oma lama disini, aku sangat bahagia." Ucap Celani.


"Sudah sudah... Kau baru pulang, lebih baik kamu mandi yang bersih habis itu kita makan malam bersama." Ucap Madira sembari menghusap puncak kepala cucu kesayangannya.


"Baik oma... (Mencium pipi Madira yang keriput.) Ela sayang oma." Ucap Celani kemudian pergi menuju ke kamarnya.


Sesampainya dikamar, bukannya langsung mandi. Celani justru merebahkan dirinya diatas ranjang dengan tubuh terlentang. Celani tampak tersenyum bahagia mengingat beberapa adegan romantis dengan Farrel.


Huwaaaa, mimpi apasih gua sampai seorang Farrel ternyata romantis banget. Batin Celani tampak senang.


Dengan wajah cerianya Celani mengambil handuk dan membersihkan dirinya yang terasa lengket. Baginya hari ini adalah hari yang paling tidak bisa dilupakan olehnya.


"Ish sialan kalah mulu." Umpat Kenzo saat dia kalah bermain game online. Kenzo menghempaskan ponselnya keatas ranjang dan menghusap wajahnya kasar.


Cepet banget sih harinya... Besok gua ketemu sama calon istri gua, kira kira dia oke gak ya?? Ah kalau gak sesuai tipe gua, cerai solusinya... Tapi sebelum itu, gua harus cari kesenangan dulu lah. Batin Kenzo tersenyum iblis.


“Tring!!”


Ponsel milik Kenzo berbunyi. Dimana membuat Kenzo mendekat ke arah ranjang dan mengambil ponselnya. Sesuai dugaan rupanya ada pesan masuk dan itu dari Gavin.


💬


[🖼Foto]


Raja Playboy: Pembantu baru gua, gimana menurut lo??


💬


Me: Gil*, dia sebaya sama kita... Eh jangan bilang kalo lo–_–


💬


💬


Me: Serah lo deh, gua mo mandi habis itu makan bay


Kenzo pun mengakhiri pesan singkat mereka.


Emang doyan cewek nih orang... Dahlah mending gua mandi. Batin Kenzo kemudian mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi.


Di Kediaman Saputra


Nia dan beberapa pelayan menyiapkan makan malam. Saat Nia tengah menata makanan di meja, tampak Gavin datang dan duduk disana. Disusul Ravin Saras dan Bima.


"Ravin gimana kerja sama dengan perusahaan Grelso Group??" Tanya Bima sembari menatap putra sulungnya.


"Lancar pa, tinggal menentukan lahan." Jawab Ravin sembari mengambil lauk kedalam piringnya.


"Semua lancar, yang gak lancar tuh jodoh kakak pa." Ucap Gavin menggoda kakaknya.


"Gavin kau—"


"Bener kan, ayolah kak apa perlu aku cari kan mu pasangan??" Ucap Gavin sembari menaik turunkan alisnya. Tampak Ravin menatap tajam. Sampai akhirnya dia melihat Nia dan ide jahil muncul dipikirannya.


"Ma gimana kalau Ravin sama Nia aja." Ucap Ravin.

__ADS_1


“Uhuk... Uhuk... Uhuk.”


"Gavin, makan yang benar... Ini minum." Ucap Saras sembari mengulurkan minum.


"Bagaimana ma menurutmu???" Tanya Ravin sembari menatap jahil adiknya.


"Ya semua terserah pada Nia dan dirimu sayang... Kami hanya bisa mengatakan iya jika itu membuat kalian bahagia... Bukan begitu pa??" Ucap Saras.


"Iya ma... Lagian umur Ravin udah mantap buat nikah." Ucap Bima.


Dasar kakak si*lan! Batin Gavin sembari menatap Ravin tajam.


Rasakan itu adik b*ngs*t! Batin Ravin sembari membalas tatapan tajam Gavin.


“Tring!!”


Ponsel milik Saras berbunyi. Saras mengambil ponselnya setelah meminum minumannya. Tampak sebuah pesan dari Jiny.


"Pa besok katanya Dita gak bisa dateng ke pesta... Terus gimana dong??" Ucap Saras.


"Oh iya, Dino bilang ke papa kalau besok Dita bakalan daftar kuliah khusus desainer... Ya udah Gavin dateng sendiri aja." Ucap Bima.


"Eh pa, gimana kalau Gavin sama Nia aja." Ucap Saras membuat Gavin tersenyum kemenangan.


"Nah good... Papa setuju gimana denganmu Gavin??" Tanya Bima.


"Pa si Gavin pasti—" Ucap Ravin terpotong.


"Gavin si iya aja pa." Ucap Gavin membuat Ravin kesal.


"Good, Nia!!!" Ucap Saras memanggil Nia. Tampak Nia datang menghampiri.


"Iya nyonya." Ucap Nia.


"Besok kamu sama Gavin ke butik temen saya." Ucap Saras.


"Maaf nyonya... Untuk apa??" Tanya Nia.


"Besok pilih gaun dan datang ke pesta bareng Gavin... Dita gak bisa dateng jadi, berhubung kamu sebaya dengan Gavin... Kamu ajalah yang datang bersama dengan Gavin." Jawab Saras. Tampak Nia terdiam dan menatap Gavin sekilas. Gavin mengedipkan sebelah matanya membuat Nia memalingkan wajahnya.


"Bagaimana?? Kau mau kan Mia??" Tanya Bima.


"Nia pa... Bukan Mia." Ucap Saras membenarkan.


"Iya itu maksud papa." Jawab Bima.


"Bagaimana Nia?? Kau mau kan??" Tanya Saras lagi.


Nyonya Saras sudah banyak membantu... Berkat dia ibu jadi lebih baik sekarang... Aku setujui saja. Batin Nia.


"Saya... Saya mau nyonya." Jawab Nia.


"Good, besok pagi kamu dan Gavin pergi ke butik... Gavin udah tau tempatnya bukan begitu Gavin?? (Gavin mengangguk.) Dan jangan tinggalkan Nia sendiri mengerti." Ucap Saras.


"Mengerti ma." Jawab Gavin dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


Setelah makan malam, Gavin tampak tersenyum bahagia sembari merebahkan dirinya diatas ranjang. Untuk pertama kalinya bagi Gavin merasakan hal yang sangat aneh saat bersama dengan wanita.


Apa gua.... Suka sama Nia ya?? Batin Gavin.


__ADS_2