
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
...🥀MHKOT2🥀 ...
Di Kediaman Faresta
Revan membuka matanya saat alarm diponselnya berbunyi. Dengan malas dia mematikan alarm tersebut dan berniat untuk kembali tidur. Namun, dia mengerutkan keningnya saat yang dia peluk berasa aneh.
Bentar... Kok kayak empuk gitu. Batin Revan. Dia pun membuka matanya dan alangkah terkejutnya saat yang dia peluk adalah Elina.
"Huaaaa!!!" Pekik Revan yang mana membuat Elina terbangun.
"Kok... Kok lo bisa disini sih?!!" Kesal Revan. Elina tak merespon dan memilih menarik selimutnya sampai sebatas lehernya kemudian kembali memejamkan matanya.
"Heh!! Nih anak malah tidur lagi... Eli!!" Panggil Revan sembari menggoyangkan tubuh Elina.
"Panggil Eli sayang dulu." Ucap Elina.
"Astaga, Eli!" Ucap Revan kesal. Namun tidak ada respon dari Elina yang mana membuat Revan menghela napas panjang.
"Eli sayang." Ucap Revan.
Brukhhhh!!
Elina langsung membalikan tubuhnya dan menindihi tubuh Revan. Tentu membuat Revan terkejut. Terlebih saat Elina menyentuh dada bidangnya dengan tangan lentiknya.
"Ingin morning kiss??" Goda Elina. Revan tersenyum miring, ada keuntungan mendapatkan calon istri yang terlalu jujur dan ada juga kerugiannya. Revan pun berpura pura memasang wajah ketakutannya.
"Apa itu morning kiss??" Tanya Revan 100% sok polos.
"Mor.... Emm, itu artinya... Pagi ciuman." Jawab Elina seolah dia ahli dalam hal itu. Padahal, dia mencarinya di goggle. Dia pun mengecup bibir Revan sekilas.
"Udahlah, Eli mau mandi." Ucap Elina sembari meninggalkan Revan sendirian di kamar. Tampak Revan tersenyum miring dan menyangga kepalanya dengan tangan kanannya.
"Udah polos gak mau ngaku polos... Okelah, gua mainin dia dulu dan liat gimana ekspresinya kalo tau gua gak sepolos yang dia bayangkan." Lirih Revan sembari menyinggung senyuman.
Revan bangkit dari duduknya dan menuju ke kamar mandi guna membersihkan diri. Setelah rapi dia pun menyiapkan diri untuk berangkat ke kampus pagi ini.
"Pagi ma, pa... Om tante." Ucap Revan sembari menarik kursi untuknya duduk.
"Pagi, kakak ada jadwal pagi??" Tanya Messy sembari memakan sarapannya.
"Hmm, kenapa emangnya??" Jawab Revan kembali bertanya.
__ADS_1
"Hehe, nebeng." Ucap Messy.
"Gak, kakak mau berangkat sama Daffin... Ada supir kan?? Kenapa harus nebeng??" Tanya Revan kesal.
"Loh, kak Daffin kan baru nikah... Pasti lagi honeymoon lah sama istrinya... Emangnya kakak jomblo!" Jawab Messy.
"Dia tidak jomblo... Calon adik ipar, kau lupa jika dia akan menjadi calon suamiku... Bukan begitu sayang??" Ucap Elina yang mana membuat lainnya menahan tawa dengan sikap Elina.
Kak Eli udah sejak lahir bar bar... Moga aja calon kakak ipar bisa hadapin dia. Batin Kay.
Pasti terbang nih kakak... Secara kan dia jomblo. Batin Messy.
Gemes deh, pengen gua gigit rasanya. Batin Revan.
"Eli, udah jangan digandeng mulu... Kasihan Revan mau makan, dia gak bakalan ilang kok." Ucap Viko yang mana membuat Elina mengecurutkan bibirnya kesal. Dia pun melepaskan gandengannya.
Eli gadis yang ceria, sangat cocok untuk Revan agar dia bisa melupakan Sierra... Dan aku berharap Revan tidak merasakan hal yang sama sepertiku dulu... Sampai menyakiti perasaan istriku, astaga aku membenci diriku sendiri. Batin Raefal sembari menatap Mita. Sadar ditatap sang suami, Mita menatap Raefal.
"Kenapa mas, kok liatin aku gitu??" Tanya Mita.
"Gak apa apa, cuman keinget tadi malam." Jawab Raefal yang mana membuat Mita merona.
"Ekhem!! Tuh kan, mama sama papa nggak inget sinkon... Romantisan mulu gak inget umur." Kesal Messy.
"Kita juga bisa gitu, ya nggak sayang??" Goda Viko yang mana membuat Bella tersipu dan mencubit lengan suaminya.
"Astaga anak ini." Ucap dua pasang suami istri sembari memijit pelipisnya pelan.
"Kak Eli, bisa nggak inget sinkon... Kan mata Kay jadi gak polos lagi." Ucap Kay.
"Biarin blee, makannya cari istri sana... Jangan cuman main laptop sama komputer doang." Ejek Elina. Kay memang cukup tampan, hanya saja kepribadiannya yang lebih hobi menjadi perentas membuatnya tidak ada waktu untuk memikirkan gadis.
Setelah sarapan, Revan dan Messy pamit untuk berangkat. Sedangkan untuk Kay, dia juga pergi untuk mengurus perpindahan sekolahnya. Karena memang Bella dan Viko akan menetap di kota itu karena mereka tidak bisa jauh dari Elina.
...🥀🥀🥀...
"Enzi aku hamil, kamu harus bertanggung jawab!" Ucap Syakila. Pagi pagi, Kediaman Azura ribut dengan Syakila yang mengaku jika dia sedang hamil anak Kenzie.
"Kok lo bisa hamil? Sedangkan gua pernah nyentuh ujung rambut lo juga kagak... Atau anak itu dari artis bule gadungan dan lo minta gua tanggung jawab?? Heh! Berhenti ganggu hidup gua!" Ucap Kenzie.
"Oh bukan salah kamu?? Tapi aku punya buktinya." Ucap Syakila kemudian memperlihatkan ponselnya yang berisi video dimana Kenzie masuk kedalam salah satu kamar di club.
"Tanggal 20 Febuari, kamu berada di club bersama dengan Revan dan Daffin bukan?? Kau lupa dengan apa yang kita lakukan malam itu bee??" Ucap Syakila.
"Kenzie, jelaskan ini ke mommy!" Ucap Alina menatap tajam putra sulungnya.
"Enzi emang ke club sama Daffin dan R... Tapi Enzi langsung pulang pas daddy telefon waktu itu." Jelas Kenzie.
__ADS_1
"Lalu yang berada di video itu siapa?! Kembaran kamu?!!" Tanya Alina emosi.
"Tante harus percaya dengan yang Kenzie katakan." Ucap seseorang membuat lainnya menoleh. Syakila membelakan matanya saat Alveno datang dengan satu orang tawanan.
"Ini editor yang mengedit wajah Jason Alexander dengan wajah Enzi... Memang benar, saat itu Enzi Revan dan Daffin ke club tanpa bersamaku... Tetapi, anak buah ayahku ada disana dan mengecek semua cctv di club itu... Dan editor sialan ini baru mau mengaku saat ku ancam." Ucap Alveno menjelaskan.
"Kila... Tante kecewa sama kamu, tante pikir kamu mau berusaha memperbaiki kesalahanmu.... Tapi apa?? Kamu justru menuduh Enzi melakukan hal kotor itu." Ucap Alina yang mana membuat Syakila tersentak. Syakila tersenyum miring dan menatap tajam Rasya yang sedari tadi diam.
"Om sama tante juga berubah... Om yang bikin—"
Byurrrr!!!!
Semua orang membelakan matanya. Bahkan sampai menutup mulut mereka yang terbuka lebar saking terkejutnya.
"Meskipun kakak anak dari om Wiliam... Tapi sifat dan kebodohan kakak bukan seperti anak dari om Wiliam... Berhenti mengganggu abang ku dan calon istrinya... Karena dilihat dari segi mana pun, kak Rasya yang terbaik daripada kakak yang penggila karir dan selingkuh saat abang menunggu kakak dengan penuh harapan!!!" Ucap Raka setelah menyiram Syakila dengan seember air. Raka benar benar muak terlebih dia tipe tidak memiliki hati kala ada yang mengusik kebahagiaan keluarganya.
"Dan satu hal lagi, kakaklah yang membunuh kucing kesayangan abang dan menuduh kak Rasya... Heh!! Sangat disayangkan... Kakak sedang hamil kan?? Lebih baik pulang, mandi dan istirahatlah sebelum azab mendatangi kakak." Ucap Raka lagi.
"Tunggu pembalasanku! Dan kau Raka, lebih baik jaga Mia mu itu dengan baik." Ucap Syakila kemudian pergi.
Sialan!! Kalo sampe Mia kegores sedikit aja, gua bakalan terror keluarga lo kak! Umpat Raka.
"Raka, kamu nggak boleh—"
"Raka boleh ngelakuin itu mom karena cewek yang selalu mommy dan daddy dulu bangga banggain itu justru jadi peneror keluarga ini." Ucap Raka.
"Bravo!!!" Ucap Kenzie sembari menepuk tangannya.
"Ini baru adek gua... Dan Ven, kok lo tau hal ini??" Tanya Kenzie sembari menatap sahabatnya.
...🥀🥀🥀...
Spoiler Bab Selanjutnya:
“Jauhi Rayhan, dia mencurigakan... Gua takut lo kenapa napa.” Ucap Kenzie cemas.
“Kakak cemas sama Rasya??”
Blus.
Wajah Kenzie merah merona.
Maaf yah baru bisa update malam, soalnya tadi mati listrik dan kebetulan HP lowbet jadi baru bisa update sekarang deh😭 Okelah skip, Salam bombai adek pamit bay bay👋🏻
(Noh bucinnya Mia, and calon gangster tentunya😜)
__ADS_1