My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 10


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


...🥀MHKOT2🥀...


Welcome ke 100 BAB MHKOT, tetep jadi readers yang setia ya... Okelah Skip😍😘❤


Di Kediaman Caesar


Alveno terdiam menatap beberapa cemilan didepannya. Cemilan manis yang Alveno sukai saat kecil. Namun begitu kejadian Lala keguguran, sampai detik ini Alveno tidak lagi memakan makanan manis. Mengingat penyebab Lala keguguran adalah pancake manis buatannya.


"Tuan muda, nona Dona datang kemari." Ucap salah satu pelayan.


"Biarkan dia masuk... Dan, bereskan ini semua... Buang saja, aku tidak mau melihat cemilan jenis itu di rumah ini." Ucap Alveno.


"Baik tuan muda." Jawabnya kemudian pergi setelah mengemasi cemilan tersebut.


"Veno!!" Panggil gadis bernama Dona tersebut. Dona hanyalah anak dari rekan bisnis Alzero dan dekat dengan Alveno.


"Hmm, kapan kamu kembali??" Tanya Alveno sembari bangkit dari duduknya.


"Kemarin lusa, dimana paman??" Tanya Dona.


"Ayah tidak ingin diganggu sekarang." Jawab Alveno.


"Begitu ya, kasihan paman." Ucap Dona. Yang mana membuat Alveno mengacak acak puncak kepala Dona.


"Ayah hanya ingin menyendiri, biarkan saja." Ucap Alveno.


"Ish gak usah diacak acak juga." Ucap Dona sembari mengecurutkan bibirnya.


"Lalu ada kabar mengenai bibi??" Tanya Dona. Tampak Alveno menggelengkan kepalanya pelan.


"Kamu yang sabar ya... Oh iya, aku udah beli buku sengaja buat kamu... Kau mau lihat." Tawar Dona. Dia sengaja berniat mencairkan suasana.


"Udah ayo." Ucap Dona sembari menarik Alveno kedalam.


Di lain Sisi


Tepatnya di kota C. Seorang gadis berumur 19 tahun itu kembali ke rumah kecilnya yang berada disamping hutan setelah berbelanja dari pasar. Cukup banyak karena memang dia jarang ke pasar.


"Lili seharusnya biarkan ibu yang ke pasar." Ucap wanita berumur 41 tahun itu. Gadis itu bernama Liasya atau sering disapa Lili. Dia sabar penyayang dan kuat akan semua ujian juga dari omongan orang.


"Nggak bu, nanti ibu diincer orang jahat lagi gimana?? Biar Lili aja." Jawab Lili sembari menata sayurannya kemudian memasukannya kedalam kulkas.


"Aduh..." Pekik ibunya membuat Lili mendekat.


"Ibu nggak apa apa?? Apa ibu inget sesuatu??" Tanya Lili.


"Tidak apa apa... Ibu tinggal istirahat boleh??" Jawabnya kemudian kembali bertanya.


"Ibu istirahat aja, biar Lili yang masak." Ucap Lili sembari mengantar ibunya ke kamar yang hanya memiliki ukuran 4×5 meter itu.


Setelahnya, Lili menyelimuti ibunya kemudian membiarkannya istirahat. Namun wanita itu justru bangkit dari posisinya, menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang. Dia memegangi kepalanya yang sedikit sakit.


"Alzero...." Lirihnya.


Malam Harinya


Rasya tengah mengerjakan skripsi yang harus dia kumpulkan besok. Jadi dia tidak bisa membantu Lina untuk menyiapkan makan malam. Baru selesai dengan kegiatannya sebuah telefon masuk.

__ADS_1


Sedangkan dengan Kenzie. Dia tengah bermain ps bersama si bungsu. Sedangkan Raka lebih tertarik menonton idol kpop Blackpink di ponselnya sembari rebahan diatas sofa.


"Makan malam udah siap... Ayo makan—"


"Blackpink!!! Aye!!! Aye!!!" Ucap Raka sembari bangkit dari posisi rebahannya.


"Boombayah!!" Sahut Arka yang mana membuat kening Raka berkerut.


"Kok lo tau?? Tau darimana lo??" Tanya Raka penuh selidik.


"Abang kalo mandi suka pake musik itu makanya gua tau." Jawab Arka santai.


"Heh awas lo sampe suka sama Rose, gua bejek lo!" Ancam Raka.


"Kagak, mending ke Sehun... Atau nggak Baekhyun." Ucap Arka sembari berjalan melewati Raka.


"Heh Sehun abang gua!!" Ucap Raka sembari menyusul Arka.


Suka bener sama kpop, sampe gua gak dianggep abang. Batin Kenzie. Dia pun menyusul si kembar ke ruang makan.


"Oma, kak korea mana??" Tanya Arka saat Lina menuangkan nasi ke piringnya.


"Masih di kamar, lagi ngerjain skripsi... Oh iya Enzi, kamu gak ada tugas??" Jawab Lina kemudian bertanya pada Kenzie.


"Ada... Tapi ntaran ajalah, toh jadwal siang." Ucap Kenzie kemudian mengambil ayam goreng dan memakannya.


"Hih sama aja kayak abang Raka... Pasti selalu Arka yang ngerjain tugas abang." Kesal Arka.


"Utututu... Sini peyuk dulu." Ucap Raka kemudian memeluk saudara kembarnya membuat Kenzie bergidik ngeri.


"Untung adek kakak... Kalo gak bisa dikira h*mo." Lirih Kenzie.


"Enzi panggilin Rasya, dia harus tetap makan biar vit." Ucap Lina.


"Jangan main sosor ya bang." Ucap kedua adiknya membuat Lina dan Dicko tertawa. Kenzie benar benar 100% mirip dengan Kenzo. Kenapa bisa mirip?? Orang dia anaknya wkwkwk.


Si anak jelek itu lagi apa?? Batin Kenzie.


Saat hendak mengetuk pintu, dia mendengar tawa kecil dari Rasya. Tawa yang belum pernah Kenzie dengar. Mendengar tawa Rasya membuat Kenzie tersenyum. Namun, senyumannya pudar saat mendengar suara pria. Ternyata Rasya sedang telefonan dengan salah satu sahabat prianya.


📞


“Haha, suara kamu manis banget pas ketawa.”


“Terima kasih.” Ucap Rasya sembari tersenyum.


“Oh iya, besok sepulang kampus kita makan siang bareng yuk.”


“Bol— Kak Enzi.” Pekik Rasya saat tiba tiba Kenzie merebut ponselnya.


“Nggak boleh, Rasya ada kepentingan!”


Tut.


"Siapa cowok tadi??" Tanya Kenzie.


"Itu kak Ray." Jawab Rasya hendak mengambil ponselnya. Namun, Kenzie mengangkat ponselnya dan menatap tajam Rasya.


"Siapanya lo?? Pacar??" Tanya Kenzie. Tampak Rasya menggelengkan kepalanya pelan.


"Kenapa kakak ingin tau—"


"Ya karena.... Karena.... Itu urusan gua, bagaimana pun... Lo jangan sampe bikin Oma sama Opa sia sia kuliahin lo sedangkan lo sendiri malah pacaran!" Ucap Kenzie. Dia pun mengutak atik ponsel Rasya.

__ADS_1


"Sandinya apa??"


"Ra—"


Brukhhhh!!


Belum Rasya menyelsaikan ucapannya, Kenzie memojokan tubuhnya ke tembok. Entah mengapa mendengar Rasya memanggil nama Ray, membuat hati Kenzie bergemuruh.


"Lo suka sama si Ray itu ha?!! Emang dia lebih ganteng dari gua—"


Eh bentar... Kok gua bilang gini?? B*ngke gua kenapa sih?!! Umpat Kenzie.


"Kakak cemburu??" Tanya Rasya hati hati membuat Kenzie merona dan menjauhkan tubuhnya.


"Heh PD banget lo... Sadar diri dong, buat apa gua cemburu sama cewek jelek kayak lo!!! Cantikan juga pacar gua!!! Lagian lo itu cuman anak pungut dari Oma gua, kalo bukan karena dia lo pasti udah jadi gembel!" Ucap Kenzie membuat Rasya menunduk. Kenzie melempar ponsel Rasya ke atas ranjang dan pergi.


Bammm!!!


Kenzie membanting kuat pintu kamar Rasya. Membuat Rasya tersentak kaget. Ucapan Kenzie sejak dulu tidak pernah berubah. Setelah mengejek fisik Rasya, pasti Kenzie selalu mengejek soal keluarganya. Dan seperti biasa, Rasya hanya bisa menangis. Dia tidak bisa membenci Kenzie karena Kenzie adalah cucu dari orang yang membesarkannya.


Padahal Rasya cuman nanya... Kalo nggak cemburu, kenapa kakak marah?? Batin Rasya sembari menangis.


"Enzi, Rasya mana?? Kok tadi Oma denger suara pintu keras banget... Kamu bully Rasya lagi??" Tanya Lina bertubi tubi.


"Oma tanya aja sendiri... Aku mau pergi!" Ucap Kenzie kemudian memakai jaketnya dan pergi.


"Enzi!!! Enzi!!!" Panggil Lina dan tidak direspon oleh Kenzie.


"Bang nitip mochi ya!!!" Ucap Arka.


"Lo apaan sih?!! Gak inget sikon!!" Ucap Raka sembari mencubit pipi saudara kembarnya. Yang mana membuat Arka mengecurutkan bibirnya.


"Kalian makan dulu ya, Oma mau ketemu sama Rasya dulu." Ucap Lina. Si kembar pun menganggukan kepalanya patuh.


*Kakak cemburu??*


Pertanyaan itu masih terngiang ngiang di kepala Kenzie. Yang mana membuat Kenzie menambahkan kecepatannya.


"Siapa yang cemburu b*ngs*t!!! Anak jelek!!" Teriak Kenzie membuat orang sekitar memandangnya heran.


"Sayang ya bu, ganteng ganteng tapi stress." Ucap ibu A.


"Iya tuh bu, kayaknya kebanyakan pacar... Lain kali jangan biarin anak kita pacaran sembarangan." Sahut ibu B.


Sesampainya di minimarket.


Kenzie memakirkan motornya dan duduk di bangku yang memang tersedia disana. Dan disana basecamp Kenzie dan lainnya nongkrong. Merasa kesepian dia pun chat di grubnya. Jika dulu Black Angel, sekarang Lion King. Tentu Kenzie yang membuat namanya.


(Lion King😈) 💬


^^^P^^^


Kang Bucin (Daffin): Utamakan salam, kiamat sudah dekat.


^^^Sembarangan kalo ngomong, gua ada di basecamp... Cepetan kesini gua traktir.^^^


Kang polos (Revan): Otw


^^^Ditraktir aja langsung otw-_-^^^


Chat berakhir. Kenzie memasukan kembali ponselnya kedalam saku jaketnya. Dia mengacak acak rambutnya frustasi.


Gua gak mungkin suka sama Rasya, nggak bakalan! Batin Kenzie.

__ADS_1


...Di Like?? Di Like?? Di Like lah masa nggak, ntar crazy up wkwkwk🙂😂...


__ADS_2